Kumpulan Kisah dalam Al-quran untuk Bahan Cerita Anak Sekolah

Alquran tidak hanya berisi aturan dan perintah agama, namun juga ada banyak sekali kisah mengenai orang zaman dahulu yang bisa dijadikan pembelajaran bagi anak anak kita. Oleh karena itu sebagai orangtua, kita wajib memberikan referensi kisah islami yang bermanfaat kepada anak, seperti membacakan mereka kisah orang orang shaleh sebelum tidur.

Kali ini kosngosan akan memberikan beberapa contoh kisah dalam alquran yang bisa dijadikan sebagai sumber bacaan kepada si kecil, sebagai pengantar sebelum tidur. Kegiatan membacakan cerita juga bisa menjadi momen quality time orangtua bersama anak.

kisah cerita alquran

Ketika sobat kosngosan mencari kumpulan kisah dalam al quran, sebenarnya ada banyak sekali sirah baik yang terkait dengan para nabi dan rasul atau pun kisah orang orang mukmin dan musyrik. Tentunya sebagai orangtua kita harus meningkatkan pengetahuan kita akan kisah ini supaya nantinya bisa dijadikan sebagai teladan kepada anak anak.

Berbagai kisah yang kita ceritakan kepada anak-anak kita dengan harapan untuk diambil hikmah dan nilainya lainnya Tentu saja sangat bernilai positif untuk perkembangan mereka. Selain itu mereka juga diperkenalkan mengenai nilai-nilai agama Islam sejak dini yang mengantarkan mereka menjadi anak-anak sholeh dan sholeha

Namun di sini orang tua juga harus bisa membedakan antara kisah nyata yang memang diceritakan oleh Al-quran dengan berbagai kisah hikayat yang banyak di karang oleh manusia zaman dahulu

Oleh karena itu ada baiknya sobat kosngosan membacakan kisah berdasarkan apa yang terkandung dalam Alquran serta Hadits mengenai orang-orang yang saleh dan juga para sahabat nabi. Teknik penyampaian cerita juga harus menarik sehingga dapat menarik atensi anak dalam mendengarkannya

Baca juga : 10 Cara Bangun Subuh Pagi, Walau Begadang di Malam Hari


Kisah Ashabul Kahfi


Kisah ini disampaikan dalam alquran dan terdapat surah khusus yang membahasnya yang dinamakan juga dengan surah al-kahfi. Al-Kahfi merupakan sebutan untuk sebuah gua di gunung yang menjadi tempat pelarian 7 orang pemuda dan seekor anjingnya yang tertidur di dalam gua tersebut selama 309 tahun.


إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا

Ingatlah ketika para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari- Mu, dan sempurnakanlah kepada kami petunjuk yang lurus untuk urusan kami


Alasan mereka lari ke dalam gua adalah untuk menyelamatkan diri dan menyelamatkan iman mereka dari kaum yang sudah mengalami kesirikan dan ingkar terhadap Tuhan. Kemudian ketika mereka memasuki gua lalu mereka berdoa seperti yang yang ada di dalam Alquran surah al-kahfi ayat 10.

Setelah mereka memasuki gua kemudian mereka tertidur namun dengan mata terbuka sehingga orang yang melihat menyangka mereka terjaga padahal sedang tidur. Kemudian anjing yang menjaga Pemuda tersebut juga ikut tertidur sambil menjulurkan kedua lengannya di muka pintu.

Seandainya setiap orang melihat mereka di mulut gua, maka orang-orang akan takut dan lari meninggalkan mereka sehingga inilah yang membuat para pemuda dan anjing itu tertidur sampai 300 tahun lamanya, tanpa terjadi kerusakan pada tubuh mereka

Ketika mereka bangun, merasakan seperti bangun tidur biasanya dan mereka mengira bahwa mereka habis tidur hanya beberapa jam saja namun sebenarnya mereka sudah tidur 300 tahun

Kemudian salah satu dari pemuda itu diutus untuk membeli makanan yang mereka butuhkan, kemudian memberikan uang kepada pemuda tersebut dan berpesan untuk berlaku sopan Supaya tidak memancing kecurigaan kaum di luar sana

Akan tetapi betapa kagetnya mereka bahwa uang yang mereka bawa Tentu saja tidak bisa dipakai Karena itu adalah uang kuno yang hanya berlaku 300 tahun yang lalu setelah mereka mengetahui bahwa selama ini mereka sudah tidur sangat lama.

Kemudian apa yang bisa kita ambil dari kisah ini adalah orang yang ingin menyelamatkan agama Allah dari fitnah maka Allah akan menyelamatkan mereka selama mereka bersungguh-sungguh mencari keselamatan.


Kisah Ashabul Qaryah


Kisah ini ini menjadi pelajaran bagi umat Islam yaitu suatu negeri yang mayoritas penduduknya melanggar aturan Allah serta mendustakannya. Disebutkan dalam surah Yasin ayat 13 sampai ayat 29.


وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلا أَصْحَابَ الْقَرْيَةِ إِذْ جَاءَهَا الْمُرْسَلُونَ (13) إِذْ أَرْسَلْنَا إِلَيْهِمُ اثْنَيْنِ فَكَذَّبُوهُمَا فَعَزَّزْنَا بِثَالِثٍ فَقَالُوا إِنَّا إِلَيْكُمْ مُرْسَلُونَ

Buatlah suatu perumpamaan bagi mereka, yaitu suatu negeri (Ashabul Qaryah) ketika utusan-utusan datang kepada mereka. (Yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya. Kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) ketiga, maka ketiga utusan itu berkata, “Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu.


Ashabul Qaryah merupakan nama penduduk Anthakiyah yang tinggal di Laut Tengah, sungai Al-Ashi yang tidak jauh dari Suwaidiyah. Anthkia dibangun oleh Selauqus I tahun 307 Sebelum Masehi (SM). Raja tersebut menjadikan Anthakiyah sebagai ibukota kerajaan

Kemudian di masa Abbasiyah, daerah ini menjadi pusat kota yang provinsi Al-Awashim. Kota ini memiliki sumberdaya yang berharga, udara segar, berair tawar, dan penuh dengan pemandangan yang indah. Di negeri ini terdapat seorang raja yang menyembah berhala, namanya Antoiqus.

Diutuskah tiga orang yang bernama Shadiq, Mashduq, Syam’un untuk menyeru kepada Allah. Shadiq dan Mashduq masuk ke Anthakiyah sebagai dua orang tabib. Karena teknik pengobatannya mengajak beribadah kepada Allah, akhirnya mereka berdua ditangkap oleh penguasa yang mengaku dirinya sebagai Tuhan

Tinggallah Syam'un, kali ini dia berperan sebagai seorang yang kaya raya. Sebelumnya dia dinasihati oleh seorang sahabatnya yang beriman untuk berhati terhadap watak dan sifat penduduk Anthakia yang suka menikam dari belakang dan berkhianat

Kemudian dia mendatangi negeri itu dan tidak butuh waktu lama untuk bisa dekat dengan penguasa pada saat itu. Dia pun cepat mengenali sejumlah menteri dan para pembantu raja. Kemudian dia pun menjadi sahabat dekat raja dan diminta raja untuk menetap di istana raja. Syam’un pun mulai memberikan penyadaran kepada sang raja.

Pada akhirnya, Raja menyadari siapa sebenarnya Syam’un. Dia akhirnya dijebloskan kepenjara bersama kedua temannya yaitu Shadiq dan Mashduq. Mereka bertiga akhirnya dirajam oleh raja dan bahkan penduduk yang disembuhkan penyakitnya pada waktu itu.

Salah satu dari ketiganya harus melegang nyawa karena tidak bisa bertahan dengan hukuman tersebut. Singkat cerita dua orang dari mereka berhasil lolos atas kehendak Allah

Kemudian Allah SWT lalu mengazab penduduk Anthakiyah seperti difirmankan dalam Al-Qur’an surah Yasin ayat 29 "Tidak ada siksaan bagi mereka melainkan satu teriakan saja; maka tiba-tiba mereka semuanya mati". Naudzu billahi mindzalikk


Kisah Pemilik Dua Kebun


Kisah ini diceritakan dalam Alquran surah al-kahfi ayat 32-44 yang menceritakan mengenai dua orang lelaki di zaman dahulu yang bersahabat dan dan satu beriman namun satu lagi ingkar terhadap Tuhan.

Kisah ini sedikit lebih kabur karena dalam Alquran sendiri tidak diceritakan Siapa mereka dari zaman mana mereka hidup dan di negeri mana mereka tinggal. Kan dalam hadis sekalipun tidak ditemukan referensi mengenai kisah kedua pemuda ini

Intinya cerita ini menggambarkan bahwa pemilik kebun yang 1 yang beriman kepada Allah diuji dengan kesempitan hidup memiliki rezeki harta yang sedikit namun Allah memberinya nikmat terbesar yaitu iman dan keridhaan serta mengharapkan surga disisi-nya.

Berbanding terbalik dengan pemuda yang ingkar tersebut diberikan kelapangan rezeki kemudahan dunia dan Allah memberikannya harta yang melimpah meskipun dia tidak bersyukur dan malah kufur.

Allah memberikan kepada pemuda yang ingkar tersebut Dua kebun anggur yang dikelilingi oleh pohon-pohon kurma sesuai dengan ayat al-kahfi :


جَعَلْنَا لأحَدِهِمَا جَنَّتَيْنِ مِن أعنابٍ وحَفَفْنَاهُمَا بِنَخْلٍ وجَعَلْنَا بينهما زَرْعًا * كِلتا الجنَّتَيْن آتتْ أُكُلَهَا ولم تَظْلِم منه شَيئًا وفَجَّرْنَا خلالهما نَهَرًا * وكان لهُ ثَمَرٌ

Kami jadikan bagi seorang di antara keduanya (yang kafir) dua buah kebun anggur dan kami kelilingi kedua kebun itu dengan pohon-pohon korma dan di antara kedua kebun itu Kami buatkan ladang. Kedua buah kebun itu menghasilkan buahnya, dan kebun itu tiada kurang buahnya sedikitpun, dan Kami alirkan sungai di celah-celah kedua kebun itu, dan dia mempunyai kekayaan besar.”


Sang pemilik kebun pun merasa bangga Ia juga memiliki ilmu yang bisa mengatur dan memaksimalkan lahan yang dia miliki. Seorang yang hebat dalam menggabungkan tanaman yang berbeda dan menyusun irigasi yang baik dia juga merawat dan memaksimalkan hasil panen yang dia punya. Pemuda tersebut pun berkata seperti yang dikutip dalam al-quran, surah Al kahfi ayat 34 :

فَقَالَ لِصَاحِبِهِ وَهُوَ يُحَاوِرُهُ أَنَا أَكْثَرُ مِنْكَ مَالًا وَأَعَزُّ نَفَرًا

Maka dia pun berkata kepada kawannya (yang mukmin) : “Hartaku lebih banyak dari pada hartamu dan pengikut-pengikutku lebih kuat.

Dia terus-terusan menyangka bahwa harta yang dia miliki akan kekal dia juga mengatakan bahwa hari kiamat itu tidak akan datang dan nantinya dia juga akan mendapatkan kembali harta yang dimiliki lebih baik daripada kebun-kebun itu. Itulah perasaan seorang pemuda yang ingkar kepada Allah dan mengira bahwa akhirat hanyalah sesuatu yang lebih kecil dari dunia yang dia miliki seperti saat sekarang ini

Si pemuda yang beriman kemudian berusaha untuk mengingatkan temannya tersebut supaya beriman kepada Allah bukan dengan kufur dan membanggakan harta yang dia miliki saat ini. Temannya itu berkata "“Mudah, bisa diurus.” Karena apa? Karena ia menganggap dengan materi semuanya bisa diselesaikan dan diatur karena bisa menundukkan orang lain"

Kemudian pada akhirnya Allah membinasakan kebunnya tersebut Lalu membolak-balikkan kedua tangannya seperti yang di di firmankan oleh Allah dalam surah al-kahfi ayat 42 yang berbunyi :


وَأُحِيطَ بِثَمَرِهِ فَأَصْبَحَ يُقَلِّبُ كَفَّيْهِ عَلَىٰ مَا أَنْفَقَ فِيهَا وَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَىٰ عُرُوشِهَا وَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُشْرِكْ بِرَبِّي أَحَدًا


Dan harta kekayaannya dibinasakan; lalu ia membulak-balikkan kedua tangannya (tanda menyesal) terhadap apa yang ia telah belanjakan untuk itu, sedang pohon anggur itu roboh bersama para-paranya dan dia berkata: “Aduhai kiranya dulu aku tidak mempersekutukan seorangpun dengan Tuhanku


Kisah Ashabul Ukhdud


Kisah ini terjadi sebelum kelahiran Nabi yang diceritakan di dalam Alquran surah al-buruj ayat 4 sampai 7, yang artinya seperti dibawah ini :


"Maka binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit, yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar, ketika mereka duduk di sekitarnya, sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang yang beriman.”


Menurut sebagian dari ahli tafsir Ashabul ukhdud merupakan kelompok manusia dari Bani Israil yang telah menggali parit yang luas dan membakar api di dalamnya, serta membakar hidup-hidup laki-laki dan perempuan yang beriman pada masa itu

Dahulunya hiduplah seorang raja, yang memiliki tukang sihir yang sudah tua dan meminta raja untuk mendapatkan 1 orang anak kecil sebagai penerus dari sihirnya. Tiap kali anak kecil tersebut mengunjungi tukang sihir dia akan melewati seorang rabib, dan mendengarkan perkataan dari tabib tersebut

Sampai suatu waktu dia terlambat karena terlalu asyik mendengarkan perkataan rabib tersebut. Si penyair marah dan memukulnya. Suatu ketika seekor binatang buas menghalanginya di tengah jalan.

Dia pun mengambil sebuah batu dan bergumam dalam hati "ya allah, apabila perkara rahib lebih utama dibanding penyihir, maka bunuhlah hewan tersebut". Dia melempar hewan tersebut dengan batu dan seketika hewan tersebut mati.

Sejak saat itu anak tersebut dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Dan kabar tersebut diketahui oleh orang-orang dekat sang raja. Orang-orang yang meminta anak tersebut untuk menyembuhkan penyakitnya dengan memberikan harta kepadanya. Namun anak tersebut menolak karena semua kemampuannya tersebut berasal dari Allah saja.

Orang terdekat dari raja yang buta tersebut akhirnya sembuh karena telah beriman kepada Allah. Singkat cerita dia pun mengadukannya ke raja. Betapa marahnya sang raja karena teman dekatnya telah beriman kepada selain dirinya, yang telah mengaku sebagai Tuhan.

Sang raja akhirnya memanggil orang-orang yang beriman kepada Allah dan meminta mereka untuk kafir kembali. Baik rahib, anak tersebut dan orang dekat sang raja, semuanya menolak. Sang raja akhirnya mengumpulkan orang-orang pada satu halaman yang luas. Dia kemudian menyalip anak tersebut di batang kurma.

Dia memanah anak tersebut, namun atas izin Allah panah tersebut meleset. Dan setelah anak tersebut berdoa dan meletakkan tangannya di pelipis kemudian dia meninggal. Orang-orang di halaman tersebut pun berseru dan menyatakan beriman kepada Allah

Saat tersebut sang raja marah besar yang menyuruh untuk membuat parit di dekat pintu jalan lalu menyalakan api di dalamnya. Kemudian dia menyuruh diapa yang tidak mau beriman kepadanya maka dia akan melemparkannya ke dalam parit tersebut

Pada akhirnya mereka pun melemparkan semua orang yang beriman ke dalam parit tersebut hingga datang seorang wanita lemah bersama bayinya, berdiri di depan parit. Wanita tersebut berputus asa sampai dia mendengar bayinya berkata "Wahai ibuku! bersabarlah, sesungguhnya kamu berada dalam kebenaran".

Baca juga : Kumpulan Doa Pagi Hari dalam Agama Islam


Kesimpulan


Semoga dengan apa yang disampaikan mengenai kisah-kisah Islami yang terkandung dalam Alquran dan hadis di atas bermanfaat dan menjadi preferensi bagi orangtua dalam memberikan kisah sesuai dengan ajaran Islam.

Bagi yang sudah membaca, Jangan lupa untuk menekan tombol share dan bagikan artikel ini di sosial media serta kritik dan saran dengan mengirimkan di kotak komentar di bawah Terima kasih sudah berkunjung ke blog kosngosan.
By

0 Response to "Kumpulan Kisah dalam Al-quran untuk Bahan Cerita Anak Sekolah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel