lomba blog traveloka

Makalah Filsafat Pendidikan Islam

Filsafat Pendidikan Islam

MAKALAH FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM

BAB I PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Islam merupakan agama penyempurna dari agama-agama yang telah diturunkan oleh Allah kepada Umat terdahulu, artinya Islam adalah agama terakhir. Oleh sebab itu pula sebagai agama yang sempurna tentunya Islam harus bersifat universal dan konfrehensif, dapat sesuai dengan setiap zaman dan setiap tempat dimana penganutnya berada.

Selain itupula Islam sebagai agama yang diridhai oleh Allah Swt. mestinya tidak bertentangan dengan fitrah (akal) manusia yang juga dikaruniakan oleh Allah kepada manusia sebagaimana yang dikemukakan oleh Quraish Shihab : Tidak ada pemisahan antara ilmu-ilmu agama dan ilmu umum, karena semuanya bersumber dari satu sumber yaitu Allah Swt.

Namun pada kenyataannya tidak jarang kita temukan antara akal dan wahyu dipertentangkan oleh masing-masing. Oleh sebab itu, maka dalam makalah kami ini diantara hal ihwal yang akan kami sajikan yaitu “Bagaimana Pandangan Islam tentang Filsafat” sebagai bahan masukan untuk kita semua dan sekurang kurangnya menjadi bahan diskusi.

RUMUSAN MASALAH

Adapun rumusan masalah pada makalah ini adalah :

1. Apakah defenisi filsafat dalam islam?
2. Bagaimana ruang lingkup filsafat dalam Islam?
3. Apa fungsi filsafat dalam pendidikan islam?

TUJUAN MAKALAH

1. Unutk mengetahui defenisi filsafat dalam islam
2. Unutk mengetahui bagaimana ruang lingkup filsafat dalam Islam
3. Unutk mengetahui fungsi filsafat dalam pendidikan islam

BAB II PEMBAHASAN

Konotasi bila mendengar kata filsafat, maka segera akan menunjuk sesuatu yang bersifat prinsip atau dasar. Bahkan selain itu, banyak dikaitkan dengan suatu pandangan hidup yang mengandung nilai-nilai dasar tertentu, seperti filsafat Pancasila dan filsafat Islam. Filsafat sebenarnya berasal dari kata atau bahasa Yunani philosophia. Dari kata philosophia ini kemudian banyak diperoleh pengertian-pengertian filsafat, baik dari segi pengertiannya secara harfiah atau etimologi maupun dari segi kandungannya.

Menurut Prof. Dr. Harun Nasution, filsafat berasal dari kata Yunani yang tersusun dari dua kata philein dalam arti cinta dan sophos dalam arti hikmat (wisdom). Orang Arab memindahkan kata Yunani philosophia ke dalam bahasa mereka dengan menyesuaikannya dengan tabiat susunan kata-kata Arab, yaitu Falsafa dengan pola fa’lala, fa’lalah dan fi’lal.

Dengan demikian kata benda dari kata kerja faalsafa seharusnya menjadi falsafah atau filsaf. Selanjutnya kata filsafat yang banyak terpakai dalam bahasa Indonesia, menurut Prof. Dr. Harun Nasution bukan berasal dari kata Arab falsafah dan bukan pula dari kata Barat Philosophy.

Dari pengertian secara etimologi itu, ia memberikan definisi filsafat sebagai berikut :

• Pengetahuan tentang hikmah
• Pengetahuan tentang prinsip atau dasar-dasar
• Mencari kebenaran
• Membahas dasar-dasar dari apa yang dibahas

Dengan demikian ia berpendapat bahwa intisari filsafat ialah “berfikir menurut tata tertib (logika) dengan bebas (tidak terikat pada tradisi, dogma serta agama) dan dengan sedalam-dalamnya sehingga sampai ke dasar-dasar persoalannya.

A. PENGERTIAN FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM

1. Pengertian Filsafat menurut para ahli

a. Mohammad Noor Syam (1986) merumuskan pengertian filsafat sebagai aktivitas berpikir-murni atau kegiatan akal manusia dalam usaha mengerti secara mendalam segala sesuatu.

b. Menurut Hasbullah Bakry (dalam Prasetya, 1997) filsafat adalah ilmu yang menyelediki segala sesuatu dengan mendalam mengenai ketuhanan, alam semesta dan manusia sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana hakekatnya sejauh yang dapat dicapai akal manusia dan bagaimana sikap manusia itu seharusnya setelah mengetahui pengetahuan itu.

2. Pengertian Filsafat Pendidikan menurut para ahli

a. John Dewey memandang pendidikan sebagai suatu proses pembentukan kemampuan dasar yang fundamental, baik menyangkut daya pikir(intelektual) maupun daya perasaan(emosional), menuju ke arah tabiat manusia dan manusia biasa, maka filsafat dapat juga diartikan sebagai teori umum pendidikan(John Dewey, 1934:383). Ia juga memandang bahwa ada hubungan yang erat antara filsafat dengan pendidikan.

Oleh karena itu, tugas filsafat dan pendidikan adalah seiring yaitu sama-sama memajukan hidup manusia. Ahli filsafat lebih memperhatikan tugas yang berkaitan dengan strategi pembentukan manusia, sedang ahli pendidikan bertugas untuk lebih memperhatikan pada taktik(cara) agar strategi itu menjadi terwujud dalam kehidupan sehari-hari melalui proses kependidikan.

b. Brubacher, ahli filsafat pendidikan amerika berpendapat bahwa: “ada pendapat yang menyatakan, tidak ada filsafat pendidikan sama sekali. Menganggap filsafat yang berprediket pendidikan, sebenarnya seperti menaruh sebuah kereta didepan seekor kuda. Filsafat dipandang sebagai bunga, bukan sebagai akar tunggal pendidikan.

Pendapat lainnya menyatakan bahwa filsafat pendidikan itu dapat berdiri sendiri secara bebas. Ia memperoleh keuntungan karena punya kaitan dengan filsafat umum, meskipun kaitan demikian tidak penting. Oleh karenanya ada pendapat yang menyatakan bahwa telah terjadi perpaduan antara pandangan filosofis dengan filsafat pendidikan. Oleh karenanya, filsafat diartikan sebagai teori pendidikan dalam segala tahap(Brubacher John S,1962:20).

3. Pengertian Filsafat Pendidikan Islam menurut beberapa ahli

a. Muzayyin Arifin (2005:3-6), Filsafat Pendidikan Islam pada hakikatnya adalah konsep berpikir tentang kependidikan yang bersumber pada ajaran islam mengenai kemampuan manusia untuk dapat dibina, dikembangkan, dan dibimbing menjadi manusia muslim yang pribadinya dijiwai oleh ajaran islam.

b. Omar Muhammad al-Taomy al-syaibany (1979:30), Filsafat Pendidikan Islam adalah pelaksanaan pandangan filsafat dari kaidah filsafat islam dalam bidang pendidikan yang didasarkan pada ajaran islam.

c. Filsafat Pendidikan Islam adalah studi tentang pandangan filosofis dari sistem dan aliran filsafat dalam islam terhadap masalah-masalah kependidikan dan bagaimana pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan perkembangan manusia muslim dan umat islam (Zuhairini,2004:128).

d. Abuddin Nata (1997) mendefinisikan Filsafat Pendidikan Islam sebagai suatu kajian secara filosofis mengenai berbagai masalah yang terdapat dalam kegiatan pendidikan yang didasarkan pada al-Quran dan al-Hadis sebagai sumber primer, dan pendapat para ahli khususnya para filosofis muslim sebagai sumber sekunder.

Dengan demikian, jelaslah bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara Filsafat Pendidikan dengan Filsafat Pendidikan Islam berdasarkan sumber yang dijadikan acuan didalamnya. Kita lihat, Filsafat Pendidikan lebih mudah untuk mengakses sumber tertentu karena tidak ada batasan dan sumber nya pun berasal dari mana saja.

Berbeda halnya dengan Filsafat Pendidikan Islam, sumber Filsafat nya tertuju pada Al-Quran dan Hadits yang didalamnya terdapat nilai-nilai pendidikan, ilmu pengetahuan yang berasaskan islam.

B. RUANG LINGKUP FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM

Ruang lingkup kajian filsafat pendidikan islam juga meliputi masalah-masalah yang berhubungan dengan sistem pendidikan islam itu sendiri. Adapun komponen-komponen yang termasuk dalam sistem pendidikan islam itu, antara lain dasar yang melandasi pembentukan sistem tersebut. Lalu tujuan yang akan dicapai oleh pendidikan islam.

Untuk mencapai tujuan dimaksud, maka perlu ada rumusan mengenai siapa yang dididik, siapa pelaksananya, bagaimana penyelenggaraannya, sarana dan prasarana apa yang diperlukan, materi apa yang diberikan, bagaimana caranya, kondisi apa yang perlu diciptakan, serta bagaimana mengukur tingkat pencapaiannya.

Pemikiran dan kajian tentang filsafat pendidikan islam menyangkut 3 hal pokok, yaitu: penelaahan tentang filsafat, pendidikan dan penelahaan tentang islam. Karena itu setiap orang yang berminat dan menerjunkan diri dalam dunia filsafat pendidikan islam seharusnya memahami dan memiliki modal besar tentang filsafat, pendidikan dan islam.

Kajian dan pemikiran mengenai pendidikan pada dasarnya menyangkut aspek yang sangat luas dan menyeluruh bahkan seluruh aspek kebutuhan dan/atau kehidupan umat manusia, khususnya umat Islam. Ketika dilakukan kajian dan dirumuskan pemikiran mengenai tujuan pendidikan islam, maka tidak dapat dilepaskan dari tujuan hidup umat islam.

Mengapa? Karena tujuan pendidikan islam pada hakikatnya dalam rangka mencapai tujuan hidup umat islam, sehingga esensi dasar tujuan pendidikan islam sebetulnya sama dengan tujuan hidup umat islam.

Menurut Ahmad D. Marimba(1989) sesungguhnya tujuan pendidikan islam identik dengan tujuan hidup umat muslim.

Sebagai contoh, firman Allah dalam surah Ali Imran (3) ayat 102:

يايها الذين امنوااتقواالله حق تقته ولا تمو تن الا وانتم مسلمون

“Wahai orang-orang yang beriman ! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim”.


Ayat ini menggambarkan tujuan hidup umat islamyang harus mencapai derajat ketakwaan , dimana ketakwaan itu harus senantiasa melekat dalam kehidupan umat islam hingga akhir ayatnya. Filsafat pendidikan islam merumuskan tujuan pendidikan dalam rangka mencapai tujuan hidup umat islam.

Bila tujuan hidup umat islam untuk mencapai derajat ketakwaan yang sempurna sebagaimana disebutkan diatas, maka tujuan pendidikan islam yang dirumuskan filsafat pendidikan islam tentu pembinaan peserta /anak didik rangka menjadi manusia muttaqin.

Dengan demikian, mewujudkan ketakwaan dalam diri setiap individu umat islam guna mencapai posisi manusia muttaqin selain menjadi tujuan hidup setiap muslim sekaligus pula menjadi tujuan akhir pendidikan islam (The Ultimate Goal)

Dari beberapa uraian tadi dapat diketengahkan bahwa pada dasarnya ruang lingkup kajian filsafat pendidikan islam bertumpu pada pendidikan islam itu sendiri, baik menyangkut rumusan/konsep dasar pelaksanaan maupun rumusan pikiran antisipatif mengatasi problematika yang dihadapi dalam pelaksanaan pendidikan islam.

Ruang lingkup filsafat pendidikan islam meliputi masalah-masalah yang terdapat dalam kegiatan pendidikan seperti masalah tujuan pendidikan, masalah guru, masalah anak didik, masalah kurikulum, masalah metode, masalah lingkungan, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, dalam mengkaji filsafat pendidikan islam seseorang akan diajak memahami konsep tujuan pendidikan, konsep guru yang baik, konsep anak didik, konsep kurikulum dan seterusnya yang dikaji secara mendalam, sistematis, logis, radikal dan universal berdasarkan tuntunan ajaran islam.

Namun demikian, ruang lingkup filsafat pendidikan islam bukanlah mengenai hal-hal yang bersifat teknis operasional pendidikan, tetapi segala hal yang mendasari serta mewarnai corak sistem pemikiran filsafat.

Secara lebih rinci realitas kependidikan yang dapat dijadikan objek kajian dalam Filsafat Pendidikan Islam menurut Muhmidayeli (2005:35) adalah :

1. Hakikat manusia ideal. Hakikat manusia ideal akan digunakan sebagai acuan utama bagi perkembangan dan penyempurnaan

2. Hakikat tujuan pendidikan islam yang akan digunakan sebagai arahbangun pengembangan pola pendidikan.

3. Hakikat pendidik dan anak didik sebagai subjek utama dalam pelaksanaan proses pendidikan.

4. Hakikat pengetahuan dan nilai sebagai aspek penting yang dikembangkan dalam aktifitas pendidikan.

5. Hakikat kurikulum sebagai tahapan-tahapan yang akan dilalui dalam proses kependidikan menuju pencapaian tujuan.

6. Hakikat metode dan strategi pembelajaran yang memungkinkan untuk menumbuh kembangkan potensi subjek didik.

7. Alternatif-alternatif yang mungkin dilalui dalam pengembangan sumber daya manusia yang meliputi prinsip-prinsip, metode, dan alat-alat pendukung untuk mencapai tujuan.

8. Aliran-aliran filsafat yang tumbuh dan berkembang dalam memecahkan problem kependidikan

BAB III PENUTUP

KESIMPULAN

Filsafat adalah ilmu yang menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam mengenai ketuhanan, alam semesta dan manusia sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana hakekatnya sejauh yang dapat dicapai akal manusia dan bagaimana sikap manusia itu seharusnya setelah mengetahui pengetahuan itu.

Pendidikan adalah ikhtiar atau usaha manusia dewasa untuk mendewasakan peserta didik agar menjadi manusia mandiri dan bertanggung jawab baik terhadap dirinya maupun segala sesuatu di luar dirinya, orang lain, hewan dan sebagainya. Islam adalah agama yang seluruh ajarannya bersumber dari Al-Qur’an dan Al-Hadis dalam rangka mengatur dan menuntun kehidupan manusia dalam hubungannya dengan Allah, sesama manusia dan dengan alam semesta.

Filsafat Pendidikan Islam adalah suatu aktifitas befikir menyeluruh dan mendalam dalam rangka merumuskan konsep, menyelenggarakan atau mengatasi berbagai problem Pendidikan Islam dengan mengkaji kandungan makna dan nilai dalam Al-Qur’an dan Al-Hadis.

Pemikiran dan kajian tentang Filsafat Pendidikan Islam menyangkut 3 hal pokok, yaitu: penelaahan tentang filsafat, pendidikan dan penelaahan tentang Islam. Selain itu untuk dunia pendidikan dalam filsafat pendidikan ada pendidik, anank didik, kurikulum pendidikan, metode dan lingkungan yang berpernaruh dalam pendidikan Islam.


DAFTAR PUSTAKA

Arifin, M., Filsafat Pendidikan Islam, Jakarta, Bumi Aksara, 2000.

Jalaluddin, Filsafat Pendidikan Islam, Jakarta, Kalam Mulia, 2011

Nurhayati, Filsafat Pendidikan Islam, Pekanbaru, Benteng Media, 2013

Syar’I, Ahmad, Filsafat Pendidikan Islam, Jakarta, Pustaka Firdaus, 2005

Zuhairini, dkk, Filsafat Pendidikan Islam, Jakarta, Bumi Aksara, 1992

G+

0 Response to "Makalah Filsafat Pendidikan Islam"

Post a Comment

/* Script Adblock */