lomba blog traveloka

Pengembangan AgriCity di Perkotaan dengan Pemanfaatan Teknologi Informasi Berbasis Pertanian

Salah satu problematika mendasar daerah perkotaan selain transportasi dan sistem birokrasi adalah makanan. Tingginya konsumsi junk food yang menyebabkan berbagai macam penyakit menjadikan masyarakat begitu rentan. Bahan makanan yang menjadi kebutuhan primer juga seluruhnya hampir dikuasai oleh swasta melalui pasar modren seperti swalayan, minimarket, plaza atau hypermarket.


Industri makanan swasta secara tidak langsung menyingkirkan produsen seperti petani dalam kota untuk memasarkan produknya. Akibatnya, selain berkurangnya supply produk pertanian yang berkualitas, juga terjadi pengalihan pasar dan penyudutan ekonomi petani.
Aplikasi AgriCity ditujukan demi pengembangan Smart City Indonesia. Tidak seperti Qlue yang berfokus pada penanganan laporan masyarakat di DKI Jakarta atau Aplikasi mCity buatan Gamatechno yang berfokus pada pengembangan pariwisata di suatu kota, AgriCity diharapkan menjadi media penghubung antara petani dengan masyarakat. Dengan memanfaatkan sistem jaringan, AgriCity bakal menjadi aplikasi e-commerce yang dikelola oleh pemerintah kota dari beberapa daerah sentra produksi pertanian.

Didalam aplikasi AgriCity terdapat direktori dari berbagai profil petani swadaya atau sekumpulan yang membentuk koperasi. Tampilannya diupayakan minimalis dan user friendly. Terdapat dua jenis akses, pertama melalui smartphone Android atau iOS dan operator jaringan. Hal ini bertujuan untuk mengatasi masalah jaringan internet di daerah minim sinyal. Dengan fasilitas sms dan calling, calon pembeli bisa menghubungi produsen tanpa kendala. Sebaliknya, petani bisa mendaftar dan mengakses portal AgriCity melalui sistem operator yang telah bekerja sama sebelumnya.

Petani dapat menganalisis produk pertanian apa saja yang paling diminati masyarakat dari fitur AgriCity yang bernama AgriTrend. Guna meningkatkan kualitas produk pertanian, AgriCity juga memiliki fitur Call Penyuluh. Hal ini penting untuk petani agar mendapatkan instruksi langsung dari penyuluh yang telah disiapkan dari Dinas Pertanian.

Selain menjadi aplikasi e-commerce, AgriCity juga berfungsi sebagai media informasi harga bagi petani. AgriCity memiliki fitur layanan informasi harga teraktual yang diperoleh dari kerjasama dengan Dinas Perdagangan dan Dinas Pertanian setempat. Sehingga petani bisa mengetahui harga terbaru. Begitu pula dengan konsumen yang tidak merasa dirugikan akibat pembelian produk pertanian.

Fitur AgriCity lain yaitu AgriOrganic. Untuk konsumen yang memperhatikan dampak penggunaan bahan kimia terhadap produk pertanian, bisa menggunakan fitur ini. Petani yang bekerjasama dengan pemerintah akan dibina demi menghasilkan produk yang bebas pestisida.

AgriCity memiliki sistem offline sebagai penyalur barang langsung kepada konsumen. Hal ini untuk menghindari terjadinya margin yang terlalu tinggi akibat distributor. Seperti jasa pengiriman e-commerce lainnya, terdapat berbagai opsi pembayaran seperti transfer via bank, wesel atau titip ke kurir. Nantinya produk yang sedang dikirim bisa diketahui status dan posisinya melalui portal AgriCity dengan memanfaatkan sinyal GPS.

Tentunya aplikasi AgriCity baru sekedar rancangan demi mewujudkan impian PengembanganSmart City Indonesia. Proyek AgriCity membutuhkan investasi untuk perealisasiannya. Tidak hanya membutuhkan start-up yang kompeten, tetapi juga komitmen pemerintah dalam penjaminan kesehatan masyarakatnya. AgriCity adalah jawaban disaat pengelolaan supply bahan baku pertanian perkotaan yang tidak efisien dan efektif. Proyek yang diharapkan demi kesejahteraan petani dan kesehatan masyarakat kota. AgriCity akan mampu merestrukturisasi Supply Chain Management dari produk pertanian di perkotaan.

G+