Contoh Essay Beasiswa S1 dan Cara Menulis Essay Beasiswa

Contoh Essay Beasiswa S1 dan Cara Menulis Essay Beasiswa

Baca juga :

Beasiswa merupakan bantuan finansial dibidang pendidikan dan pembelajaran yang diberikan kepada mereka yang memiliki prestasi atau keterbatasan dana untuk melanjutkan pendidikannya. Beasiswa (Scholarship) banyak diberikan oleh instansi pemerintahan dan swasta untuk pelajar dan mahasiswa. Biasanya sebelum diterima, mereka sering memberikan persyaratan berupa penulisan essay beasiswa. Oleh karena itu kali ini kosngosan akan membahas mengenai Contoh Esai Beasiswa S1 dan Cara Menulis Esai Beasiswa yang baik dan benar. Simak pembahasannya dibawah ini.

Bagaimana cara menulis esai untuk pengajuan beasiswa? Bagaimana contoh essay beasiswa yang baik dan benar? kamu bisa mendapatkannya dengan mengikuti postingan dibawah ini. Karena beasiswa menjadi primadona bagi mereka yang akan melanjutkan jenjang pendidikannya ke yang lebih tinggi, maka kamu perlu memahami berbagai tips sederhana dalam penulisan esai-nya.

Baca juga : Hemat Biaya Kuliah Sekolah dan Mendapatkan Beasiswa

Memang terdapat beberapa beasiswa yang tidak mewajibkan pendaftarnya untuk menulis esai. Namun ada banyak juga beasiswa yang mewajibkan pendaftarnya untuk membuat esai, sebagai bukti kemampuan dalam hal menganalisis dan menulis.

Cara Menulis Esai Beasiswa yang baik dan benar

Sebenarnya menulis essay untuk kepentingan beasiswa sama saja dengan cara menulis essay pada umumnya. Hanya saja pada pembuatan khusus beasiswa, kamu harus mempu menjelaskan mengenai diri mu secara menarik dalam beberapa paragraf singkat, supaya dinilai tidak berlebihan. Salah satu faktor supaya bisa mendapatkan beasiswa impianmu adalah dengan keunikan yang ditonjolkan pada esai. Oleh karena itu, ada beberapa tips dalam menulis essay seperti dibawah ini :

Pilihlah topik yang menonjolkan kelebihan dirimu

Telitilah mengenai topik apa yang diminta pihak pemberi beasiswa dalam esai beasiswa. setelah itu mulailah menulis dan korelasikan antara topik tersebut dengan pencapaian-pencapaian terbaikmu selama ini.

Pahami topik yang diberikan

Memahami topik yang diberikan memberikan kamu kemudahan dalam pembuatan esai nantinya. Seperti misalnya bila pemberi beasiswa memberikan topik lingkungan pada essai kali ini, maka kamu bisa menyajikan pembahasan mengenai pengalamanmu dalam menangani bencana alam atau sebagai relawan pada saat banjir bandang, misalnya.

Pahami karakter dari pemberi beasiswa

Kriteria dan karakter dari pembeli beasisw menjadi poin yang harus kamu perhatikan. Sebab biasanya, pemberi beasiswa akan mengevaluasi setiap esai yang dikumpulkan. Esai yang paling sesuai dengan kriteria dan keinginan mereka adalah esai yang akan dipilih. Oleh karena itu kamu bisa menggali informasi ini kepada teman atau senior mu yang pernah mengikuti beasiswa itu sebelumnya.

Tentukan lead menarik pada paragraf awal esai

Terdapat kaidah penulisan untuk menetapkan lead atau paragraf awal tulisan, begitu juga pada saat menulis esai. Kamu bisa memberikan kutipan atau quotes yang sesuai dengan topik pada paragraf awal untuk menarik pembaca juga membuktikan kepada pemberi beasiswa bahwa kamu punya pengetahuan luas.

Contoh Essay Beasiswa S1 Bidang Pertanian



Background yang tidak mendukung, telah menjadikan saya sebagai seorang mahasiswa pertanian. Saya bukanlah seorang expert dalam pertanian, seperti kebanyakan teman lulusan SMK pertanian lainnya. Bahkan saya berada pada situasi dimana memilih pertanian adalah opsi inprioritas. Dan setelah mengalami prosesnya, saya mulai ikut terlibat.

Agribisnis, sebagai jurusan yang saya pilih tengah menjadi pintu dan penggerak ekonomi nasional disaat kondisi moneter global yang fluktuatif. Agribisnis menjadi opsi tersendiri bagi enterpreneurs yang ingin mencoba menggeluti dunia pertanian sampai menciptakan kesempatan kerja.

Berbagai problematika kompleks mengenai pertanian nasional menjadikan saya tertantang untuk ikut turut andil. Mulai dari problematika modal, rendahnya mutu pendidikan, bahkan sistem regulasi yang cenderung mengabaikan sektor vital ini.

Berbicara mengenai target pencapaian setelah bertitel SP, saya selalu memikirkan ini. Bagaimana tidak, bagi seorang yang cemas akan masa depannya, ini mutlak. Saya tidak ingin seperti “pisang terlalu lama masak di pohon”, tetapi sebaliknya “pisang setengah masak di pohon”. Sehingga setelah mengalami proses marketing dan sampai pada konsumen, “pisang mengkal” itu menjadi “pisang masak” yang siap dikonsumsi.

Salah satu penyebab banyaknya sarjana muda menganggur adalah kecendrungan persepsi terhadap petani yang dinilai inferior, termarginalisasikan, dan dipandang sebelah mata, sehingga menjadikan bagian ini dicoret dari list pekerjaan mereka kelak. Saya termasuk mahasiswa yang memimpikan bisnis berbasis Agribisnis ini.

Sebelumnya,  godaan menjadi pegawai negeri dan bekerja di perusahaan perkebunan cukup menjanjikan. Dan, timbul pertanyaan saya, “bagaimana bila menjadi pegawai dulu, baru menjadi enterpreneur Agribisnis, untuk amannya?”  Dan saya pikir itu menjadi penting untuk mendapatkan modal.

Kedepannya, setelah mendapat cukup modal, saya akan membeli kebun salak di daerah asal saya, Padangsidempuan, karena daerah itu memiliki prospek cerah dalam Agribisnis salak verietas Sidimpuan. Kurangnya inovasi produk olahan menjadikan salak Sidimpuan tidak mampu bersaing. Ini yang mendorong saya memahami bagaimana sesungguhnya salak Sidimpuan berkembang.
  
Tidak sampai disitu, saya berencana melakukan diversifikasi sektor perkebunan lainnya, seperti karet, kakao dan sawit yang juga tumbuh baik di daerah Tapanuli.  Saya ingin menjadikan perkebunan milik saya sebagai percontohan untuk perkebunan swadaya masyarakat sekitar. Melalui diversifikasi ini saya berharap masing – masing komoditi saling mendukung sehingga jika salah satu harga jual turun, komoditi lain dapat segera menutupinya.

Saya akan merasa terhormat bila mendapatkan kesempatan beasiswa Tanoto ini. Bila ditanya bagaimana  rencana – rencana itu terbentuk, yang dapat saya lakukan hanyalah belajar  dan mengesampingkan eksistensi wanita disekeliling saya. Inspirasi saya, terutama Ibu, Ayah, teman – teman mahasiswa lain, juga dosen.

Saya jadi teringat saat dosen bertanya, “bila kalian punya lahan 10 hektar, apa yang akan kalian tanam, sawit, karet, kakao, atau kopi?” tanyanya. Mayoritas teman - teman menjawab Sawit. Tapi pada saat itu, beliau melanjutkan “Saya akan menanam empat hektar sawit, tiga hektar karet, dan dua koma sembilan sembilan sembilan sembilan hektarnya kopi dan kakao,” lantas kami bertanya, “nol koma nol nol satu hektarnya?” Beliau menjawab,”untuk kuburanku ...”

Dari situ saya berpikir bahwasanya kesuksesan terbesar bukan terletak pada kuantitas keberhasilannya, tapi kontras bagaimana menyandingkan keberhasilan itu sendiri dengan pribadi besarnya. Bahkan saat menulis essay ini, sampai pengumuman tiba, saya akan mengharapkan beasiswa ini!

Demikian artikel mengenai Contoh Essay Beasiswa S1 dan Cara Menulis Essay Beasiswa kali ini, semoga bermanfaat untuk kalian semua. Bagikan tulisan ini kepada yang lain dan jangan lupa untuk memberikan komentar mu di kotak komentar dibawah ini.

Buka Komentar