6 Contoh Kliping Bencana Alam Indonesia Terbaru

Bagaimana cara membuat kliping tentang bencana alam yang baik dan benar? Berikut adalah beberapa referensi tugas kliping dengan topik bencana alam yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Kliping memang sering dijadikan sebagai bentuk tugas sekolah yang mengharuskan sobat mengumpulkan informasi seputar tema tertentu dari media massa.

Apa itu kliping? Kliping adalah salah satu kegiatan yang berusaha mengumpulkan berapa bagian dari koran, majalah, atau media cetak lainnya yang memiliki satu kesamaan topik pembahasan serta ditempelkan pada ada media baru seperti kertas atau buku biasa.

Kamu tentunya sudah tidak asing lagi dengan tugas kliping. Bagi yang sedang sekolah atau yang sudah lulus setidaknya pernah mendapatkan tugas untuk membuat kliping tentang suatu hal. Biasanya ini diberikan pada saat pelajaran bahasa Indonesia, atau bisa juga pelajaran lain yang mengharuskan sobat kosngósan untuk membahas tulisan dari berbagai sumber

Kliping adalah salah satu kegiatan positif karena termasuk budaya literasi yang dapat meningkatkan kegiatan membaca anak. Saat sekarang ini budaya membaca yang mulai menipis digantikan oleh gadget, tugas kliping menjadi salah satu solusi sederhana

Apa tujuan dan fungsi dari pembuatan kliping? Tentu saja pembuatan kliping berfungsi untuk mengelompokkan dan mengumpulkan suatu jenis informasi atau pengetahuan yang berasal dari sumber yang banyak. Upaya kita untuk mengumpulkannya lah yang bisa meningkatkan budaya literasi atau membaca


Baca lainnya : Makna Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia

Kliping Bencana Alam


kliping bencana alam

Bagaimana cara membuat kliping yang baik dan benar? supaya sobat kosngosan nantinya bisa menghasilkan Kliping yang memiliki nilai yang tinggi apabila dinilai oleh guru, maka harus membuatnya sekreatif dan semenarik mungkin. Oleh karena itu kamu butuh referensi kliping seperti yang sudah mimin rangkum dibawah ini :


Contoh Kliping Banjir


Bencana Banjir Bandang di Sulawesi dan Kalimantan

kliping bencana alam

Banjir melanda beberapa wilayah dalam seminggu terakhir. Salah satunya di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Dari data yang didapatkan kosngósan, 6 kecamatan dan 28 desa di wilayah sudah terdampak banjir. Data dari BPBD Konawe Utara, 1.054  keluarga dan 4.089 orang telah mengungsi dan 56 rumah mengalami hanyut terseret banjir.

Banjir bandang merobohkan jembatan yang menghubungkan Provinsi Sulawesi Utara dengan Sulawesi Tengah di Kecamatan Asera, Konawe Utara, Minggu. Robohnya jembatan penghubung antar provinsi ini membuat warga Kecamatan Asera, Oheo, Landawe, Langgikima, Andowia, dan Wiwirano terisolasi.

3 dusun di Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, juga diterjang banjir bandang pada Sabtu pagi dinihari. Sebanyak 268 kepala keluarga terdampak banjir, satu di antaranya meninggal dunia.


Contoh Kliping Longsor


Longsor mengakibatkan Jalur Padang - Solok Putus

kliping bencana alam

Longsor menimpa jalan nasional Padang- Solok di Panorama 2 Kilometer 24 Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Padang, Sumatera Barat, Rabu malam sekitar pukul 20.30 WIB. Akibatnya akses jalan Padang-Solok terputus satu jam karena tanah longsor menutupi jalan dengan ketinggian 1,5 meter.

Kepala Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang menyataan wilayah longsor sama pada saat longsor 3 Juni lalu. "Kejadiannya sama di Panorama 2 kilometer 24, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang," kata beliau saat diwawancarai oleh kòsngosan.

Bencana longsor terjadi karena intensitas hujan dan angin kencang yang melanda Padang sejak sore hingga malam hari. Bencana alam ini telah mengakibatkan kemacetan sekitar satu jam mulai pukul 20.30 WIB hingga 21.30 WIB.

Akhirnya akses jalan sudah dapat dibuka kembali. Dalam waktu satu jam, berhasil diatasi sehingga akses jalan bisa dibuka kembali. Dalam melaksanakan pembersihan material longsor, pemda berjasama dengan TRC Semen Padang, PMI, Polsek Luki, Koramil, Dinas PU Sumbar dan juga masyarakat sekitar.


Contoh Kliping Gunung Meletus


Gunung Karengetan Meletus, Warga Mengungsi

kliping bencana alam

Humas Badan SAR Nasional (Basarnas) Manado mengatakan, sekitar 227 jiwa telah mengungsi karena bencana letusan Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara. Beliau mengatakan, jumlah tersebut merupakan data yang dihimpun Basarnas Manado hingga Senin pukul 10.30 Wita.

Pengungsi di shelter 132 jiwa, di Desa Batubulan 42 jiwa, yang tinggal di rumah keluarga 39 jiwa, dan pengungsi anak sekolah yang tinggal di Desa Kawahang ada 14 jiwa. Total pengungsi 227 jiwa

Petugas Pos Pengamatan Gunung Karangetang, mengatakan, pukul 12.00-18.00 Wita, Gunung Karangetang berubah status menjadi siaga. "Kawah dua mengeluarkan asap putih tebal lebih kurang 50 meter. Asap putih kebiruan menyebar ke tubuh gunung bagian selatan. Tingkat aktivitas Gunung Karangetang level III atau siaga,"


Contoh Kliping Tsunami


Tsunami Banten Menewaskan 20 Orang

kliping bencana alam

Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan dampak tsunami menerjang daerah pantai kawasan Selat Sunda terus bertambah. "Data sementara pukul 04.30 WIB tercatat 20 orang meninggal dunia, 165 orang luka-luka, 2 orang hilang dan puluhan bangunan rusak.

Data korban masih akan terus bertambah karena belum semua daerah terdampak di data. Beliau menyatakan, total korban terdapat di 3 wilayah seperti di Kabupaten Padenglang, Lampung Selatan dan Serang. Kabupaten Pandeglang daerah yang terdampak terdapat di Kecamatan Carita, Panimbang dan Sumur.

Daerah tersebut dicatat jumlah korban jiwa 14 orang meninggal dunia, 150 orang luka-luka, 43 rumah rusak berat, 9 unit hotel rusak berat dan puluhan kendaraan rusak.

Kemungkinan terjadinya Tsunami disebabkan longsor bawah laut akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dan gelombang pasang akibat bulan purnama. Karena dua kombinasi tersebut menyebabkan tsunami yang terjadi spontan yang menerjang daerah pantai.


Contoh Kliping Gempa Bumi


Gempa Mengguncang Pesisir Barat Lampung dan Lombok Utara

Terdapat 2 wilayah di Indonesia yang diguncang oleh bencana gempa pada beberapa hari ini. Gempa berkekuatan magnitudo 4 terjadi di pesisir barat Lampung dengan pusat lindu berada di laut.

Dari keterangan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah dilaporkan ketika gempa terjadi, getaran dalam skala I-II MMI (Modified Mercalli Intensity) dirasakan di wilayah Liwa

Ada pun lokasi gempa menurut BMKG berada pada koordinat titik 5,44 Lintang Selatan (LS) dan 103,75 Bujur Timur (BT). Atau tepatnya di 34 km barat daya Pesisir Barat. Sedangkan dari analisa BMKG, gempa ini berkekuatan magnitudo 4.

Sedangkan pusat gempa berdasarkan data yang dikeluarkan oleh lembaga BMKG, terjadi di laut pada kedalaman 12 km. Hingga kini belum ada informasi terkait dampak kerusakan yang ditimbulakan akibat gempa.

Lalu bagaimana cara menghadapi gempa? Pastikan bahwa struktur dan letak rumah mu bisa terhindar dari bahaya yang disebabkan oleh gempa, seperti longsor atau likuefaksi. Evaluasi dan renovasi ulang struktur bangunan mu supaya terhindar dari bahaya gempabumi. Lalu lakukan P3K dan alat pemadam kebakaran dan catat nomor telepon penting yang dapat dihubungi pada saat terjadi gempa bumi


Contoh Kliping Kekeringan


Kekeringan Menimpa Oebelo Timor Tengah Selatan, NTT

Bencana alam berupa kekeringan ekstrem, melanda sekitar daerah Oebelo, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Petugas Climate Forecaster on Duty BMKG Stasiun Klimatologi Kupang menyatakan bahwa, daerah Oebelo menjadi wilayah yang masih mengalami hari tanpa hujan (HTH) dengan kategori kekeringan ekstrem (lebih dari 2 bulan).

Beliau menjelaskan bahwa prediksi awal musim hujan yang terjadi pada tahun ini dan curah hujan di provinsi NTT, berdasarkan monitoring hari tanpa berturut-turut (HTH) dasar harian III Desember, NTT mengalami hari tanpa hujan dengan kategori sangat pendek (1-5 hari).

Daerah yang masih mengalami hari tanpa hujan dengan kategori kekeringan ekstrem (selama 2 bulan lebih) yaitu di Kabupaten Timor Tengah Selatan (sekitar Oebelo). Wilayah ini juga merupakan hari tanpa hujan terpanjang yaitu selama 202 hari.

Sebagian besar wilayah Nusa Tengga Timor sudah memasuki awal musim hujan. Hanya saja untuk lebih memastikan wilayah mana yang sudah memasuki awal musim hujan dan belum, masih menunggu hasil analisa data yang dikirim dari daerah. Pemerintah berharap pada Januari ini semua wilayahnya sudah memasuki awal musim hujan, sehingga para petani lahan kering bisa bertanam.


Tips Membuat Kliping yang Baik dan Benar


1. Menentukan tema

Tentu saja Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah menentukan tema atau topik dari Kliping yang akan dibuat. Anggap saja saat ini kita hendak mengumpulkan kliping dengan tema bencana alam yang terjadi di Indonesia selama kurun waktu tertentu

2. Mengumpulkan data dan bahan

Selanjutnya mulailah mengumpulkan data dan bahan yang akan digunakan untuk kliping seperti mengumpulkan koran dari berbagai media dengan kurun waktu tertentu, majalah atau brosur, gamulai mencari dan juga membaca berita berita terkait mengenai bencana alam yang menjadi headline di media tersebut

3. Gunting dan tempelkan

Selanjutnya yang harus dilakukan adalah menggunting bagian dari berita tersebut untuk kemudian ditempelkan di media baru seperti di buku atau atau di kertas untuk mading. Usahakan untuk menggunting bagian dengan rapi dan sama pada keempat sisinya.

4. Berikan cover

Setelah kamu selesai menggunting menempelkan dan mengumpulkan seluruh bagian dari kliping maka hal terakhir yang bisa kamu lakukan adalah dengan memberikan cover atau sampul pada klipingmu.

5. Membuat daftar isi

Terakhir setelah memberikan cover, maka yang perlu sobat kosngosan buat adalah daftar isi yang mengandung daftar judul dari setiap bab kliping yang dibuat disertai dengan informasi halamannya. Jadi orang yang membacanya juga akan dipermudah untuk menemukan berita dari kliping dengan hanya melihat daftar isi di bagian awal.

Baca lainnya : Contoh Kliping PKN (Pendidikan Kewarganegaraan)


Kesimpulan


Dan semoga saja dengan diberikan-nya tugas kliping oleh guru kepada murid-murid saat ini bisa meningkatkan budaya literasi atau membaca dikalangan anak sekolah. Karena seperti yang kita ketahui saat ini kemauan untuk membaca di kalangan anak sekolah sudah mulai menurun dengan adanya gadget atau smartphone.

Bahkan untuk belajar sekalipun sudah ada videonya. Tentu saja perkembangan zaman memang membuat manusia semakin dimudahkan. Tetapi yang namanya membaca adalah salah satu kegiatan yang paling bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan, bukan? Terimakasih sudah berkunjung di blog kosngosan.
By