lomba blog traveloka

Daftar Barang Barang yang Berbahaya di Kamar Mandirmu


Daftar Barang Barang yang Berbahaya di Kamar Mandirmu
Barang berbahaya di kamar mandi
Kamu sedang mencari Tips Sederhana Menghindari Virus dan Bakteri Dari Benda Di Kamar Mandimu? Keberadaan kamar mandi memang menjadi vital ketika suatu rumah telah ditempati. Dikamar mandi, biasanya kamu banyak melakukan aktifitas membersihkan tubuh dan pakaian. 

Karena fungsinya itulah, Kamar mandi harus dalam keadaan bersih, termasuk benda-benda didalamnya. Penting bagi kita untuk menjaga kebersihan kamar mandi. Karena kamar mandi merupakan tempat yang rentan berkumpulnya virus dan bakteri. Jika tidak dibersihkan maka akan menjadi sarang penyakit yang bisa menyebabkan berbagai gangguan penyakit.

Mengapa kamar mandi sangat rentan terkena kuman? karena kamar mandi sering dalam kondisi lembab. Kondisi suhu dan tempat yang sangat memungkinkan untuk pertumbuhan bakteri dan virus. Demi mengurangi pertumbuhan patogen penyebab penyakit itulah, kita mesti mengantisipasi termasuk memperhatikan sirkulasi udara dan intensitas cahaya matahari yang masuk melalui kamar mandi.

Tips kali ini akan membahas mengenai bagaimana menjaga kesehatan di dalam kamar mandi dengan cara menghindari virus dan bakteri. Beberapa tips berikut akan membahas benda-benda yang umum terkontaminasi virus dan bakteri alias kuman yang sering terkena kontak langsung dengan kita. 

Handuk, Tisu dan Kain Lap

Handuk, Tisu & Kain Lap sangat sering kita temui di kamar mandi, baik dalam kondisi dilipat, digulung maupun digantung. Kain lap atau handuk yang lembab menjadi tempat bersarang virus dan bakteri terutama E.coli yang mengancam kesehatan kita.


Hindari melipat kain lap dan handuk yang basah. Segera jemur untuk memimalisir perkembangan virus dan bakteri. Setelah kering, gantung untuk mengurangi lembab dan mempercepat proses pengeringan. 

Disarankan tiap anggota keluarga memiliki handuk masing-masing untuk mencegah terjadinya penyebaran bakteri dan virus penyebab penyakit. Beri label atau warna yang berbeda pada tiap handuk untuk membedakan kepemilikan.


Jangan gantung handuk dan kain lap bersebelahan, karena populasi bakteri dan virus di kain lap lebih banyak dapat menyebar ke handuk apabila bersentuhan. Khusus untuk kain lap, gunakan kain dua kain lap, satu untuk lap piring dan satu lagi untuk lap tangan. Untuk kain lap dan handuk, jangan gantung dekat dengan kloset. Letakkan didekat wastafel atau bak mandi. 

Tisu yang sudah habis dipakai, buanglah ketempat sampah khusu didalam kamar mandi. Tempat sampah harus tertutup untuk menghindari penyebaran virus melalui udara. Tisu bekas pakai juga menjadi media pertumbuhan bakteri dan virus. Jadi jangan suka membuang tisu bekas sembarangan.

Sabun pembersih badan

Sabun pembersih badan batang yang kita pakai kebanyakan telah terkontaminasi dengan kuman sekitar kamar mandi dan ditambah lagi penggunaanya yang dipakai oleh banyak orang. Mayoritas masyarakat kita, masih menggunakan sabun batang secara tidak higienis serta diletakkan sembarangan secara terbuka.

Bayangkan, jika seandainya satu sabun dipakai bersamaan. Ayah yang baru selesai berak menggunakan sabun itu untuk cebok. Begitu selesai, anak yang hendak makan, juga membasuh tangannya menggunakan sabun yang sama dengan sang Ayah. Tanpa disadari, virus dan bakteri dari sabun akan menular kepada si anak.

Pakailah sabun cair. Selain mengurangi kontak langsung, juga lebih higienis. Kalau memang keuangan kita tidak memungkinkan untuk memberi sabun cair yang terlampau mahal, coba saja bagi sabun batangan menjadi beberapa potongan. Masing-masing bagian memiliki fungsi yag berbeda pula. 


Misalnya, potongan pertama untuk cuci tangan ketika makan, potongan kedua untuk buang air, potongan ketiga untuk mandi, dan seterusnya. Dengan begitu, kita bisa menghindari bahaya virus dan bakteri.


Sikat Gigi

Setelah memakai Sikat Gigi, kita sering langsung menyimpan dan meletakkannya begitu saja. Padahal di bulu sikat masih tersisa busa odol yang bisa jadi menjadi sarang virus dan bakteri penyebab penyakit. 


Cuci terlebih dahulu sikat gigi menggunakan air mengalir sampai bersih kemudian baru simpan. Hal ini juga untuk meminimalisir virus dan bakteri ketika kita menggunakannya lagi. 


Sikat gigi seharusnya dibedakan untuk tiap-tiap anggota keluarga maupun untuk tamu. Gunakan wadah tertentu seperti gelas atau botol untuk memisahkan sikat gigi. Hal ini berguna untuk meminimalisir penyebaran virus dan bakteri diantara sikat gigi. Jangan lupa beri label pada tiap sikat gigi untuk membantu mengingat pemilik sikat gigi.

Odol dan Shampoo

Kita sering menganggap sepele virus atau bakteri yang berada pada botol Odol & Shampoo kita. Menyimpan mereka secara sembarangan, misalnya bersebelahan dengan sabun batang. Botol sampo dan odol yang tergeletak begitu saja dan setiap kali terkena air cipratan mandi bisa menjadi media empuk bagi bakteri dan virus penyebab penyakit.

Kejadian yang lebih parah bila botol dan odol terjatuh ke kloset. Oleh karena itu, simpanlah botol sampo dan odol-mu dalam satu tempat yang rapat dan terlindungi. 


Gantungkan tempat penyimpanan botol sampo dan odol jauh dari bak mandi, untuk meminimalisir cipratan air. Bersihkan dengan air mengalir setiap kali kamu menggunakan botol sampo dan odol mu.

Bak mandi

Bak mandi menjadi tempat ditampungnya air langsung dari keran. Dasar bak mandi yang terlalu lama tidak dibersihkan bisa menjadi sarang bakteri atau lumut tertentu yang bisa menjadikan air bak keruh dan tidak higienis untuk kulit.

Bersihkan bak mandi secara rutin minimal seminggu sekali. Bila menemukan noda diantara nat-nat keramik atau disudut bak, bersihkan menggunakan cairan pembersih kimia yang bisa menghilangkan noda tersebut dengan mudah.

Demikian Tips Sehat Menghindari Virus dan Bakteri Dari Benda-Benda Di Kamar Mandi kali ini. Semoga tips ini bermanfaat dan dapat mengurangi populasi virus dan bakteri di dalam kamar mandi kita.

G+