Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Contoh Materi Debat Wawasan Nusantara Terbaru

Diantara banyak kegiatan lomba yang sering diikutsertakan, adalah Debat publik tentang berbagai hal. Kamu yang sedang duduk di bangku kuliah atau sekolah pasti sering mengikuti atau mengadakan lomba debat baik itu debat antar sekolah, kampus, nasional dan internasional tentang berbagai hal.

Nah kali ini, kosngosan akan berbagai informasi mengenai Materi Debat dan perubahannya. Apa itu debat? Debate dalam english, Menurut Wikipedia disebut sawala adalah kegiatan adu argumentasi antara dua pihak atau lebih, baik secara perorangan maupun kelompok, dalam mendiskusikan dan memutuskan masalah dan perbedaan.

Secara formal, debat banyak dilakukan dalam institusi legislatif seperti parlemen, terutama di negara-negara yang menggunakan sistem oposisi. Dalam hal ini, debat dilakukan menuruti aturan-aturan yang jelas dan hasil dari debat dapat dihasilkan melalui voting atau keputusan juri

Sementara itu defenisi wawasan nusantara atau wawasan kebangsaan. Kata wawasan berasal dari kata wawas (bahasa Jawa) yang berarti pandangan atau perspektif. Dan Nusantara terdiri dari kata nusa dan antara. Kata nusa artinya pulau atau kesatuan kepulauan, dan antara menunjukkan letak antara dua unsur. Jadi dapat diartiakan wawasan nusantara adalah cara pandang kita sebagai bangsa Indonesia terhadap diri dan lingkungan yang beragam dalam mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa dan wilayah.

Apa manfaat debat sesungguhnya? Debat bertujuan untuk Melatih Berpikir Kritis, Melatih Komunikasi, Menambah Wawasan, Melatih Berfikir Kreatif, Mendorong Melakukan Penelitian serta Melatih Kepekaan.

Ada banyak sekali materi debat terutama yang bersangkutan dengan wawasan nusantara dan kebangsaan. Bila kamu jeli, ada banyak list website dan blog yang terdaftar di google untuk memaparkan materi mengenai materi debat kebangsaan ini.

Salah satunya adalah materi tentang wawasan nusantara oleh Bapak Suprapto Estede yang bisa kamu search di Search Engine Google Search. Materi tentang wawasan kebangsaan dan nusantara lengkap dibahas oleh beliau.

Baca juga : Contoh Bela Negara dalam Kehidupan Sehari Hari


Contoh Materi Debat Wawasan Nusantara


Materi Debat Wawasan Nusantara

Mengapa penamaan Laut Natuna Utara oleh Presiden langsung menuai protes dari Menteri Luar Negeri Tiongkok. Dan Kapal-kapal ikan Tiongkok pun kemudian dengan sengaja masuk ke perairan Natuna melakukan illegal fishing dengan diikawal armada Tiongkok, dan sobat tak mampu berbuat banyak. Nelayan Natuna terlibat memprotes akan hal ini.

NKRI telah mengatisipasi eskalasi LCS ini dengan membangun Natuna sejak tahun 2000-an, sebagai pangkalan militer NKRI, walaupun dengan target Minimum Essential Force pada 2020. NKRI selama ini memang terkesan memainkan soft balance diplomacy dalam soal sensitif ini. Sobat bisa lihat tulisan Prashanth Parameswaran; Delicate Equilibrium: NKRI’s Approach to the South Tiongkok Sea dalam Power Politics in Asia’s Contested Waters, Territorial Disputes in the South Tiongkok Sea (Enrico Fels Truong-Minh Vu, Editors).

Pada periode menteri kelautan dan perikanan Susi Pudjiastuti, ada tindakan tegas dengan menenggelamkan tiap kapal asing yang kedapatan melakukan illegal fishing di perairan ZEE NKRI. Tindakan tegas ini sangat menarik karena cukup efektif memberikan efek jera, sekaligus meningkatkan standing stock perikanan NKRI.

Sekarang pada kawasan tersebut, ditengah pandemi global ini, sedang berhadapan dua kekuatan armada USA dan Tiongkok. Negeri-negeri yang selama ini resah dengan klaim sepihak Tiongkok atas LCS pun berdiri dibelakang USA. Seperti Taiwan, Brunei, Singapore, Malaysia, Vietnam, Filipina, Jepang dan Korea Selatan. Bahkan India yang tidak berbatasan dengan LCS pun bergabung dengan USA, karena insiden perbatasan India-Tiongkok yang cukup meresahkan India. Padahal India dan Tiongkok, sebenarnya adalah dua aktor baru kebangsobatn Asia Pasifik.

Kishore Mahbubani dalam The Great Convergenc: Asia, the West and the Logic of One World, menyatakan akan hal itu. Bahwa dunia tengah bergeser secara economy ke Asia Pasifik dimana India dan Tiongkok akan menjadi lokomotif baru peradaban. Demikian juga Pete Engardio, seorang penulis senior Business Week, yang menerbitkan Chindia, How Tiongkok and India Are Revolutionizing Global Business. Ia menggambarkan perubahan-perubahan dan lompatan-lompatan economy yang demikian sukses dilakukan Tiongkok dan India. Dan itu akan merubah peta economy global.

Posisi NKRI secara geografis sebagai kawasan Pacific Rim, jelas akan kena imbas jika perebutan hegemoni global beralih ke kawasan Laut Tiongkok Selatan tersebut. Bill Hayton mengatakan kawasan ini akan menjadi battlefield secara militer. Natuna, Kalimantan Utara, Marore dan Miangas, Morotai hingga Biak, adalah kawasan yang berhadapan secara geografis dengan battlefield tersebut. Karena wilayah-wilayah ini adalah bantalan Pasifiknya NKRI.

Konferensi Tingkat Tinggi APEC di Port Moresby, Papua Nugini, pada 17-18 November lalu, sobat bisa melihat konfrontasi USA vs Tiongkok yang mengakibatkan KTT APEC tersebut gagal melahirkan kesepakatan finalnya. Karena terjadi perdebatan panas atas konsep OBOR (BRI) yang dimotori Tiongkok versus Indo-Pacific yang dimotori USA.

2 konsep economy global tersebut berebutan menawarkan hegemoni economy dengan pola kerja sama kepada negeri-negeri dunia. Tiongkok memanfaatkan sejarah masa lalu, silk road, sebagai dasar pijak bahwa OBOR adalah the modern silk road untuk menjamin mata rantai pasar globalnya. Sedangkan bagi Amerika, tawaran itu adalah jebakan hutang semata untuk menguasai pasar dunia dan sumber daya energi masa depan. Jadi telah terjadi trade war antara dua kekuatan besar dunia, Tiongkok dan Amerika. Dan para ahli sepakat bahwa the end of trade war is the beginning of military war.

Bisa saja seluruh aset strategis kekuatan yang terlibat konflik, yang ada di NKRI, akan menjadi sasaran dalam konflik global tersebut. Foreign Affairs edisi July-Agustus 2020, menerbitkan banyak kajian menarik dari Amy Chua, Lee Hsien Loong (PM. Singapore) dan Francis Fukuyama, yang menyatakan bahwa Asia tengah menghadapi abad berbahaya (The Endangered Asian Century, The World After the Pandemic). Fukuyama seakan mengingatkan sobat, bahwa krisis besar global selalu menghadirkankonsekuensi yang besar pula. Walau hal itu sering tak nampak.

The Great Depression mengakibatkan bangkitnya isolasionisme, nasionalisme dan fascism yang menghantar dunia pada Perang Dunia II. Namun pada sisi lain, telah menghadirkan kebijakan New Deal yang mengantar USA menjadi superpower baru dunia. Sedangkan kasus serangan 9/11 menghasilkan kegagalan intervensi Amerika, kebangsobatn Iran dan bentuk baru radikalisme Islam. Adapun krisis keuangan 2008, menghasilkan pemimpin yang populis sebagai antiestablishment, diseluruh dunia.

Krisis pendemi global juga akan menghadirkan tatanan baru, dimana dituntut state capacity, social trust dan leadership. Negeri dengan pola kepemimpinan yang lemah kompetensi aparaturnya, lemahnya trust rakyat dalam mendengarkan apa kata pemimpinnya, akan mengalami dysfunctional state, polarisasi sosial, karena poor leadership (buruknya kepemimpinan), demikian ungkap Fukuyama.

Disfungsional negeri adalah bentuk negeri gagal. Akan mengorbankan rakyatnya dalam krisis besar. Daron Acemoglu dan James A. Robinson, dalam membahas awal mula kekuasaan, kemakmuran dan kemiskinan pada bukunya: Mengapa Negeri Gagal, mengatakan bahwa kebijakan yang inklusif dibutuhkan untuk mencegah sebuah negeri menjadi negeri gagal. Dan itu sangat perlu agar sobat dapat menghindari social riots dan street justice. Rakyat akan bertindak sendiri ketika kebijakan negeri tidak lagi berpihak kepada sobat.
Seperti distribusi BLT yang adil bagi rakyat, kebijakan physical distancing dan new normal pada lembaga pendidikan dasar, namun tidak dibarengi dengan pelayanan jaringan internet yang memadai disaat peserta didik memasuki tahun ajaran baru, tentu sangat mengganggu akal sehat sobat. Belum lagi harga BBM yang tak kunjung menyesuaikan dengan harga pasaran dunia, disaat RUPS Pertamina yang menentukan jumlah komisaris yang jauh melebihi jumlah direksi sendiri. Lalu harga listrik yang tanpa hujan tanpa angin, mendadak meninggi dalam segala strata sosial.

NKRI seperti tidak menyadari benar apa yang terjadi disebelah di tetangga sobat, karena masih asyik dengan syahwat politic elite bahkan merencanakan pilkada serentak ditengah pandemi yang entah kapan bisa berakhir. Padahal seharusnya dengan pandemi ini, sobat menghadapi perubahan dimana legitimasi politic kekuasaan, tidak lagi berbasis pada kontestasi politic semata, namun membutuhkan kompetensi teknikal dan carrying capacity negeri atas apa yang sobat hadapi sekarang secara global.

Momentum kontestasi politic akan menyita sedemikian besar energi bangsa. Sementara sobat belum terlepas dari pandemi global. Harusnya kepada para intelektual diberi ruang yang lebih untuk mengatasi pandemi Covid-19 yang semakin multidimensional implikasinya. Karena pandemi ini tidak akan selesai dengan kekuasaan dan hegemoni politic. Sobat harus mengembalikan prinsip knowledge is power.

Baca juga : Contoh Perilaku Budaya Politik Indonesia


Kata Penutup


Kamu juga bisa membeli buku (book) yang berjudul Wawasan Nusantara penerbit Rineka Cipta. Buku ini bersumber pada karya tulis Pidato pengukuhan Penulis yang berjudul: "Pengembangan Rezim Hukum Wilayah Perairan Nasional Adalah untuk Mengimplementasikan Beberapa Ketentuan UUD 1945 dan Berdaya

Hal ini untuk Meningkatkan Potensi Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Nasional. Buku ini Bermanfaat sebagai referencee bagi mahasiswa yang mengambil kuliah Kewiraan, Hukum Tata Negara, dan Ilmu Pengetahuan Sosial lainnya. Demikian article mengenai Defenisi Debat dan Materi Debat Wawasan Nusantara, semoga dapat bermanfaat bagi anda semua
Oleh rezaharahap