lomba blog traveloka

Makalah Konsep Dasar Manajemen Strategik

MAKALAH MANAJEMEN STRATEGIK 
KONSEP DASAR, PENGERTIAN, RUANG LINGKUP, SEJARAH DAN BENTUK HIRARKI MANAJEMEN STRATEGIK

Makalah Konsep Dasar Manajemen Strategik
Makalah manajemen strategik, konsep dasar dan pengertian manajemen strategik

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Manajemen strategik berbicara tentang gambaran besar. Inti dari manajemen strategik adalah mengidentifikasi tujuan organisasi, sumber dayanya, dan bagaimana sumber daya yang ada tersebut dapat digunakan secara paling efektif untuk memenuhi tujuan strategis. Manajemen strategis di saat ini harus memberikan fondasi dasar atau pedoman untuk pengambilan keputusan dalam organisasi. Ini adalah proses yang berkesinambungan dan terus-menerus. 

Rencana strategis organisasi merupakan dokumen hidup yang selalu dikunjungi dan kembali dikunjungi. Bahkan mungkin sampai perlu dianggap sebagaimana suatu cairan karena sifatnya yang terus harus dimodifikasi. Seiring dengan adanya informasi baru telah tersedia, dia harus digunakan untuk membuat penyesuaian dan revisi. 

Strategi yang dirumuskan dan diimplementasikan dengan cara yang paling baik sekalipun menjadi usang ketika lingkungan eksternal dan internal organisasi berubah. Sangatlah penting bagi para penyusun strategi untuk menelaah, mengevaluasi, dan mengontrol pelaksanaan strategi secara sistematis. Makalah ini menyediakan kerangka kerja yang bisa memandu usaha manajer dalam mengevaluasi aktivitas manajemen strategis, memastikan ia bekerja dengan baik, dan untuk melakukan perubahan antar waktu.

Sistem informasi manajemen sebagai alat yang selama ini dipakai untuk mengevaluasi strategi juga akan didiskusikan. Panduan akan diberikan dalam melakukan formulasi, implementasi, dan evaluasi strategi. Proses manajemen strategis bisa menghasilkan keputusan yang memiliki konsekuensi jangka panjang yang signifikan. Keputusan strategi yang salah bisa mengakibatkan kerugian dan untuk meemperbaiki kesalahan tersebut adalah hal yang sulit, bila tak mau tidak mau dikatakan tidak mungkin. Hampir semua penyusun strategi sepakat bahwa evaluasi strategi sangat vital bagi kelangsungan organisasi ; evaluasi antar waktu dapat memberi peringatan dini kepada manajemen terhadap masalah atau potensi masalah sebelum situasi menjadi lebih parah.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apakah Pengertian Manajemen Startegik ?
2. Bagaimanakah Ruang Lingkup Manajemen Strategik ?
3. Bagaimanakah Sejarah dan Perkembangan Manajemen Strategik ?
4. Bagaimana bentuk Hirarki Strategik ?

1.3 Tujuan Penulisan

1. Untuk Mengetahui Pengertian Manajemen Startegik
2. Untuk Mengetahui Ruang Lingkup Manajemen Strategik
3. Untuk Mengetahui Sejarah dan Perkembangan Manajemen Strategik
4. Untuk Mengetahui Hirarki Strategik.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Manajemen Strategik

Manajemen adalah proses merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan, dan mengendalikan kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi dengan menggunakan sumberdaya organisasi. Sedangkan strategic adalah serangkaian keputusan-keputusan dan tindakan-tindakan manajerial yang mengarah pada penyusunan strategi-strategi efektif untuk mencapai tujuan perusahaan. Jadi, Manajemen strategic dapat diartikan sebagai penentuan serangkaian keputusan dan tindakan yang menyangkut arah perjalanan perusahaan dimasa depan, penyelarasan sasaran setiap bagian perusahaan, pengelolaan sumberdayanya sesuai dengan lingkungannya, serta pembuatan siasat yang benar, yang dimaksudkan untuk pencapaian sasaran-sasaran. Pengertian tersebut menunjukkan bahwa yang mula-mula harus di tetapkan dalam manajemen stratejik adalah arah perusahaan dimasa depan. Arah ini dapat berupa misalnya, jenis usaha dalam mana perusahaan melakukan kegiatan. Adapun pendapat yang lain tentang pengertian manajemen stratejik adalah proses yang berkesinambungan dimulai dari perumusan strategi, dilanjutkan dengan pelaksanaan kemudian bergerak ke arah suatu peninjauan kembali dan penyempurnaan stratejik tersebut, karena keadaan dalam dan diluar perusahaan atau organisasi yang selalu berubah. Pengertian manajemen stratejik menurut para ahli :

1. Hunger & Wheelen 
Manajemen stratejik adalah serangkaian dari pada keputusan manajerial dan kegiatan-kegiatan yang menentukan keberhasilan perusahaan dalam jangka panjang. 

2. Budiman CHR 
Manajemen stratejik adalah serangkaian keputusan-keputusan dan tindakan – tindakan yang menuju kepada penciptaan sebuah atau beberapa stratejik efektif untuk mencapai tujuan perusahaan. 
Secara umum dapat di simpulkan manajemen stratejik adalah cara yang akan dilakukan para penyusun strategi menentukan tujuan-tujuan dan juga membuat keputusan-keputusan strategik. Terdapat tiga elemen utama yang merupakan jantung manajemen stratejik pertama manajemen stratejik yaitu:
a. Analisis: manajemen stratejik menitikberatkan pada analisis hirarki tujuan stratejik (visi,misi, dan sasaran stratejik), bersama dengan analisis lingkungan internal dan eksternal organisasi
b. Keputusan: menjawab dua pertanyaan dasar : dalam industry apa seharusnya perusahaan bersaing? Bagaimana perusahaan berkompetisi dalam industry tersebut?
c. Aksi: perusahaan harus membuat aksi-aksi yang dirasa perlu untuk pengimplementsikan strategi. 

2.2 Ruang Lingkup Manajemen Strategik

Ruang lingkup manajemen strategik menunjukkan seluruh kegiatan yang dicakup oleh manajemen strategik. Lingkup ini dapat anggap sebagai fungsi-fungsi manajemen strategik yang akan membantu para pemimpin organisasi atau perusahaan dalam merancangnya. Keseluruhan kegiatan manajemen strategik mempunyai dua lingkup utama yaitu:

1. Perencanaan Strategik
Perencanaan strategik pada dasarnya merupakan perumusan putusan-putusan strategik. putusan-putusan strategik adalah putusan-putusan yang mempunyai pengaruh atau akibat jangka panjang atas misi, falsafah ,kebijakan, sasaran, termasuk cara-cara pencapaian sasaran perusahaan.putusan-putusan strategik dirumuskan sebagai persiapan untuk menyongsong peluang-peluang dan ancaman-ancaman yang di ramalkan akan terwujud di masa yang akan datang. Kegiatan perencanaan strategik merupakan serangkaian pembuatan putusan yang terdiri dari:

a. Perumusan tujuan, misi, dan visi perusahaan
b. Perumusan nilai, keyakinan, falsafah, dan kebijakan perusahaan.
c. Penaksiran atau pengukuran kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang berkaitan dengan perusahaan
d. Perumusan sasaran-sasaran strategik perusahaan
e. Perumusan siasat perusahaan 

2. Pemberlakuan Dan Pengendalian Siasat

Pemberlakuan dan pengendalian siasat adalah pembuatan berbagai putusan manajerial seperti jenis susunan organisasi, gaya kepemimpinan, sistem informasi manajemen, serta pemantauan dan penilaian sistem yang di gunakan untuk menjamin keberhasilan penggunaan siasat tersebut. Pemberlakuan dan pengendalian siasat merupakan serangkaian kegiatan pembuatan putusan yang terdiri dari:
a. Pemberlakuan siasat
b. Penilaian dan pengendalian siasat. 

2.3 Sejarah Dan Perkembangan Manajemen Strategik

Untuk pertama kalinya manajemen strategik dikembangkan dalam kalangan militer Indonesia pada awal dasawarsa tujuh puluhan, guna mewujudkan suatu tatanan kekuatan nasional yang berperan melindungi keutuhan teritori serta kedaulatan bangsa dan negara. Tatanan tersebut hingga saat ini dikenal sebagai sistem manajemen sumberdaya pertahanan dan keamanan dengan Sistem Perencanaan Strategis Pertahanan Keamanan Negara (Sisrenstra Hanneg) sebagai perwujudan rencana tindakan dan kegiatan mendasar dalam pola impelementasi.

Ketika itu ada kecenderungan manajemen strategis versi ABRI ini hendak dijadikan model untuk mendukung perencanaan strategis pembangunan nasional versi pemerintah, akan tetapi hal ini tidak berkembang sebagai keputusan manajerial, kecuali pro dan kontra kehendak masing-masing. Ketika lingkungan mendadak berubah dalam suatu era reformasi menuju pemerintahan demokratis (demokratic governance) yang mengandaikan semua itu dirumuskan dan dilaksanakan dengan parameter prinsip supremasi otoritas politik (civilian supremacy), mekanisme checks and balances dan tersedianya instrumen transparansi kebijakan yang membuka peluang bagi akuntabilitas publik, maka berkembanglah pemahaman dan pengetahuan praktis tentang perencanaan strategis sehingga banyak pihak mulai melihat secara terbuka dan meragukan kontribusi riil yang disumbangkan oleh manajemen strategis untuk mendukung pencapaian tujuan organisasi yang overlap dengan tujuan ABRI.

Lalu mulai dikeluhkan tentang fungsi dan efektifitas perencanaan strategis, di saat yang sama juga mulai dirasakan sulitnya melakukan eksekusi strategi seperti yang telah direncanakan. Manajemen strategik hanya memberi perhatian pada faktor internal organisasi (ABRI), khususnya manajemen keuangan. Dengan kata lain, baik dalam wilayah perencanaan strategik maupun implementasi strategik, posisi manajemen strategik dikalangan TNI saat ini sedang dipertanyakan terlebih dengan semakin meningginya turbulensi lingkungan strategis dan intensitas pembaruan.

Sementara itu sebagai buah reformasi telah terbentuk dasar-dasar perubahan di bidang manajemen pemerintahan dan pembangunan yang terwujudkan dalam UU No. 28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Kemudian ditindak-lanjuti oleh pemerintah dengan menerbitkan Inpres No. 7 tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instasi Pemerintah. Dari sinilah diawali tahap baru dimana manajemen strategik berusaha memperoleh posisinya seirama dengan kompleksitas permasalahan negara. Sekalipun hingga saat ini hasilnya belum sepenuhnya dapat dicapai, dalam arti bahwa belum sepenuhnya instansi pemerintah, termasuk Dephan dan TNI mampu melaksanakannya, akan tetapi tanda-tanda positif tampak terlihat secara transparan. Konsep, asumsi, proses dan teknik analisis dicoba diperbarui dan sedapat mungkin dikembangkan untuk memperoleh perannya sebagai alat bantu pengambilan keputusan manajerial yang handal.

Semua itu menggambarkan bahwa dalam era reformasi ini, manajemen strategis berada dalam nuansa transisi, termasuk di dalamnya manajemen sumber daya pertahanan dan keamanan sebagai manajemen strategik TNI yang saat ini menghadapi turbulensi perubahan lingkungan strategik demikian cepat. Seharusnya diperlukan juga mencari bentuk baru, tidak dengan cara slow motion akan tetapi proaktif dengan menyikapi perubahan lingkungan strategik.

Dengan demikian TNI akan memilliki kesiapan yang lebih dari cukup untuk mengantisipasi dan mengeksploitasi peluang yang muncul. Mereka diharapkan tidak terjebak pada sikap anti perubahan yang lebih disebabkan oleh perumusan strategi pertahanan yang hanya dilandasi oleh kebiasaan, tunduk (loyalitas) pada pimpinan, berpikir incremental dan gradual . Perkembangan Manajemen Strategik. Perkembangan manajemen strategik di negara maju melalui empat tahapan yaitu :

1. Anggaran dan kontrol keuangan.
2. Perencanaan Jangka Panjang
3. Perencanaan Strategik perusahaan
4. Manajemen Strategik

2.4 Hirarki Strategik

Dalam manajemen sebuah perusahaan maupun public, memeliki heirarki (tingkatan) manajemen yang dapat digambarkan sebagai berikut :


Manejemen Puncak

Ruang lingkup dari manajemen puncak  (top management)  adalah mengelola perusahaan secara keseluruhan. Manajemen puncak menyusun kebijakan perusahaan dalam jangkapanjang sekaligus mengevaluasi kinerja manajemen tangah (middle management). Manajemen puncak menetapkan tujuan (goal) dan untuk sasaran yang dicapai oleh perusahaan/organisasi serta menjalin kemitraan, rencan investasi dalam rangka mengembangkan perusahaan serta menetapkan SOP (Standard Operating Procedures) perusahaan/organiasasi. Level ini lebih banyak waktunya untuk berfikir, menimbang, review analisa dan test. 

Manajemen  Tengah

Manajemen tengah (middle management) waktunya seimbang dipakai untuk mennerjemahkan kebijakan strategis yang dikeluarkan oleh manajemen puncak, dan waktunya dipakai untuk menerapkannya melalui manajemen garis pertama dan operasional (first line management andoprational). Dengan demikian tingkatan inilah memiliki tanggungjawab untuk memonitor hasil dari setiap rencana (plan) dan mengusulkan penyesuaian (adjustment) yang diperlukan untuk memastikan tujuan atau sasaran tercapai.

Manajemen Garis Pertama dan Operasional

Level ini menyusun jadwal dari setiap karyawan serta prosedur kinerja dilapangan. Level ini juga bertanggungjawab untuk memonitor setiap individu bekerja sebagaimana mestinya dan memastikan bahwa individu bekerja fit, antusias, dan displin mematuhi tenggat waktu dan target individu.

Hierarki Strategi

Dengan kemampuan analisa, diagnostic, dan implementasi hasil generic lingkungan maka setiap peluang,gangguan dan ancaman diperlukan strategi untuk mengekplorasi peluang dan mengatasi ancaman dan gangguan. Posisi strategi seperti tersebut dalam hierarki strategi . 
Bagan Hierarki Strategi

Startegi objectives 80:20. Top management menghabiskan 80% waktunya mendesain dan memikirkan strategi, 20 % lagi menggunakan untuk mengerjakan pekerjaan secara fisik.

Tactical objectives 50:50. Middle Management menggunakan 50% waktunya untuk menjabarkan dan menginformasikan strategi yang diterima dari top management dan 50% untuk mengerjakan aktivitasnya secara factual operational objective. Operational 20:80.  First line management menggunakan 80% waktu untuk bekerja, 20% untuk berfikir.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Manajemen adalah proses merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan, dan mengendalikan kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi dengan menggunakan sumberdaya organisasi. Sedangkan strategic adalah serangkaian keputusan-keputusan dan tindakan-tindakan manajerial yang mengarah pada penyusunan strategi-strategi efektif untuk mencapai tujuan perusahaan. Secara umum dapat di simpulkan manajemen stratejik adalah cara yang akan dilakukan para penyusun strategi menentukan tujuan-tujuan dan juga membuat keputusan-keputusan strategik. Ruang lingkup manajemen strategik menunjukkan seluruh kegiatan yang dicakup oleh manajemen strategik. Lingkup ini dapat anggap sebagai fungsi-fungsi manajemen strategik yang akan membantu para pemimpin organisasi atau perusahaan dalam merancangnya. Keseluruhan kegiatan manajemen strategik mempunyai dua lingkup utama yaitu Pertama Perencanaan Strategic dan Kedua Pemberlakuan Dan Pengendalian Siasat. 

Untuk pertama kalinya manajemen strategik dikembangkan dalam kalangan militer Indonesia pada awal dasawarsa tujuh puluhan, guna mewujudkan suatu tatanan kekuatan nasional yang berperan melindungi keutuhan teritori serta kedaulatan bangsa dan negara. Sementara itu sebagai buah reformasi telah terbentuk dasar-dasar perubahan di bidang manajemen pemerintahan dan pembangunan yang terwujudkan dalam UU No. 28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Kemudian ditindak-lanjuti oleh pemerintah dengan menerbitkan Inpres No. 7 tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instasi Pemerintah. Dengan kemampuan analisa, diagnostic, dan implementasi hasil generic lingkungan maka setiap peluang,gangguan dan ancaman diperlukan strategi untuk mengekplorasi peluang dan mengatasi ancaman dan gangguan. Posisi strategi seperti tersebut dalam hierarki strategi. 

3.2 Saran

Demikianlah makalah yang telah saya susun, semoga bermanfaat bagi pembaca dan saya sendiri. Dan semoga apa yang telah kita diskusikan menambah rasa syukur serta menambah iman kita kepada Allah SWT. 

DAFTAR PUSTAKA

Akdon. 2007. Startegik Management. Bandung : Alfabeta
Budiman. 1988. Manajemen Strategik. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada. 
Fred R, David. 2004. Manajemen Strategik : Konsep-konsep. Bandung : Pt Indeks Kelompok Gramedia.
Hunger & Wheelen. 2003.  Manajemen Strategis. Yogyakarta : ANDI. 
Kuncoro, Mudrajat. 2005. Strategi : Bagaimana Meraih Keunggulan Kompetetif. Jogjakarta : Erlangga.
Manulang, Laurence A. 2013. Teori Manajemen Komprehensif Integralistik. Jakarta : Salemba Empat.
Pardede, Poncas M. 2011. Manajemen Strategik dan Kebijakan Perusahaan. Jakarta : Mitra Wacana Media.


Baca Juga Makalah Manajemen Strategi Lainnya :

G+