lomba blog traveloka

Makalah Strategi Pengambilan Keputusan Dalam Organisasi


download, makalah strategi, pengambilan, keputusan organisasi
Makalah Strategi Pengambilan Keputusan Dalam Organisasi


Assalamualaikum Wr.Wb
Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk bisa menyelesaikan tugas penyusunan makalah ini. Selanjutnya shalawat serta salam penulis limpahkan kepada nabi Muhammad SAW yang telah membimbing umat manusia menuju ilmu pengetahuan dan keimanan.
Penulis ingin menggunakan kesempatan ini untuk menyampaikan ucapan terimah kasih kepada semua pihak khususnya kepada Bpak Hamdan Hamid M.Si  yang telah membantu penulis sehingga dapat menyelesaikan penyusunan makalah kepemimpinan baik dengan bantuan moral ataupun material.
Penulisan menyadari bahwa makalah ini memiliki kekurangan dan ketidak sempurnaan.Untuk itu penulis mengharapkan kritik, saran, dan masukan konstruktif lainnya guna memperbaiki kualitas makalah ini untuk masa yang akan datang. Penulis berharap makalah ini bisa bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan. Amin...

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...................................................................................................... i
DAFTAR ISI..................................................................................................................... ii
BAB I  PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang........................................................................................................... 1
1.2  Rumusan Masalah...................................................................................................... 1
1.3  Tujuan Pembahasan.................................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
       2.1       Pengertian Pengambilan Keputusan........................................................................ 2
       2.2       Dasar-Dasar Pengambilan Keputusan..................................................................... 3
       2.3       Proses Pengambilan Peputusan................................................................................ 3
       2.4       Aplikasi Teori-Teori Dan Prosedur Pemecahan Contoh Kasus............................... 4
                           2.4. 1   Strategi Tingkat Korporate.......................................................................... 4
                           2.4. 2   Perumusan Strategi...................................................................................... 4
                           2.4. 3   Implementasi Strategi.................................................................................. 5

BAB III PENUTUP
3.1  Kesimpulan.............................................................................................................. 8
3.2  Saran........................................................................................................................ 8
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Suatu keputusan tidak dapat terlepas dalam kehidupan kita sehari – hari, karena kita selalu dihadapkan pada hal tersebut. Keputusan itu bersifat dari yang sederhana sampai pada keputusan yang amat rumit dan sulit. Seorang pemimpin organisasi harus mampu mengambil keputusan, walaupun banyak faktor lain yang sangat besar pengaruhnya terhadap keputusanya, karena seseorang pada saat tertentu sudah mengambil keputusan, tetapi hal ini bisa berbeda keputusan disaat yang lain. Karena sebagian fungsi terpenting dari seorang pemimpin adalah sebagai pengambil keputusan, sehingga keputusan yang diambil oleh seorang pemimpin sangat berkenan dan menentukan  terhadap tindakan apa yang perlu dilaksanakan, siapa yang melakukan serta kapan, dimana, dan terkadang bagaimana  tindakan itu dilaksanakan. Misalnya seorang presiden perlu melakukan keputusan siapa yang menjadi anggota kabinetnya ; seorang manager harus membuat keputusan tentang perlu tidaknya mengangkat pegawai tambahan, pembelian mesin baru, atau memberhentikan karyawanya. Karena suatu keputusan itu sangat penting maka kemampuan untuk membuat keputusan yang sangat tepat dan berkwalitas menjadi suatu hal yang mutlak harus dimiliki seorang pemimpin.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apakah pengertian Pengambilan keputusan ?
2. Apa sajakah dasar-dasar pengambilan keputusan ?
3. Bagaimakah proses pengambilan keputusan ?
4. Apa sajakah Aplikasi Teori-Teori Dan Prosedur pemecahan Contoh Kasus ?

1.3 Tujuan Pembahasan

1. Untuk mengetahui pengertian Pengambilan keputusan.
2. Untuk mengetahui dasar-dasar pengambilan keputusan.
3. Untuk mengetahui proses pengambilan keputusan.
4. Untuk mengetahui Aplikasi Teori-Teori Dan Prosedur pemecahan Contoh Kasus.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Pengambilan Keputusan

Pengambilan keputusan pada umumnya adalah memilih suatu jalur tindakan di antara beberapa alternatif yang tersedia melalui suatu proses mental dan berfikir yang logis. Ketika mencoba untuk membuat keputusan yang terbaik, seseorang harus menimbang sisi positif dan negatif dari setiap pilihan, dan mempertimbangkan semua alternatif. Untuk pengambilan keputusan yang efektif, seseorang harus mampu memprediksikan hasil dari setiap pilihan, dan berdasarkan pada semua item tersebut, menentukan pilihan mana yang terbaik untuk situasi tertentu. Pengambilan keputusan harus berdasarkan beberapa tahapan yang mungkin akan dilalui oleh pembuat keputusan. Tahapan tersebut bisa saja meliputi identifikasi masalah utama, menyusun alternatif yang akan dipilih dan seterusnya.
Keputusan (decision) adalah hasil membuat pilihan di antara beberapa alternatif, sedangkan istilah pengambilan keputusan (decision making) menunjuk pada proses yang terjadi sampai keputusan itu tercapai.  

Keputusan pada dasarnya merupakan proses memilih satu penyelesaian dari beberapa alternatif yang ada. Keputusan yang kita ambil tentunya perlu di dukung berbagi faktor yang akan memberikan keyakinan kepada kita sebagai pengambil keputusan bahwa keputusan tersebut adalah tepat. 

2.2 Dasar- Dasar Pengambilan Keputusan

Menurut George R. Terry, dasar-dasar pengambilan keputusan adalah sebagai berikut :
1. Intuisi
Pengambilan keputusan yang berdasarkan intuisi atau perasaan bersifat subjektif, sehingga mudah terkena pengaruh.
2. Pengalaman
Pengambilan keputusan berdasarkan pengalaman memiliki manfaat bagi pengetahuan praktis. Karena pengalaman seseorang dapat memperkirakan keadaan sesuatu, dapat memperhitungkan untung ruginya, baik buruknya keputusan yang akan dihasilkan.
3. Fakta
Pengambilan keputusan berdasarkan fakta dapat memberikan keputusan yang sehat, solid, dan baik. Dengan fakta, maka tingkat kepercayaan terhadap pengambilan keputusan dapat lebih tinggi, sehingga orang dapat menerima keputusan-keputusan yang dibuat itu dengan rela dan lapang dada.
4. Wewenang
Biasanya dilakukan oleh pimpinan terhadap bawahannya atau orang yang lebih tinggi kedudukannya kepada orang yang lebih rendah kedudukannya.
5. Rasional
Keputusan yang dihasilkan lebih objektif, logis, lebih transparan, konsisten untuk memaksimumkan hasil atau nilai dalam batas kendala tertentu, sehingga dapat dikatakan mendekati kebenaran atau sesuai dengan apa yang diinginkan.

2.3 Proses Pengambilan Keputusan

Kata proses pada dasarnya berkaitan dengan urutan langkah yang mengarah pada hasil tertentu, sehingga didalam proses pengambilan keputusan tidak akan terlepas dari:
1. Intelligence (Penyelidikan), yaitu pencarian kondisi yang memerlukan keputusan.
2. Design (Rancangan), yaitu dengan pengembangan dan analisis terhadap berbagai kemungkinan tindakan.
3. Choice (Pemilihan), yaitu yang berkenaan dengan pemilihan tindakan yang sesungguhnya.

2.4 Aplikasi Teori-Teori Dan Prosedur pemecahan Contoh Kasus
2.4. 1 Strategi Tingkat Korporate

Strategi korporasi adalah yang menspesifikasikan apa yang akan dimasuki atau yang ingin apa yang ingin dikerjakan untuk perubahan bisnis tersebut. Ini di dasarkan pada misi dan tujuan organisasi serta peranan yang akan dimainkan setiap unit organisasi. Bagian lain dari strategi korporasi adalah manajemen puncak memutuskan apa yang akan dilakukan dengan bisnis-bisnis tersebut. 
Terdapat 3 strategi utama dalam strategi tingkat korporate :
1. Strategi pertumbuhan yaitu sebuah organisasi memperluas jumlah pasar yang di layani atau produk yang ditawarkan, baik melalui bisnis yang sudah ada saat ini maupun melalui bisnis yang baru.
2. Strategi stabilitas yaitu merupakan strategi dalam mengatasi kemerosotan penghasilan yang sedang dihadapi oleh perusahaan.
3. Strategi pembaharuan yaitu ketika sebuah organisasi sedang menghadapi kesulitan, sesuatu perlu dilakukan. 

2.4. 2 Perumusan Strategi 

Perumusan Strategi merupakan proses penyusunan langkah-langkah ke depan yang dimaksudkan untuk membangun visi dan misi organisasi, menetapkan tujuan strategis dan keuangan perusahaan, serta merancang strategi untuk mencapai tujuan tersebut dalam rangka menyediakan customer value terbaik.
Beberapa langkah yang perlu dilakukan perusahaan dalam merumuskan strategi, yaitu:
1. Mengidentifikasi lingkungan yang akan dimasuki oleh perusahaan dimasa depan dan menetukan misi perusahaan mencapai visi yang di cita-citakan dalam lingkungan tersebut.
2. Melakukan analisis lingkungan internal dan eksternal untuk mengukur kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman yang akan dihadapi oleh perusahaan dalam menjalankan misinya.
3. Merumuskan faktor-faktor ukuran keberhasilan dari strategi-strategi yang dirancang berdasarkan analisis sebelumnya.
4. Menetukan tujuan dan target, mengevaluasi berbagai alternatif strategi dengan mempertimbangkan sumberdaya yang dimiliki dan kondisi eksternal yang dihadapi.
5. Memilih strategi yang paling sesuai untuk mencapai tujuan jangka pendek dan jangka panjang. 
Perumusan strategi merupakan proses penyusunan langkah-langkah kedepan untuk membangun visi dan misi organisasi, menetapkan tujuan strategik dan keuangan perusahaan, serta merancang strategik untuk mencapai tujuan tersebut dalam rangka menyediakan costumer value terbaik. Para pakar biasanya menekankan bahwa agar analisis SWOT benar-benar bermanfaat sebagai alat bantu dalam perumusan dan penentuan strategi organisasi. Faktor-faktor kekuatan dan peluang digabung untuk memperoleh manfaat yang maksimal dan kelemahan serta ancaman juga di gabugn untuk meredan atau meminimalisirkan dampak negatifnya. 

2.4. 3 Implementasi Strategi

Implementasi strategi adalah proses dimana manajemen mewujudkan strategi dan kebijakannya dalam tindakan melalui pengembangan program, anggaran, dan prosedur. 
Implementasi strategi di perlukan untuk merinci secara lebih konkrit dan jelas bagaimana sesungguhnya pilihan yang telah di tentuk akan direalisir pada periode waktu yang telah di tentukan. Strategi yang baik tanpa pelaksanaan yang efektif tidak mungkin akan berhasih. Disamping itu, di perlukan koordinasi manajemen yang baik untuk menghubungkan strategi dengan rencana-rencana pelaksanaannya.

Keberhasilan dalam manajemen strategi ditentukan oleh perumusan dan omplementasi strategis yang baik. Bila salah satu buruk, misalnya implementasinya buruk, maka secara keseluruhan gagal. Dalam mengimplementasikan strategi penting diperhatikan pengembangan model untuk implementasi strategi. Namun sebelumnya, ada baiknya untuk di ingat apa yang di nyatakan R.S Schuler dan S.E. Jackson (dalam Wheelen dan Hunger, 1995:255) yang menegaskan bahwa dalam implementasi strategi penting untuk memprioritaskan manajemen sumber daya manusia dan pemanfaatan sumber daya manusia dengan cara yang berbeda. 

Contoh Kasus

Di awal-awal tahun, perusahaan Nike tidak memiliki sumber dana untuk membeli sebuah pabrik atau mempekerjakan banyak karyawan. Modal yang dimiliki oleh Knight sangat kecil dan ia tidak bisa membeli sepatu dari Asia. Sebenarnya Nike termasuk hollow corporation karena tidak memiliki pabrik manufacture sendiri, Nike hanya perantara antara supplier dengan retailer.

Nike fokus pada menemukan inovasi sepatu terbaru. Kombinasi dari pekerja yang murah dan perkembangan pasar yang baik memungkinkan perusahaan untuk bersaing dalam research and development. Di awal 80-an, Nike menjadi produsen sepatu atletik nomor 1 di dunia. Untuk memastikan bahwa supplier Nike memiliki kualitas yang tinggi, Knight menuntut mereka untuk mempunyai hubungan dengan perusahaan lainnya. Jika supplier percaya dan bekerja sama dengan Nike, Knight memastikan bahwa mereka akan puas dengan dirinya sendiri. Kemudian jika salah satusupplier menjadi sangat mahal, Nike bisa mengganti supplier dengan tetap menjaga kualitas yang ditetapkan.

Ditahun 1983, orang kepercayaan Knight melakukan kesalahan dalam pengelolaan Nike. Si pelaksana ini melihat celah untuk ekspansi ke pasar sepatu biasa. Data statistic mereka menunjukkan hampir 90 % pembeli sepatu Nike tidak menggunakan sepatu tersebut untuk atletik. Mereka percaya bahwa sepatu casual akan diterima lebih baik oleh konsumen. Sayangnya, hal tersebut salah. Pendatang baru, Reebok, berkembang karena sepatu aerobic dan mengambil posisi Nike sebagai produsen sepatu atletik nomor satu, berdampak pada Nike untuk memberhentikan 350 karyawannya. Melihat perusahaannya mengalami kekacauan, Knight kembali ke posisinya. Knight memutuskan untuk mendapatkan kembali posisi produsen sepatu nomor satu melalui kecepatan penjualannya. Seperti biasanya, Nike memiliki anggaran iklan yang sangat kecil, kebanyakan dari promosinya dilakukan oleh para pengecernya. Knight sekarang mengubah pendekatannya dengan kampanye “Just Do It” lewat televisi nasional dan majalah. Di bawah image baru Knight, superstar seperti Michael Jordan dan Bo Jackson memberi merek sepatunya sendiri, kampanye “Air Jordan” dan “Bo Knows” menunjukkan pada konsumen bahwa atlet terbaik di dunia memakai Nike.

Bagaimanapun suksesnya Nike, mereka akan selalu menghadapi kompetisi. Reebok adalah industri nomor dua yang selalu menunggu kesempatan untuk menjadi nomor satu lagi. Jaringan supply di Asia sekarang digunakan oleh pesaing Nike, tidak lama setelah perusahaan mendapat keuntungan produksi. 

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan 

Masalah pengambilan keputusan sangat penting dipelajari karena hal tersebut menjelaskan dengan cara bagaimana para manajer berhasil membuat keputusan strategis dan operasional.  Manajer harus menghadapi beberapa tipe keputusan dan keputusan ini berbeda sesuai dengan jumlah risiko, ketidakpastian, dan ambiguitas dalam suatu lingkungan. Manajer harus memilih salah satu tiga macam pendekatan pengambilan keputusan.

Dari penjelasan yang telah kami paparkan dalam makalah ini dapat kami simpulkan bahwa pengambilan keputusan adalah suatu tindakan yang sengaja, tidak secara kebetulan dan tidak boleh sembarangan dalam rangka memecahkan masalah yang dihadapi suatu organisasi. Dimana pengambilan keputusan ini ditanggung dan diputuskan oleh pimpinan organisasi yang bersangkutan dan untuk menghasilkan keputusan yang baik itu sangat dibutuhkan informasi yang lengkap mengenai permasalahan, inti masalah, penyelesaian masalah, dan konsekuensi dari keputusan yang diambil.

Selain informasi, dalam penyelesaian masalah pun dibutuhkan perumusan masalah dengan baik. Kemudian dibuatkan alternatif-alternatif keputusan masalah yang disertai dengan konsekuensi positif dan negatif. Jika semua hal itu dapat dikemukakan dan dicari secara tepat, masalah tersebut akan lebih mudah untuk diselesaikan.

3.2 Saran 

Dalam mengambil keputusan dalam manajemen, kita perlu mempelajari beberapa aspek yang sudah kami susun dalam makalah ini, kita semua pasti tidak menginginkan keputusan yang kita ambil adalah keputusan yang bisa membuat kita menyesal di kemudia hari. Untuk itu dalam makalah ini sangat perlu dan di butuhkan oleh semua orang khususnya mahasiswa yang masih memerlukan ilmu dan pengetahuan dalam mengambil keputusan untuk menentukan kehidupan di masa yang akan datang agar menjadi manusia yang lebih baik lagi.

DAFTAR PUSTAKA

Agus Darman, Management Policy and Strategi, (jakarta: Erlangga,1982)
Bambang, Hariadi, Strategi Manajemen, (Jakarta: Bayumedia Publishing, 2005)
David Hunger dkk, Manajemen Strategis, (Yogyakarta:Andi,2003)
Erni T. Sule, Kurniawan S, Pengantar Manajemen, ( Jakarta: Kencana, 2010)
Miriam Budiardjo, Dasar-Dasar Ilmu Politik, (Jakarta: PT GramediaPustaka Utama, 2008)
Sondang  P. Siagian, Sistem Informasi Manajemen, (Jakarta: PT Bumi Aksara,2006)
Stephen P. Robbins. Manajemen, (Jakarta: Erlangga, 2009)

G+