Makalah Fisika

Makalah Fisika

Makalah Fisika

Makalah Dasar Fisika Umum

Bab 1. Pendahuluan

Latar Belakang

pengertian fisika secara Ontologi adalah ilmu yang mempelajari/mengkaji benda-benda yang ada di alam, gejala-gejala, kejadian-kejadian alam serta interaksi dari benda-benda di alam. Kemudian Pengertian Fisika secara Epistimolog yaitu fisika adalah bidang ilmu yang tertua, karena dimulai dari pengamatan-pengamatan dari gerakan benda-benda langit.

Beberapa sifat yang dipelajari dalam fisika merupakan sifat yang ada dalam semua sistem materi yang ada, seperti hukum kekekalan energi. Sifat semacam ini sering disebut sebagai hukum fisika. Fisika sering disebut sebagai "ilmu paling mendasar", karena setiap ilmu alam lainnya (biologi, kimia, geologi, dan lain-lain) mempelajari jenis sistem materi tertentu yang mematuhi hukum fisika. Misalnya, kimia adalah ilmu tentang molekul dan zat kimia yang dibentuknya. Sifat suatu zat kimia ditentukan oleh sifat molekul yang membentuknya, yang dapat dijelaskan oleh ilmu fisika seperti mekanika kuantum, termodinamika, dan elektromagnetika.

Fisika juga berkaitan erat dengan matematika. Banyak teori fisika dinyatakan dalam notasi matematika, dan matematika yang digunakan biasanya lebih rumit daripada matematika yang digunakan dalam bidang ilmiah lainnya.

Rumusan masalah

1.Bagaimana Perkembangan Ilmu Fisika ?
2. Bagaimana Perkembangan Fisika Modern di dunia?
3.Sumbangan apa saja yang telah dilakukan oleh ilmu fisika dalam pengaplikasiannya terhadap kehidupan sekarang ini?

Tujuan Penulisan Makalah

1.Mengetahui bagaimana Perkembangan Fisika.
2. Mengetahui bagaimana Perkembangan Fisika Modern.
3.Mengetahui sumbangan apa saja yang di sumbangakan oleh ilmu fisika terhadap perkembangan dunia.

Bab II. Pembahasan

Sejarah Perkembangan Ilmu Fisika

Menurut Richtmeyer, sejarah perkembangan ilmu fisika dibagi dalam empat periode yaitu:

Periode Pertama

Dimulai dari zaman prasejarah sampai tahun 1550 an. Pada periode pertama ini dikumpulkan berbagai fakta fisis yang dipakai untuk membuat perumusan empirik. Dalam periode pertama ini belum ada penelitian yang sistematis. Beberapa penemuan pada periode ini diantaranya :

2400000 SM - 599 SM: Di bidang astronomi sudah dihasilkan Kalender Mesir dengan 1 tahun = 365 hari, prediksi gerhana, jam matahari, dan katalog bintang. Dalam Teknologi sudah ada peleburan berbagai logam, pembuatan roda, teknologi bangunan (piramid), standar berat, pengukuran, koin (mata uang).

600 SM – 530 M: Perkembangan ilmu dan teknologi sangat terkait dengan perkembangan matematika. Dalam bidang Astronomi sudah ada pengamatan tentang gerak benda langit (termasuk bumi), jarak dan ukuran benda langit. Dalam bidang sain fisik Physical Science, sudah ada Hipotesis Democritus bahwa materi terdiri dari atom-atom. Archimedes memulai tradisi “Fisika Matematika” untuk menjelaskan tentang katrol, hukum-hukum hidrostatika dan lain-lain. Tradisi Fisika Matematika berlanjut sampai sekarang.

530 M – 1450 M: Mundurnya tradisi sains di Eropa dan pesatnya perkembangan sains di Timur Tengah. Dalam kurun waktu ini terjadi Perkembangan Kalkulus. Dalam bidang Astronomi ada “Almagest” karya Ptolomeous yang menjadi teks standar untuk astronomi, teknik observasi berkembang, trigonometri sebagai bagian dari kerja astronomi berkembang. Dalam Sain Fisik, Aristoteles berpendapat bahwa gerak bisa terjadi jika ada yang nendorong secara terus menerus; kemagnetan berkembang ; Eksperimen optika berkembang, ilmu Kimia berkembang (Alchemy).

1450 M- 1550: Ada publikasi teori heliosentris dari Copernicus yang menjadi titik penting dalam revolusi saintifik. Sudah ada arah penelitian yang sistematis

Periode Kedua

Dimulai dari tahun 1550an sampai tahun 1800an. Pada periode kedua ini mulai dikembangkan metoda penelitian yang sistematis dengan Galileo dikenal sebagai pencetus metoda saintifik dalam penelitian. Hasil-hasil yang didapatkan antara lain:

Kerja sama antara eksperimentalis dan teoris menghasilkan teori baru pada gerak planet.
Newton: meneruskan kerja Galileo terutama dalam bidang mekanika menghasilkan hukum-hukum gerak yang sampai sekarang masih dipakai.

Dalam Mekanika selain Hukum-hukum Newton dihasilkan pula Persamaan Bernoulli, Teori Kinetik Gas, Vibrasi Transversal dari Batang, Kekekalan Momentum Sudut, Persamaan Lagrange.
Dalam Fisika Panas ada penemuan termometer, azas Black, dan Kalorimeter.
Dalam Gelombang Cahaya ada penemuan aberasi dan pengukuran kelajuan cahaya.
Dalam Kelistrikan ada klasifikasi konduktor dan nonkonduktor, penemuan elektroskop, pengembangan teori arus listrik yang serupa dengan teori penjalaran panas dan Hukum Coulomb.

Periode Ketiga

Dimulai dari tahun 1800an sampai 1890an. Pada periode ini diformulasikan konsep-konsep fisika yang mendasar yang sekarang kita kenal dengan sebutan Fisika Klasik. Dalam periode ini Fisika berkembang dengan pesat terutama dalam mendapatkan formulasi-formulasi umum dalam Mekanika, Fisika Panas, Listrik-Magnet dan Gelombang, yang masih terpakai sampai saat ini.

Dalam Mekanika diformulasikan Persamaan Hamiltonian (yang kemudian dipakai dalam Fisika Kuantum), Persamaan gerak benda tegar, teori elastisitas, hidrodinamika.
Dalam Fisika Panas diformulasikan Hukum-hukum termodinamika, teori kinetik gas, penjalaran panas dan lain-lain.

Dalam Listrik-Magnet diformulasikan Hukum Ohm, Hukum Faraday, Teori Maxwell dan lain-lain.
Dalam Gelombang diformulasikan teori gelombang cahaya, prinsip interferensi, difraksi dan lain-lain.

Periode Keempat

Dimulai dari tahun 1890an sampai sekarang. Pada akhir abad ke 19 ditemukan beberapa fenomena yang tidak bisa dijelaskan melalui fisika klasik. Hal ini menuntut pengembangan konsep fisika yang lebih mendasar lagi yang sekarang disebut Fisika Modern. Dalam periode ini dikembangkan teori-teori yang lebih umum yang dapat mencakup masalah yang berkaitan dengan kecepatan yang sangat tinggi (relativitas) atau/dan yang berkaitan dengan partikel yang sangat kecil (teori kuantum).

Teori Relativitas yang dipelopori oleh Einstein menghasilkan beberapa hal diantaranya adalah kesetaraan massa dan energi E=mc2 yang dipakai sebagai salah satu prinsip dasar dalam transformasi partikel.

Teori Kuantum, yang diawali oleh karya Planck dan Bohr dan kemudian dikembangkan oleh Schroedinger, Pauli , Heisenberg dan lain-lain, melahirkan teori-teori tentang atom, inti, partikel sub atomik, molekul, zat padat yang sangat besar perannya dalam pengembangan ilmu dan teknologi.

Fisika Teoritis dan Eksperimental

Budaya penelitian fisika berbeda dari ilmu-ilmu lain karena pemisahan teori dan eksperimen. Sejak abad kedua puluh, kebanyakan fisikawan individu yang mengkhususkan diri dalam meneliti dalam fisika teoretis atau fisika eksperimental saja, dan pada abad kedua puluh, sedikit yang berhasil di kedua daerah. Sebaliknya, hampir semua teoris dalam biologi dan kimia juga merupakan eksperimentalis yang sukses.

Sederhananya, teori berusaha mengembangkan teori yang dapat menjelaskan hasil eksperimen yang telah dicoba dan dapat memprediksi hasil percobaan berikutnya. Sementara itu, eksperimentalis menyusun dan melaksanakan eksperimen untuk menguji perkiraan teoretis.

Meskipun teori dan eksperimen dikembangkan secara terpisah, mereka saling bergantung. Kemajuan dalam fisika biasanya muncul ketika eksperimentalis membuat penemuan yang tak dapat dijelaskan dengan teori yang ada, sehingga membutuhkan formulasi teori baru.

Tanpa eksperimen, penelitian teoretis sering berjalan ke arah yang salah; salah satu contohnya adalah teori-M, teori populer dalam fisika energi tinggi, sebagai percobaan untuk menguji belum disusun.

Teori fisika utama

Meskipun fisika membahas berbagai sistem, ada beberapa teori yang digunakan secara keseluruhan dalam fisika, bukan di satu bidang saja. Setiap teori ini diyakini benar, di daerah tertentu validitas. Misalnya, teori mekanika klasik dapat menjelaskan pergerakan objek dengan benar, asalkan hal ini lebih besar dari atom dan bergerak dengan kecepatan jauh lebih lambat dari kecepatan cahaya.

Teori-teori ini masih diselidiki; misalnya, aspek mengagumkan dari mekanika klasik yang dikenal sebagai teori chaos ditemukan pada abad kedua puluh, tiga abad setelah dirumuskan oleh Isaac Newton. Namun, hanya sedikit fisikawan yang menganggap teori-teori dasar berbeda. Oleh karena itu, teori-teori tersebut digunakan sebagai dasar untuk penelitian topik yang lebih khusus, dan semua pelaku fisika, apa pun spesialisasinya, diharapkan memahami teori-teori ini.

Bidang utama dalam fisika

Penelitian dalam fisika dibagi beberapa daerah yang mempelajari aspek yang berbeda dari dunia materi. Fisika benda terkondensasi, diperkirakan sebagai fisika terbesar, mempelajari properti benda besar, seperti padatan dan cairan yang kita temui setiap hari, yang berasal dari properti dan interaksi mutual dari atom-atom.

Bidang Fisika atomik, molekul, dan optik berhadapan dengan atom dan molekul individu, dan bagaimana mereka menyerap dan memancarkan cahaya. Bidang fisika partikel, juga dikenal sebagai “energi tinggi fisika”, belajar di partikel super kecil yang jauh lebih kecil dari atom, termasuk partikel dasar yang membentuk benda lainnya.

Akhirnya, bidang astrofisika untuk menerapkan hukum fisika untuk menjelaskan fenomena astronomi, berkisar dari matahari dan objek lainnya dalam tata surya ke alam semesta secara keseluruhan.

Bidang Fisika terkait

Ada banyak bidang penelitian yang mencampur fisika dengan bidang lainnya. Misalnya, bidang biofisika yang mengkhususkan ke peranan prinsip fisika dalam sistem biologi, dan bidang kimia kuantum yang mempelajari bagaimana teori mekanika kuantum menimbulkan sifat-sifat kimia atom dan molekul. Beberapa direkam seperti Akustik, Astronomi, Biofisika, Fisika penghitungan, Elektronik, Teknik, Geofisika, Bahan sains, Fisika Matematika, Fisika Medis, Kimia Fisika, Dinamika kendaraan dan Pendidikan Jasmani

Kunjungi juga :

Makalah Pendidikan : Matematika
Makalah Pendidikan : Kimia
Makalah Pendidikan : Biologi
Makalah Pendidikan : Ekonomi

Bab III. Penutup

Kesimpulan

Fisika adalah sains atau ilmu alam dalam arti seluas-luasnya. Fisika mempelajari gejala alam yang tidak hidup atau materi dalam lingkup ruang dan waktu. Para fisikawan atau ahli fisika mempelajari perilaku dan sifat materi dalam bidang yang sangat berbeda, mulai dari submikroskopis partikel yang membentuk semua materi (fisika partikel) hingga perilaku materi di alam semesta secara keseluruhan kosmos.

Kritik dan Saran

Penulisan makalah ini memiliki banyak kekurangan. Semoga bagi kalian yang mendapatkan dan menjadikannya sumber referensi bisa mengembangkan materinya agar lebih lengkap lagi, serta pembahasan dengan jangkauan yang lebih luas ataupun lebih terperinci.

Daftar Pustaka

Alvin, H., 1998, 3000 Solved Problem in Physics, New York: McGraw-Hill Book Company.
Beisser, A., 1995, Applied Physics, New York: McGraw-Hill, Inc.

Browne, M.E., 1999, Theory and Problems of Physics Engineering and Science, New York: McGraw-Hill, Inc.

Fishbane, P.M., et all,1993,  Physics for Scientist and Engineering Extended Version, New Jersey: Prentice Hall, Inc.

Giancoli, Douglas C. 2001. Fisika. Edisi Kelima Jilid 1. Jakarta: Penerbit Erlangga

Halliday dan Resnick, 1991, Fisika Jilid I (Terjemahan), Jakarta: Penerbit Erlangga.

Hewitt, P.G., 1987, Conceptual Physics, California: Addison Wesley Publishing Company, Inc.

King, A. R. and Regev, O., Physics with Answer, 1997, Cambridge: Cambridge University Press.

Standford, A. L. and Tonner, J. M., 1985, Physics for Students of Science and Engineering, Orlando: Academic Press, Inc.

Serway, R. A. and Faughn, J. S., 1999, College Physics, USA: Harcourt Brace College Publishers.

Serway, R. A. 1986, Physics for Scientist and engineering with Modern Physics, New york: Saunders College Publishing.

Tipler, P. A., 1998, Fisika untuk Sains dan Teknik Jilid I (Terjemahan), Jakarta: Penerbit Erlangga Jilid I.

Young, H. D., 1992, University Physics, USA: Addison Wesley Publishing Company, Inc