Hubungan Ilmu Ekonomi dan Ilmu Politik Beserta Konsep, Defenisi dan Teorinya

Hubungan Ilmu Ekonomi dan Ilmu Politik Beserta Konsep, Defenisi dan Teorinya

ilmu ekonomi politik
Bagaimana pendekatan ekonomi terhadap politik? Bagaimana konsep, defenisi serta teori yang melandasinya? Kali ini kosngosan akan memberikan pembahasan seputar dua ilmu yang sering dipelajari. Sering kali diasumsikan bahwa ekonomi politik adalah integrasi antara ilmu ekonomi dengan ilmu politik. Satu hal yang jarang diungkapkan adalah bahwa ide ekonomi politik itu sendiri sebenarnya didasarkan pada perantara ilmu politik dengan ilmu ekonomi. Jіkа іlmu роlіtіk juga іlmu еkоnоmі digabung ѕесаrа kоnѕерtuаl, mаkа еkоnоmі роlіtіk tіdаk dараt lаgі dіраndаng ѕеbаgаі hubungаn аntаrа duа јеnіѕ analisis уаng bеrbеdа. Kаrеnа mаѕаlаh іnі ѕеrіng kаlі dіbuаt mаkіn rаnсu dеngаn реrnуаtааn bаhwа роlіtіk dаn еkоnоmі mеmіlіkі hubungаn оrgаnіk ѕаtu ѕаmа lаіn аtаu bаhwа реrbаtаѕаn аntаrа роlіtіk dеngаn еkоnоmі аdаlаh tіdаk јеlаѕ, mаkа disini kosngosan аkаn mеmараrkаn bagaimana sebenarnya hubungan kedua disiplin ilmu ini.

Konsep-konsep dalam ilmu politik tidaklah memiliki perbedaan tajam secara analitis antara satu dengan yang lain seperti dalam ilmu ekonomi. Ini tampak dari banyaknya konsep politik yang saling bersaing saat ini. Ada banyak pandangan tentang apa sebenarny yang dimaksud dengan politik, dan tidak ada satu pun dari pandangan-pandangan ini yang diterima secara luas karena miliki keunggulan teoretis dari pandangan-pandangan lainnya.

Baca juga : Materi dan Makalah Sistem Politik Indonesia

Politik dapat diartikan sebagai "siapa yang mengambil keputusan" (Lasswell 1936),"per-tarungan untuk mendapatkan kekuasaan" (Morgenthau pemerintahan" atau "sosialisasi konflik" (Schattschneider 1960), "pola-pola kekuasaan, aturan dan kewenangan" (Easton (1953), 1981).Konflik mumi, yaitu antara sini melawan sana" (Schmitt 1976) penyelarasan kepentingan-kepentingan yang mendapatkan apa, kapan dan bagaimana "seni dan ilmu dari pemerintahan.

Ilmu ekonomi

Untuk mendefinisikan pokok bahasan (subject matter) dari ilmu ekonomi maka penekanan terhadap salah satu makna tertentu akan menghasilkan pemikiran yang berbeda tentang dimensi-dimensi ekonomi dalam kehidupan kita. Di sini kami akan membahas tentang tiga konsep tertang
interaksi. Pembedaan secara jelas antara ke tiga konsep ini akan membantu kita di dalam mendefinisikan berbagai pendekatan teoretis dalam ilmu ekonomi, sehingga selanjutnya berguna untuk memilah berbagai pendekatan dalam ilmu ekonomi politik.

Konsep ekonomi


Ekononmi Kalkulasi. Makna "ekonomi" yang pertama tadi merujuk pada pola pikir tertentu dan hubungan tertentu yang dimiliki seorang individu dengan dunia sekitar- nya. Pola pemikiran ini, yang sering kali disebut sebagai "pendekatan ekonomis", berusaha untuk memandang tindakan manusia sebagai upaya untuk mencapai tujuan tertentu ketika berhadapan dengan faktor hambatan eksternal. Hambatan ini terjadi karena adanya

Penyediaan kebutuhan. Makna yang kedua dari istilah "ekonomi" adalah sebuah makna yang sebenarnya lebih tua usianya daripada yang pertama, karena makna ini digunakan dalam pemikiran-pemikiran tentang kegiatan ekonomi yang dicetuskan oleh Aristoteles sampai Adam Smith dan Karl Marx. Makna yang kedua ini juga digunakan oleh beberapa ahli ekonomi modern yang masih men dasarkan nikirannya pada tradisi-tradisi lama di dalam ilmu ekonomi.

Para ekonom ini juga menggunakan istilah "ekonomi" untuk menyebut kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam makna yang kedua. memahami kegiatan iní bukan berdasarkan mode kalkulasi ekonomi yang dilakukan di dalamnya, tapi berdasarkan tujuanya, yaitu memproduksi dan mereproduksi barang atau dengan kata lain penyedian materi untuk pemenuhan kebutuhan.

Mendefinisikan pendekatan ekonomi terhadap politik


ilmu ekonomi politik

Inti dari pendekatan ekonomi terhadap politik adalah konsep pilihan rasional dan konsep efisiensi. Maka pertama kita perlu menjabarkan apa sebenarnya yang dimaksud dengan penalaran ekonomi. Pendekatan ekonomi adalah konsep kegunaan subjektif, Upaya memenuhi kepentingan pribadi secara rasional, biaya dan kelangkaan, analisis Marjinal, dan efisiensi alokasi.

Rasionalitas. Apa makna dari membuat pilihan secara rasional. Komponen pertama dari pilihan rasional adalah keyakinan. Penekanan terhadap keyakinan mengimplikasikan bahwa individu tidak bertindak semata-mata karena kebiasaan atau karena dorongan emosi Semata, melainkan memiliki keyakinan tertentu tentang struktur kau salah atau bungan sebab akibat. Komponen selanjutnya adalah sumber daya dan batasan.

Keduanya merupakan konsep yang berbeda, karena apa yang kita inginkan dan apa yang kita dapatkan akan menjadi berbeda kecuali jika Keinginan kita sepenuhnya ditutup ditentukan oleh apa yang mungkin terwujud. Komponen terakhir adalah tindakan itu sendiri yaitu perilaku yang dilakukan pelaku dan dapat diobservasi serta bisa menunjukkan apa pilihan yang telah dibuat oleh pelaku. Tujuan dari teori pilihan rasional adalah menjelaskan tindakan atau pilihan yang sudah diambil.

Efisiensi komponen ini memiliki hubungan dengan cara penggunaan terhadap sumber daya. Efisiensi produksi dari sebuah perusahaan adalah terkait dengan cara perusahaan itu menggunakan input berupa modal untuk menghasilkan barang atau jasa. Bagi konsumen efisiensi merupakan mendapatkan kegunaan sebesar mungkin dalam batasan anggaran yang ada.  Efisiensi bisa digunakan untuk ukuran normatif dapat digunakan untuk mengatur berapa pola pilihan distribusi dan alokasi yang berbeda.

Penerapan dari pendekatan ekonomi terhadap politik


Dalam pembahasan kali ini ada tiga pendekatan ekonomi terhadap politik yaitu teori pilihan publik, analisis ekonomi terhadap kebijakan, dan analisis ekonomi terhadap institusi

Teori pilihan publik


Pada level yang umum teori pilihan publik menerapkan metode ekonomi terhadap politik. Menggunakan sarana dan metode yang telah dikembangkan sampai level analitis yang canggih dalam teori ekonomi untuk diterapkan dalam sektor politik dan pemerintahan. Teori ini masih relatif baru. Teori ini memandang bahwa inti dari analitis adalah pelaku individu baik yang bertindak sebagai anggota dari partai politik kelompok kepentingan atau birokrasi, baik ketika individu itu bertindak dalam kapasitas sebagai pejabat yang diangkat lewat pemilu atau sebagai warga biasa atau sebagai pimpinan dari perusahaan. 

Analisis ekonomi terhadap kebijakan


Analisis ekonomi terhadap kebijakan adalah sebuah kegiatan yang diawali sebagai tugas dalam analisis pilihan publik yang sudah selesai dilakukan atau paling tidak sudah dipastikan akan dilakukan. Teori-ini adalah metode yang menggabungkan pilihan individu dengan fungsi kesejahteraan sosial dan pilihan publik. Ini juga mengasumsikan pilihan individu sudah selesai digabungkan dan telah diketahui oleh para pembuat keputusan sehingga tiba saatnya bagi para pembuat keputusan untuk memilih mana dari berbagai alternatif kebijakan yang ada yang bisa dimaksimalkan kepuasannya. 

Analisis ekonomi terhadap institusi


Meskipun institusi dalam masyarakat tidak harus bersifat politis, namun sejumlah institusi tertentu peranannya bagi politik. Ada banyak definisi yang memandang institusi sebagai batasan atau peluang yang bersifat eksternal terhadap pelaku ekonomi. Analisis ekonomi terhadap institusi memfokuskan pada cara bagaimana institusi bisa memupuk perilaku instrumental yang koperatif, mengurangi atau menambah biaya transaksi serta memberikan landasan organisasi bagi produksi dan pertukaran.

Fokusnya adalah pada hubungan antara institusi dengan efisiensi, yaitu pada cara bagaimana institusi dapat memfasilitasi atau menghambat kegiatan pemenuhan kebutuhan pribadi. Dalam rangka pendekatan ini institusi dipahami sebagai aturan yang menetapkan yaitu melarang atau memperbolehkan perilaku tertentu 

Kesimpulan


Ekonomi sebagai sebuah bidang penelitian telah Mengembangkan metode khusus yang didasarkan pada konsep penyesuaian terhadap berbagai tujuan ketika dihadapkan pada kelangkaan sumber daya. Ketika ekonomi diterapkan terhadap politik, asumsi dasar yang digunakan adalah para pembuat keputusan pribadi dan keputusan publik dapat dideskripsikan dengan cara yang sama, karena keduanya sama memiliki tujuan dihadapkan pada kelangkaan sumber daya dan berusaha untuk mencapai tujuan mereka Sesuai dengan kalkulasi yang rasional 

Pendekatan ekonomi terhadap politik telah memaksa para analis untuk Mendisdegrasikan negara menjadi beberapa komponen dan proses kemudian memfokuskan telah mereka terhadap berbagai komponen dan proses tersebut.

Baca juga : Makalah dan Materi Ekonomi

Pendekatan ekonomi terhadap politik memfokuskan pada pelaku politik tertentu yang berada dalam konteks strategis. Keterbatasan dari pendekatan ekonomi terhadap politik adalah pendekatan ini menggambarkan kemampuan politik untuk mentransformasi pandangan masyarakat. Dengan kata lain politik bukan cuma sebuah proses dimana pilihan-pilihan yang sudah terbentuk dan tidak bisa diubah lagi diterjemahkan menjadi output kebijakan. Individu tidak memiliki pilihan yang selalu sama di sepanjang proses politik.

Kelemahan yang kedua adalah institusi dipandang sebagai sesuatu yang terberi, dalam artian tidak bisa diutak-atik lagi sama seperti pilihan dan sumber daya.

Keterbatasan yang ketiga adalah mengenai hubungan antara institusi dan pilihan institusi termasuk di dalamnya sekedar berfungsi untuk memfasilitasi pemuasan kebutuhan. Ketika kalkulasi kepentingan pribadi ditetapkan pada desain dan dari institusi, kita sepertinya kehilangan pemahaman terhadap dunia sosial di mana orang menemukan kepribadian dan identitas mereka serta menemukan bentuk kebutuhan yang sesuai dengan kepribadian dan identitas tersebut.

Buka Komentar