7 Fakta beda sistem pendidikan Jepang dengan yang ada di Indonesia

7 Fakta beda sistem pendidikan Jepang dengan yang ada di Indonesia

Baca juga :


Pendidikan memang wajib bagi setiap penduduk, baik itu negara miskin, berkembang dan maju sekali pun seperti Jepang. Hanya saja banyak perbedaaan sistem dan kurikulum pendidikan antara negara seperti Jepang bila dibandingkan dengan di Indonesia. Karena negara ini sangat menjunjung tinggi pembentukan kualitas sumber daya manusia-nya, maka pendidikan usia dini sangat ditekankan, demi mencetak generasi terbaik Jepang yang bersaing secara global.

Tahukah anda, menurut fakta berita pendidikan Internasional yang terbaru, mengungkapkan bahwa murid-murid di Jepang unggul di dunia dalam keahlian berbahasa dan angka. Lalu, apa saja yang membuat sistem pendidikan Jepang sangatlah unik dan berbeda dengan Negara-negara lain du dunia?

Baca juga : Tips Belajar Sukses dari Sistem Pendidikan Jepang

Berikut adalah 7 Fakta beda sistem pendidikan Jepang dengan yang ada di Indonesia :

1. Menu makan yang sama dari kantin sekolah


Jepang mengajarkan anak-anak mereka tentang keutamaan makanan sehat dan penggunaan bahan makanan yang berkualitas serta alami. Sebagian besar makanan siang tersebut berasal dari bahan-bahan yang masih segar serta langsung didapat dari tempat lokal yang terdekat dengan sekolahan tersebut.

Hal ini memang terbilang cukup efektif. Tidak hanya memperhatikan faktor eksternal saja, pemerintah Jepang ternyata sangat memperhatikan kualitas asupan gizi dari rakyatnya. Karena makanan merupakan salah satu faktor penting dalam pembentukan karakter anak.

2. Mengajarkan kesenian tradisional


Diwajibkannya setiap sekolah-sekolah formal yang ada di Jepang untuk mengajarkannya kesenian tradsional pada setiap-setiap daerahnya. Mungkin, di Indonesia juga di ajarkan tentang kesenian, tetapi tidak menjadi keharusan.

Andaikan juga diajarkan, adalah seni yang lebih menuju ke seni Barat. Maka tidak heran, saat ini mulai berkurangnya minat pelajar dalam mempelajari tarian tradisional misalnya.

3. Disiplin waktu yang tinggi


Jam masuk siswa dan juga guru di Jepang adalah pukul 08:00 pagi sampai pukul 03:00 sore. Meskipun masuk jam 08:00 sangat jarang ada keterlambatan, serta proses pembelajaran juga tetap kondusif. Inilah bukti dahwa sikap disiplin di negara ini sangatlah di utamakan.

Sudah tidak diragukan lagi mengenai tingkat disiplin warga Jepang. Apalagi pada murid-murid sekolahnya. Keterlambatan seper sekian menit saja sudah menjadi masalah yang cukup serius untuk ditanggapi. Dengan pembentukan ini sedini mungkin, maka akan tercipta generasi yang memang benar-benar menghargai waktu.

4. Tidak adanya ujian pada 3 tahun pertama sekolah


Hal ini menyatakan bahwa tidak di butuhkannya ujian sampai kelas 4 karena bagi orang jepang penanaman budaya sopan santun sejak dini lebih penting ketimbang ujian. Ujian hanya akan dilakukan bagi siswa yang sudah cukup senior dan dianggap sudah memiliki kemampuan dalam hal akademik secara fokus.

Hal ini ternyata memang penting, karena selain mengurangi tingkat depresi anak, juga bisa meningkatkan waktu bermain sambil belajar tanpa adanya sistem ujian yang bisa menjadi momok bagi anak usia dini.

5. Tidak adanya pegawai kebersihan atau tukang sapu di sekolah


Karena Jepang ingin mengajarkan kepada murid-muridnya bagaimana kerja dalam tim, saling berbagi tanggung jawab, serta menanamkan rasa hormat dan juga kepedulian terhadap segala hal yang ada di sekitaran (bukan hanya manusia). Jadi siswa siswi Jepang di wajibkan bersih-bersih setelah selesai aktifitasnya.

Hampir sama dengan membentuk kedisiplinan, kebersihan merupakan sesuatu yang menjadi sangat dihargai di Jepang. Masyarakatnya sangat menjunjung tinggi quotes "Buanglah sampah pada tempatnya". Dan ini juga yang menjadikan tempat di jepang selalu tampak asri dan bersih.

6. Diwajibkan membaca selama 10 menit sebelum pelajaran


Kebijakan dari sekolah dan juga guru yang mengharuskan para siswanya membaca sebelum kegiatan dimulai ialah salah satu penyebab pelajar di Jepang memiliki minat baca yang tinggi. Kebijakan ini sudah berlangsung sekitar 30 tahun yang lalu.

Membaca merupakan kunci dari transfer ilmu. Oleh karena itu kewajiban membaca untuk anak-anak akan membuat mereka memiliki kebiasaan baik dalam menghabiskan waktu luangnya. Sayangnya ini tidak diterapkan di sekolah kita, anak lebih sering terpapar gadget yang bisa merusak matanya.

7. Setiap siswa diwajibkan naik transportasi khusus sekolah


Kepeduliannya pemerintah Jepang terhadap dunia pendidikan di negaranya sampai menyediakan alat transportasi khusus untuk pelajar. Memang di negara kita pun saat ini sudah memiliki kendaraan khusus pelajar, namun kebijakan ini tidak berjalan sempurna karena masih banyaknya siswa yang membeawa kendaraan pribadi roda dua bahkan roda empat dan juga naik angkutan umum.

Karena sistem pendidikan dan transportasi berjalan berdampingan, maka dari itu pemerintah Jepang sudah sangat berhasil dalam mengelola kebutuhan masyarakatnya. Bis subsidi dari pemerintah ini juga bertujuan untuk mengingatkan anak anak agar sebisa mungkin selalu menggunakan kendaraan umum.

Hal ini sangat bertolak belakang dengan kondisi murid di indonesia yang mayoritas hampir menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil dan motor untuk ke sekolahnya. Demikianlah pembahasan kita mengenai Fakta Sistem Pendidikan di Jepang yang Tidak Ada di Indonesia.

Semoga dengan membaca ini bisa membuka pemikiran kita akan pentingnya memperbaiki sistem pendidikan di tanah air. Berikan pendapatmu tentang apa yang kurang dari sistem pendidikan kita di kotak komentar dibawah ini. Terimakasih telah berkunjung.
Buka Komentar