lomba blog traveloka

Makalah Manajemen Strategik Tentang Implikasi Keputusan Evaluasi


makalah manajemen strategik, tentang implikasi, keputusan, evaluasi, organisasi
Makalah Manajemen Strategik Tentang Implikasi Keputusan Evaluasi

JURUSAN ADMINISTRASI NEGARA
PEKANBARU
2017


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam suatu organisasi di perjalanan keorganisasiannya agar berjalan denganlancar maka dibutuhkan suatu proses-proses untuk memutuskan program yang telahdibuat dan akan dilaksanakan oleh sejumlah sumber daya. Maka dari itu perlu dibuat perencanaan-perencanaan agar semua keputusanyang telah dibuat berjalan dengan lancar. 

Organisasi yang cukup besar biasanya terdiri dari satu kantor pusat dan beberapa unit bisnis yang terdesentralisasi. Dalamorganisasi semacam itu, perencanaan-perencanaan terjadi di kantor pusat maupun diunit bisnis. Berbeda dengan organisasi yang kecil, terutama dia yang tidak memilikiunit bisnis. Maka proses tersebut hanya melibatkan eksekutif senior dan staf  perencanaan. 

Tanpa adanya rencana, manajer tidak akan dapat menilai kinerja perusahaan. Perencanaan memberikan arah tindakan saat kini yang terfokus pada pencapaian tujuan yang kita impikan di masa yang akan datang. Melalui perencanaan kita dapat mengantisipasi perubahan lingkungan dan memperkirakan resikonya sambil terus menyesuaikan tindakan/aktifitas dengan tujuan yang hendak kita capai. Karena pentingnya fungsi perencanaan, maka dalam dunia militer dikenal idiom :”Jika kamu gagal merencanakan, maka kamu merencanakan kegagalan” Dengan adanya perencanaan strategis ini maka konsepsi perusahaan menjadi jelas sehingga akan memudahkan dalam memformulasikan sasaran serta rencana-rencana lain dan dapat mengarahkan sumber-sumber organisasi secara efektif.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan rencana strategi ?
2. Bagaimana dengan mode-model renstra?
3. Bagaimana dengan tujuan renstra?
4. Apa yang dimaksud dengan strategi jangka panjang?
5. Bagaimana dengan strategi jangka pendek?
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Rencana Strategi

Istilah perencanaan strategis pertama kali muncul pada 1950-an dan menjadi sanat populer antara pertengahan 1060-an dan pertengahan 1970-an. Selama masa ini,perencanaan strategi diyakini secara luas sebagai jawaban atas semua persoalan. Pada waktu itu,sebagian besar dunia bisnis”terobsesi” dengan perencanaan strategis. Namun demikian, setelah “ledakan” popularitas tersebut,perencanaan strategis mulai tersingkir selama 1980-an ketika berbagai model perencanaan tidak menghasilkan keuntungan yang lebih baik. Tahun 1990-an menjadi saksi dari kebangkitan kembalinya perencanaan strategis,dan proses itu ini secara luas dipraktikan di dunia bisnis.

Perencanaan strategis adalah suatu rencana jangka panjang yang bersifat menyeluruh, memberikan rumusan ke mana suatu organisasi/perusahaan akan diarahkan, dan bagaimana sumberdaya dialokasikan untuk mencapai tujuan selama jangka waktu tertentu dalam berbagai kemungkinan keadaan lingkungan. 

Perencanaan Strategic (Strategic Plans) juga merupakan suatu proses pemilihantujuan-tujuan organisasi, penentuan strategi, kebijaksanaan, program-programstrategi yang diperlukan untuk tujuan-tujuan tersebut.

Pada intinya, perencanaan strategis adalah taktik permainan sebuah perusahaan. Persis seperti sebuah tim sepakbola memerlukan trik main yang baik agar bisa menang, suatu perusahaan mesti memiliki rencanan strateis yang baik untuk dapat bersaing dengan sukses. Margin keuntunan perusahaan pada kebanyakan industri telah mengalami penurunan yang drastis, sehingga hanya tersedia sedikit ruang bagi kesalahan dalam rencana.

Dengan adanya perencanaan strategis ini maka konsepsi perusahaan menjadi jelas sehingga akan memudahkan dalam memformulasikan sasaran serta rencana-rencana lain dan dapat mengarahkan sumber-sumber organisasi secara efektif. Sehingga dapat dikatakan bahwa perencanaan strategi dapat menentukan keberhasilan organisasi atau perusahaan, hal ini disebabkan karena: 

1. Perencanaan strategi merupakan tipe perencanaan yang terpenting 
2. Melakukan perencanaan strategi berarti menetapkan misi organisasi secara jelas 
3. Perencanaan strategi memungkinkan manajer mempersiapkan diri terhadap kemungkinan terjadinya perubahan pada lingkungan organisasinya 
Perencanaan strategis tidak mengenal standar baku, dan prosesnya mempunya variasi yang tidak terbatas. Tiap penerapan perlu merancang variasinya sendiri sesuai kebutuhan,situasi dan kondisi setempat. Meskipun demikian, secara umum proses perencanaan strategis memuat unsurunsur:
(1) perumusan visi dan misi,
(2) pengkajian lingkungan eksternal,
(3) pengkajian lingkungan internal,
(4) perumusan isu-isu strategis,
(5) penyusunan strategi pengembangan (yang dapat ditambah dengan tujuan dan sasaran).  

2.2 Model-model Perencanaan Strategi 

Setiap organisasi menerapkan suatu model perencanaan strategis sesuai dengan karakteristik organisasi tersebut. Beberapa alternatif model dari perencanaan strategis, yaitu :  

A. Perencanaan Strategis Dasar (Basic Strategic Planning) 
Perencanaan strategis ini terdiri dari langkah-langkah berikut, yaitu :  
1. mengidentifikasi tujuan organisasi
2. memilih tujuan
3. mengidentifikasi strategi implementasi yang spesifik
4. mengidentifikasi rencana aksi (action plans) untuk mengimplementasikan setiap strategi
5. memantau dan memperbaharui rencana. 

B. Perencanaan Skenario (Scenario Planning) 
Perencanaan bukan tentang memprediksi masa depan, tetapi tentang bagaiamana sebuah keputusan yang tepat bisa dilakukan saat ini. Kita tidak mampu memprediksi segala hal terkait dengan masa depan, kita hanya berusaha menghadirkan masa depan dari sudut pandang saat ini sehingga kita bisa melakukan antisipasi terhadap segala hal yang mungkin terjadi. Oleh karena itu, kita memerlukan suatu perencanaan scenario untuk menggambarkan situasi di masa depan dalam situasi sekarang. 

Adapun langkah-langkah dari perencanaan scenario adalah : 
1. mengidentifikasi beberapa kekuatan eksternal yang penting dan memproyeksikan pengaruhnya terhadap organisasi
2. membahas tiga skenario masa depan yang berbeda untuk setiap perubahan dari kekuatan eksternal, dan meninjau skenario terburuk
3. menyarankan strategi yang potensial untuk menanggapi perubahan dari masing-masing scenario
4. mendeteksi pertimbangan umum dalam strategi  
5. memilih perubahan eksternal yang paling mungkin dan mengidentifikasi strategi yang paling responsif.

C. Perencanaan Penyelarasan (Alignment Planning) 

Model ini dapat digunakan untuk organisasi yang perlu menyempurnakan strategi mereka atau isu-isu yang dialami terkait efisiensi internal. Tujuannya adalah untuk menyelaraskan misi organisasi dan sumber daya agar lebih efektif. Berikut ini adalah langkah-langkah yang harus dilakukan, yaitu : 
1. menggaris bawahi misi, program, sumber daya, dan dukungan yang diperlukan
2. mengidentifikasi apa sudah berjalan dengan baik dan apa yang perlu penyesuaian
3. mengidentifikasi bagaimana melakukan penyesuaian;
4. menyertakan penyesuaian dalam rencana strategis.

D. Perencanaan Berbasis Isu (Issues Based Planning) 
Organisasi yang sudah besar dan berpengalaman bisasnya menggunakan model yang lebih komprehensif dan efektif. Berikut langkah-langkahnya, yiatu :
1. Melakukan penilaian eksternal / internal
2. Merancang strategi utama untuk mengatasi masalah dan tujuan
3. Mengembangkan atau memperbarui visi, misi, nilai-nilai
4. Menetapkan rencana aksi
5. Merekam penilaian, tujuan, dan strategi, misi, visi, dan rencana aksi dalam dokumen Rencana Strategis
6. Mengembangkan dokumen rencana operasional tahunan
7. Mengembangkan rencana angaran tahunan
8. Menjalankan program dan kegiatan tahunan
9. Pemantauan / meninjau / mengevaluasi / memperbarui dokumen Rencana Strategis. 

E. Perencanaan Pengorganisasian Diri (Self-Organizing Planning) 
Daripada proses linear seperti model lainnya, Self-Organizing Planning berjalan dengan proses yang lebih alami. Perlu ada proses refleksi bersama terhadap proses dan system melalui dialog, eksplorasi, dan teknik storyboard. Berikut adalah langkah-langkahnya, yaitu :
1. Memperjelas dan mengartikulasikan nilai-nilai budaya organisasi
2. Mengartikulasikan visi kelompok
3. Melakukan dialog berkala (kuartalan) tentang apa yang dibutuhkan organisasi membutuhkan untuk mencapai visi dan memutuskan apa yang akan dilakukan berikutnya
4. Berfokus pada proses belajar daripada metode linier
5. Menumbuhkan kesabaran untuk proses-proses yang sedang berlangsung
6. Memutuskan bagaimana menggambarkan rencana strategis kepada para pemangku kepentingan.

F. Perencanaan Terpadu (Hibrid-Integrated Planning) 
Menggabungkan proses dari dua atau lebih model yang menghasilkan efek hibrida. Salah satu contoh adalah model Balanced Score Card (BSC), yang mengintegrasikan unsur proses perencanaan berbasis isu-isu dan keselarasan. Robert Kaplan dari Harvard Business School, dan konsultan bisnis, David Norton, mengembangkan Model Perencanaan Strategis Balanced Scorecard tahun 1992. Lebih setengah dari 500 perusahaan Fortune di Amerika Serikat dan sejumlah lembaga pemerintah di semua tingkatan menggunakan model ini. Model BSC mengarahkkan fokus strategis organisasi terhadap factor-faktor kunci kesuksesan organisasi. Manajemen strategis menerjemahkan ukuran kunerja dan target ke dalam inisiatif tindakan. Model BSC memfasilitasi pengembangan tujuan peningkatan kinerja, ukuran, dan target melalui kerangka lima perspektif, yaitu :
1. Misi
2. Fokus kepada pelanggan
3. Proses internal
4. Belajar dan pengetahuan
5. Keuangan. 

2.3 Tujuan Rencana Strategi

Pernyataan yang luas tentang kearah mana organisasi ingin melangkah dimasa depan, mengarah keorganisasi secara menyeluruh dan bukan menunjuk pada divisi atau departemen tertentu.  
Tujuan strategi sering disebut tujuan resmi, karena merupakan maksud dari apa yang diinginkan oleh organisasi. Tujuan strategi ini dicapai melalui rencana strategi berikut:
1. Mengalokasikan sumber daya untuk pengembangan produk baru, kompetitif dengan potensi pertumbuhan yang tinggi.
2. Meningkatkan metode produksi untuk mencapai hasil lebih baik dengan menekan biaya.
3. Melakukan penelitian untuk mengembangkan kegunaan alternatif dari produk dan layanan yang telah ada.

2.4 Strategi Jangka Panjang 

Organisasi menyatakan tujuan strategi dan sasaran jangka panjangnya pada anggaran modal dan anggaran induk. Rencana jangka panjang (long range plan) organisasi mengidentifikasi tindakan yang diperlukan pada periode 5 sampai 10 tahun untuk mencapai tujuan strategis perusahaan. 

Perencanaan jangka panjang sering kali memerlukan penganggaran modal, yang merupakan proses untuk mengevaluasi,memilih, dan membiayai proyek-proyek utama seperti pembelian,peralatan baru, pembangunan pabrik baru, dan penambahan produk baru.

Tujuan strategis dan sasaran organisasi adalah, pada akhirnya dicapai melaliui kumpulan inisiatif dan proyek yang terfokus. Dengan kata lain, tujuan strategis dan sasaran organisasi merupakan kumpulan inisiatif dan proyek yang diciptakan nilai dan organisasi. Begitu pun juga, tujuan startegis dan sasaran organisasi penting karena proses penganggaran tahunan organisasi akan memberikan keutamaan bagi kelas pengeluaran penganggarn modal tertentu.

A. Proses Pembuatan Rencana Jangka Panjang: 
1. Menetapkan tugas dan tujuan. Antara tugas dan tujuan tidak dapat dipisahkan, suatu rencana tidak dapat difrmulir tanpa ditetapkan terlebih dahulu apa yang menjadi tugas dan tujuannya. 
2. Observasi dan analisis. Menentukan factor-faktor apa yang dapat mempermudah dalam pencapaian tujuan (Observasi) bila sudah diketahui dan terkumpul, maka dilakukan analisa,terhadapnya. 
3. Mengandalkan kemungkinan kemungkinan. Faktor yang tersedia memberikan perencanaan membuat beberapa kemungkinan dalam pencapaian tujuan. Dimana kemungkinan yang telah diperoleh dapat diurut atas dasar tertentu, misalnya lamanya penyelesian, besarbya biaya yang dibutuhkan efisiensi dan efektivitas dan lain sebagainya.
4. Membuat Sintesa yaitu alternatif yang akan dipilih dari kemungkinan-kemungkinan yang ada dengan cara mengawinkan sitesa dari kemungkinan-kemungkinan tersebut. Kemungkinan-kemungkinan yang ada mempunyai kelemahan-kelemahan.

B. Perencanaan jangka panjang memiliki dua karakteristik utama,yaitu:
1. Tujuan dan sasaran
Karakteristik utama perencanaan jangka panjang adalah penetapan misi, tujuan, dan sasaran. Tujuan ditetapkan oleh manajemen puncak dan dikomunikasikan kepada selutuh anggota organisasi. Strategi direncanakan untuk mencapai tujuan tersebut. Perencanaan jangka panjang meletakan dasar bagi strategi yang berdasarkan kepada tujuan. Sasaran dan tujuan merupakan salah satu kontribusi utama bagi perencanaan jangka panjang.
2. Peramalan (forecasting) jangka panjang
Perencanaan jangka panjang pada tahun 1960an didasarkan pada peramalam jangka panjang. Pada kenyataan, perencaan jangka panjang sering disebut perencanaan yang didasarkan pada peramalan. Peramalan dilakukan terlebih dahulu, baru kemudian perencanaan ditetapkan berdasarkan peramalan tersebut.

C. Kualitas Tujuan Jangka Panjang 
1. Aseptabilitas
Para manajer sering kali hanya mengejar tujuan sesuai dengan tingkat preferensinya. Para manajer akan mengabaikan dan menghalangi pencapaian tujuan yang tidak sesuai dengan keinginannya. 
2. Flesibilitas
Tujuan perusahaan sebaiknya mempunyai sifat lentur, yang dikaitkan dengan perubahan lingkungan eksternak dan internal perusahaan.
3. Dapat diukur
Tujuan perusahaan harus jelas dan secara tegas harus dinhatakn dan tidak boleh samar-samar sehingga menimbulkan salah tafsir.
4. Motivasi 
Tenaga kerja akan mempunyai tingkat produktifitas yang tinggi manakala tenaga kerja mempunyai motivasi yang tinggi.
5. Kesesuaian
Tujuan spesifik perusahaan harus sesuai dengan tujuan perusahaan secara keseluruhan, dan hal ini sering kali tertuang dalam pernyataan misi perusahaan.
6. Dapat dimengerti
Para manajer perumus strategi disemua tingkat harus mengerti apa yang akan dicapai.
7. Dapat dicapai
Akhirnya tujuan perusahaan yang dirumuskan sebaiknya yang dapat atau mudah dicapai jangan merumuskan tujuan yang sangat sulit untuk dicapai. 

2.5 Strategi Jangka Pendek

Strategi jangka pendek merupakan tujuan dari periode yang akan datang, yang dapat berupa jangka waktu satu bulan, triwulan yang diinginkan oleh organisasi untuk keperluan perencanaan. Organisasi menentukan strategi jangka pendek para periode aggaran berdasarkan tujuan strategi, sasaran, dan rencana jangka panjang, hasil-hasil operasi pada periode masa lalu, serta faktor-faktor operasi dan lingkungan yang diharapkan dimasa yang akan datang yang mencakup kondisi ekonomi industri dan pemasaran. 

A. Tujuan Strategi Jangka Pendek (short term objektives)
Tujuan strategi jangka pendek adalah hasil terukur yang dapat dicapai atau dimaksudkan untuk dicapai dalam waktu satu tahun atau kurang. Tujuan jangka pendek merupakan hasil yang spesifik, dan biasanya kuantitatif, yang ditetapkan oleh para manajer operasi untuk dicapai dalam waktu dekat. Tujuan tujuan jangka pendek menerjemahkan aspirasi-aspirasi jangka panjang menjadi target tahun ini untuk dilaksanakan. Jika dikembangkan dengan baik, tujuan-tujuan ini memberikan kejelasan, suatu motivator dan fasilitator yang kuat untuk pelaksanaan strategi yang efektif.

Tujuan-tujuan jangka pendek dapat membantu menerapkan strategi, paling tidak dalam tiga cara: 
1. Tujuan jangka pendek mengoperasionalkan tujuan dari jangka panjang.
2. Pembahasan mengenai dan kesepakatan atas tujuan tujuan jangka pendek membantun mengangkat masalah dan konflik potensial dalam suatu organisasi yang biasanya memerlukan koordinasi guna menghindari konsekuensi yang bersifat disfungsional.
3. Akhirnya tujuan-tujuan jangka pendek membantu implementasi strategi dengan mengindentifikasi hasil-hasil terukur dari rencana tindakan atau aktifitas fungsional, yang dapat digunakan untuk membuat umpan balik, koreksi, dan evaluasi menjadi lebih relevan  dan dapat diterima. 
B. Kualitas Tujuan Jangka Pendek yang Efektif
1. Terukur
Tujuan jangka pendek akan lebih konsisten jika secara jelas dinyatakan apa yang perlu dicapai, kapan hal tersebut akan dicapai dan bagiamana pencapaian akan diukur.
2. Prioritas
Meskipun semua tujuan tahunan adalah penting, beberapa pantas diprioritaskan karena pertimbangan waktu atau pengaruh khusus dari tujuan tersebut terhadap keberhasilan suatu strategi. 

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Pada intinya, perencanaan strategis adalah taktik permainan sebuah perusahaan. Dengan adanya perencanaan strategis ini maka konsepsi perusahaan menjadi jelas sehingga akan memudahkan dalam memformulasikan sasaran serta rencana-rencana lain dan dapat mengarahkan sumber-sumber organisasi secara efektif.

 Perencanaan strategis adalah suatu rencana jangka panjang yang bersifat menyeluruh, memberikan rumusan ke mana suatu organisasi/perusahaan akan diarahkan, dan bagaimana sumberdaya dialokasikan untuk mencapai tujuan selama jangka waktu tertentu dalam berbagai kemungkinan keadaan lingkungan. 

Tujuan jangka panjang di perlukan di tingkat perusahaan, divisional, dan fungsional dari suatu organisasi . tujuan semacam ini adalah ukuran kinerja manajerial yang penting. Banyak praktis dan akademis menyakini baha salah satu penyebab utama penurunan daya saing banyak industri. Tujuan jangka pendek biasanya disertai dengan rencana tindakan, yang memperkaya tujuan-tujuan tersebut dalam tiga cara.

3.2 Saran

Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya penulis akan lebih fokus dan details dalam menjelaskan tentang makalah di atas dengan sumber – sumber yang lebih banyak yang tentunga dapat di pertanggung jawabkan. 
Untuk saran bisa berisi kritik atau saran terhadap penulisan juga bisa untuk menanggapi terhadap kesimpulan dari bahasan makalah yang telah di jelaskan. Untuk bagian terakhir dari makalah adalah daftar pustaka. Pada kesempatan lain akan saya jelaskan tentang daftar pustaka makalah.

Baca Juga Makalah Manajemen Strategi Lainnya :

G+