lomba blog traveloka

Makalah Manajemen Strategi Tentang Evaluasi Strategi


Makalah, materi, Manajemen Strategi Evaluasi Strategi
Makalah Evaluasi Strategi Terbaru



KATA PENGANTAR

Assalammu ‘alaikumWr.Wb

Puji dan Syukur Penulis Panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusunmakalah yang berjudul ”Evaluasi Strategi”. Penulisan makalah ini merupakan salah satu tugas terstruktur dan persyaratan untuk menyelesaikan tugas matakuliah Manajemen Strategic. Dan tak lupa kita panjatkan shalawat dan salam buat Nabi Muhammad SAW, sebagaimana beliau telah menjadi Guru besar di Dunia ini dan memberikan ilmu yang bermanfaat. Penulis juga bersyuku rmakalah ini dapat selesai tepat pada waktunya.

Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapat tantangan dan hambatan akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak, kesulitan itu bisa teratasi. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini, semoga bantuannya mendapat balasan yang setimpal dariTuhan Yang Maha Esa.

Dalam Penulisan makalah penulis ini merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada bagian teknis penulisan maupun materi, mengingatkan kemampuan yang dimiliki oleh penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Suatu strategi dipilih dari sekian banyak alternative yang telah dianalisis dan dipertimbangkan dengan teliti dan matang serta dilaksanakan dalam kurun waktu tertentu.Maksudnya adalah agar suatu organisasi berada pada kondisi dan posisi yang efektif dalam upaya mencapai tujuan dan berbagai sasarannya dalam lingkungan eksternal yang sering berubah pada tingkat dan intensitas yang ada kalanya tidak mungkin diperhitungkan sepenuhnya sebelumnya. 

Suatu strategi perdefinisi berorientasi pada masa depan. Karena orientasi demikian, pemilihan strategi tertentu pada umumnya didasarkan pada berbagai asumsi dasar yang digunakan para perumus dan penentu strategi itu dengan sepenuhnya menyadari bahwa tidak semua peristiwa dan factor yang berpengaruh pada implementasi strategi dapat diperkirakan dan diperhitungkan dengan tepat

Telah ditekankan dimuka bahwa efektif tidaknya suatu strategi sebagai istrumen untuk mencapai tujuan dan berbagai sasaran suatu organisasi, tidak terlihat pada proses perumusan dan penentuannya sebagai akibat analisis strategi yang dilakukan terhadap berbagai alternative yang layak dipertimbangkan, melainkan pada implementasinya. 
Namun disisi lain perlu pula digaris bawahi bahwa evaluasi strategi yang telah kita jalankan perlu dilakukan hal tersebut dikarenan agar kita dapa mengetahui apakah strategi yang kita jalankan berhasil dan dapat berjalan optimal.

1.2 Rumusan Masalah

1. Jelaskan Pengertian Evaluasi Strategi ?
2. Seberapa Pentingnya Evaluasi Strategi ?
3. Apa Saja Fungsi DariEvaluasi ?
4. Apa Tujuan Dari Evaluasi ?
5. Proses Evaluasi ?
6. Jelaskan Evaluasi Kinerja ?
7. Apa Hakekat Evaluasi Strategi ?

1.3 Tujuan Pembahasan

1. Mengetahui Tentang Pengertian Evaluasi Strategi.
2. Mengetahui Seberapa Pentingnya Evaluasi Strategi
3. Mengetahui Fungsi-fungsi Evaluasi.
4. Mengetahui Tujuan Evaluasi.
5. Mengetahui Proses dari Evaluasi.
6. Mengetahui Evaluasi Kinerja.
7. Mengetahui Apa Hakekat Evaluasi Strategi


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Evaluasi Strategi

Evaluasi (bahasa inggris: evaluation) adalah proses penilaian. Dalam perusahaan, evaluasi dapat diartikan sebagai proses pengukuran akan efektifitas strategi yang digunakan dalam upaya mencapai tujuan perusahaan. Data yang diperoleh dari hasil pengukuran tersebut akan digunakan sebagai analisis situasi program berikutnya. 

Evaluasi strategi adalah tahap akhir dalam manajemen strategis.Para manajer sangat perlumengetahui kapan strategi tertentu tidak berfungsi dengan baik, evaluasi strategi berarti usaha untuk memperoleh informasi ini. Semua strategi dapat dimodifikasi di masa depan karena faktor-faktor eksteral dan internal selalu berubah. 

Tiga macam aktivitas mendasar untuk mengevaluasi strategi adalah :
1. Meninjau factor-faktor eksternal dan internal yang menjadi dasar strategi yang sekarang,
2. Mengukur prestasi,
3. Mengambil tindakan korektif.Aktivitas perumusan startegi, implementasi dan evaluasi terjadi di tiga tingkat hirarki dalam organisasi yang besar, korporasi, divisi atau unit bisnis strategis, dan fungsional.

Perusahaan bisnis multidivisional yang biasanya besar, memiliki tiga level strategi :
1. Strategi korporasi mengambarkan arah perusahaan secara keseluruhan mengenai sikap perusahaan secara umum terhadap arah pertumbuhan dan manajemen berbagai bisnis dan lini produk untuk mencapai keseimbangan portofolio produk dan jasa.
2. Strategi bisnis atau strategi bersaing, biasanya dikembangkan pada level divisi dan menekankan pada perbaikan posisi persaingan produk barang atau jasa perusahaan dalam industri khusus atau segmen pasar yang dialyani oleh divisi tersebut.
3. Strategi fungsional menekankan terutama pada pemaksimalan sumber daya produktivitas. Dalam batasan perusahaan dan strategi bisnis yang berada di sekitar mereka, departemen fungsional mengembangkan strategi untuk mengumpulkan bersama-sama berbagai aktivitas dan kompetensi mereka guna memperbaiki kinerja.

Tahapan Sebelum Mengadakan Evaluasi :
1. Mengembangkan konsep dan mengadakan penelitian awal. Konsep perku direncanakan secara matang sebelum diadakan eksekusi  pesan dan perlu diadakan uji coba untuk menegecek kesesuaian antara draft yang dibuat dengan eksekusi pesannya.
2. Dengan uji coba yang dilakukan, pengevaluasian mencoba mencari tanggapan dari khalayak ini penting untuk mengukur efektifitas pesan yang disampaikan. 

2.2 Hakekat Evaluasi Strategi

Proses manajemen strategis menghasilkan keputusan yang dapat mempunyai konsekwensi yang signifikan dan jangka panjang. Keputusan strategis yang salah dapat menimbulkan kerugian besar, yang akan sulit sekali untuk memperbaikinya.

Oleh karena itu banyak perencana strategi sepakat bahwa mengevaluasi strategi sangat penting untuk kehidupan organisasi; evaluasi yang tepat waktu dapat memperingatkan manajemen akan adanya masalah atau potensi masalah sebelum menjadi kritis.

Evaluasi strategi bisa merupakan proses yang rumit dan sensitif. Terlalu banyak kegiatan mengevaluasi strategi dapat menghabiskan biaya yang sangat mahal dan bisa jadi kontra produktif.Evaluasi strategi penting untuk memastikan tujuan-tujuan strategi yang dapat ditetapkan dapat tercapai.

1. Kegiatan Evaluasi strategi
Mengkaji landasan strategi bisnis/perusahaan Membandingkan hasil yang diharapkan dengan kenyataan Mengambil tindakan korektif untuk memastikan bahwa kinerja sesuai dengan rencana

2. Kreteria Evaluasi Strategi
Konsistensi; sebuah strategi tidak boleh memiliki tujuan dan kebijakan yang tidak konsisten. Kelayakan; sebuah strategi tidak boleh terlalu banyak membebani sumberdaya yang ada maupun tidak boleh menciptakan sub masalah yang tidak dapat dipecahkan Kesesuaian; kesesuaian mengacu pada kebutuhan para perencana strategi untuk mengkaji serangkaian trend maupun masing-masing tren dalam mengevaluasi strategi.Keunggulan, sebuah strategi harus mendorong penciptaan dan/atau mempertahankan keunggulan kompetitif dibidang kegiatan tertentu.

3. Alasan perlunya Evaluasi Strategi
Semakin kompleknya masalah lingkunganSemakin sulitnya memprediksi masa organisasi.Berkurangnya rentang waktu dimana perencanaan dapat dilakukan dengan tingkat ketepatan tertentu.

4. Proses Evaluasi Strategi
Evaluasi strategi harus mempertanyakan harapan dan asumsi manjerial, harus memicu tinjauan sasaran dan nilai dan harus merangsang kreativitas dalam menghasilkan alternative dan memformulasikan kreteria evaluasi.Evaluasi strategi harus dilak asnakan secara berkelanjutan, bukannya diakhir periode waktu tertentu atau hanya setelah terjadi masalah

5. Mengkaji ulang Landasan strategi
Mengembangkan matrik EFE dan EFI yang telah direvisi.Matrik EFI yang sudah direvisi harus fokus pada perubahan dalam kekuatan dan kelemahan manajemen, pemasaran, keuangan/akunting, produksi/operasi, litbang dan SIM Matrik EFE yang sudah direvisi harus menujukkan seberapa efektif strategi perusahaan dalam merespon peluang dan ancaman utama.

6. Mengukur Kinerja Organiasi
Aktifitas ini termasuk membandingkan hasil yang diharapkan dengan hasil yang sebenarnya, menyelidiki penyimpangan dari rencana, mengevaluasi prestasi individual dan menyimak kemajuan yang dibuat kearah pencapaian sasaran yang dinyatakan. Sasaran jangka panjang dan sasaran tahunan biasanya dipakai dalam proses ini. Kreteria untuk mengevaluasi strategi harus dapat diukur dan mudah dibuktikan.

2.3 Fungsi Evaluasi 

Anas Sudijono (2009) mengungkapkan bahwa, secara umum evaluasi sebagai suatu tindakan atau proses setidak-tidaknya memiliki tiga macam fungsi pokok, yaitu: 
1. Mengukur kemajuan Evaluasi merupakan kegiatan atau proses untuk mengukur dan selanjutnya menilai, sampai dimanakah tujuan yang telah dirumuskan sudah dapat dilaksanakan. Apabila tujuan yang telah dirumuskan itu direncanakan untuk dicapai secara bertahap, maka dengan evaluasi yang  berkesinambungan akan dapat dipantau, tahapan manakah yang sudah dapat diselesaikan, tahapan manakah yang berjlan dengan mulus, dan mana pula tahapan yang mengalami kendala dalam pelaksanaannya. Walhasil, dengan evaluasi terbuka kemungkinan bagi evaluator untuk mengukur seberapa  besar kemajuan atau perkembangan program yang dilaksanakan dalam rangka pencapaian tujuan yang telah dirumuskan. 

2. Menunjang penyusunan rencana Dari kegiatan evaluasi setidak-tidaknya ada dua macam kemungkinan hasil yang akan diperoleh, yaitu :
a. Hasil evaluasi itu ternyata menggembirakan, sehingga dapat memberikan rasa lega bagi evaluator, sebab tujuan yang telah ditentukan dapat dicapai sesuai yang direncanakan.
b. Hasil evaluasi itu ternyata tidak menggembirakan atau bahkan mengkhawatirkan, dengan alasan bahwa berdasarkan hasil evaluasi ternyata dijumpai adanya penyimpangan-penyimpangan, hambatan atau kendala, sehingga mengharuskan evaluator untuk bersikap waspada. Ia perlu memikirkan dan melakukan pengkajian ulang terhadap rencana yang telah disusun, atau mengubah dan memperbaiki cara pelaksanaannya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa evaluasi itu memiliki fungsi: menunjang  penyusunan rencana. 

3. Memperbaiki atau melakukan penyempurnaan kembali. Evaluasi yang dilaksanakan secara berkesinambungan, akan membuka  peluang bagi evaluator untuk membuat perkiraan (estimation), apakah tujuan yang telah dirumuskan akan dapat dicapai pada waktu yang telah ditentukan ataukah tidak. Apabia berdasarkan data hasil evaluasi itu diperkirakan bahwa tujuan tidak akan dicapai sesuai dengan rencana, maka evaluator akan berusaha untuk mencari dan menemukan jalan keluar atau cara-cara pemecahannya. Bukan tidak mungkin bahwa atas dasar data hasil evaluasi itu evaluator perlu mengadakan perubahan-perubahan,  penyempurnaan-penyempurnaan atau perbaikan-perbaikan, baik perbaikan yang menyangkut organisasi, tata kerja, dan bahkan mungkin juga perbaikan terhadap tujuan organisasi itu sendiri. Jadi kegiatan evaluasi pada dasarnya  juga dimaksudkan untuk melakukan perbaikan atau penyempurnaan usaha.

2.4 Proses Evaluasi 

Dalam mengadakan sebuah proses evaluasi, terdapat beberapa hal yang akan dibahas yaitu apa yang akan menjadi bahan evaluasi, bagaimana proses evaluasi, kapan evaluasi diadakan, mengapa perlu diadakan evaluasi, dimana proses evaluasi diadakan, dan pihak yang mengadakan evaluasi.  Hal yang perlu dilakukan evaluasi tersebut adalah narasumber yang ada, efektifitas penyebaran pesan, pemilihan media yang tepat dan pengambilan keputusan anggaran dalam mengadakan sejumlah promosi dan periklanan.

Evaluasi tersebut perlu diadakan dengan tujuan untuk menghindari kesalahan perhitungan pembiayaan, memilih strategi terbaik dari berbagai alternative strartegis yang ada, meningkatkan efisiensi iklan secara general, dan melihat apakah tujuan sudah tercapai. Disisi lain, perusahaan kadang-kadang enggan untuk mengadakan evaluasi karena biayanya yang mahal, terdapat masalah dengan penelitian, ketidaksetujuan akan apa yang hendak dievaluasi, meras telah mencapai tujuan dan banyak membuang waktu. Secara garis besar, proses evaluasi terbagi menjadi diawal dan diakhir.Diawal (pretest) merupakan sebuah evaluasi yang diadakan untuk menguji konsep dan eksekusi yang direncanakan. Sedangkan, diakhir (posts) merupakan evaluasi yang diadakan untuk melihat tercapainya tujuan yang dijadikan sebagai masukan untuk analisis situasi berikutnya. 

Evaluasi dapat dilakukan didalam atau didalam ruangan. Evaluasi yang diadakan didalam ruangan pada umumnya menggunakan metode penelitian laboratorium dan sampel akan dijadikan sebgai kelompok percobaan. Kelemahannya, realisme dari metode ini kurang dapat diterapkan. Sementara, evaluassi yang diadakan diluar ruangan akan menggunakan metode penelitian lapangan dimana kelmpok percobaan tetap dibiarkan menikmati kebebasan dari lingkungan sekitar. Realisme dari metode ini lebih dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mencapai evaluasi tersebut dengan baik, diperlukan sejumlah tahapan, yang harus dilalui yakni menentukan permasalahan secara jelas, mengembangkan pendekatan permasalaham, memformulasikan desain penelitian, melakukan oenelitian lapangan untuk mengumpulkan data, menganalisis data yang diperoleh, dan kemampuan menyampaikan hasil penelitian. 

2.5 Tujuan Evaluasi 

Tujuan evaluasi adalah meningkatkan mutu program, memberikan justifikasi atau penggunaan sumber-sumber yang ada dalam kegiatan, memberikan kepuasan dalam pekerjaan dan menelaah setiap hasil yang telah direncanakan. Suprihanto (1988), mengatakan bahwa tujuan evaluasi antara lain: a) sebagai alat untuk memperbaiki dan perencanaan program yang akan datang, b) untuk memperbaiki alokasi sumber dana, daya dan manajemen saat ini serta dimasa yang akan datang, c) memperbaiki pelaksanaan dan dan faktor yang mempengaruhi pelaksanaan program perencanaan kembali suatu program melalui kegiatan mengecek kembali relevansi dari program dalam hal perubahan kecil yang terus-menerus dan mengukur kemajuan target yang direncanakan. 

Menurut Lavinghouze (2007),  bahwa kegiatan  evaluasi dilakukan untuk:

1. menyediakan pertanggungjawaban kegiatan kepada masyarakat, stakeholder, dan lembaga donor.
2. membantu menentukan tujuan yang telah ditentukan pada perencanaan
3. meningkatkan program implementasi.
4. memberikan kontribusi untuk pemahaman ilmiah tentang hasil suatu program.
5. meningkatkan kesadaran dan dukungan terhadap  masyarakat.
6. menginformasikan kebijakan.
Sementara itu, menurut   Hawe, et al.  (1998), evaluasi proses dilakukan untuk:
1. Menilai pencapaian program.
2. Menilai kepuasan sasaran.
3. Menilai pelaksanaan aktivitas program.
4. Menilai tampilan  komponen dan material program.

2.6 Evaluasi Kinerja 

1. Evaluasi kinerja dilakukan terhadap hasil Pengukuran Kinerja Kegiatan (PKK) dan Pengukuran Pencapaian Sasaran (PPS).
2. Hal yang mempengaruhi keberhasilan dan atau kegagalan pencapaian sasaran.
3. Bertujuan agar diketahui tingkat pencapaian realisasi, kemajuan dan kendala yang dijumpai.
4. Analisis efisiensi (perbandingan input output), untuk rencana realisasi perbedaan kinerja, penyebab dan pemecahaannya.
Perbandingan dalam evaluasi kinerja
1. Kinerja nyata dengan kinerja yang direncanakan.
2. Kinerja nyata dengan kinerja tahun sebelumnya.
3. Kinerja perusahaan dengan kinerja perusahaan laindan yang unggul dibidangnya.
4. Kinerja nyata dengan kinerja dinegara lain/standar internasional.
Komponen dalam evaluasi kinerja
1. Analisis input output.
2. Analisis realisasi outcomes, benefits, impacts (positif dan negatif)
3. Analisis proses pencapaian indicator kinerja 
4. Analisis keuangan 
5. Analisis kebijakan 

Evaluasi kinerja 
1. Evaluasi tingkat pencapaian indicator kinerja kegiatan 
a. Berisi penjelasan hal yang mempengaruuhi tingkat keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan.
b. Evaluasi dilakukan terhadap setiap Indikator Kinerja Kegiatan (IKK)
2. Evaluasi tingkat efesiensi
a. Berisi analisis tingkat efisinsi dengan cara membandingkan: output dengan input
b. Tingkat efisiensi digambarkan dengan memberi data nilai output per unit yang dihassilkan oleh input
3. Evaluasi tingkat efektifitas
Berisi gambaran tingkat kesesuaian antara tujuan dengan hasil, manfaat atau dampak.
4. Evaluasi perbandingan tingkat pencapaian kinerja: berisi perbandingan antara kinerja nyata dengan kinerja tahun sebelumnya.
5. Evaluasi pencapaian sasaran dan tujuan: berisi analisi tingkat pencapaian kegiatan dalam mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan. 
Evaluasi strategi juga dapat dilaksanakan dengan memperhatikan matrik IFE dan EFE. Faktor internal dan eksternal perusahaan dapat dianalisis kembali setelah proses pelaksanaan strategi. Misalnya jika posisi internal perusahaan tidak eksternal perusahaan sama sekali tidak berubah lebih baik dan tujuan juga tidak tercapai, maka perlu adanya perbaikan strategi. Namun jika posisi perusahaan tidak berubah dan tujuan tercapai maka strategi dapat dilanjutkan.
Ada dua teknik evaluasi, yaitu: 

1. Audit Menejemen
Audit menejemen didefinisikan sebagai penilaian sistem menejemen perusahaan (audite) untuk menentukan apakah sistem tersebut beroperasi secara efektif, dan untuk memperkirakan resiko apa yang mungkin timbul apabila sistem tersebut tidak beoperesi secara efesien.  Dengan demikian, untuk unit organisasi tertentu, seperti departemen penjualan, penilaian atau pemeriksaan menejemen akan terfokus pada bagamana unit tersebut dikelola. Hasil dari evaluasi ini adalah perbaikan strategi yang akan mengarah pada peningkatan kinerja bisnis dimasa depan.
Pendekatan unit menejemen adalah pada proses menejemennya, khususnya pada prosedur perencanaan, organisasi dan pengendalian aktivitas yang dipilih untuk diaudit.

Tahapan Audit Manajemen 

Penyelidikan yang akan dilakukan, data yang akan diuji, dan teknik yang akan dterapkan akan bervariasi tergantung organisasinya. Tahapan-tahapan kerja dalam mengaudit pada umumnya meliputi hal-hal berikut:

a. Usulan dan pengenalan
Sebelum fase audit dilakukan, auditor dan menejemen perusahaan sebaiknya dipertemukan dulu untuk menciptakan hubungan baik. 
b. Survei Pendahuluan
Pada fase ini, auditor melakukan penilaian pendahuluan atas efektivitas yang akan dinilai. Hasilnya adalah berupa informasi mengenai fungsional perusahaan untuk memonitor kinerja perusahaan.
c. Penelaahan yang lebih rinci
Setelah aktivitas fungsional yang akan diaudit diidentifikasi, selanjutnya ditentukan criteria kinerjanya. Puncak fase ini adalah merumuskan dan mendasain progam kerja yang rinci untuk audit yang lebih mendalam.
d. Pengujian detail
Pada fase ini, akan ditentukan kemuktakhiran, kelengkapan , dan akurasi data. Tujuan secara keseluruhan adalah mengidentifisikan area yang akan menjamin perhatian manajemen.
e. Pengembangan dan penelaahan temuan audit
Dalam menilai kinerja operasional, pertama-tama yang perlu dilakukan adalah mendefinisikan standar operasional atau criteria penilaian.
f. Pelaporan
Keberhasilan pemeriksaan manajemen tergantung pada mutu laporan yang dihasilkan.Laporan pemeriksaan manajemen adalah alat formal untuk memberitahukan menejemen puncak tentang temuan auditor yang signifikan serta rekomendasinya.
g. Tindak Lanjut Setelah Audit
Tujuan penelaahan tindak lanjut adalah untuk memastikan bahwa rekomendasi yang dimasukan dalam laporan audit benar-benar telah dilaksanakan.

2. Teknik Balanceed schorechard

Teknik Balanceed schorechard kini mulai banyak perhatian dari para praktisi bisnis dikarenakan kemajuan teknologi yang sangat pesat.Penekanan pada teknik ini adalah pada perbaikan yang berkesinambungan, bukan hanya sekedar pencapaian suatu tujuan yang sempit.Perbaikan yang berkesinambungan ini sangat oenting agar perusahaan dapat bersaing.Didalam teknik ini terdapat beberapa tahapan diantaranya tahapan desain dan implementasi. Yang didalamnya terkandung beberapa tahapan:
a. Tahap penentuan tujuan
Proses yang dilakukan pada tahap ini adalah menentukan apa yang akan diubah, diperhatikan, atau diperbaiki dalam rangka mencapai apa yang telah ditentukan.
b. Tahap menentukan ukuran strategi
Pada tahap ini manajemen perlu menentuka suatu ukuran yang bersifat strategis.
c. Tahap mengidentifikasi ukuran-ukuran
Setelah menentukan prioritas, manjemen perlu menentukan ukuran-ukura yang tepat.
d. Tahap memprediksi hasil
Dalam teknik ini tidak hanya mendatangkan perubahan dalam proses bisnis, tetapi juga pada struktur organisasi.
e. Tahap membangun komitmen
Kesuksesan dalam teknik ini membutuhkan komitmen dan dukungan dari manajemen puncak.Mereka perlu melihat, mendiskusikan dan menggunakannya.
f. Tahap perencanaan tahapan berikutnya
Tahap ini menekankan pada penyiapan tahap berikunya.Secara umum, tahap berikutnya adalah menentukan target ukuran dan mendesain kembali system ini.

2.7 Pentingnya Evaluasi Strategi 

Evaluasi strategi perlu untuk organisasi dari semua ukuran dan jenis.Evaluasi strategi harus mempertanyakan harapan dan asumsi manajerial, harus memicu tinjauan sasaran dan nilai, dan harus merangsang kreatifitas dalam menghasilkan alternatif dan mempormulasikan setiap evaluasi.Tak peduli ukuran organisasi, sejumlah manajemen dengan berkeliling disemua tingkat penting untuk evaluasi strategi yang efektif.Aktivitas evaluasi strategis harus dilaksanakan secara berkelanjutan, bukannya diakhir periode waktu tertentu atau hanya setelah terjadi masalah.Menunggu sampai akhir tahun, misalnya dapat mengakibatkan perusahaan harus “menutup pintu kandang karena semua kudanya lolos”.
Mengevaluasi strategi secara terus-menerus bukannya secara periodic memungkinkan pengukuran kemajuan ditetapkan dan dimonitor secara efektif. Dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mengiplementasikan beberapa strategi: konsekuensinya, hasil yang terkait belum terlihat selama beberapa tahun. Ahli strategi yang sukses menggabungkan kesabaran dengan kemauan untuk melakukan tindakan korektif dengan cepat kalau perlu.Selalu tiba waktunya ketika tindakan korektif diperlukan dalam satu organisasi.


BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dapat diambil kesimpulannya yaitu Evaluasi Strategi itu adalah suatu tahap akhir dalam sebuah manajemen strategis,.Jadi, para manajer sangat perlu mengetahui kapan strategi tertentu tidak berfungi dengan baik, evaluasi strategi ini berarti usaha untuk memperoleh suatu informasi. Semua strategi ini dapat dimodifikasi di masa depan yang dikarenakan fktor-faktor eksternal dan factor-faktor internal yang selalu beruah.

Dan didalam sebuah evaluasi strategi ini meliputi tiga aktivitas dasar yaitu memeriksa dasar strategi perusahaan, membandingkan hasil yang diharapkan dengan hasil actual, dan mengambil tindakan koreksi untuk memastikan kinerja sejalan dengan rencana. Evaluasi strategi ini sama pentingnya dengan informasi yang mendasari operasinya. Tekanan yang teralu kuat dari manajer puncakbisa menebabkan manajer lebih rendah memanipulasi informasi (terutama yang berupa angka) untuk memuaskan manajer puncak.

3.2 Kritik dan Saran

Didalam mengevaluasi sebuah strategi, diharapkan pada sebuah perusahaan memiliki strategi yang tepat dalam mengevaluasi sebuah strategi. Jadi disini kami mengharapkan saran dan kritik dari para pembaca untuk bisa memberikan saran bagaimana cara yang baik dalam mengevaluasi sebuah strategi didalam sebuah perusahaan. dan saran dan kritikan yang diberikan oleh pembaca sangan kami harapkan dalam penyusunan sebuah makalah ini. 


DAFTAR PUSTAKA

David, R. Fred., Manajemen Strategis: Konsep, (Jakarta: PT. Prenhallindo, 2002)
Jauch, R. Lawrence &Glueck, F. William., Manajemen Strategis dan Kebijakan Perusahaan, (PT. Gelora Aksara Pratama, 1998)
Nugraha, M. Quadrat., Manajemen Strategis Pemerintahan, (Tangerang Selatan: Universitas Terbuka, 2014)
Prawiro, Suyadi & Primasari, Dewi., Manajemen Strategic & Pengambilan Keputusan Korporasi, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2014)
Sedarmayanti., Manajemen Strategi, (Bandung: PT. Refika Aditama, 2014)
Siagian, P. Sondang., Manajemen Strategic, (Jakarta: PT. BumiAksara, 2000)

G+