lomba blog traveloka

Makalah Manajemen Strategi Mengenai Model Deskriptif Manajemen Strategis

Makalah Manajemen Strategi
Model Deskriptif Manajemen Strategis 

Model Deskriptif Manajemen Strategis, materi manajemen strategis
makalah manajemen strategik tentang model deskriptif manejemen strategi




KATA PENGANTAR


Syukur Alhamdulillah kami ucapkan kehadirat Allah yang telah melimpahkan berkat, rahmat, dan hidayahNya sehingga kami bisa menyelesaikan makalah ini. Shalawat beserta salam saya ucapkan kepada Nabi Muhammad  yang telah membawa umatnya dari alam jahiliah menuju alam penuh ilmu pengetahuan.

Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan model deskripsi manajemen strategi . Selain itu juga untuk memenuhi tugas matakuliah kepemimpinan kami  menemukan banyak kesulitan dalam melakukan pengumpulan bahan referensi dan penulisannya. Namun berkat bimbingan kerja sama yang baik dengan seluruh anggota kelas ANA C,  maka kami dapat mengatasi kesulitan tersebut. Saya menyadari makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu saran dan kritikan yang sifatnya mendukung kesempurnaan makalah ini sangat  saya harapkan dari seluruh pembaca.

Akhirnya kepada Allah saya meminta hidayah dan taufik, semoga usaha saya mendapat ridho dariNya. Aamiin ya Rabbal ‘alamin


Pekanbaru, Maret 2017

Penulis



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR......................................................................... i
DAFTAR ISI......................................................................................... ii
BAB I : PENDAHULUAN.................................................................. 1
1.1  Latar Belakang.................................................................................. 1
1.2  Rumusan Masalah............................................................................. 1
1.3  Tujuan Penulisan............................................................................... 1
BAB II : PEMBAHASAN.................................................................... 2
2.1 Pengerian Proses Manajemen Strategik  ........................................... 2
2.2 Tahap Tahap Manajemen Stratgik..................................................... 2
2.2 Lingkungan Eksternal  ..................................................................... 4
2.3 Lingkungan Internal ......................................................................... 4
BAB III : PENUTUP............................................................................ 10
3.1 Kesimpulan........................................................................................ 10
3.2 Saran dan Kritikan............................................................................ 10
DAFTAR PUSTAKA........................................................................... 11


KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah kami ucapkan kehadirat Allah yang telah melimpahkan berkat, rahmat, dan hidayahNya sehingga kami bisa menyelesaikan makalah ini. Shalawat beserta salam saya ucapkan kepada Nabi Muhammad  yang telah membawa umatnya dari alam jahiliah menuju alam penuh ilmu pengetahuan.

Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan model deskripsi manajemen strategi . Selain itu juga untuk memenuhi tugas matakuliah kepemimpinan kami  menemukan banyak kesulitan dalam melakukan pengumpulan bahan referensi dan penulisannya. Namun berkat bimbingan kerja sama yang baik dengan seluruh anggota kelas ANA C,  maka kami dapat mengatasi kesulitan tersebut. Saya menyadari makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu saran dan kritikan yang sifatnya mendukung kesempurnaan makalah ini sangat  saya harapkan dari seluruh pembaca.

Akhirnya kepada Allah saya meminta hidayah dan taufik, semoga usaha saya mendapat ridho dariNya. Aamiin ya Rabbal ‘alamin

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR......................................................................... i
DAFTAR ISI......................................................................................... ii
BAB I : PENDAHULUAN.................................................................. 1
1.1  Latar Belakang.................................................................................. 1
1.2  Rumusan Masalah............................................................................. 1
1.3  Tujuan Penulisan............................................................................... 1
BAB II : PEMBAHASAN.................................................................... 2
2.1 Pengerian Proses Manajemen Strategik  ........................................... 2
2.2 Tahap Tahap Manajemen Stratgik..................................................... 2
2.2 Lingkungan Eksternal  ..................................................................... 4
2.3 Lingkungan Internal ......................................................................... 4
BAB III : PENUTUP............................................................................ 10
3.1 Kesimpulan........................................................................................ 10
3.2 Saran dan Kritikan............................................................................ 10
DAFTAR PUSTAKA          11 


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Manajemen strategis merupakan aktivitas manajemen tertinggi yang biasanya disusun oleh dewan direksi dan dilaksanakan oleh CEO. Manajemen strategis memberikan arahan menyeluruh untuk perusahaan, organisasi dapat berfungsi sebagai alat  dalam perubahan sosial, bahkan dapat menghambat perubahan, baik yang berguna maupun yang berbahaya. Karena itu, setiap organisasi selalu dihadapkan pada dua jenis lingkungan; yaitu lingkungan internal dan lingkungan eksternal. Makin besar suatu organisasi, makin kompleks pula bentuk, jenis dan sifat interaksi yang terjadi dalam menghadapi kedua jenis lingkungan tersebut.

Manajemen stratejik bertugas mengendalikan suatu proses yang panjang, mengangkat dan menempatkan orang-orang yang  akan terkait dalam proses itu. Dengan demikian manajemen stratejik adalah manajemen tingkat makro yang berurusan dengan perencanaan stratejik dan pengambilan keputusan stratejik, sedangkan manajemen lainnya adalah manajemen tingkat mikro, yaitu yang menangani hal-hal yang berhubungan dengan pelaksanaan.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apakah yang dimaksud dengan proses manajemen strategik 
2. Apakah yang termasuk kepada lingkungan eksternal manajemen strategik 
3. Apakah yang termasuk kepada lingkungan internal manajemen strategik 
4. Apa sajakah tahap dari manajemen strategik 

1.3 Tujuan Penulisan 

1. Untuk mengetahui proses manajemen strategik 
2. Untuk mengethui lingkungan eksterens dari manajemen strategik 
3. Untuk mengetahui lingkungn internal manajemen strategik 
4. Untukmengetahi tahap dari manajemen strategik

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Proses Manajemen Strategik

Manajemen strategis merupakan suatu proses yang dinamik karena ia berlangsung terus menerus dalam suatu organisasi. Setiap strategi selalu memerlukan peninjauan ulang dan bahkan mungkin perubahan dimasa depan. Salah satu alasan utama mengapa demikian halnya ialah karena kondisi yang dihadapi oleh satu organisasi, baik yang sifatnya internal maupun eksternal selalu berubah-ubah pula. 

Dengan perkataan lain strategi manajemen dimaksudkan agar organisasi menjadi satuan yang mampu menampilkan kinerja tinggi karena organisasi yang berhasil adalah organisasi yang tingkat evektifitasnya dan produktivitasnya makin lama makin tinggi. Hanya dengan demikianlah tujuan dan berbagai sasarannya dapat tercapai dengan hasil yang memuaskan. 

Proses Manajemen Strategik adalah proses enam langkah yang memandu perencanaan, implementasi dan evaluasi strategi. Walaupun empat langkah yang pertama menjelaskan perencanaan yang harus dilakukan, implementasi dan evaluasi juga sama pentingnya. Bahkan strategi terbaik pun dapat saja gagl bila manajemen tidak mengimplementasikan atau mengevaluasinya secara layak. 

Sedangkan menurut Ismail Solihin dalam bukunya “Pengantar Manajemen” Proses manajemen strategi antara lain sebagai berikut : 

2.2. Tahap Manajemen Strategik 

1. Tahap Strategy formulation (perencanaan)

Proses ini mencangkup dari mulai penentuan tujuan hingga penyusunan strategi. 
Pada tahap ini perusahaan secara berkala mengkaji kembali misi dan tujuan perusahaan serta merumuskan strategi yng sesuai dengan misi dan tujuan perusahaan. Misi dan tujuan perusahaan dapat mengalami perubahan sesuai dengan strategi yang dipilih oleh perusahaan. Perusahaan yang melakukan perubahan secara radikal (radical change) dapat mengubah visi, misi, tujuan perusahaan sesuai dengan strategi yang dipilih oleh pimpinan perusahaan.

2. Tahap Strategi Implementation (pelaksanaan)

Proses ini mencangkup implementasi yang dijalankan berdasarkan strategi yang dipilih dan juga pengendalian atas implementasi yang dilakukan. 

Tujuan dan strategi perusahaan yang telah dibuat akan dapat diimplementasikan dengan baik apabila tujuan dan strategi tersebut dituangkan kedalam rangkaian kegiatan dalam bentuk program yang terjadwal dengan jelas serta memperoleh alokasi sumber daya yang memadai yang telah dituangkan dalam bentuk anggaran (butget) yang akan mendukung setiap program. Selain itu perusahaan harus mengembangkan struktur organisasi yang akan memudahkan implementasi strategi yang telah dipilih perusahaan.

3. Tahap Evaluation and Control

Pada tahap evaluasi perusahaan akan membandingkan kinerja aktual (actual performance) yang dicapai perusahaan dengan standar kinerja. Hasil evaluasi akan dijadikan dasar bagi perusahaan dalam melakukan pengendalian, yakni apakah kesenjangan yang terjadi antara actual performance dengan standard performance masih berada dalam toleransi ataukah perbedaan antara kinerja aktual dengan kinerja stantdar sudah menyimpang sangat jauh sehingga perlu dilakukan tindakan koreksi.

Hasil evaluasi dan pengendalian selanjutnya akan menjadi umpan balik (feedback) bagi perusahaan sehingga memungkinkan perusahaan melakukan perbaikan dalam setiap langkah langkah proses manajemen strategis mulai dari formulasi, implementasi, hingga sampai ke tahap evaluasi dan pengendal

2.3 Lingkungan Internal 

Merupakan hal yang berkaitan secara langsung dengan kegiatan sehari-hari organisasi dan mempengaruhi langsung terhadap setiap program dan kebijakan organisasi . Beberapa pihak yang termasuk dalam lingkungan internal organisasi adalah :

a. Pemilik Organisasi, adalah para pemilik yang menyertakan modal, ide, ataupun berdasarkan ketentuan lainnya dinyatakan sebagai pemilik organisasi.
b. Tim Manajemen, adalah orang-orang yang ditunjuk sebagai pengelola organisasi dalam aktivitas sehari-hari.
c. Para anggota atau para pekerja, adalah orang yang bekerja sebagai karyawan pada perusahaan.
d. Sumber daya perusahaan lainnya seperti bahan baku, keuangan, termasuk informasi.

2.4. Lingkungan Eksternal

Merupakan berbagai hal yang berada diluar orgamnisasi yang turut mempengaruhi jalannya organisasi baik secara langsung maupun tidak langsung. Lingkungan eskternal terbagi menjadi dua yaitu lingkungan mikro dan makro.

Lingkungan Mikro perusahaan terdiri dari :

a. Pelanggan, adalah mereka yang secara langsung menggunakan barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan.
b. Pesaing, adalah organisasi lain yang menjalankan bisnis yang sama dengan bisnisyang kita jalankan
c. Pemasok, adalah perusahaan atau organisasi lain yang menyediakan bahan baku bagi perusahaan kita.
d. Partner strategi, adalah perusahaan lain yang menjalankan bisnis berbeda dengan perusahaan kita, tetapi secara menjadi mitra dalam menjalankan bisnis yang saling menguntungkan.
Lingkugan Makro perusahaan terbagi dua yaitu lingkungan local dan internasional. Termasuk kedalam lingkungan local adalah :
a. Pembuat peraturan, adalah pihak-pihak yang menciptakan peraturan agar kegiatan bisnis adil dan aman bagi semua pihak.
b. Pemerintah, adalah pihak yang atas legitimasi politik tertentu disuatu negara, diangkat dan bertugas untuk mewujudkan masyarakat kearah yang lebih baik.
c. Masyarakat, adalah keseluruhan pihak yang terkait baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap perusahaan. 
Lingkungan Internasional merupakan lingkungan yang lebih luas dari sebuah negara yang akan mempengaruhi perusahaan terutama perusahaan yang melakukan kegiatan bisnis internasional.

 Ciri-ciri utama organisasi berkinerja tinggi, antara lain sebagai berikut : 

1. Mempunyai arah dan tujuan yang jelas untuk ditempuh.
 Arah tersebut tercermin pada visi yang dimiliki oleh para menejer dalam organisasi tentang mau kemana organisasi akan dibawa dimasa depan dan mengapa. Para manejer dalam organisasi memiliki kebaranian dalam mengambil resiko dan tidak ragu-ragu meninggalkan cara kerja, metoda, teknik,kultur lama apabila dipandang bahwa hal-hal tersebut tidak sesuai lagi dengan hal-hal yang tidak sesuai dengan tuntunan internal dan eksternal yang baru.
2. Didalam organisasi tersedia tenaga-tenaga berpengetahuan dan keterampilan tinggi disertai oleh semangat kewirausahaan.
Dalam hal ini seorang menejer sangat peka terhadap kebutuhan dan perilaku para pengguna produk yang dihasilkannya dalam rangka untuk memahami kecendrungan-kecendrungan yang terjadi dipasaran. Serta harus cekatan dalam memanfaatkan setiap peluang yang timbul.
3. Para menejer membuat komitmen yang kuat pada suatu rencana aksi strategik, yaitu rencana aksi yang diharapkan membuahkan keuntungan finansial yang memuaskan dan yang menempatkan organisasi pada posisi bersaing yang dapat diandalkan.
4. Orientasi suatu perusahaan berkinerja tinggi adalah “hasil” dan memiliki kesadaran yang tinggi tentang pentingnya efektifitas dan produktivitas yang meningkat.
5. Kesediaan membuat komitmen yang mendalam pada strategi yang telah ditentukan dan berupaya bersama seluruh komponen organisasi lainnya agar strategi dapat membuahkan hasil yang diharapkan.

Jadi, kesimpulannya adalah bahwa menejer yang efektif dan berhasil adalah mereka yang mampu berperan selaku penentu strategi yang tangguh, wirausahawan yang handal dan pemimpin yang efektifmbagi para bawahanny
Menurut Sondang P.Siagian dalam bukunya manajemen stratejik, Proses manajemen stratejik terdiri dari berbagai tahap, diantaranya ada duabelas tahap yang dilalui dalam proses manajemen stratejik, yaitu: 

a) Perumusan misi organisasi/perusahaan
Bagi suatu organisasi atau perusahaan penentu misi sangat penting karena misi itu bukan hanya sangat mendasar sifatnya, akan tetapi membuat organisasi memiliki jati diri yang khas. Dengan kata lain misilah yang membedakan suatu organisasi dari suatu organisasi yang sejenis, dalam arti bergerak dalam bidang bisnis yang serupa.

b) Penentuan profil organisasi
Setiap organisasi menghadapi keterbatasan kemampuan meyediakan dan memperoleh sumber-sumber yang diperlukannya, baik dalam arti dana, sarana, prasarana, waktu dan tenaga kerja. Profil dimaksudkan menggambarkan kuantitas dan kualitas berbagai sumbar yang dapat dikuasai untuk dimanfaatkan dalam rangka pelaksanaan strategi yang ditentukan. 

Hasil analisis tersebut menggambarkan faktor-faktor kekuatan dan kelemahan organisasi yang bersangkutan. Dengan demikian jelas bahwa profil organisasi memperkuat identitas yang telah dinyatakan dalam misi.

c) Analisis dan pilihan stratejik
Dalam melakukan analisis tentang berbagai kemungkinan yang terjadi menejer mutlak perlu melakukan penyaringan yang cermat sehingga terlihat perbedaan nyata antara kemungkinan sebagai peluang dan kemungkinan yang diinginkan. Jika proses tersebut dilalui dengan tepat, hasilnya ialah suatu pilihan yang sifatnya stratejik. Suatu pilihan stratejik harus bermuara pada penggabungan antara sasaran jangka panjang dan strategi dasar organisasi yang pada gilirannya menempatkan perusahaan pada posisi yang optimal dalam menghadapi lingkungannya dalam rangka mengemban misi yang telah ditetapkan sebelumnya.

d) Penetapan sasaran jangka panjang
Pada umumnya suatu atau berbagai sasaran dapat dikatakan bersifat jangka panjang apabila cakupan kurun waktunya “multi tahun”. agar mempunyai makna operasional yang dipahami oleh semua orang dalam organisasi, manajemen puncak harus mennyatakan secara jelas apa yang ingin dicapai oleh perusahaan dalamsatu kurun waktu tertentu dimasa yang akan datang, karena itulah yang dimaksud dengan sasaran. Pencapaian sasaran melibatkan berbagai unsur perusahaan seperti tingkst keuntungan, deviden bagi para pemilik modal, keunggulan kompetitif, kepemimpinan dalam memanfaatkan teknologi yang berkembang pesat, tingkat produktivitas, hubungan yang serasi dengan para karyawan,pengembangan karyawan dan tanggung jawab sosial perusahaan.

e) Penentuan stratejik induk
Stratejik induk ialah suatu pernyataan oleh manajemen puncak tentang cara-cara yang akan digunakan dimasa depan untuk mencapai berbagai sasaran yang telah ditetapkan. Berbagai cara tersebut maksudnya adalah berbagai pendekatan yang akan digunakan dalam menjalankan roda organisasi yang semuanya dikaitkan dangan pencapaian sasaran, karena dengan demikian diperoleh suatu jaminan bahwa organisasi akan mampu tidak hanya mempertahankan eksistensinya, akan tetapi juga terus tumbuh 

f) Penentuan stratejik operasional
Satu hal yang menonjol dalam strategi operasional ialah rencana dan program kerja yang dinyatakan dalam bentuk anggaran.

g) Penentuan sasaran jangka pendek, seperti sasaran tahunan
Sasaran jangka panjang suatu organisasi atau perusahaan memerlukan kongretisasi. Salah satu cara melakukan kongretilasi itu ialah dengan melakukan periodisasi, antara lain dengan menetapkan sasaran tahunan

h) Perumusan kebijaksanaan
Yang dimaksud dengan kebijaksanaan ialah suatu prosedur operasional yang baku yang di dalam bahasa inggris dikenal dengan istilah Standard Operating Prosedures”(SOP). Maksud ditetapkannya prosedur yang baku tersebut ialah untuk meningatkan efektifitas kerja para menejer yang diharapkan memusatkan erhatian pada operasionalisasi misi dan strategi dasar organisasi dalam rangka pencapaian tujuan dan berbagai sasaran baik jangka panjang maupun jangka pendek karena telah dibkali dengan cara dan pendekatan yang tepat digunakan dalam mengambil keputusan rutin.

i) Pelembagaan strategi
Pelembagaan membuat hal-hal menjadi mendarah daging disemua tingkat, kalangan dan komponen organisasi yang bersangkutan. Pelembagaan tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan harus melakukan secara terprogram dan berkelanjutan. Dalam kelembagaan tersebut harus memiliki tiga unsur organisasi yang mutlak perlu mendapatkan sorotan perhatian yaitu: struktur organisasi, gaya kepemimpinan serta kultur organisasi.

j) Penciptaan sistem pengawasan
Mengawasi berarti mengamatu dan memantau dengan berbagai cara  seperti pengamatan langsung kegiatan-kegiatan operasional dilapangan, membaca laporan dan berbagai cara lainnya, sementara berbagai kegiatan operasional sedang berlangsung. Maksiudnya adalah untuk mengetahui apakah dalam pelaksanaan terdapat penyimpangan disengaja atau tidak dari rencana dan program yang telah ditentukan sebalumnya. Para pakar sering menekankan bahwa pengawasan diperlukan bukan sebagai cermin ketidak percayaan manajer kepada para bawahannya, melainkan karena manusia memang tidak sempurna dan oleh karenanya mungkin saja berbuat kesalahan atau kekhilafan. Dengan disiplin ketekunan dan kehati-hatian yang tinggi sekalipun bisa saja terjadi penyimpangan dari rencana yang telah ditentukan sebelumnya. Karena itulah sering ditekankan bahwa pengawasan yang efektif seyogiyanya ditujukan pada sistem yang berlaku dan tidak serta merta pada manusiannya.

k) Penciptaan sistem penilaian
Penilaian sebagai upaya sadar untuk membandingkan hasil yang seharusnya dicapai dengan hasil yang nyatanya dicapai dalam rangka pencapaian tujuan suatu organisasi. Penilaian menjadi sangat penting karena dari penilaian itu tiga hal dapat terliht, yaitu sasaran dapat terlampaui, hasil yang diperoleh sama denga sasaran yang telah ditetapkan atau sasaran tidak tercapai. 

l) Penciptaan sistem umpan balik
Dalam setiap dan semua jenis kegiatan yang berlangsung dalam organisasi sangat diperlukan yang namanya umpan balik. Karena dengan adanya umpan balik manajemen puncak memperoleh pengetahuan dan informasi tentang segi-segi keberhasilan maupun kekurangberhasilannya, atau bahkan kegagalannya. Sekaligus dapat diketahui faktor-faktor penyebabnya yang pda gilirannya dimanfaatkan dalam melakukan proses manajemen stratejik berikutnya. 

BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan 

Manajemen strategis merupakan suatu proses yang dinamik karena ia berlangsung terus menerus dalam suatu organisas, i proses-proses manajemen strategic tersebut, antara lain Mengidentifikasikan Misi, Tujuan dan Strategi Organisasi saat ini. Melakukan Analisis Eksternal, Melakukan Analisis Internal Melakukan Analisis Internal dan mengevaluasi hasil sehingga dibutuhkan kerjasama dari lingkungan internal dan eksternal dari manajemen strategik. 

Jadi, kesimpulannya adalah bahwa menejer yang efektif dan berhasil adalah mereka yang mampu berperan selaku penentu strategi yang tangguh, wirausahawan yang handal dan pemimpin yang efektifmbagi para bawahannya.

3.2 Kritik dan Saran

Demikianlah uraian sederhana yang  bias saya jabarkan dalam makalah ini. Kami berharap semoga makalah ini bias menambah wawasan dan menjadi buku pegangan sederhana untuk pembaca.  Kami  menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu, 

Kami sangat mengharapkan saran dan kritikan yang sifatnya  mendukung kesempurnaan makalah ini. teman-teman kelas ANA C atas sumbangantenaga dan fikirannya untuk membantu kami dalam penulisan makalah ini. Semoga sumbangan moral 

DAFTAR PUSTAKA

Ernie,tisnawati sule, 2010, Pengantar Manajemen, Jakarta: kencana
Ismail,solihin, 2009, Pengantar Manajemen, Jakarta: PT Gelora Aksara Pratama
Juliana, pengantar manajemen, 2008, pekanbaru: suska press
Sondang, P. Siagian, 2003, Manajemen Stratejik, Jakarta: PT Bumi Aksara 
Stephen P robbins, 2009, Manajemen, Jakarta : Erlangga

G+