lomba blog traveloka

Digital Marketing Oleh Mahasiswa Akhir Demi Skripsi Impian


Digital Marketing Oleh Mahasiswa Akhir Demi Skripsi Impian


Semangat blogging buat anak kos seluruh nusantara. Buat mahasiswa akhir bin tua bin ngenes bin korban PHP dosen pembimbing, terkhusus buat kalian yang sedang mumet stadium akhir demi menghasilkan skripshit impian yang kelak akan mengantarkan kalian menuju tahta toga wisuda!
Mimin, sebagai admin di kosngosan akan bercerita sedikit mengenai pengalaman mimin melakukan digital marketing ala amatiran selama proses pengerjaan Skripshit (Skripsi). Kok bisa? Bisa dong! Nanti mimin korelasikan. Oh iya, artikel ini mimin sertakan dalam Blog Writing Competition dari ABAH Digital Marketing Specialist dengan tema Share Your Digital Marketing Stories.


True Story Pengerjaan Skripsi Tugas Akhir
Sebelumnya mimin jelaskan bila topik penelitian dalam Skripshit (Skripsi) mimin adalah kepuasaan dan persepsi pengguna terhadap pengembangan Website Informasi Sawit Pedia. Kalian bisa cari jurnalnya dengan bantuan om google. Terus terang mimin tidak ada basic dalam dunia pemograman, apalagi digital marketing. Tetapi karena optimisme dan dukungan dosen pembimbing, mimin memberanikan diri untuk mengerjakan Skripshit (Skripsi) ini. Dan mimin terbantukan dengan menggunakan paket CMS Wordpress dan domain gratis dari 000webhost untuk membangun tubuh Websitenya.
Dalam pengisian konten Website Informasi Sawit Pedia, mimin mencari referensi dari berbagai sumber untuk melakukan proses copy writing. Hal ini perlu demi menunjang informasi sawit yang mimin perlukan. Sumber seperti Website, Ebook, koran hingga buku manual pun mimin kumpulkan.
Pertama mimin mencoba untuk memasarkan kuisioner online secara offline. Mimin menyebarkan brosur yang berisi barcode dan link menuju kuisioner online dan mengajak mereka untuk ikutan sebagai sampel penelitian mimin. Trik ini berlangsung selama tiga hari. Namun karena target sampel harus tercapai secepatnya, dan itupun harus diseleksi juga, maka mimin bersemedi di kamar mandi untuk mencari pencerahan.
Mimin pun memutar otak untuk melakukan inovasi. Sebenarnya mimin dituntut untuk mengetahui dasar-dasar digital marketing, karena kuisioner yang mimin sebarkan sepenuhnya bersifat online, maka mimin harus bisa menentukan segmentasi pasar seperti apa yang akan mimin jadikan sebagai sampel penelitian.
Beranjak dari kegagalan Marketing offline, mimin merancang banner buatan sendiri untuk dipasang di beberapa blog kepunyaan mimin. Mimin mencoba memasarkan informasi kuisioner online ini melalui blog. Namun kendalanya adalah karena blog mimin masih memiliki page rank rendah, calon sampel sepertinya tidak bertambah signifikan.
Setelah berhari-hari terlarut, mimin mencoba memasarkan kuisioner online secara massif melalui media sosial Facebook dan Twitter. Selain memosting dan men-Tag pada group dan akun yang kompeten, mimin juga mengirim Personal Message kepada tiap anggotanya. Sampai-sampai ada anggota yang memaki tidak jelas. 


Mimin dengan tabah juga memasarkan link melalui forum internet seperti KasKus dan Yahoo group (waktu itu Yahoo masih belum ganti nama). Tidak puas, mimin melakukan blog walking kepada blog yang terkenal. Karena mimin suka sekali Manga, maka mimin menyondongkan meninggalkan jejak pada komentar-komentar penggila Manga. Bahkan mimin dengan nekat memasang iklan di situs jual beli olx!
Dua hari hasilnya positif. Tapi mimin tetap saja memasarkan kuisioner online ini dengan massif, broadcast kepada kontak BBM. Alhamdulillah, banyak juga yang broadcast balik kepada teman-temannya. Dan yang paling berkesan adalah ketika jumlah sampel melebihi target awalnya. Sesuai rekomendasi dosen pembimbing, harus dilakukan filter demi mendapatkan sampel yang kompeten dan kredibel.
Nah, mungkin proses digital marketing yang mimin lakukan tidak memiliki motif komersial. Namun selain keuntungan, terdapat kepuasaan maksimal bila digital marketing dilakukan dengan sepenuh hati. Dari proses tersebut mimin bisa simpulkan bahwa digital marketing membutuhkan tehnik SEO yang tepat, berbeda dengan pemasaran konvensional yang mimin pelajari ketika dibangku kuliah dulu.

G+