lomba blog traveloka

Makalah Manajemen Strategi Tentang Sistem Informasi Strategik


Makalah, materi, download Sistem Informasi Strategik
Makalah Sistem Informasi Strategik



KATA PENGANTAR


Segala Puji bagi Allah, yang telah memberikan kesehatan serta kekuatan dan kemauan kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik, walaupun masih ada kekurangan dari segi manapun.

Ucapan terima kasih kami berikan kepada dosen pengampu studi Manajemen Strategik, Hamdan Hamid, M.Si yang telah meluangkan waktu, pikiran dan tenaganya kepada kami, sehingga kami dapat bersemangat dalam penyelesaian makalah ini.

Makalah ini disusun berdasarkan sumber bacaan, pengetahuan yang kami ketahui, berbagai buku serta dari sumber lainnya yang relevan dalam bahasan ini dengan segala keterbatasan kami, sehingga masih banyak kekurangan-kekurangan di dalam pembahasan ini. Maka dari itu, kritik dan saran yang membangun sangat dibutuhkan, sehingga dikemudian hari makalah ini dapat disajikan dengan lebih baik dan lengkap .

Semoga makalah ini dapat menambah informasi, pengetahuan dan wawasan bagi penulis dan pembaca.



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.............................................................. I
DAFTAR ISI............................................................................ II
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.......................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah...................................................... 1
1.3 Tujuan........................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN
2.1  Defenisi Sistem Informasi Strategik...................................... 2
2.2 Sistem Informasi Strategik.................................................... 4
2.3 Pentingnya Informasi Dalam Pengendalian Strategis........... 6
2.4 Sistem Informasi Komputer.................................................. 7
2.5 Perangkat Lunak Perencanaan Strategis................................ 9
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan.......................................................................... 11
3.2 Saran.................................................................................... 11

DAFTAR PUSTAKA


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Persaingan bisnis sekarang menjadi demikian tajam sehingga ahli strategi terpaksa memperluas cakrawala perencanaan dan untuk membuat keputusan dengan ketidak pastian yang lebih besar. Sehingga hasilnya, lebih banyak informasi harus diperoleh dan diasimilasi untuk merumuskan, mengimplementasikan, dan mengevaluasi keputusan strategis. Dalam situasi persaingan, sisi dengan intelijen (informasi) terbaik biasanya menang. Komputer membuat manajer dapat mengevaluasi jumlah informasi yang amat banyak dengan cepat dan akurat. Penggunaan internet, World Wide Web, e-mail dan mesin pencari sekarang dapat membedakan mana perusahaan yang menggunakan informasi mutakhir dan yang asing untuk membuat keputusan strategi.   

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa defenisi sistem informasi strategik?
2. Apa itu sistem informasi strategis?
3. Bagaimana pentingnya informasi dalam pengendalian strategi?
4. Apa itu sistem informasi komputer?
5. Apa itu perangkat lunak perencanaan strategis?

1.3 Tujuan

Adapun tujuan penulisan dari rumusan masalah di atas yaitu untuk mengetahui tentang:
1. Defenisi sistem informasi strategik.
2. Sistem informasi strategis.
3. Pentingnya informasi dalam pengendalian strategi.
4. Sistem informasi komputer.
5. Perangkat lunak perencanaan strategis.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Defenisi Sistem Informasi Strategik

Istilah Sistem Informasi Strategik atau Strategik information system (SIS) muncul pertama kali pada tahun 1980an. Sampai tahun 1990an, definisi yang konkrit tentang Sistem Informasi Strategik ini masih belum jelas. Alasannya adalah SIS masih merupakan sistem yang baru dan belum ada konsesus yang sama untuk pendefinisiannya. Alasan lainya adalah penerapan sistem ini ternyata sangat luas, yaitu tidak hanya di dalam organisasi saja tetapi juga diterapkan di luar organisasi menjangkau organisasi lainnya, pemasok-pemasok dan pelanggan-pelanggan. Alasan lainnya adalah banyak sistem teknologi informasi (STI) yang ada yang perlu ditentukan kriterianya sehingga dapat dikatakan sebagai sistem informasi Strategik.

Untuk mendapatkan definisi yang mengena dari sistem informasi Strategik itu, mengkaji definisi-definisi yang ada akan sangat bermanfaat. Adapun definisi sistem informasi menurut beberapa para ahli adalah sebagai berikut:

1. Bakos dan Treacy mendefinisikan SIS sebagai sistem-sistem informasi yang menghasilkan efisiensi internal dan efisiensi komparatif.
2. Remenyi mendefinisikan SIS sebagai suatu sistem yang membantu suatu perusahaan meningkatkan kinerja jangka panjangnya dengan secara langsung meningkatkan kontribusi pertambahan nilainya kerantai nilai industry.
3. Wiseman mendefinisikan SIS sebagai suatu penggunaan teknologi informasi untuk mendukung atau menerapkan strategi kompetisi dari perusahaan.
4. Earl mendefinisikan SIS sebagai suatu sistem informasi yang baik mendukung atau memfasilitasi suatu strategi bisnis tertentu atau bagian-bagiannya.
5. Laudon and laudon medefinisikan sistem informasi Strategik sebagai sistem-sistem computer dilevel manapun di organisasi yang merubah goal, opersi-operasi, produk-produk, jasa-jasa atau hubungan-hubungan lingkungan untuk membantu organisasi mencapai keunggulan kompetitifnya.
6. Jelasi mendefinisikan suatu sistem informasi dapat dianggap mempunyai suatu dimensi Strategik jika dan hanya jika sistem tersebut merubah struktur dari industry atau sistem tersebut merubah proses-proses manajemen dan operasi di organisasi atau sistem tersebut mengganti keseimbangan kompetitif antara perusahaan-perusahaan didalam industry.
7. Ciborra mendefinisikan suatu sistem dapat dikatakan sebagai sistem informasi Strategik jika sistem tersebut memberikan topangan terus menerus yang unik, atau memberikan keuntungan kinerja yang signifikan
8. Hartono mendefinisikan suatu sistem informasi (SIS) sebagai sistem teknologi informasi apapun di level manapun yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan Strategik.

Dari beberapa definisi ini, maka dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan sistem informasi Strategik mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

1. Suatu sistem informasi atau sistem informasi apapun di level manapun
2. Untuk mendukung atau mengimplementasikan strategi kompetisi dari perusahaan
3. Memberik keuntungna kompetisi bagi perusahaan.
4. Melalui efesiensi internal dan efesiensi komparatif
5. Dengan topangan terus menerus yang unik.
6. Memberikan keuntungan kinerja yang signifikan
7. Membantu perusahaan meningkatkan kinerja jangka panjangnya
8. Merubah cara perusahaan beroperasi secara internal
9. Merubah proses-proses manajemen
10. Menciptakan jasa-jasa dan produk-produk baru
11. Merubah struktur dari industry
12. Mengganti keseimbangan kompetitif antara perusahaan-perusahaan di dalam industry
13. Merubah hubungan dengan pelanggan-pelanggan dan pemasok-pemasok.
14. Meningkatkan kontribusi pertambahan nilainya ke rantai nilai industry

Dari ciri-ciri tersebut maka dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan sistem informasi Strategik (SIS) atau Strategik information system adalah suatu sistem informasi atau sistem-sistem informasi apapun di level manapun yang mendukung atau mengimplementasikan strategi kompetisi yang memberikan keuntungan kompetitif bagi perusahaan melalui efesiensi internal dan efisiensi komparatif sehingga membantu perusahaan memberikan keuntungan kinerja secara signifikan dan meningkatkan kinerja jangka panjangnya.

Dari definisi ini, yaitu sistem informasi Strategik sebagai suatu sistem apapun di level manapun, dapat dimengerti bahwa suatu sistem informasi Strategik secara fisik tidak berbeda dengan sistem-sistem teknologi informasi lainnya. Perbedaannya adalah pada penerapannya, yaitu di sistem informasi Strategik, sistem-sistem teknologi informasi diterapkan untuk memenangkan persaingan. Penerapan startegi perusahaan dilakukan secara efisiensi internal dan efisiensi komparatif. Efesiensi internal dilakukan dengan cara:

1. Merubah cara perusahaan beroperasi secara internal
2. Merubah proses-proses manajemen
3. Menciptakan jasa-jasa dan produk-produk baru

Efesiensi komparatif dilakukan dengan cara:
1. Merubah struktur dari industry
2. Mengganti keseimbangan kompetitif antara perusahaan-perusahaan di dalam industry
3. Merubah hubungan dengan pelanggan-pelanggan dan pemasok-pemasok
4. Meningkatkan kontribusi pertambahan nilainya di rantai nilai industry. 

2.2 Sistem Informasi Strategis

Sebelum alat ukur kinerja yang dapat mempengaruhi manajemen strategis digunakan, alat-alat ukur tersebut harus dikomunikasikan terlebih dahulu dengan orang-orang yang bertanggung jawab terhadap perumusan implementasi rencana-rencana strategis. Sistem informasi strategis berbasis computer ataupun manual, formal ataupun informal dapat melakukan fungsi tersebut dengan memberikan layanan informasi yang dibutuhkan oleh manajemen puncak. 

Salah satu alasan utama bangkrutnya International Harvester adalah ketidakmampuan manajemen puncak perusahaan untuk menentukan dengan tepat pendapatan yang diterima dari produk-produk yang sejenis dalam kelompok utama produknya. Karena ketidakmampuan tersebut, pihak manajemen tetap berusaha melakukan usaha yang sia-sia untuk memperbaiki bisnis yang sekarat itu dan tidak mampu merespon dengan fleksibel perubahan-perubahan besar yang terjadi dan peristiwa-peristiwa tidak terduga lainnya. Sebaliknya, salah satu kunci sukses Toys ‘R’ Us adalah kemampuan pihak manajemen untuk mengguankan canggihnya sistem informasi perusahaan untuk mengontrol keputusan-keputusan pembelian.

Faktor-faktor penting kesuksesan (critical success factors/CSF) adalah berbagai hal yang harus berjalan dengan baik untuk menjamin keusksesan sebuah perusahaan. Khususnya, factor-faktor tersebut adalah 20 persen dari factor-faktor yang menentukan 80 persen kinerja sebuah perusahaan atau unit bisnis. Critical Success Factors seharusnya merupakan:

1. Faktor penting untuk mencapai keseluruhan sasaran dan tujuan perusahaan.
2. Factor yang dapat diukur dan dikendalikan oleh organisasi ketika diaplikasi.
3. Relative sedikit jumlahnya karena tidak semua factor dapat menjadi faktro yang penting.
4. Mengekspresikan berbagai hal yang harus dilaksanakan.
5. Dapat diaplikasi pada selurh perusahaan dalam industry yang memiliki kesamaan sasaran dan strategi.
6. Bersifat hierarkis-beberapa CFS akan berpengaruh terhadap keseluruhan perusahaan, sementara faktro lainnya pengaruhnya lebih sempit, yaitu dalam satu wilayah fungsional.

CSF memberikan titik awal untuk mengembangkan sati sistem informasi. Sistem informasi tentu akan menunjukkan dengan tepat wilayah-wilayah penting yang menuntut perhatian seorang manajer.
Pada tingkat divisional atau SBU, sistem informasi harus mampu mendukung, memperkuat, atau memperuas strategi tingkat unit bisnis dengan satu komponen pendukung keputusan. 

SBU yang menggunakan strategi yang menekankan kepemimpinan biaya pada seluruh aspek, dapat menggunakan sitem informasinya untuk membantu mengurangi biaya baik itu melalui peningkatan produktivitas atau melalui penggunaan sumber-sumber daya lainnya, seperti persediaan atau mesin-mesin lainnya. Merril Lynch menggunakan pendekatan ini ketika ia mengembangkan perangkat lunak PRISM yang akan memberikan kepada 500 kantor cabangnya yang ada di Amerika Serikat, akses yang lebih cepat pada informasi keuangan dalam rangka memacu efesiensi para pialangnya. 

SBU lain, sebaliknya mungkin perlu menggunakan strategi diferensiasi. SBU tersebut harus dapat menggunakan sistem informasinya untuk membantu menambah keunikan pada produk atau jasa yang dihasilkannya dan memberikan kontribusi pada kualitas, jasa layanan, atau citra yang diinginkan oleh wilayah-wilayah fungsionalnya. Ketika Federal Express perlu menggunakan jasa superiornya untuk memperoleh keunggulan kompetitif. Perusahaan tersebut melakukan investasi besar-besaran dalam berbagai jenis sistem informasi untuk menelusuri dan mengukur kinerja jasa layanan antarnya.

Pemilihan strategi tingkat unit bisnis akan menentukan jenis sistem informasi yang dibutuhkan oleh sutau SBU baik dalam mengimplementasi maupun mengontrol aktivitas-aktivitas strategis. Berbagai sistem informasi yang ada akan dibentuk secara berbeda-beda untuk memonitor aktivitas yang berbeda-beda pula, karena dua jenis strategi tingkat unit bisnis tersebut memiliki factor-faktor penting kesuksesan yang juga berbeda. 

2.3 Pentingnya Informasi Dalam Pengendalian Strategi

Agar pengendalian strategi berhasil secara optimal, manajemen harus memiliki informasi yang benar dan akurat serta dapat dipercaya yang merefleksikan berbagai pengkuran kinerja perusahaan. Tanpa informasi seperti itu, kegiatan yang diambiil untuk menggunakan pengendalian strategi akan menjadi sangat subyektif serta hanya memiliki kesempatan kecil untuk memperbaiki kinerja perusahaan secara konsisten. Informasi merupakan sumber utama dari suksesnya pengendalian strategi.

Dalam praktik, biasanya perusahaan mengembangkan dan mengimplementasikan beberapa jenis sistem untuk menghasilkan informasi. Sistem tersebut di antaranya adalah sistem informasi manajemen (management information system) dan sistem pendukung keputusan manajemen (management decision support system). Sistem informasi manajemen (SIM) adalah jaringan organisasi formal yang secara normal biasanya dibantu oleh computer dan dibentuk dalam organisasi untuk menyediakan informasi bagi manajemen untuk membantu mereka dalam membuat suatu keputusan.

 Sedangkan Sistem Pendukung Kpeutusan Manajemen adalah rangkain alat bantu yang saling tergantung, yang membantu manajemen untuk mengambil keputusan yang relative tidak terstruktur dan tidak berulang-ulang. Computer merupakan elemen utama dalam MDSS dan digunakan sebagai alat analisis untuk mengambil keputusan yang lebih subyektif. Manajemen menggunakan MSDS ini untuk menolong mereka melakukan pengendalian strategi dan mengambil berbagai keputusan manajemen strategi. 

2.4  Sistem Informasi Komputer

Informasi mengikat semua fungsi bisnis menjadi satu dan menjadi dasar untuk semua keputusan manajerial. Informasi adalah batu penjuru dari semua organisasi. Informasi mewakili sumber utama keunggulan atau kelemahan bersaing. Menilai kekuatan dan kelemahan internal perusahaan dalam sistem informasi merupakan dimensi kritis dari pelaksanaan audit inrernal. Motto perusahaan dari Mitsui, sebuah usaha dagang besar di Jepang adalah “Informasi merupakan darah yang menghidupkan perusahaan”. Sebuah jaringan satelit menghubungkan 200 kantor Mitsui di seluruh dunia.

Tujuan dari sistem informasi computer adalah memperbaiki prestasi perusahaan dengan memperbaiki mutu keputusan manajerial. Sebuah sistem informasi yang efektif mengumpulkan, memberi kode, menyimpan, melakukan sintesis dan menyajikan informasi sedemikian rupa sehingga dapat menjawab pertanyaan operasional dan strategis yang penting. Jantung dari sistem informasi adalah database yang berisi berbagai jenis catatan dan data yang penting bagi para manajer.

Sistem informasi computer menerima bahan mentah dari evaluasi eksternal dan internal suatu organisasi. Sistem ini mengumpulkan data mengenai masalah pemsaran, keuangan, produksi dan personalia internal dan factor-faktor sosial, budaya, demografis, lingkungan, ekonomi, politik, pemerintah, legal, teknologi dan persaingan internal. Data dipadukan dengan cara yang diperlukan untuk mendukung pengambilan keputusan manajerial.

Terdapat arus logis dari material dalam sistem informasi computer, sedangkan data dimasukkan ke dalam sistem dan di ubah menjadi keluaran. Keluaran termasuk hasil cetakan computer, laporan tertulis, table, bagan, grafis, cek, pesanan pembeli, tagihan, catatan sediaan, daftar gaji dan berbagai dokumen lain. Hasil dari strategi lain dapat dihitung dan diperkirakan. Data menjadi informasi hanya kalau dievaluasi, disaring, dimampatkan, dianalisis, dan diatur dengan tujuan, masalah, individu atau waktu spesifik.

Sistem informasi computer yang efektif memanfaatkan perangkat keras computer, perngakat lunak, model untuk analisis, dan database. Keuntungan dari sistem informasi yang efektif termasuk perbaikan pemahaman fungsi bisnis, komunikasi yang lebih baik, pembuatan keputusan dengan lebih banyak informasi, analisis masalah dan kendali yang lebih baik.

Karena organisasi menjadi lebih kompleks, terdesentralisasi dan tersebar secara global, fungsi sistem informasi semakin penting.  Sistem informasi merupakan sumber daya strategis utama, mengikuti perubahan lingkungan, mengenali ancaman persaingan dan membantu dalam implementasi, evaluasi dan mengendalikan strategi. 

Kita benar-benar hidup dalam era informasi. Perusahaan dengan keterampilan lemah dalam sistem informasi mempunyai kelemahan bersaing. Sebaliknya, kekuatan dalam sistem informasi membuat perusahaan dapat menetapkan kompetensi yang membedakan di bidang lain. Perusahaan dengan keunggulan biaya dan pelayanan kepada pelanggan yang baik misalnya dapat tergantung pada sistem informasi yang baik.

Watson dan Rainer menemukan bahwa eksekutif sistem informasi menyediakan dukungan manajerial dalam enam bidang kunci: elektronik mail, akses pada berita eksternal, akses pada database eksternal, pengelola kata, table bejalur, dan filling otomatis.  Sistem informasi eksekutif yangbaik menyediakan informasi dalam bentuk grafis, table dan teks. Kemampuan menghasilkan grafis diperlukan sehingga kondisi saat ini dan kecenderungan dapat diketahui dengan cepat, table menyediakan data lebih rinci dan dapat dilakukan analisis varians,informasi teks menambah pemahaman dan interprestasi data.

2.5 Perangkat Lunak Perencanaan Strategis

Revolusi computer sekarang ini menyebabkan dampak yang sebanding dengan revolusi indutri. Computer sekarang banyak dijumpai di atas meja kerja hampir setiap karyawan profesional dan administrative industry, pemerintah dan akademik. Bertambah banyaknya computer telah membantu manajemen startegis karena produk perangkat lunak dapat didesain untuk meningkatkan partisipasi dan menyediakan integrasi, keseragaman, analisis dan ekonomi. Perangkat lunak perencanaan strategis dapat membuat perusahaan memperoleh dasar pengetahuan untuk setiap orang dalam perusahaan. Terdapat sejumlah produk perangkat lunak di pasar yang didesain untuk melatih dan membantu manajer dalam perencanaan strategis, termasuk Business Advantage, Business Simulator, SUCCESS, ANS-PLAN-A, Strategy!, CheckMATE, EXEL, STRTPAC, SIMPLAN REVEAL, COSMOS dan BASICS P-C.

Akan tetapi, beberapa sistemm pendukung keputusan strategi terlalu rumit, mahal atau terbatas untuk digunakan dengan mudah oleh para manajer dalam sebuah perusahaan. Hal ini merupakan kebetulan karena proses manajemen strategis harus merupakan proses manusia agar sukses. Manusia mambuat perbedaan! Jadi perngkat lunak perencanaan strategis harus sederhana dan tidak rumit. Kesederhanaan membuat pertisipasi luas di antara para manajer dalam sebuah perusahaan dan pertisipasi penting bagi implementasi strategi yang efektif.

Salah satu produk perangkat lunak perencanaan strategis yang sesuai dengan teks ini dan menawarkan pendekatan kepada manajer dan eksekutif yang sederhana tapi efektif untuk mengembangkan strategi organisasi adalah CheckMATE. Perngakat lunak computer pribadi IBM-compatible yang melaksanakan analisis perencanaan dan menghasilkan strategi yang dijalankan perusahaan. CheckMATE, program yang dijalan pada Windows, menyertakan teknik perencanaan stategis paling modern. Pengguna tidak harus berpengalaman dengan computer atau mahir dalam perencanaan strategis. Jad CheckMATE mendorong komunikasi, pemahaman, kreativitas dan pemikiran ke depan di antara para pemakainya.

CheckMATE bukan program table berlanjut atau databade, ini adalah sistem ahli yang membimbing perusahaan melewati perumusan strategi dan implementasi. Kekuatan utama dari perangkat lunak perencanaan strategis CheckMATE baru adalah pendekatan yang sederhana dan partisipatif. Pengguna diminta untuk menjawab pertanyaan, jawaban dicatat, informasi dipadukan dan hasil dicetak. Individu dapat bekerja lewat perngkat lunak secara idependen dan kemudian bertemu untuk mengembangkan rekomendasi bersama untuk perusahaan.

Perangkat lunak CheckMATE memanfaatkan matriks analitik perencanaan strategis paling modern untuk menghasilkan strategi alternative yang dapat dijalankan perusahaan. Prosedur analitik spesifik yang dimaksudkan dalam program CheckMATE adalah analisis Stategic Position and Action Evaluation (SPACE), analisis Threats-Opportunities-Weakness-Strenght (TOWS, analisis Internal-External (IE) dan analisis Grand Strategy Matrix.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Sistem informasi strategik adalah suatu sistem informasi atau sistem-sistem informasi apapun di level manapun yang mendukung atau mengimplementasikan strategi kompetisi yang memberikan keuntungan kompetitif bagi perusahaan melalui efesiensi internal dan efisiensi komparatif sehingga membantu perusahaan memberikan keuntungan kinerja secara signifikan dan meningkatkan kinerja jangka panjangnya. Sebelum alat ukur kinerja yang dapat mempengaruhi manajemen strategis digunakan, alat-alat ukur tersebut harus dikomunikasikan terlebih dahulu dengan orang-orang yang bertanggung jawab terhadap perumusan implementasi rencana-rencana strategis. Sistem informasi strategis berbasis computer ataupun manual, formal ataupun informal dapat melakukan fungsi tersebut dengan memberikan layanan informasi yang dibutuhkan oleh manajemen puncak

Agar pengendalian strategi berhasil secara optimal, manajemen harus memiliki informasi yang benar dan akurat serta dapat dipercaya yang merefleksikan berbagai pengkuran kinerja perusahaan. Tanpa informasi seperti itu, kegiatan yang diambiil untuk menggunakan pengendalian strategi akan menjadi sangat subyektif serta hanya memiliki kesempatan kecil untuk memperbaiki kinerja perusahaan secara konsisten. Informasi merupakan sumber utama dari suksesnya pengendalian strategi.

3.2 Saran

Berdasarkan peristiwa di atas penulis dapat memberikan saran bahwa hendaknya setiap organisasi atau pun perusahaan harus menerapkan Sistem Informasi Strategis yang baik dan benar karena sangat berpengaruh pada perkembangan dan kestabilan suatu organisasi atau perusahaan dalam pengambilan keputusan seorang manajer
DAFTAR PUSTAKA

David Hunger, J & Thomas L.Wheelen. 2003. Manajemen Strategis. Yogyakarta: Andi.
Hari Purnomo, Setiawan dan Zulkieflimansyah. 2007.  Manajemen Strategi. Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Jogiyanto. 2006. Sistem Informasi Strategik Untuk Keunggulan Kompetitif. Yogyakarta: CV. Andi Offset.
R. David, Fred. 2002. Manajemen Startegis Konsep. Jakarta: PT. Prenhallindo.

Baca Juga Makalah Manajemen Strategi Lainnya :

G+