lomba blog traveloka

Ironi Anak Kos : Tidur diatas Kertas Skripshit, Bangun dibawah Tumpukan Mie Instan, Kami Hanya Spesies Irit di Negeri Sendiri!

Masalah Finansial Anak Kos
Ironi anak kos dengan skripshit
Selamat datang di dunia anak kos! Dunia dimana mahluknya sering distreotipekan dengan kengenesan diakhir bulan. Dari yang dulu sempaknya dicuciin Emak, setelah jadi anak kos yang mesti nyuci sempaknya sendiri seminggu sekali. Atau dari yang dulu makannya bergizi sesuka hati di dapur, kini mesti masak mie instan sendiri di kamar nan sempit.

Mimin akan menceritakan tips nyata mimin menghadapi krisis finansial selama menjadi anak kos. Oh iya, artikel kali ini juga

mimin sertakan pada lomba #TemanNgeblog. Ini adalah curhatan finansial anak kos #TemanNgeblog dan solusi yang bikin #UrusanBeres. Mimin pun jadi tergerak untuk menceritakan masalah finansial anak kos yang sebenarnya ketika menghadapi momok paling menakutkan bagi mahasiswa tingkat akhir. Supaya dunia tahu, betapa menjadi anak kos yang berjuang dengan revisi dan mengejar dosen pembimbing diakhir bulan adalah suatu perjuangan maha dahsyat!

Pada bulan pertama di tahun 2016, mimin sedang sibuk-sibuknya menyelesaikan proyek skripshit. Dan bagi anak kos seperti mimin, itu merupakan perjuangan yang sesungguhnya. Betapa tidak, selain menghabiskan waktu, tenaga dan di PHP-in oleh dosen pembimbing, mimin juga harus rela melimpahkan anggaran makanan sehat untuk biaya percetakan skripshit yang boleh dibilang tidak murah. Alhasil, peran mie instan isi dua hasil gandaan Kanjeng Taat Pribadi menjadi penyelamat dikala akhir bulan.

Saat itu mimin bertekad, skripshit tidak bisa menjerumuskan anak kos dari kelaparan yang berkepanjangan. Oleh karena itu, mimin merumuskan strategi mengelola finansial untuk meminimalisir biaya skripshit. Walaupun pada saat itu mimin bisa saja meminta transferan tambahan dari ortu di kampung, tapi sebagai anak kos yang memiliki cukup harga diri, sudah saatnya mimin mengaplikasikan pepatah, “tak ada rotan, akar pun jadi”. Dan karena artikel ini adalah curhatan finansial #TemanNgeblog dan solusi yang bikin #UrusanBeres, maka mimin berhasil merangkum beberapa caranya sebagai berikut, check these out!

1.    Fotocopy atau cetak kertas revisian skripshit bolak balik. Ini bisa menghemat biaya kertas hampir 50% ketimbang teknik cetak konvensional. Mimin biasanya memakai ini untuk menyampaikan revisian kasar, sebelum dosen pembimbing menyetujuinya.

2.    Kalau bisa difoto atau kirim via email, mengapa mesti dicetak atau foto copy? Bila dosen pembimbing cukup dekat denganmu, atau ramah, perhatian, mantan anak kos juga, mungkin beliau bakalan setuju untuk menyuruhmu mengirim revisian dalam bentuk file gambar, atau dikirim melalui surat elektronik.

3.    Khusus tambahan diluar skripshit, perkecil font huruf dan persempit margin. Adakalanya sesuatu materi yang penting, tapi tidak perlu dimasukkan dalam skripshit dan itu dapat membantu mimin dalam sidang kelak. Maka cukup perkecil font dan margin diluar standar penulisan skripshit pada umumnya.

4.    Bagi yang bakal tampil untuk presentasi dikala sidang skripshit, perlu mencetak slide power point, atur jumlah slide menjadi enam atau sembilan dalam satu lembar kertas bolak balik.

5.    Foto copy atau cetak skripshit bareng kawan yang lain, biasanya dapat potongan harga. Mengajak kawan seleting, junior atau senior yang sama-sama menyelesaikan skripshit, untuk mencetak dalam partai besar, bakalan menguntungkan. Pastikan juga salah satu dari kalian pandai dalam hal bernegosiasi.

Dan faktanya, skripshit bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi masalah finansial bagi anak kos. Ini lebih seperti faktor-faktor produksi yang menjadi fungsi dalam persamaan produksi. Seperti intensitas bin kuantitas transferan, gaya hidup, frekuensi tugas kuliah, lingkungan kosan dan masih banyak lagi. Mereka berasosiasi menghabiskan biaya hidup anak kos yang memang terkenal hidup semrawut dari awal.

Tidak ada kata hemat dalam dunia anak kos, sebenarnya (berdasarkan riset mimin selama menjadi anak kos). Kalaupun ada, tabungannya itu mungkin diperuntukkan kepada sesuatu yang menjadi kesenangannya. Seperti mimin yang mesti berjuang berhemat untuk membeli smartphone china, atau teman sekosan mimin yang rela-relain makan dua kali sehari hanya untuk membeli gems coc pada kala itu.

Jadi saran mimin sih buat orangtua dimana saja, yang anaknya hidup ngekos, sebisa mungkin jangan transfer melebihi kebutuhan si anak. Adalah salah besar ketika orangtua berniat memberi lebih dengan niat agar si anak bisa menabung dengan ikhlas. Peran orangtua adalah menyediakan kebutuhan dasar semata. Inilah mengapa mimin banyak menemui anak kos yang hidupnya seperti berkecukupan namun dengan prestasi yang bisa dibilang nihil. So, jadilah anak kos yang sedikit banyaknya tidak terlalu bergantung kepada orangtua.

That’s all for today, guys! Semoga dengan artikel yang merupakan curhatan finansial anak kos #TemanNgeblog dan solusi yang bikin #UrusanBeres ini, mimin bisa memenangkan lomba #TemanNgeblog dengan tema seputar permasalahan finansial. Dan hadiahnya bisa mimin gunakan untuk memajukan dunia anak kos melalui tulisan. Hidup anak kos!

G+