lomba blog traveloka

Makalah Manajemen Strategi Tentang Struktur Kultur dan Sumber Daya Organisasi


Makalah Manajemen Strategi  Struktur Kultur dan Sumber Daya Organisasi
Makalah Struktur Kultur dan Sumber Daya Organisasi 





BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam suatu manajemen organisasi bertumpu pada alokasi dan pengorganisasian sumber daya yang ditampakkan melalui penetapan struktur, dan mekanisme kepemimpinan yang dijalankan termasuk kedalam kultur (budaya) suatu organisasi. Aktivitas ini mencakup distribusi kerja antara individu dan kelompok kerja dengan mempertimbangkan tingkat manajemennya.

Sedangkan budaya dalam suatu organisasi menjadi sumber inspirasi dan kebanggaan bagi siapapun terutama bagi kalangan internal suatu komunitas suku tertentu, budaya menjadi sumber inspirasi dalam mengembangkan dan memberdayakan suatu kegiatan dalam organisasi.

Untuk itu, diperlukan upaya peningkatan kualitas sumber daya agar lebih andal, profesional, efektif dan efisien serta tanggap terhadap kebutuhan dan aspirasi masyarakat, juga terhadap dinamika proses perubahan lingkungan suatu organisasi.

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana struktur dalam sebuah organisasi ?
2. Apakah budaya organisasi itu dan apa saja aspek-aspeknya ?
3. Apa sajakah sumber daya yang harus dimiliki dalam suatu organisasi ?

1.3 Tujuan

1. Untuk mengetahui struktur dalam sebuah organisasi
2. Untuk mengetahui budaya organisasi dan apa saja aspek yang ada didalamnya
3. Untuk mengetahui sumber daya yang harus dimiliki dalam suatu organisasi

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Struktur Organisasi

Struktur organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian serta posisi yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional untuk mencapai tujuan.
Dalam pengertian lain, struktur organisasi adalah pola formal mengelompokkan orang dan pekerjaan, pola formal aktivitas dan hubungan antara berbagai subunit organisasi, yang sering digambarkan melalui bagan organisasi. 

Struktur organisasi juga dapat di artikan sebagai wadah kegiatan yang mencerminkan pembagian tugas wewenang dan tanggung jawab meliputi sistem manajemen dan proses untuk mencapai tujuan. 
Struktur organisasi terbagi menjadi tiga, Ketiga jenis struktur organisasi tersebut diantaranya: 

1. Struktur organisasi fungsional

Pada struktur organisasi fungsional mencerminkan pembagian unit-unit kerja berdasarkan fungsinya. Pada struktur organisasi ini terdapat lima kelompok kerja utama, yaitu divisi pemasaran, divisi produksi, divisi personalia, serta divisi pembelanjaan dan umum.  Pembagian kerja dalam bentuk struktur organisasi fungsional ini dilakukan berdasarkan fungsi manajemennya seperti keuangan, produksi, pemasaran dan sumber daya manusia. Karyawan-karyawan yang memiliki keterampilan (skill) dan tugas yang sama akan dikelompokkan bersama dalam satu unit kerja. Struktur organisasi ini tepat untuk di terapkan pada organisasi atau perusahaan yang hanya menghasilkan beberapa jenis produk maupun layanan.

2. Struktur Organisasi Divisional

Struktur organisasi divisional adalah struktur organisasi yang dikelompokkan berdasarkan kesamaan produk, layanan, pasar dan letak geografis. Organisasi bentuk divisional ini biasanya diterapkan di perusahaan yang berskala menengah keatas, hal ini dikarenakan biaya operasional akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan bentuk organisasi fungsional.

3. Struktur Organisasi Matriks

Merupakan kombinasi dari struktur organisasi fungsional dan struktur organisasi divisional dengan tujuan untuk menutupi kekurangan-kekurangan yang terdapat pada kedua bentuk struktur organisasi tersebut. Struktur organisasi matriks ini sering juga disebut dengan struktur organisasi proyek karena karyawan yang berada di unit kerja fungsional juga harus mengerjakan kegiatan atau tugas proyek-proyek organisasi yang di tugaskan kepadanya. Struktur organisasi matriks ini mengakibatkan terjadinya multi komando dimana seorang karyawan diharuskan untuk melapor kepada dua pimpinan yaitu pimpinan di unit kerja fungsional dan pimpinan proyek. Struktur organisasi ini biasanya digunakan oleh perusahaan yang berskala besar atau perusahaan-perusahaan multinasional.  

2.2. Kultur Organisasi dan Berbagai Aspeknya

Budaya organisasi adalah apa yang karyawan rasakan dan bagaimana persepsi ini menciptakan suatu pola teladan kepercayaan, nilai-nilai dan harapan. Definisi lain mengenai budaya organisasi adalah bagaimana organisasi belajar berhubungan dengan lingkungan yang merupakan penggabungan dari asumsi, perilaku, cerita, mitos, ide, metafora, dan ide lain untuk menentukan apa arti bekerja dalam organisasi.

Budaya melakukan sejumlah fungsi di dalam sebuah organisasi yaitu:
1. Budaya mempunyai suatu peran menetapkan tapal batas, artinya budaya menciptakan perbedaan yang jelas antara satu organisasi dengan organisasi yang lain.
2. Budaya memberikan identitas bagi anggota organisasi.
3. Budaya mempermudah timbulnya komitmen yang lebih luas dan pada kepentingan individu.
4. Budaya itu meningkatkan kemantapan sistem sosial.
5. Budaya sebagai mekanisme pembuat makna dan kendali yang memandu serta membentuk sikap dan perilaku karyawan.

Dan fungsi budaya tersebut disimpulkan bahwa budaya bernilai untuk organisasi atau karyawan, budaya meningkatakan komitmen organisasi dan konsistensi dan perilaku karyawan, Budaya ada dalam tiga tingkat yaitu: 
1. Artifact, yaitu hal-hal yang ada untuk menentukan budaya dan mengungkapkan apa sebenarnya budaya itu kepada mereka yang memerhatikan budaya, dalam artifact termasuk produk, jasa bahkan pola tingkah laku dari anggota sebuah organisasi dan artifact ini menurut Schein adalah budaya organisasi tingkat pertama.
2. Espoussed values adalah alasan yang diberikan oleh sebuah organisasi untuk mendukung caranya melakukan sesuatu dan ini merupakan budaya organisasi tingkat ke dua.
3. Basic assumption yaitu keyakinan yang dianggap sudah ada oleh anggota suatu organisasi.
Budaya mempunyai dampak yang kuat dan semakin besar pada prestasi kerja organisasi, diantaranya yaitu: 
a. Budaya perusahaan dapat mempunyai dampak signifikan pada prestasi kerja ekonomi perusahaan dalam jangka panjang.
b. Budaya perusahaan bahkan mungkin merupakan faktor yang lebih penting dalam menentukan sukses atau gagalnya perusahaan dalam masa mendatang.
c. Budaya perusahaan yang menghambat prestasi keuangan yang kokoh dalam jangka panjang sering terjadi dan budaya tersebut berkembang dengan mudah.
d. Walaupun sulit untuk di ubah, budaya perusahaan dapat dibuat untuk lebih meningkatkan prestasi.

2.3. Sumber Daya yang Harus Dimiliki Organisasi

Sumber daya merupakan input proses produksi perusahaan seperti barang modal, kemampuan pekerja, paten, keuangan, serta manajer yang berbakat. Dengan ruang  lingkup yang lebih menyeluruh, sumber daya mencakup spektrum yang luas dari fenomena individu, sosial dan organisasi.  

Sumber daya manusia (SDM) adalah factor strategis dan penentu dalam kemajuan organisasi, dan pemimpin harus memiliki komitmen kuat untuk meningkatkan kualitas SDM. Manajmen kepegawaian dan sumber daya manusia sangat penting bagi organisasi untuk mengelola, mengatur dan memanfaatkan pegawai sehingga dapat berfungsi secara produktif untuk tercapainya tujuan organisasi.

Sumber daya manusia di perusahaan perlu dikelola secara profesional agar terwujud keseimbangan antara kebutuhan pegawai dengan tuntutan dan kemampuan organisasi perusahaan. Keseimbangan tersebut merupakan kunci utama perusahaan agar dapat berkembang secara produktif dan wajar. Dengan pengaturan manajemen sumber daya manusia secara profesional, diharapkan pegawai  bekerja secara produktif. Pengelolaan pegawai secara profesional ini harus dimulai sejak perekrutan pegawai, penyeleksian, pengklasifikasian, penempatan pegawai sesuai dengan kemampuan, penataran, dan pengembangan karier.

Perusahaan merupakan organisasi yang terdiri dari berbagai sumber daya organisasi dan dikelola untuk mencapai tujuan. Kegiatan manajement, sangat diperlukan untuk mengkoodinasikan pengelolaan berbagai sumber daya organisasi sautu perusahaan agar dapat menunjang tercapainya tujuan perusahaan secara efektif dan efisien. 

Tujuan Pengelolaan Sumber Daya Organisasi menyebutkan adanya sejumlah tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan melalui pengelolaan sumber daya yang mereka miliki. Tujuan-tujuan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Market Standing, yaitu penguasaan pasar yang akan menjadi jaminan bagi perusahaan untuk memperoleh pendapatan penjualan dan profit dalam jangka panjang. Manager akan berupaya mengelola sumber daya organisasi perusahaan sedemikian rupa sehingga produk yang mereka hasilkan dapat memuaskan kebutuhan dan keinginan pelanggan.

2. Innovation, yaitu penemuan baru dalam produk (barang/jasa) / kemampuan yang dimiliki sumber saya manusia perusahaan untuk menjadikan ide usaha yang mereka miliki menjadi sebuah kenyataan.

3. Physical and Finacial Resources, yaitu  penguasaan terhadap sumber daya fisik dan keuangan untuk mengembangakan perusahaan menjadi semakin besar dan menguntungkan

4. Profitability, yaitu  melakukan pengelolaan sumber daya organisasi dengan tujuan agar memperoleh keuntungan.

5. Manager Performance and Development, yaitu  orang yang secara operasioanal bertanggung jawab terhadap pencapaian tujuan organisasi agar dapat mengelola perusahaan dengan baik.

6. Worker Performance and Attitude, yaitu untuk kepentingan jangka panjang, maka sikap karyawan terhadap perusahaan dan pekerjaan perlu diperhatikan agar dapat bekerja dengan baik.

7. Public Responsibility, yaitu harus memiliki tanggung jawab sosial seperti memajukan kesejahteraan masyarakat, mencegah terjadinya polusi, dan menciptakan lapangan kerja.

Keunggulan Bersaing Perusahaan (Competitive Advantage)

Manager mengelola perusahaan yang didalamnya terdiri dari berbagai sumber daya organisasi dengan tujuan mencapai hasil-hasil akhir yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien. Keunggulan Bersaing adalah hal yang membedakan suatu perusahaan dari perusahaan lainnya dan memberi siri khas bagi perusahaan untuk memenuhi kebutuhan pasar konsumen.

Klasifikasi sumber daya organisasi adalah dengan menghubungkan sumber daya yang dimiliki perusahaan beserta fungsi organisasi yang ada di dalam sebuah organisasi perusahaan. Berdasarkan klasifikasi ini, sumber daya organisasi dapat dikelompokkan menjadi: 

1. Sumber Daya Manusia (Man/Human Resources), manusia dengan berbagai keahlian yang dimilikinya sangat dibutuhkan dalam pencapaian tujuan organisasi.
2. Keuangan (Money/Capital), alat yang penting untuk mencapai tujuan karena segala sesuatu harus diperhitungkan secara rasional.
3. Bahan Baku Produksi (Materials), materi dari manusia tidak dapat dipisahkan, tanpa materi tidak akan tercapai hasil yang dikehendaki.
4. Mesin-mesin dan Peralatan (Machinesries and Equipment), berperan sangat besar dalam penciptaan keunggulan bersaing sebuah perusahaan, dan digunakan untuk memberi kemudahan atau menghasilkan keuntungan yang lebih besar serta menciptakan efisiensi kerja.
5. Teknologi (Technology), aplikasi ilmu pengetahuan ke dalam produk yang dapat membantu manusia dalam kehidupan ini.
6. Pasar (Merket), tempat dimana organisasi menyebarluaskan atau memasarkn produknya, agar pasar dapt dikuasai, maka kualitas dan harga barang harus sesuai dengan selera konsumen dan daya beli konsumen.
7. Informasi (information), berkat perkembangan informasi dimana perusahaan dapat membuat data warehouse dan melakukan data mining sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Ada tiga kepentingan dalam perencanaan sumber daya manusia (pegawai), yaitu: 
1. Kepentingan Individu
Perencanaan sumber daya manusia sangat penting bagi individu pegawai, karena dapat membantu meningkatkan potensinya, begitu pula kepuasan pegawai dapat di capai melalui perencanaan karier.
2. Kepentingan Organisasi
Perencanaan sumber daya manusia sangat penting bagi organisasi, dalam mendapatkan calon pegawai yang memenuhi kualifikasi. Dengan adanya sumber daya manusia, dapat dipersiapkan calon-calon pegawai yang berpotensi untuk menduduki posisi manajer untuk masa yang akan datang.
3. Kepentingan Nasional

Perencanaan sumber daya manusia sangat bermanfaat bagi kepentingan nasional. Hal ini karena pegawai-pegawai yang berpotensi tinggi dapat dimanfaatkan pula oleh pemerintah dalam rangka meningkatkan produktivitas nasional. Mereka dapat dijadikan tenaga-tenaga ahli dalam bidang tertentu untuk membantu program pemerintah.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Organisasi merupakan kerangka hubungan yang terstruktur yang didalamnya berisi wewenang, tanggung jawab, dan pembagian kerja untuk menjalankan suatu fungsi tertentu. Organisasi adalah bentuk suatu sistem yang di dalamnya mempunyai struktur yang berbeda antara satu organisasi yang lainnya.

Tujuan pengorganisasian antara lain membagi pekerjaan yang harus dilakukan mnejadi departemen-departemen dan jabatan yang terperinci, mambagi-bagi tugas dan tanggung jawab berkaitan dengan masing-masing jabatan, mengkoordinasikan berbagai tugas organisasi, mengelompokkan pekerjaan-pekerjaan ke dalam unit-unit, membagun hubungan di kalangan individu, kelompok dan departemen, menetapkan garis-garis wewenang formal, mengalokasikan dan memberikan sumber daya organisasi.

Sumber daya merupakan undur pendukung dan penunjang pelaksanaan kegiatan, merupakan inti dari manajemen yang terdiri atas tenaga, dana, dan sarana prasarana. Keberhasilan manajer akan ditentukan sepenuhnya oleh kelancaran mengelola sumber daya tersebut secara efektif dan efisien.
Budaya organisasi mempunyai kedudukan yang signifikan, karena mempelajari bagaimana organisasi berhubungan dengan lingkungan sehingga dapat meningkatkan komitmen organisasi serta konsistensi dari pelaku anggotanya. 

DAFTAR PUSTAKA

Eka Agung Seputra, Yulius. 2014. Manajemen dan Perilaku Organisasi. Yogyakarta: Graha Ilmu. 
Fahmi, Irham. 2014. Manajemen Kepemimpinan. Bandung: Alfabetha
Prabu Mangkunegara, Anwar. 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Prawirosentono, Suryadi dan Dewi Primasari. 2014. Manajemen Strategik dan Pengambilan Keputusan Korporasi. Jakarta: PT Bumi Aksara.  
Ress, David dan Richard McBain. 2007. People Management. Jakarta: Kencana.
Rivai, Veithzal dan Deddy Mulyadi. 2011. Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi. Jakarta: Rajawali Press.

G+