lomba blog traveloka

MAKALAH DAN MATERI SIBERNETIK

makalah sibernetik
Makalah Materi Sibernetik
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pembahasan tentang sibernetik dapat kita dahului dengan pertanyaan sederhana, misalnya mengenai keluarga kita. Katakanlah anda berjumpa dengan seorang teman lama atau teman masa kecil yang sudah lama tidak berjumpa. Dia bertanya tentang keluarga anda dan anda menunjukkan foto keluarga anda kepadanya.

Dapatkah anda menjelaskan mengenai keluarga anda dengan hanya menunjukkan foto keluarga anda? Tentu saja tidak. Sambil menunjukkan foto mungkin anda dapat memberikan sedikit penjelasan mengenai keluarga anda.

Mengapa? Karena keluarga anda lebih dari sekedar kumpulan orang-orang, dan untuk dapat sepenuhnya memahami kehidupan keluarga kita perlu memperhatikan bagaimana para anggota keluarga bertindak atau saling merespon satu sama lain, bagaimana mereka saling memberi pengaruh satu sama lain, bagaimana mereka mengunakan komunikasi agar menjaga kerukuna dan bagaimana mereka dapat melekukan perubahan. Dengan kata lain, dinamika keluarga hanya dapat dijelaskan dengan memadai melalui perspektif cybernetika.

Sibernetik merupakan tradisi yang membahas mengenai suatu sistem yang kompleks dimana berbagai elemen yang terdapat didalamnya saling berinteraksi dan saling mempengaruhi. Teori-teori yang terdapat pada tradisi cybernetika menawarkan perspektif yang luas yaitu bagaimana berbagai variasi yang luas dari proses fisik, biologis, sosisal dan perilaku bekerja.

Komunikasi dipahami sebagai sistem yang terdiri dari bagian-bagian atau variabel variabel yang saling mempengaruhi satu sama lain. Sistem juga membentuk sekaligus mengawasi karakter dari keseluruhan sistem dan sebagaimana setiap organisme, sistem tersebut juga mencapai keseimbangan dan juga perubahan.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa Itu Sibernetik?
2. Apa Saja Varian Tradisi Sibernetik?
3. Apa Saja Konsep Dasar Dunia Maya?

1.3 Tujuan Penulisan

1. Mengetahui Pengertian Sibernetik.
2. Mengetahui Varian Tradisi Sibernetik.
3. Mengetahui Konsep Dasar Dunia Maya.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Cybernetik

Tradisi Sibernetik berangkat dari teori sistem yang memandang terdapatnya suatu hubungan yang saling menggantungkan dalam unsur atau komponen yang ada dalam sistem. Hal lain yang penting adalah sistem dipahami sebagai suatu sistem yang bersifat terbuka sehingga perkembangan dan dinamika yang terjadi dilingkungan akan diproses didalam internal sistem. Gagasan mengenai sistem menjadi inti dari pemikiran cybernetik.

Sistem dapat didefinisikan sebagai sets of interacting components that together form something more than the sum of the parts (seperangkat komponen yang saling berinteraksi yang secara bersama-sama membentuk suatu yang lebih dari sekedar kumpulan dari bagian-bagian itu). Keluarga adalah contoh yang bagus dari sistem, dalam hal ini sistem keluarga.

Anggota keluarga bukanlah individu yang terasing satu sama lainnya, dan hubungan mereka harus dipelajari secara cermat agar dapat memahami keluarga sebagai suatu sistem. Sebagaimana keluarga, seluruh sistem adalah unik dalam keseluruhannya yang ditandai dengan suatu pola hubungan. Setiap bagian dari sistem dibatasi oleh ketergantungannya dengan bagian yang lain, dan pola saling ketergantungan ini pada akhirnya mengatur sistem itu sendiri.

Namun suatu sistem tidak dapat bertahan hidup tanpa memasukkan sumber daya baru (input) kedalamnya. Jadi, suatu sistem memasukkan input yang diperoleh dari lingkungannya, mengelola sehingga menghasilkan sesuatu (output) yang dikembalikan lagi ke lingkungannya. Input dan output adakalanya merupakan materi yang kasatmata namun terkadang berupa energi dan informasi.


2.2 Tradisi Sibernetik

Tradisi ini berkaitan dengan proses pembuatan keputusan. Tradisi cybernetik berangkat dari teori sistem yang memandang terdapatnya suatu hubungan yang saling menguntungkan seperti yang sudah saya contohkan hubungan keluarga. Dalam keluarga terdapat hubungan yang saling menguntungkan bagi individu masing masing didalamnya. Hal lain yang penting adalah perkembangan dan dinamika yang terjadi di lingkungan akan diproses dalam internal sistem. Proses resepsi terhadap pesan yang berlangsung dalam diri khalayak. Beberapa figur penting dalam konsep ini adalah Wiener, Shanon Weaver, Charles Berger, Guddykunts, Karl Deucth.

Sibernetika merupakan tradisi sistem-sistem kompleks yang didalamnya banyak orang saling berinteraksi, mempengaruhi satu sama lainnya. Dalam tradisi ini menjelaskan bagaimana proses fisik, biologis, sosial, dan perilaku bekerja. Dalam sibernetika komunikasi dipahami sebagai sistem bagian-bagian atau variabel yang mempengaruhi satu sama lainnya, membentuk serta mengontrol karakter keseluruhan sistem, dan layaknya organisme menerima keseimbangan dan perubahan.

Istilah sibernetika dapat membingungkan karena istilah tersebut dapat diaplikasikan baik pada tradisi umum (seperti yang telah dilakukan oleh Craig) maupun pada sibernetika yang lebih spesifik, yang merupakan satu diantara variasinya. Sibernetika dalam kesan yang sempit dipopulerkan oleh Norbert Wiener pada tahun 1950-an. Sebagai kajian sibernetika merupakan cabang dari teori sistem yang memfokuskan diri pada putaran timbal balik dan proses-proses kontrol. Dengan menekankan pada kekuatan-kekuatan yang tidak terbatas, sibernetika menantang pendekatan linier yang menyatakan bahwa satu hal dapat menyebabkan hal lainnya. Sebagai gantinya konsep ini mengarahkan pada seseorang atas pertanyaan-pertanyaan tentang bagaimana sesuatu saling mempengaruhi satu sama lainnya dalam cara yang tak berujung.

Jadi dalam tradisi ini konsep-konsep penting yang dikaji antara lain pengirim, penerima, informasi, umpan balik, redudancy, dan sistem. Walaupun dalam tradisi ini seringkali mendapat kritik terutama berkenaan dengan pandangan asumtif yang cenderung menyamakan antara manusia dengan mesin dan menganggap bahwa suatu realitas atau gejala timbul karena hubungan sebab akibat yang linier.

Ide sistem membentuk inti pemikiran cybernetik. Sistem merupakan pernagkat-perangkat komponen yang saling berinteraksi, yang bersama sama membentuk lebih sekedar hanya satu bagian. Bagian apa pun dari sejumlah sistem harus dipaksa oleh ketergantungan bagian bagian itu sendiri. Karena saling ketergantungan inilah sistem juga dicirikan sebagai regulasi diri dan kontrol.

Dengan kata lain monitor sistem, mengatur, dan mengontrol keluaran mereka agar stabil serta mencapai tujuan. Sistem tersebuat harus beradaptasi maupun berubah karena sistem berada dalam lingkungan yang dinamis. Para pendukung sistem tidak hanya tertarik pada sifat dan fungsi dari sistem tetapi juga pada bagaimana suatu sistem dapat bertahan serta melakukan pengawasan terhadap dirinya. Luasnya penerapan sistem dalam dunia nyata, fisik dan sosial, sehingga tradisi cybernetik tidaklah monopolitik. Disinilah kita akan membedakan diantara keempat variasi sistem.

1. Teori sistem dasar (basic system theory)

Dari terbentuknya hal yang paling mendasar, pendekatan ini menggambarkan sistem-sistem sebagai bentuk yang nyata dapat dianalisis dan diobservasi dari luar. Anda dapat melihat bagian-bagian dari system dan bagaimana mereka saling berhubungan.

Seseorang dapat mengamati secara objektif mengukur antara bagian dari system dan seseorang dapat mendeteksi input maupun output dari system. Lebih lanjut mengoperasikan atau memanipulasi system dengan mengganti input dan tanpa keahlian karena semua diproses melalui mesin. sebagai alat bantu bagi bagi para professional seperti system analyst, konsultan manajemen, dan system designer telah membangun sebuah system analisa dan mengembangkannya.

2. General System Theory

Teori ini diformulasikan oleh Ludwig Von Bertalanffy seorang biologis. Bertalanffy menggunakan General System Theory sebagai sarana pendekatan pengetahuan yang luas dan multidisipliner. Tradisi ini menggunakan prinsip-prinsip system yang menunjukkan bagaimana benda-benda dalam banyak kajian yang berbeda satu sama lainnya, membentuk kosakata umum bagi komunikasi dalam banyak kajian.

3. Sibernetik

Sebagai kajian sibernetika, merupakan cabang dari teori sistem yang memfokuskan diri pada putaran timbal balik dan proses-proses kontrol. Dengan menekankan pada kekuatan-kekuatan yang tidak terbatas, sibernetika menantang pendekatan linier yang menyatakan bahwa satu hal dapat menyebabkan hal lainnya. Sebagai gantinya konsep ini mengarahkan pada seseorang atas pertanyaan-pertanyaan tentang bagaimana sesuatu saling mempengaruhi satu sama lainnya dalam cara yang tak berujung.

4. Second Order Cybernetic

Dikembangkan sebagai sebuah alternatife dari dua tradisi Cybernetic sebelumnya. Second order Cybernetic meyakini bahwa peneliti tak dapat melihat bagaimana sebuah system bekerja di luar system itu sendiri karena peneliti selalu diikat secara sibenetika dengan system yang diobservasi. Salah satu ilmuwan di Cabang ini adalah Heinz Von Foerester, yang menunjukkan bahwa pengetahuan merupakan hasil dari hubungan timbal balik antara orang yang mengetahui dan diketahui.

2.3. Konsep Dasar Dunia Maya (Cyber Space)

Dalam tradisi cybernetik berhubungan erat dengan dunia maya. Istilah dunia maya memiliki makna yang berbeda. Dunia maya muncul pada pertama kaliny auntuk merujuk pada jaringan informasi yang luas oleh para penggunanya disebuat dengan console cowboys akan “muncul” atau koneksi langsung dengan sistem-sistem syaraf mereka. Berikut adalah sebuah definisi lebih formal yang dikembangkan oleh Gibson “cyber space adalah realita yang terhubung secara global, didukung komputer, berakses komputer, multidemensi, artifisial, atau virtual.

Didalam realita ini bahwa setiap komputer adalah jendela terlihat atau terdengar objek-objek yang bukan bersifat fisik tetapi digunakan sebagai aksi pembuatan data, pembuatan informasi murni. Dalam pemakaian saat ini dunia maya adalah istilah komprehensif untuk world wide web, internet, milis elektronik, kelompok-kelompok dan forum diskusi, ruang ngobrol, permainan multi player, dan bahkan email, dan seterusnya.

2.4 Teori dan riset baru yang ditujukan pada komunikasi siber

Sejauh ini kita belum melihat bahwa banyak teori baru yang dikembangkan berkaitan dengan internet dan world wide web. Banyak riset pada komunikasi cyber telah dilakukan dengan pertanyaan-pertanyaan tentang efek dan manfaat media baru. Konsep inti dari interaktivitas,hypertext, dan multimedia juga telah menjadi fokus berbagai penelitian. Suatu teori yang telah dikembangkan tentang mediamorfosis, yang berusaha menjelaskan hubungan antara media baru dengan media lama.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Sibernetik merupakan tradisi yang membahas mengenai suatu sistem yang kompleks dimana berbagai elemen yang terdapat didalamnya saling berinteraksi dan saling mempengaruhi. Teori-teori yang terdapat pada tradisi cybernetika menawarkan perspektif yang luas yaitu bagaimana berbagai variasi yang luas dari proses fisik, biologis, sosisal dan perilaku bekerja.

Komunikasi dipahami sebagai sistem yang terdiri dari bagian-bagian atau variabel variabel yang saling mempengaruhi satu sama lain. Sistem juga membentuk sekaligus mengawasi karakter dari keseluruhan sistem dan sebagaimana setiap organisme, sistem tersebut juga mencapai keseimbangan dan juga perubahan.

Dengan kata lain monitor sistem, mengatur, dan mengontrol keluaran mereka agar stabil serta mencapai tujuan. Sistem tersebuat harus beradaptasi maupun berubah karena sistem berada dalam lingkungan yang dinamis. Para pendukung sistem tidak hanya tertarik pada sifat dan fungsi dari sistem tetapi juga pada bagaimana suatu sistem dapat bertahan serta melakukan pengawasan terhadap dirinya.

Luasnya penerapan sistem dalam dunia nyata, fisik dan sosial, sehingga tradisi cybernetik tidaklah monopolitik. Ada empat varian pada sistem ini yaitu basic system theory, general system theory, cybernetik, second order cybernetik.


DAFTAR PUSTAKA

Benedikt, M. Cyberspace, Cambridge: MIT Press, 1991
Littejohn dan Karen A Foss, Theories Of Human Communication, Albuquerque, New Mexico: Wadsworth Publishing Compani, 2005
Morissan, Teori Komunikasi Individu Hingga Massa, Jakarta: Kencana, 2013
Gibson,William. Neuromancer, New York: Ace Books, 1984/1994
Werner J. Severin dalam Roger Fidler, Mediamorfosis, California: Pine Forge, 1997

G+

0 Response to "MAKALAH DAN MATERI SIBERNETIK"

Post a Comment