Download Materi dan Makalah Ilmu Kelautan

Download Materi dan Makalah Ilmu Kelautan

MAKALAH JURUSAN PROGRAM STUDI 
ILMU KELAUTAN

Makalah jurusan ilmu kelautan



BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang

Laut merupakan sumber kehidupan manusia selain daratan dan udara. Khususnya di Indonesia, perairan laut Indonesia mencapai 2/3 bagian. Manfaat laut bermacam-macam, yaitu sebagai sarana transportasi, pertahanan keamanan, sumber energi, pertambangan, perikanan dan protein hasil laut lainnya, obat-obatan dan makanan, serta pariwisata dan lain sebagainya. Dari situ pandangan tentang laut menjadi terbuka, bahwa laut juga menarik untuk dimanfaatkan dan dipelajari.

Pada hasil penemuan geologis di tahun 1971 pada bebatuan di Afrika Selatan (yang diperkirakan berusia 3,2 s.d. 4 milyar tahun) menunjukkan adanya fosil seukuran beras dari bakteri primitif yang diperkirakan hidup di dalam lumpur mendidih di dasar laut. Hal ini mungkin menjawab pertanyaan tentang saat-saat awal kehidupan dan di bagian lautan yang mana terjadi awal kehidupan tersebut. Sedangkan kelautan itu sendiri adalah ilmu yang mempelajari berbagai biota atau makhluk hidup di laut yang perlu dimanfaatkan melalui usaha perikanan.

Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan jumlah pulau lebih dari 17.000. Jumlah yang besar ini mengindikasikan pula kekayaan biodiversity yang dipunyai Indonesia. Dalam buku yang dikeluarkan Conservation International : “Megadiversity : Earth’s Biologically Wealthiest Nations” (1998) disebutkan bahwa Indonesia berada di urutan kedua dalam hal keanekaragaman hayati. Namun eksplioitasi berlebihan pada sumberdaya hayati sekarang ini menjadi isu kritis, dan menjadi masalah dari manajemen biodiversiti. Isu terakhir yang banyak menyita perhatian adalah kerusakan terumbu karang (coral reef), karena perannya yang sentral dalam ekosistem laut.

Dengan panjang pantai 81.000 km indonesia bisa dikatakan negara yang memiliki paling banyak ragam terumbu karang di kawasan Asia Pasifik. Dari hasil penelitian P3O-LIPI sudah berhasil diidentifikasi 354 tipe dan 75 famili terumbu karang. Terumbu karang mempunyai peran penting. Dengan keberadaannya, pantai dan desa-desa yang terletak di dekat pantai terlindungi dari hantaman ombak.

Terumbu karang juga merupakan komponen penting untuk bermacam-macam produk manufaktur, seperti farmasi, kesehatan dan industri pangan. Juga untuk turisme, variasi terumbu karang yang berwarna-warni dan dalam bentuk yang memikat merupakan atraksi tersendiri untuk orang-orang asing maupun turis domestik, sebagaimana misalnya di Maluku dan Sulawesi Utara. Adapun yang jarang diketahui orang adalah kemampuan terumbu karang dalam memproduksi oksigen sebagaimana hutan di daratan.

Laut atau bahari adalah sekumpulan dari air asin yang luas. Air laut itu merupakan campuran dari 96,5% air murni dan 3,5% material lainnya seperti garam-garaman, gas-gas terlarut, bahan-bahan organik dan partikel-partikel tak terlarut. Sifat-sifat fisis utama air laut ditentukan oleh 96,5% air murni.

Laut dari sejarahnya terbentuk 4,4 milyar tahun yang lalu, dimana awalnya bersifat sangat asam dengan air yang mendidih (suhu sekitar 100 ° Celcius) karena panasnya Bumi pada saat itu. Asamnya air laut terjadi karena saat itu atmosfer Bumi dipenuhi oleh karbondioksida. Keasaman air inilah yang menyebabkan tingginya pelapukan dan menyebabkan air laut menjadi asin seperti sekarang ini. Pada saat itu, gelombang tsunami itu sering terjadi karena asteroid sering menghantam Bumi. Pasang surut laut yang terjadi pada saat itu juga bertipe mamut atau tinggi/besar sekali tingginya karena jarak Bulan yang begitu dekat dengan Bumi.

Rumusan Masalah

Untuk mengerucutkan masalah yang telah dipaparkan pada bagian latar belakang, maka dibuat rumusan masalah mengenai ilmu kelautan diantaranya sebagai berikut :

1. Apa pengertian atau defenisi ilmu kelautan?
2. Bagaimana perkembangan ilmu kelautan?
3. Bagaimana penerapan ilmu kelautan?
4. Bagaimana ilmu kelautan berperan penting dalam memperkuat poros maritim?

Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan merupakan jawaban dari rumusan masalah, yaitu :

1. Untuk Mengetahui defenisi ilmu kelautan
2. Untuk mengetahui bagaimana perkembangan ilmu kelautan ?
3. Untuk mengetahui bagaimana penerapan ilmu kelautan?
4. Untuk mengetahui bagaimana  ilmu kelautan berperan penting dalam memperkuat poros maritim?

Manfaat Penulisan Makalah

Adapun manfaat penulisan makalah ini antara lain sebagai berikut :

1. Berguna sebagai referensi dan sumber ilmu bagi kalangan akademik dan pelajar yang sedang melakukan penelitian maupun melakukan tugas akademik mengenai ilmu kelautan.

2. Untuk kalangan umum, berguna sebagai bahan menambah ilmu dan pengetahun mengenai kelautan sehingga menambah wawasan mengenai ilmu kelautan.


BAB II PEMBAHASAN

Pengertian Ilmu Kelautan

Oseanografi (gabungan kata Yunani ωκεανός yang berarti "samudra" dan γράφω yang berarti "menulis"), juga disebut oseanologi atau ilmu kelautan, adalah cabang ilmu Bumi yang mempelajari samudra atau lautan. Ilmu ini mencakup berbagai topik seperti organisme laut dan dinamika ekosistem; arus samudra, gelombang, dan dinamika cairan geofisika; tektonik lempeng dan geologi dasar laut, dan arus berbagai zat kimia dan fisika di dalam lautan dan perbatasannya. Topik-topik yang beragam ini menggambarkan berbagai macam disiplin ilmu yang digabungkan para oseanograf untuk mempelajari lautan dunia dan memahami proses di dalamnya, yaitu biologi, kimia, meteorologi, fisika, dan geografi.

Menurut Sahala Hutabarat dan Stewart M.Evans (1985: 1), Oseanografi atau ilmu kelautan dibagi menjadi empat cabang ilmu yaitu :

1. Fisika Oseanografi

Fisika oseanografi yaitu ilmu yang mempelajari hubungan antara sifat-sifat fisika yang terjadi dalam lautan sendiri dan yang terjadi antara lautan dengan atmosfer dan daratan termasuk kejadian-kejadian seperti terjadinya tenaga pembangkit pasang dan gelombang,arus,temperatur air laut, iklim dan sistem arus yang terdapat di lautan.

2. Geologi Oseanografi

Yaitu yang mempelajari lantai samudra atau litosfer di bawah laut. Ilmu geologi penting artinya bagi kita dalam mempelajari asal terbentuknya lautan, termasuk di dalamnya penelitian tentang lapisan kerak bumi, gunung berapi dan terjadinya gempa bumi. Geologi oseanografi juga menjelaskan struktur dari bebatuan dan bentuk- bentuk fisik dari lautan tersebut, misalnya adanya palung laut, lembah laut, lubuk laut, lembah, dll serta memelajari terjadinya patahan- patahan yang menyebabkan gempa bumi di laut.

3. Kimia Oseanografi

Kimia oseanografi yaitu ilmu yang berhubungan dengan reaksi-reaksi kimia yang terjadi di dalam dan di dasar laut dan juga menganalisa sifat-sifat dari air laut itu sendiri.

Misalnya kadar garam yang terdapat dalam air laut, zat- zat kimia yang mencemari, dll. Garam-garaman utama yang terdapat dalam air laut adalah klorida (55%), natrium (31%), sulfat (8%), magnesium (4%), kalsium (1%), potasium (1%) dan sisanya (kurang dari 1%) teridiri dari bikarbonat, bromida, asam borak, strontium dan florida. Tiga sumber utama garam-garaman di laut adalah pelapukan batuan di darat, gas-gas vulkanik dan sirkulasi lubang-lubang hidrotermal (hydrothermal vents) di laut dalam.

4. Biologi Oseanografi

Biologi oseanografi adalah cabang ilmu oseanografi yang sering dinamakan Biologi Laut yang mempelajari semua organisme yang hidup di lautan termasuk binatang-binatang yang berukuran sangat kecil (plankton) sampai yang berukuran besar dan tumbuh-tumbuhan air laut.

Di lautanpun juga terdapat kehidupan seperti di daerah terestial, misalnya fitoplankton, zooplankton, terumbu karang, nekton, bentos, dan lain- lain.

Dari uraian di atas, Oseanografi juga merupakan ilmu lingkungan yang menerangkan semua proses di dalam osean dan interelasi antara osean dengan tanah,udara dan semesta alam sehingga dalam mempelajarinya selain di dalam laborarotium biota juga perlu pergi ke laut dengan kapal-kapal expedisi melihat dan menyelidiki secara nyata.

Perkembangan Ilmu Kelautan

Perkembangan oseanografi dimulai ketika manusia mulai tertarik pada lautan di awal peradaban manusia. Abad ke 4 SM, ARISTOTELLES melakukan penelitian tentang hewan dan tumbuhan laut : tentang penjelasan dan klasifikasi organisma laut.

Abad ke 1 SM, orang-orang mulai mengamati gerak pasang dan letak dari bulan pertama yang digunakan untuk membuat ramalan.

Abad 14 M, FERDINAND MAGELHAENS mengadakan pelayaran keliling dunia, dengan maksud membuktikan bahwa bumi bulat.

Abad 18 M, JAMES COOK membuat sebuah peta dari lautan fasifik dan memperlihatkan adanya sebuah daratan yang terletak pada bagian selatan kutub yang selalu tertutup es.

Salah satu sejarah perdagangan dunia yang tertua yaitu perdagangan ikan cod kering dari daerah Lofoten ke bagian selatan Eropa, Italia, Spanyol dan Portugal. Perdagangan ikan ini dimulai pada periode Viking atau sebelumnya, yang telah berlangsung lebih dari 1000 tahun, namun masih merupakan jenis perdagangan yang penting hingga sekarang.

Di India, Pandyas, kerajaan Tamil Dravidian tertua, dikenal dengan tempat perikanan mutiara diambil sejak satu abad sebelum masehi. Pelabuhan Tuticorin dikenal dengan perikanan mutiara laut dalam. Paravas, bangsa Tamil yang berpusat di Tuticorin, berkembang menjadi masyarakat yang makmur oleh karena perdagangan mutiara mereka, pengetahuan ilmu pelayaran dan perikanan.

Penelitian oseanografi di Indonesia pertama kali dilakukan tahun 1904 oleh KONINGSBENSER, ketika mendirikan laboratorium Perikanan di Jakarta. Lab ini tahun 1919 di ubah menjadi Laboratorium Biologi Laut, dan akhirnya sejak tahun 1970 menjadi Lembaga Oseanologi Nasional.

Penerapan Ilmu Kelautan dalam Berbagai Ilmu dan Sektor Ekonomi

Negara kepulauan seperti Indonesia kaya dengan beragam sumber daya laut dan pesisir. Bermacan jenis ikan, burung laut, termbu karang, mangrove, dan biota lainnya hidup di laut yang terbentang di antara ribuan pulau. Berbagai tipe pantai, teluk, angin, gelombang, mineral dan sumber daya lainnya terhampar luas di pesisir dan laut lepas.

Kekayaan sumberdaya tersebut bukan saja menjadi penghidupa bagi penduduk di sekitar laut tetapi juga mendatangkan pendapatan dan devisa bagi negara. Dengan demikian laut dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan antara lain Bidang transportasi, Perikanan, Pertambangan, Bahan baku obat-obatan, Potensi energi, Rekreasi dan pariwisata, Pendidikan dan penelitian, Konservasi alam, Pertahanan dan keamanan nasional, dan banyak lagi.

Di Indonesia sendiri terdapat beberapa lembaga penelitian dan perguruan-perguruan tinggi dalam bidang kelautan. Salah satu lembaga penelitian kelautan yang tertua di Indonesia adalah Lembaga Oseanologi Nasional, yang berada di bawah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (disingkat menjadi LON-LIPI) yang kini telah berubah namanya menjadi Pusat Penelitian Oseanografi. Cikal bakal dari lembaga penelitian ini dulu bernama Zoologish Museum en Laboratorium te Buitenzorg yang didirikan pada tahun 1905.

Peran Ilmu Kelautan dalam Kekuatan Maritim Nasional

Indonesia merupakan negara yang memiliki wilayah laut yang sangat luas, sekitar 2/3 wilayah negara ini berupa lautan. Dengan cakupan wilayah laut yang begitu luasnya, maka Indonesia pun diakui secara internasional sebagai Negara Maritim yang ditetapkan dalam UNCLOS 1982 yang memberikan kewenangan dan memperluas wilayah laut Indonesia dengan segala ketetapan yang mengikutinya. Selain itu juga terjadi perluasan hak-hak berdaulat atas kekayaan alam di ZEE serta landas kontinen serta Indonesia juga masih memiliki hak atas pengelolaan natural reseources di laut bebas dan di dasar samudera. Kesemuanya ini menjadikan Indonesia sebagai negara yang sangat kaya.

Ilmu kelautan sebagai salah satu dasar ilmu yang mesti dimiliki berguna untuk mengembangkan inovasi dan teknologi kelautan yang berguna memperkuat maritim nasional. Bagaimana ilmu kelautan memproduksi inovasi, penemuan dan teknologi yang memudahkan kita dalam mengelola perairan, serta menguatkan sistem maritim nasional.

Peran serta Ilmu kelautan sebagai salah satu dasar ilmu yang mesti dimiliki berguna untuk mengembangkan inovasi dan teknologi kelautan yang berguna memperkuat maritim nasional. Bagaimana ilmu kelautan memproduksi inovasi, penemuan dan teknologi yang memudahkan kita dalam mengelola perairan, serta menguatkan sistem maritim nasional.


BAB III PENUTUP

Kesimpulan

Defenisi ilmu kelautan adalah cabang ilmu Bumi yang mempelajari samudra atau lautan. Ilmu ini mencakup berbagai topik seperti organisme laut dan dinamika ekosistem; arus samudra, gelombang, dan dinamika cairan geofisika; tektonik lempeng dan geologi dasar laut, dan arus berbagai zat kimia dan fisika di dalam lautan dan perbatasannya.

Perkembangan ilmu kelautan sendiri dimulai ketika manusia mulai tertarik pada lautan di awal peradaban manusia. Salah satu sejarah perdagangan dunia yang tertua yaitu perdagangan ikan cod kering dari daerah Lofoten ke bagian selatan Eropa, Italia, Spanyol dan Portugal. Hingga sekarang, ilmu kelautan sudah berkembang dan memiliki berbagai temuan yang bermanfaat bagi kehidupan.

Peran serta manfaat Ilmu kelautan untuk poros maritim adalah sebagai salah satu dasar ilmu yang mesti dimiliki berguna untuk mengembangkan inovasi dan teknologi kelautan yang berguna memperkuat maritim nasional. Bagaimana ilmu kelautan memproduksi inovasi, penemuan dan teknologi yang memudahkan kita dalam mengelola perairan, serta menguatkan sistem maritim nasional.


DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2012. Makalah kunci pada Seminar Nasional Kelautan  VIII. Surabaya: Universitas Hang Tuah
Anonim. Repository.unhas.ac.id/.../881/MAKALAH%20KONGRESLIPI.pdf
Arimoto, T. 2002. Arimoto, T. 2001. Technical   Approach to    Minimize
BRKP, 2004. Dukungan riset dan iptek kelautan dan perikanan dalam pelaksanaan    Jakarta: Gerbang Mina Bahari
Fishing Impacts  Toward Sustainable Fisheries. in   Solving By-catch: Considerations for Today and Tomorrow. Published  by University of Alaska. P 13-28. Artikel di Majalah Inovasi (XVIII/2006)