4 Penyebab Mengapa Lowongan Kerja Supply Chain Cukup Dicari

4 Penyebab Mengapa Lowongan Kerja Supply Chain Cukup Dicari

Baca juga :

Produktifitas suatu perusahaan tidak hanya dilihat dari kinerja perusahaan semata, akan tetapi juga sejauh mana efektifitas dan efisiensi perusahaan tersebut dalam melakukan manajamen supply chance atau rantai pasokan.
supply chance

Bidang supply chain atau rantai pasokan menjadi divisi yang vital pada suatu perusahaan. Menjalani pekerjaannya pun tidak bisa sembarangan, ada ilmu manajemennya. Meski begitu, divisi tersebut dapat menjadi pekerjaan yang menantang.

Saking perusahaan butuh, lowongan kerja supply chain pun cukup banyak ditemukan di situs seperti Logistikjobs.id. Ada 4 alasan krusial yang menyebabkan mengapa lowongan kerja supply chain cukup dicari perusahaan. Mari simak artikel singkat berikut ini!

1. Memantau dan Menjaga Kegiatan Operasional


Produksi suatu barang memerlukan proses yang panjang untuk sampai ke pelanggan. Perusahaan perlu menemukan vendor dalam membuat bahan baku. Bahan baku yang sudah jadi akan diterima perusahaan untuk dikelola menjadi barang siap pakai.

Selanjutnya, barang yang sudah jadi akan melewati berbagai macam rantai distribusi seperti gudang, ekspor, pengecer, hingga akhirnya sampai ke tangan konsumen. Proses ini memang terbilang cukup panjang.

Memantau seluruh proses yang panjang ini membuat lowongan kerja supply chain cukup diperlukan oleh perusahaan. Tugas dan tanggung jawabnya besar sehingga tidak bisa dikerjakan semena-mena. Kualifikasinya pun sangat ditentukan supaya tidak asal-asalan dalam bekerja.

2. Menjaga Kestabilan Permintaan dan Penawaran


Poin ini merupakan alasan lain lowongan kerja supply chain cukup dicari perusahaan. Divisi supply chain harus dapat mengatur permintaan dan penawaran barang sesuai dengan kapasitas mesin. Jika terjadi overwork, maka mesin menjadi rusak dan kegiatan operasional menjadi terganggu.

Jika sudah begitu maka barang akan terlambat sampai ke konsumen. Tidak mau, kan dimarahi atasan karena tidak tepat menghitung barang?

3. Resikonya cukup besar


Resiko pekerjaan supply chain yang cukup besar membuat perusahaan tidak ingin gegabah dalam proses rekrutmen. Sebenarnya, pekerjaan tersebut membutuhkan pengalaman agar tidak terlalu buta. Pengalaman juga dapat menambah nilai diri ketika turun ke lapangan.

Ingin melamar lowongan supply chain tapi belum tahu hambatan dan resikonya? Logistikjobs.id akan menjelaskan secara singkat demi Anda semua. Salah satu resiko terparah supply chain ialah hilang atau cacat persediaan dalam rantai pasokan. Hal tersebut akan berimbas pada hilangnya nilai barang di pasaran alias barang sudah tidak berharga. Jika sudah begitu, maka barang tidak laku terjual.

4. Menjadi Tulang Punggung Perusahaan


Calon pekerja lowongan supply chain akan menjadi tulang punggung perusahaan pada kegiatan operasional. Perlu dicatat dan diingat bahwa setiap langkah dalam memantau alur produksi memerlukan manajemen yang tepat.

Kesalahan seperti cacat dan keterlambatan distribusi dapat menyebabkan penurunan minat beli dari konsumen. Apabila kesalahan tersebut dibiarkan terlalu lama, maka omzet perusahaan menurun. Imbas paling parah yakni gulung tikar. Itulah mengapa lowongan kerja supply chain disebut sebagai tulang punggung perusahaan.

Itulah artikel singkat tentang lowongan kerja supply chain. Dengan kata lain, pekerjaan supply chain ialah mengelola semua kegiatan bisnis dari hulu hingga ke hilir pada skala global. Meskipun butuh pengalaman, namun bukan berarti tidak bisa melamar.

Biasanya karyawan baru akan diberi pelatihan sebelum benar-benar bekerja. Namun, ingat seleksinya tidak main-main mengingat divisi ini merupakan salah satu bagian terpenting perusahaan.

Agar keraguan makin sirna, Anda dapat mengikuti program management trainee supply chain sebelum memutuskan terjun ke lapangan. Banyak manfaatnya, loh! Yuk, pantau terus situs Logistikjobs.id supaya tidak ketinggalan info lowongan kerja supply chain. Jangan menyerah dan sampai jumpa di artikel selanjutnya.
Buka Komentar