lomba blog traveloka

Alasan Kamu Malas Membereskan Kamar dan Tempat Tidur


Alasan Malas Membereskan Kamar, Bangun Tidur
faktor penyebab kemalasan membersihkan kamar dan tempat tidur
Kosngosan - kali ini mimin akan memosting artikel mengenai alasan kenapa sih kita jarang dan malas membersihkan kamar dan tempat tidur. Mimin melihat kotornya kamar tidak hanya berlaku bagi anak kos, tetapi juga kalangan eksekutif yang mungkin terlalu sibuk dengan urusan kantor dan pekerjaannya.

Kalau kamu sering melihat lingkungan anak kos, terutamanya yang cowok, mayoritas dari mereka mungkin kurang menjaga kebersihan kosnya. Ada banyak limbah plastik, bungkus mie instan, rokok, minuman kaleng dan bahkan semp*k bolong sekalipun mungkin bisa ditemukan di dalam kamar kos.

Nah kalau pemilik kosnya care, mungkin kebersihannya masih bisa dijaga. Namun apabila pemilik kos tidak memantau keaadan kos, sudah dapat dipastikan keadaan kosan semakin parah.


Beda halnya dengan orang yang sudah berumah tangga. Kebersihan kamar juga tergantung dari kebiasaan pemilik rumah tersebut. Mungkin akan dirasa efektif bila memperkerjakan seorang pembantu. Namun itu bukanlah sebuah solusi jangka panjang yang tepat. 



Bila ingin terbebas dari kotornya kamar dan tempat tidur, kita harus memiliki niat yang cukup untuk berubah dan memulai aksi dari sekarang.

Sebenarnya apa sih yang menyebabkan kita begitu malas memperhatikan kebersihan kamar setelah bangun tidur? Berikut mimin rangkul beberapa faktor yang mungkin turut andil dalam mempengaruhi perilaku buruk kita tersebut :

1. Malas dengan hal kecil seperti buang sampah pada tempatnya

Mungkin bagi kita yang menganggap remeh pepatah membuang sampah pada tempatnya ini, tidak akan pantas disebut sebagai orang yang sehat. Menganggap ajakan klasik seperti “kebersihan adalah sebagian dari iman” adalah ajakan ketika masih sd dan tidak berlaku lagi sekarang. Kita kebanyakan tidak ingin lagi didikte dengan ajakan klasik tersebut. 


Kesalahannya adalah kita terlalu menganggap sepele hal seperti "membuang sampah pada tempatnya" dan tidak mengajarkannya kepada anak anak kita. Hal itu justru akan merugikan dikemudian hari.



Bayangkan kalau generasi kita kedepan tidak lagi peduli dengan hal semacam kebersihan. Sikap apatis itu akan menjadikan karakternya buruk dimata orang lain. Belum lagi ketidakmampuannya menjaga kebersihan akan meningkatkan resiko dia terkena penyakit seperti diare dan lainnya.


2. Mengikuti orang lain dengan kebiasaan buruk

Ternyata menjadi kaum akademik tidak menjamin kita bisa menghormati linkungan lho. Kebanyakan masih berkutat pada hal hal akademik dan teoritis semata. Parahnya, ada sebagian dari kita secara gamblang menyatakan bahwa sikap apatisnya terhadap kebersihan, khususnya kamar dan tempat tidur.


Kita menganggap bahwa kebanyakan orang pintar justru tampil dengan acak-acakan dan apa adanya. Karena itu kita menirunya dan tidak sadar bahwa pola seperti itu akan terus diturunkan oleh anak cucu kita. Itu salah besar. Karena orang sukses juga butuh kebersihan untuk tetap nyaman beraktifitas.


3. Terlalu fokus dengan kegiatan lain

faktor malas membersihkan kamar
fokus pada pekerjaan melupakan kebersihan kamar
Kita yang memiliki kegiatan seubrek, mungkin tidak memperdulikan kemana sampah kos atau rumah tangga dibuang. Kita hanya fokus akan hal hal yang membuat kita lebih untung dan sukses secara material. 


Kita memang lebih disibukkan oleh aktifitas seperti bekerja dan kuliah. Terlalu lama begadang dan beraktifitas malam hari juga turut mempengaruhi kemalasan. Sehingga setelah bangun tidur, kita cenderung langsung mandi dan bersiap melakukan aktifitas lain. 



Tipe seperti ini mungkin jarang diketahui karena memang diluar mereka terlihat normal dan memperhatikan penampilan luarnya.

4. Salah satu bentuk protes terhadap pemilik kos/kontrakan

Biaya sewa naik, termasuk listrik, AC, aliran air PDAM pun dikurangi atau dicabut. Salah satu bentuk protes kita adalah dengan apatis terhadap kebersihan tempat tinggal. Walaupun ini tidak secara langsung memprotes kebijakan pemilik tempat tinggal yang merugikan kita. Biasanya kita sudah mempersiapkan untuk pindah atau mencari tempat lain karena memang jika tetap bertahan, maka ini justru akan memperburuk keadaan.

5. Merasa berkuasa

“Saya adalah senior. Percuma saya bayar mahal-mahal kalau hanya capek membuang sampah di tempat sampah yang jauh. Biarkan saja petugas sampah yang memungutinya. Kan itu bagian dari sewa kos,” mungkin adalah beberapa persepsi keliru mengenai tipe anak kos satu ini.


Rasa gengsi atau sifat feodal yang membuat kita malas dan enggan untuk membuang sampah, atau memungut sampah mungkin perlu diperbaiki. Bukan berarti jika kita punya pembantu dan kita bisa seenaknya tidak membereskan kamar dan tempat tidur sendiri. 


Semoga setelah kita mengetahui alasan mengapa kita jarang sekali membersihkan tempat tinggal, kita sebagai insan berpendidikan bisa lebih memperbaiki diri untuk meniru para pahlawan kebersihan di belahan dunia manapun. 


Bukankah kebersihan adalah sebagian dari iman? Tempat tinggal yang bersih akan mencermin individu yang bersih pula. Kalau sudah bersih, tentu doi juga bakalan melirik kamu, kan? Yuk, bersih bersih!

G+