lomba blog traveloka

Makalah Manajemen Strategi Alternatif Dalam Merumuskan Kebijakan Perusahaan


makalah, materi, manajemen strategi alternatif
makalah strategi alternatif perumusan kebijakan perusahaan atau organisasi

JURUSAN ADMINISTRASI NEGARA
PEKANBARU
2017

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Jatmiko menyatakan bahwa strategi bisnis merupakan serangkaian komitmen dan tindakan yang terintegrasi dan terkoordinasi yang dirancang untuk menyediakan nilai bagi pelanggan dan dirancang untuk mendapatkan keunggulan kompetitif dengan mengeksplorasi kompetensi inti dari pasar produk tunggal atau produk individual dan spesifik.  Strategi bisnis merupakan suatu tindakan untuk merancang suatu bisnis yang terintegrasi dengan mendapatkan keunggulan kompetitif yaitu dengan meningkatkan kompetensi utama dari pasar produk tunggal dan produk yang lebih spesifik.

Strategi seharusnya dapat mendukung pencapaian misi dan tujuan organisasi. Dalam pelaksanaannya mereka harus mengaplikasikannya pada berbagai tingkatan dalam organisasi dan memilih variasi strategi dengan baik. Berikut ini tiga tingkatan strategi yang dapat ditemukan dalam organisasi : strategi korporasi, strategi bisnis dan strategi fungsional.

Pilihan strategis adalah evaluasi terhadap berbagai alternatif strategi dan pemilihan alternatif strategi yang terbaik. Berdasarkan alternatif strategi yang dihasilkan, setiap alternatif harus dievaluasi untuk melihat kemampuannya memenuhi kriteria.

1.2. Rumusan Masalah

Dari latar belakang masalah yang penulis uraikan,permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sbb:
1. Apa Strategi untuk Korporate ?
2. Apa Strategi untuk Divisi ?
3. Apa Strategi untuk Fungsional ?
4. Apa Strategi yang Optimal ?
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Strategi Tingkat Korporate

Strategi koorporasi adalah yang menspesifikasikan apa yang akan dimasuki atau yang ingin dimasuki dan apa yang ingin dikerjakan oleh peruahaan dengan bisnis tersebut. Ini didasarkan pada misi dan tujuan organisasi serta peranan yang akan dimainkan setiap unit organisasi. Bagian lain dari strategi korporasi adalah manajemen puncak memutuskan apa yang akan dilakukan dengan bisnis-bisnis tersebut. 

Strategi korporasi dirumuskan oleh manajemen puncak untuk mengendalikan kepentingan dan operasi perusahaan yang memiliki lebih dari satu lini usaha. Pertanyaan strategi yang dirumuskan adalah “bisnis apa yang akan kita tekuni ?” dan “bagaimana sumber daya akan dialokasikan diantara jenis-jenis usaha ?”. Tujuan strategi korporasi mengarahkan pengaplikasian sumber daya untuk perusahaan secara total dan untuk menciptakan pertumbuhan bagi perusahaan secara keseluruhan dan manajemen berbagai macam bisnis. Strategi korporat menyangkut keputusan-keputusn yang dibuat pihak manajemen puncak dan menghasilkan tindakan-tindakan yang ditempuh dalam rangka mewujudkan tujuan unit bisnis. Oleh sebab itu, kunci sukses strategi korporate terleta pada kesesuaian antara kapabilita organisasi dan peluang yang tersedia dalam rangka mencapai kepuasan pelannggan yang bertahan jangka panjang. Untuk itu, pihak manajemen harus memiliki ketermpilan dan visi dalam mengelola sejumlah komponen strategi korporate.  

Terdapat 3 strategi utama dalam strategi tingkat korporate : 
1. Strategi pertumbuhan
Dengan strategi pertumbuhan, sebuah organisasi memperluas jumlah pasar yang dilayani atau produk yang ditawarkan, baik melalui bisnis yang sudah ada saat ini maupun bisnis melalui bisnis yang baru. Karena strategi pertumbuhannya, sebuah organisasi dapat meningkatkan pendapatannya, jumlah karyawan, atau pangsapasar. Orgnanisasi tumbuh dengan menggunakan konsentrasi, integritas vertikal, integritas horizontal, atau diverifikasi.

Sebuah organisasi yang tumbuh menggunakan konsentrasi brfokus pada lini bisnis utamanya dan meningkatan jumlah produk yang ditawarkan atau pasar yang dilayani dalam bisnis utama tersebut.
Sebuah perusahaan juga mungkin memilih tumbuh dengan menggunakan integrasi vertikal, baik backward, forward, maupun keduanya. Dalam integritas vertikal backward, sebuah organisasi akan menjadi pemasok bagi dirinya sendiri sehingga dapat mengendalikan inputnya. Dalam integritas vertikal forward, sebuah organisasi menjadi distributor bagi dirinya sendiri sehingga mampu mengendalikan outputnya.

Dalam integritas horizontal, sebuah perusahaan tumbuh melalui penggabungan dengan kompetitor. Yang digunakan oleh sejumlah industri selama beberapa terakhir ini yaitu layanan keuangan, produk konsumen, perusahaan penerbangan, departement store, dan piranti lunak.

Terakhir, sebuah organisasi dapat tumbuh melalui diverifikasi, yaitu strategi mengembangkan produk baru untuk pasar baru baik yang berhubungan maupun tidak berhubungan. Situasi yang mendukung penerapan strategi ini adalah jika sudah tidak ada lagi peluang pertumbuhan untuk produk atau pasar saat ini lingkungan, lingkungan pasar yang dihadapi sangat tidak dan berdampak pada fluktuasi penjualan atau laba dan perusahaan bermaksud untuk mengoptimalkan kompetensi intinya. Dengan diverifikasikan yang berhubungan, sebuah perusahaan bergabung dengan perusahaan lain dalam industri yang berbeda tetapi berhubungan.

2. Strategi Stabilitas
Merupakan strategi dalam mengatasi kemerosotan penghasilan yang sedang dihadapi oleh perusahaan. Organisasi tetap melakukan apa yang sedang dilakukan saat ini. Contoh strategi ini termasuk terus melayani klien yang sama dengan menawarkan produk atau layanan yang sama, mempertahankan pangsa pasar, dan menjaga operasi bisnis organisasi saat ini. Dengan jenis strategi ini, organisasi tidak bertumbuh, tetapi juga tidak tertinggal dibelakang.

3. Strategi Pembaharuan
Ketika sebuah organisasi sedang menghadapi kesulitan, sesuatu perlu dilakukan. Manajer harus mengembangkan strategi, yaitu disebut strategi pembaharuan untuk mengatasi kinerja yang menurun. Ada dua jenis utama strategi pembaharuan yaitu  strategi pengurangan biaya adalah strategi pembharauan jangka pendek yang digunakan untuk masalah kinerja . jenis trategi ini membantu organisasi menstabilisasi operasi, mendayagunakan sumber daya dan kapabilitas perusahaan, serta mempersiapkan untuk bisa bersaing kembali. Apabila masalah yang dihadapi organisasi semakin serius, tindakan yang lebih drastis strategi pemutarbalikan akan diperlukan. Manajer akan melakukan dua hal dalam strategi pengurangan biaya dan pemutarbalikan. Yaitu untuk memangkas biaya dan meresrtuktur operasi organisasi. Namun, dalam strategi pemutarbalikan, ukuran tersebut jauh lebih ekstensif ketimbang dalam strategi pengurangan biaya.

2.2 Strategi Tingkat Bisnis

Strategi di tingkat bisnis adalah strategi yang di lakukan dalam rangka mempertahankan kemampuan kompetensi dari perusahaan di bandingkan para pesaingnya  pada bisnis yang sama. Strategi unit menyangkut kepentingan dan operasi bisnis unit tertentu. Strategi menjawab pertanyaan seperti “Bagaimana usaha ini akan bersaing ?” “Produk apa yang akan ditawarkan?” “Pelanggan mana yang akan dilayani ?”. Secara khusus keputusan strategi unit bisnis meliputi pemilihan bauran produk, fasilitas lokasi atau teknologi baru dan sebagainya. Strategi ini berupaya menentukan pendekatan apa yang sebaiknya diambil unit bisnis itu untuk pasarnya dan bagaimana seebaiknya bisnis dilakukan dengan sumber daya dan kondisi pasarnya.

Ada 5 faktor pendorong kompetensi dari Michael Porter atau dikenal sebagai Five Forces faktor model:
1.   Pelanggan. Ialah faktor utama mengapa sebuah bisnis di jalankan.
2.   Persaingan dalam bisnis yang sama. Dalam persaingan dalam bisnis yang sama atau antara perusahaan dengan perusahaan pesaing yang menjalankan bisnis yang sama.
3.  Potensi Pendatang baru. Adalah potensi masuknya pendatang baru dalam bisnis yang sama yang akan menjadi pesaing baru bagi perusahaan.
4.  Pemasok Faktor Input. Adalah faktor pemasok faktor input yang di butuhkan dalam bisnis yang di jalankan.
5.   Perusahaan Subtitusi. Adalah perusahaan perlu menyadari bahwa jika kondisi bisnis berubah, maka pelanggan dapat beralih ke perusahaan subtitusi.
Pada dasarnya strategi level unit bisnis memiliki karakteristik sebagai berikut:
1. Memiliki visi dan strategi.
2. Menghasilkan produk atau jasa yang berkaitan dengan misi dan strategi.
3. Menghasilkan produk atau jasa secara spesifik.
4. Bersaing dengan pesaing yang telah diketahui dengan jelas.

Tedapat strategi dalam tingkat unit bisnis: 

1. Strategi Pemosisian (positioning strategy)

Strategi Pemosisian (positioning strategy) dilakukan oleh perusahaan untuk memastikan dengan cara bagimana perusahaan dapat memperoleh perhatian dari pelanggan atau memenangkan persaingan.
Menurut Porter, ada 3 jenis strategi (generic strategy) yaitu :
1)  Strategi Keunggulan Biaya. Ialah strategi di lakukan perusahaan jika perusahaan memungkinkan untuk melakukan penghematan biaya di bandingkan dengan biaya yang di keluarkan oleh perusahaan pesaingnya.
2)  Strategi Diferensiasi. Ialah strategi ini di lakukan untuk memengaruhi proses persaingan dengan perusahaan pesaing.
3)  Srtrategi Fokus. Ialah strategi ini di lakukan ketika perusahaan tidak dapat melakukan strategi keunggulan biaya,sehingga lebih menfokuskan perhatian pada satu jenis perusahaan secara penuh untuk mempertegas ketidakpastian pelanggan yang akan memberi produk kita.

2. Strategi Penyesuaian (Adaptive Strategy)

Strategi penyesuaian dilakukan perusahaan dengan tujuan untuk memilih strategi yang paling sesuai ketika perusahaan berhadapan dengan berbagai perubahan yang terjadi dilingkungan bisnis yang sedang dijalankan.
Terdapat 4 jenis strategi penyesuaian yaitu :
1.   Strategi  defenders. Strategi ini dilakukan dengan tujuan untuk mempertahankan  agar tetap bertahan dalam bisnis yang dijalankan.
2.  Strategi prospektor. Strategi ini dilakukan dengan tujuan untuk mengejjar pertumbuhan secara lebih agresif.
3.  Strategi analyzer . Strategi ini merupakan gabungan antara strategi deferens dan strategi prospector. Perusahaan menjawab peluang peluang yang ada hanya terbatas pada beberapa peluang saja.
4.  Strategi reactors . Strategi ini tidak memiliki strategi yang konsisten. Perusahaan yang melakukan strategi ini cenderung bersifat reaktif dan menunggu peluang yang ada dan bagaimana perusahaan lain menjawab peluang tersebut.

2.3     Strategi di Tingkat Fungsional

Strategi ditingkat Fungsional sering kali di namakan sebagai strategi langsung atau derect strategy. Hal ini disebabkan perusahaan cenderung melakukan persaingan pada jenis bisnis tertentu yang dijalankan, dan tidak ada pada tingkat perusahaan maupun sector bisnis yang diprerdagangkan. 

Strategi tingkat fungsional merupakan strategi dalam kerangka fungsi manajemen yang bersifat operasional karena langsung diimplementasikan dengan fungsi-fungsi manajemen yang ada di bawah tanggung jawabnya, seperti fungsi manajemen produksi atau operasional, fungsi manajemen pemasaran, fungsi manajemen keuangan, dan fungsi manajemen sumber daya manusia. 

Strategi ini dapat meningkatkan area fungsional perusahaan sehingga mendapatkan keunggulan bersaing. Strategi dalam tingkat ini juga harus mengacu pada strategi bisnis dan strategi korporasi. Strategi menjawab pertanyaan seperti “Bagaimana dapat mengaplikasikan keahlian fungsional untuk mendukung strategi terbaik dari tingkatan unit bisnis?”.

Ada 2 faktor yang menentukan bagaimana strategi ditingkat fungsional.
1) Kesamaan pasar terkait dengan tingkat persainggan yang sama antara kedua perusahaan dalam hal meraih pelanggan melalui jenis produk yang ditawarkan
2) Kesamaan sumber terkait dengan keadaan persaingan dimana perusahaan memiliki kesamaan dalam faktor mana mereka bersaing.
Strategi ditingkat fungsional sering kali dikenal sebagai strategi aksi dan reaksi. Dimana jumlah perusahaan dan pesaingnya disuatu bisanis relative sedikit. Akibat jumlah perusahaan pada suatu bisnis sedikit, maka aksi dan reaksi dari persaingan antar perusahaan akan sangat tampak agresif dan saling membalas satu sama lainnya.
Strategi fungsional (functional strategy) merupakan suatu pendekatan terhadap area fungsional untuk mencapai tujuan perusahaan dan unit bisnis dengan memaksimumkan produktivitas sumber daya. Strategi ini dititikberatkan pada pengembangan dan pemeliharaan suatu kompetensi khusus (distinctive competency) untuk menghasilkan keunggulan bersaing bagi suatu perusahaan atau unit bisnis.
Strategi alternatif di tingkatan fungsional, yaitu:

1.      Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran (marketing strategy) berkaitan dengan penetapan harga (pricing), penjualan (selling), dan pendistribusian (distributing) produk. Beberapa strategi pemasaran yang dapat digunakan oleh perusahaan atau unit bisnis adalah:
1. Strategi Pengembangan Pasar (Market Development Strategy)
Dengan menggunakan strategi pengembangan pasar, suatu perusahaan atau unit bisnis dapat:
1) Merebut pangsa pasar yang lebih besar dari pangsa pasar saat ini, yaitu melalui penyerapan pasar (market saturation) dan penetrasi pasar (market penetration). (contoh: unilever menggunakan periklanan dan promosi untuk mengimplementasikan strategi penyerapan)
2) Mengembangkan pasar baru bagi produk yang ada saat ini
(contoh: Perusahaan Arm & Hammer menggunakan strategi ini dengan cara menemukan kegunaan baru dari produknya yaitu soda kue)

2.    Strategi Pengembangan Produk (Product Development Strategy)
1) Mengembangkan produk baru untuk pasar yang telah ada saat ini.
Selain dengan merek baru, menggunakan merek produk yang sudah sukses namun untuk jenis produk yang berbeda juga dapat dilakukan sebagai cara pengembangan produk. (contoh: Smith & Wesson yang sudah dikenal dengan produk senjata api genggam, menggunakan nama yang sama untuk produk parfum pria)
2) Mengembangkan produk baru untuk pasar yang baru
(Contoh: Arm & Hammer membuat produk pengurang polusi untuk digunakan pada pabrik pembangkit listrik dengan bahan bakar batubara. Berbeda sekali dari bisnis dan produknya selama ini yaitu toko bahan makanan)

3.  Strategi Dorong dan Tarik (Push and Pull Strategy)

1)  Strategi mendorong (push strategy)
Dilakukan dengan mengeluarkan sejumlah uang yang besar pada promosi perdagangan untuk mendapatkan atau mempertahankan pajangan produk di rak-rak pada outlet pengecer. (contoh: pemberian diskon)
2) Strategi menarik (pull strategy)
Merupakan strategi di mana periklanan “menarik” produk melalui saluran distribusi. Perusahaan mengeluarkan lebih banyak uang untuk periklanan yang didisain untuk membangun kesadaran merek sehingga pembeli akan mencari produk tersebut. (contoh: iklan kartu perdana di stasiuin TV)
4. Strategi Penetapan Harga Skim dan Penetrasi (Skimming & Penetration Pricing Strategy)
1)  Skimming pricing
Merupakan penetapan harga produk baru yang menawarkan peluang untuk “menyendok krim” dari puncak kurva permintaan dengan suatu harga yang tinggi dengan pertimbangan produknya adalah baru dan pesaingnya sedikit.
2) Penetration pricing
Merupakan penetapan harga produk baru dengan memanfaatkan peluang untuk mendapatkan pangsa pasar dengan harga yang rendah agar dapat mendominasi industri.
3) Dynamic pricing
Merupakan penetapan harga di mana harga berubah-ubah berdasarkan permintaan, segmen pasar, dan ketersediaan produk.
2.      Strategi Keuangan
Strategi keuangan (financial strategy) menguji implikasi keuangan dari pilihan strategis suatu perusahaan atau unit bisnis dan mengidentifikasi tindakan keuangan yang terbaik. Strategi ini juga dapat menciptakan keunggulan bersaing melalui biaya modal/dana yang lebih rendah dan kemampuan yang fleksibel untuk meningkatkan jumlah modal demi mendukung suatu strategi bisnis.
3.      Strategi Penelitian dan Pengembangan
Strategi penelitian dan pengembangan (R&D strategy) berkaitan dengan inovasi dan pengembangan produk dan proses. Salah satu pilihan dalam strategi R&D adalah apakah perusahaan akan menjadi pemimpin teknologi (technological leader) yaitu menjadi pelopor inovasi, atau menjadi pengikut teknologi (technological follower) yaitu meniru produk pesaing.
4.      Strategi Operasi
Strategi operasi (operation strategy) menentukan bagaimana dan di mana suatu produk atau jasa diproduksi, tingkat integrasi vertikal dalam proses produksi, penyebaran sumber daya fisik, dan  hubungan dengan para pemasok. Strategi ini juga berkaitan dengan tingkat optimalisasi penggunaan teknologi dalam proses operasi.

5.   Strategi pembelian
Strategi pembelian (purchasing strategy) berhubungan dengan perolehan bahan baku, suku cadang dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk melakukan fungsi operasi. Beberapa pilihan strategi pembelian adalah sebagai berikut:
1. Multiple sourcing, Perusahaan memesan dan membeli suatu bahan atau komponen tertentu dari beberapa pemasok.
2. Sole sourcing,Perusahaan hanya bergantung pada satu pemasok untuk bahan atau komponen tertentu.
3.  Parallel sourcing, Merupakan pengembangan dari sole sourcing di mana ada dua pemasok untuk dua bahan atau komponen yang berbeda, namun kedua pemasok tersebut dapat menjadi pemasok cadangan satu sama lain.

6. Strategik Logistik
Strategi logistik (logistic strategy) berkaitan dengan aliran bahan dan produk ke dalam dan keluar dari proses produksi. Tiga tren yang berhubungan dengan dengan strategi ini yaitu:
1. Sentralisasi (sentralization), Perusahaan melakukan sendiri semua fungsi logistik perusahaan seperti pengiriman dan pergudangan.
2. Outsourcing logistic, Menggunakan perusahaan lain untuk melakukan fungsi logistik. Cara ini dapat mengurangi biaya karena dengan keahliannya di bidang tersebut, perusahaan yang menyediakan jasa dapat mencapai efisisiensi biaya dibandingkan jika perusahaan melakukannya sendiri
3.  Penggunaan internet, Hubungan antara perusahaan dengan pemasok dan penyalur produk dilakukan melalui komunikasi internet, dengan sistem logistik yang terkoneksi antara perusahaan dengan pemasok dan penyalur tersebut.

7.     Strategi Manajamen Sumber Daya Manusia
Strategi ini menekankan pada bagaimana suatu perusahaan atau unit bisnis memutuskan cara pemilihan dan pemanfaatan tenaga kerja. Apakah perusahaan merekrut sendiri atau menggunakan outsourcing. Kemudian apakah menggunakan tenaga kerja yang kurang terampil dengan upah yang murah atau tenaga kerja terampil dengan upah yang tinggi.
8.   Strategi Teknologi Informasi
Strategi yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi informasi untuk menghasilkan keunggulan bersaing. Strategi ini dapat memudahkan hampir semua fungsi lain yang ada di perusahaan dan mendukung strategi yang dilaksanakan oleh unit bisnis dan perusahaan. 

2.4 Strategi yang Optimal

Kriteria yang paling penting adalah kemampuan strategi yang diusulkan dalam menangani faktor-faktor strategis spesifik yang dikembangkan sebelumnya melalui analisis swot. Pertimbangan penting lainnya dalam memilih suatu strategi adalah kemampuan setiap alternatif strategi untuk memenuhi tujuan dengan sumber daya terkecil dan efek samping paling sedikit. Dua hal yang berkaitan dengan pemilihan strategi:

1.  Menyusun skenario perusahaan
Penyusunan skenario perusahaan dapat dilakukan melalui beberapa tahap sebagai berikut:
Pertama, gunakan skenario industri untuk mengembangkan serangkaian asumsi tentang lingkungan tugas.
Kedua, kembangkan ukuran umum atas laporan keuangan perusahaan atau unit bisnis pada tahun-tahun sebelumnya untuk membuat proyeksi atas laporan keuangan pro forma.
Ketiga, susun pro forma laporan keuangan secara rinci untuk setiap alternatif strategis.
Hasil dari penyusunan skenario harus mengantisipasi laba bersih, arus kas, dan modal kerja bersih untuk ketiga kemungkinan (optimis-O, pesimis-P, sangat mungkin-ML). Suatu strategi dapat dilanjutkan jika strategi tersebut dapat memberikan pengaruh positif terhadap laporan keuangan selama lebih dari lima tahun.

2.  Proses penetapan pilihan strategis
Pilihan strategis adalah evaluasi terhadap berbagai alternatif strategi dan pemilihan alternatif strategi yang terbaik. Berdasarkan alternatif strategi yang dihasilkan, setiap alternatif harus dievaluasi untuk melihat kemampuannya memenuhi empat kriteria berikut:
1. Mutual Exclusivity – Pelaksanaan satu alternatif strategi terlepas dari atau tidak ada hubungan dengan pelaksanaan alternatif strategi yang lainnya.
2. Success – Strategi tersebut harus layak dan memiliki peluang yang baik untuk berhasil.
3. Completeness – Strategi tersebut harus memperhitungkan semua faktor-faktor strategis.
4. Internal Consistency – Strategi tersebut harus masuk akal dan tidak bertentangan dengan tujuan, kebijakan, dan strategi yang saat ini sedang dijalankan.

Mengembangkan kebijakan

Pemilihan terhadap alternatif strategis yang terbaik bukan merupakan akhir dari formulasi atau perumusan strategi. Untuk melihat strategi yang telah ditentukan tepat atau tidak, baik pada tingkat perusahaan maupun pada satuan bisnis yang ditangani, tidak hanya terletak pada akuratnya analisis strategik yang dilakukan. Juga tidak hanya terletak pada tepatnya pilihan yang dijatuhkan pada suatu alternative yang diperkirakan akan mendukung keseluruhan upaya untuk mencapai tujuan berbagai sasaran serta mengembangkan misi yang telah ditentukan, melainkan terutama pada saat terjadinya strategi tersebut diimplementasikan. Selanjutnya, organisasi harus mengembangkan kebijakan. Kebijakan didefinisikan sebagai panduan umum mengenai implementasi strategi. Kebijakan juga dapat membatasi pilihan strategi di masa yang akan datang sehingga perubahan strategi harus diikuti dengan perubahan kebijakan.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Secara umum, strategi dapat dibagi dari tingkatannya, Strategi korporasi mengambarkan arah perusahaan secara keseluruhan mengenai sikap perusahaan secara umum terhadap arah pertumbuhan dan manajemen berbagai bisnis dan lini produk untuk mencapai keseimbangan produk dan jasa. Strategi bisnis atau strategi bersaing, biasanya dikembangkan pada level divisi dan menekankan pada perbaikan posisi persaingan produk barang atau jasa perusahaan dalam industri khusus atau segmen pasar yang dialyani oleh divisi tersebut. 

Strategi fungsional menekankan terutama pada pemaksimalan sumber daya produktivitas. Dalam batasan perusahaan dan strategi bisnis yang berada di sekitar mereka, departemen fungsional mengembangkan strategi untuk mengumpulkan bersama-sama berbagai aktivitas dan kompetensi mereka guna memperbaiki kinerja.

Untuk melihat strategi yang telah ditentukan tepat atau tidak, baik pada tingkat perusahaan maupun pada satuan bisnis yang ditangani, tidak hanya terletak pada akuratnya analisis strategik yang dilakukan. Juga tidak hanya terletak pada tepatnya pilihan yang dijatuhkan pada suatu alternative yang diperkirakan akan mendukung keseluruhan upaya untuk mencapai tujuan berbagai sasaran serta mengembangkan misi yang telah ditentukan, melainkan terutama pada saat terjadinya strategi tersebut diimplementasikan.

3.2 Saran

Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya penulis akan lenih fokus dan details dalam menjelaskan tentang makalah ddiatas dengan sumber-sumber yang lebih banyak yang tentunya dapat dipertanggung jawabkan. Untuk saran bisa berisi kritik atau saran terhadap penulisan juga bisa untuk menanggapi terhadap kesimpulaan dari bahasan makalah yang telah dijelaskan. Semoga makalah ini dapat berguna dan memberikan ilmu terhadap kita da dapat diambil ilmu yang bermanfaat.

DAFTAR PUSTAKA

P, Stephen, Robbins,2009.Manajemen.Jakarta:Penerbit Erlangga..
Tjiptono, Fandy  &  Chandra, Gregorius,2012.Pemasaran Strategik.Yogyakarta:CV ANDI.
Darman, Agus,1982.Management policy and strategy.Jakarta:Penerbit Erlangga.
Kolter, Philip,2005.Manajemen Pemasaran.Jakarta:Pt Indeks.
R,Jauch, Lawrence,1988.Strategic Management and Businss Policy.Jakarta:Erlangga.

Baca Juga Makalah Manajemen Strategi Lainnya :

G+