Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Contoh Dinamika Penduduk Indonesia dan Dunia

Apa yang dimaksud dinamika penduduk? Pengertian dinamika penduduk bisa dijelaskan sebagai suatu istilah yang menggambarkan keadaaan suatu penduduk pada wilayah tertentu (misal pulau, negara atau benua) yang dijadikan sebagai sumber daya dalam merumuskan kebijakan makro suatu negara, seperti masalah kependudukan, ekonomi makro dan sebagainya. Hal ini sangat penting karena penduduk sebagai entitas yang mendiami suatu wilayah, harus didata dengan baik dan benar supaya bisa diketahui gambaran umum mengenai mereka.

Keadaan seperti dinamika penduduk, berisi pertumbuhan atau perubahan yang terjadi secara signifikan dan umumnya faktor yang berpengaruh terhadap dinamika penduduk di suatu wilayah ini adalah kelahiran (natalitas), kematian (mortalitas), dan perpindahan penduduk (migrasi).

Jadi, kalau sobat kosngosan ditanya "sebutkan 3 faktor yang mempengaruhi dinamika penduduk", maka kamu sudah tahu jawabannya adalah ketiga hal diatas. Misalnya kamu ditanya untuk memberikan contoh dinamika penduduk di negara Afrika, maka cari data kelahiran, kematian dan perpindahan penduduk di negara Afrika, Asia, Amerika, Australia atau Eropa, maka kamu bisa pilih salah satu negara didalam benua tersebut.

contoh dinamika penduduk

Contoh Dinamika Penduduk di Indonesia dan Negara Lain

Langsung saja, to the point mengenai beberapa contoh dinamika penduduk yang bisa sobat kosngosan jadikan sebagai referensi atau contoh soal dan jawabannya. Berikut beberapa contoh dinamika pada daerah – daerah di dunia :


1. Contoh Dinamika Penduduk Indonesia

Indonesia merupakan salah satu negara di dunia dengan jumlah penduduk dan sumber daya manusia yang cukup besar. Menurut Data Populasi Dunia Tahun 2015, jumlah penduduk yang tinggal di Indonesia mencapai sekitar 256 juta jiwa yang merupakan hasil dari dinamika penduduk.

Berdasarkan faktor utamanya, dinamika penduduk Indonesia dipengaruhi oleh :


a. Kelahiran (Natalitas)

Angka kelahiran di Indonesia memiliki tingkat kepadatan yang sangat tinggi, yakni mencapai sekitar 4,8 juta jiwa setiap tahunnya. Tingginya angka kelahiran ini membuat Indonesia terletak pada peringkat keempat di negara – negara dunia setelah China, India, dan Amerika Serikat dengan jumlah populasi penduduknya yang terkenal tinggi.

Barulah sejak diberlakukannya pelaksanaan program Keluarga Berencana mulai tahun 1970, Indonesia berhasil menurunkan angka kelahiran total sejak tahun 1960 sebesar 5,7 ke angka 2,45 anak per keluarga di awal 2020. Angka ini tentunya masih belum maksimal dan pemerintah terus berupaya menurunkan lagi ke target utamanya yakni sebesar 2,1 anak per keluarga.


b. Kematian (Mortalitas)

Kematian penduduk merupakan hal yang merata dan hampir terjadi setiap waktu di berbagai belahan dunia, tak terkecuali Indonesia. Jumlah kematian (mortalitas) di setiap daerah juga berbeda – beda tergantung dengan jumlah penduduk yang menempati wilayah tersebut.

Berdasarkan data yang telah dihitung, empat dari lima penyebab utama kematian tertinggi di Indonesia disebabkan oleh penyakit tidak menular. Beberapa penyakit tersebut meliputi stroke (21,1%), jantung coroner (12,9%), diabetes mellitus disertai komplikasi (6,7%), tuberkolosis (5,7%), dan hipertensi disertai komplikasi (5,3%).


c. Perpindahan Penduduk (Migrasi)

Migrasi merupakan perpindahan penduduk dari wilayah satu ke wilayah lainnya dengan tujuan utama untuk menetap. Adanya migrasi tentunya sangat mempengaruhi dinamika penduduk dalam suatu wilayah karena sifatnya yang bisa menambah dan mengurangi.

Faktor penting yang menyebabkan adanya migrasi di Indonesia adalah karena perbedaan potensi antar wilayah dan keragaman kondisi yang berbeda – beda. Hal ini juga berkaitan dengan persebaran dan kepadatan penduduk yang tidak merata (kosngosan.com)

Baca juga : Penyebab Dualisme Kepemimpinan di Indonesia


2. Contoh Dinamika Penduduk Asia (Jepang)

Jepang merupakan salah satu negara terkenal di Asia belahan timur dan terletak pada ujung barat Samudra Pasifik. Jepang juga terkenal sebagai negara dengan penduduk terbanyak nomor sepuluh di dunia dengan jumlah penduduk sekitar 128 juta.

Berdasarkan faktor utamanya, dinamika penduduk Jepang dipengaruhi oleh :


a. Kelahiran (Natalitas)

Meskipun Jepang terkenal dengan jumlah penduduknya yang besar, namun angka kelahiran di Jepang juga cenderung mengalami penurunan. Hal ini dikarenakan banyaknya populasi warga Jepang yang enggan menikah dan jumlah penduduk lansianya yang cukup tinggi dikarenakan kondisi kesehatan yang baik.

Menurut data National Institute Of Population and Social Security Research, jika faktor – faktor penyebab diatas terus terjadi, populasi warga di Jepang bisa terus merosot dengan drastic menjadi 51 juta pada kisaran Tahun 2115.


b. Kematian (Mortalitas)

Apakah sobat kósngosan tahu, selain Korea Selatan, ternyata Jepang juga termasuk dalam urutan negara dengan angka kematian tertinggi. Bahkan kasus kematian yang terjadi ini juga diklaim lebih tinggi daripada angka kelahiran setiap tahunnya. Tingginya angka kematian inilah yang menjadi salah satu faktor mengapa Jepang mengalami penurunan populasi warganya selama kurun waktu 7 tahun terakhir secara drastis.

Penyebab yang menjadi faktor tingginya angka kematian di Jepang dikarenakan oleh beberapa hal seperti : Maraknya bunuh diri di kalangan pelajar karena stress dan kasus bullying, bunuh diri akibat masalah ekonomi yang buruk, serta rentannya terjadi bencana seperti tsunami dan gempa bumi.


c. Perpindahan Penduduk (Migrasi)

Sejak adanya perkembangan ekonomi yang semakin baik di Jepang sekitar abad ke – 20, migrasi hampir disetarakan dengan urbanisasi karena banyak penduduk yang berasal dari pedesaan memutuskan untuk pindah keluar kota atau daerah metropolitan yang lebih besar.

Hal ini dikarenakan di kota, mereka mampu mendapatkan pendidikan dan pekerjaan yang lebih baik. Banyaknya kota – kota regional umumnya menawarkan biaya hidup yang cenderung rendah, perjalanan dengan rentang waktu yang cukup singkat, serta gaya hidup yang lebih santai.


3. Contoh Dinamika Penduduk Australia

Australia dikenal sebagai satu – satunya benua terkecil di belahan dunia yang letaknya berada di sebelah selatan. Australia sendiri terdiri dari 6 negara bagian penting, dan dua bagian territorial. Kualitas hidup negara Australia dikenal cukup tinggi. Hal ini dikarenakan adanya indikator berupa angka harapan hidup yang tinggi yakni sekitar 82 tahun.

Berdasarkan penyebabnya, dinamika penduduk Australia disebabkan oleh beberapa hal seperti yang sudah mimin kosngosan rangkum dibawah ini, yakni :


a. Kelahiran (Natalitas)

Menurut data yang dirilis oleh Biro Statistik Australia (ABS), angka demografi menunjukkan bahwa populasi penduduk Australia tumbuh sekitar 388.000 jiwa sepanjang tahunnya dengan total 24,8 juta. Populasi Australia terus tumbuh dengan kokoh mencapai angka 1,6 persen per tahun meskipun disamping itu sempat terjadi pelambatan jumlah pendatang asing di tahun 2017 akhir.

Laju penambahan angka kelahiran di Australia sendiri mencapai angka 13 kelahiran pada tiap 1000 penduduk yang ada. Pada Tahun 2005, jumlah penduduknya tercatat sebesar 20.400.000 jiwa atau sekitar 3.500.000 jiwa menambah dalam kurun waktu 10 tahun.


b. Kematian (Mortalitas)

Angka kematian di Australia cenderung menurun dengan kematian lelaki lebih tinggi daripada perempuan. Hal ini ternyata serupa dengan Indonesia. Penurunan angka ini umumnya dipengaruhi oleh adanya perbaikan seperti keselamatan yang lebih efektif di jalan raya, berkurangnya pengguna rokok, serta penanganan dini serangan jantung dan penyakit kronis lainnya. Pada Tahun 2017, setidaknya ada 77 kasus kematian anak dalam tiap 100.000 orang di Australia.


c. Perpindahan Penduduk (Migrasi)

Australia termasuk salah satu tujuan migrasi yang cukup besar. Hal ini dikarenakan Australia memiliki iklim ekonomi dan politik yang cukup stabil, permintaan pekerja yang tinggi, serta komunitas negaranya yang cukup beragam. Sejak tahun 2011, jumlah kuota migrasi berada stabil di kisaran angka 190.000 orang per tahunnya. Namun sekitar bulan Maret lalu, pemerintah setempat mengurangi jumlah kuota tersebut menjadi 160.000 orang saja.


4. Contoh Dinamika Penduduk Amerika (Amerika Serikat)

Benua Amerika merupakan salah satu benua terbesar yang menempati urutan nomor dua di dunia. Salah satu negara terkenal di benua ini adalah Amerika Serikat yang sekaligus menjadi republik konstitusional federal dengan ibukota Washington DC. Menurut dinamikanya, beberapa faktor yang mempengaruhi jumlah penduduknya antara lain :


a. Kelahiran (Natalitas)

Amerika Serikat merupakan negara terpadat nomor 3 di dunia dengan angka kelahiran sekitar 11,6% per 1000 penduduk (menurut data pada tahun 2020). Hal ini belum lagi ditambah dengan imigrasi kelahiran asing yang menyebabkan populasi AS makin meningkat dengan pesat setiap tahunnya. Angka populasi tersebut terus naik berlipat ganda dari 20 juta pada tahun 1990 menjadi lebih dari 45 juta di tahun 2015.


b. Kematian (Mortalitas)

Untuk angka kematian di Amerika Serikat sendiri berkisar sebesar 8,9% per 1000 penduduk (menurut data pada tahun 2020). Umumnya, besar harapan hidup pada populasi penduduk laki – laki berada di usia 75,1 tahun, sedangkan untuk perempuan berada di usia 80,5 tahun. Namun sobat kosngósan sekalian, seiring dengan berkembangnya teknologi, adanya perbaikan kesehatan masyarakat dan intervensi lingkungan yang baik membuat penurunan tajam terhadap angka kematian semenjak menginjak abad ke – 20.


c. Perpindahan Penduduk (Migrasi)

Selain menjadi negara dengan jumlah penduduk yang padat, AS juga menjadi negara dengan tujuan migrasi yang cukup besar. Setidaknya, ada sekitar 51 juta imigran dunia yang hidup di Amerika saat ini dan jumlahnya terus meningkat sebesar 16 juta orang sejak tahun 2000 – an.


5. Contoh Dinamika Penduduk Afrika (Mesir)

Mesir merupakan negara besar di benua Afrika dan penduduknya menempati urutan terbesar diantara negara – negara Arab lainnya. Rata – rata populasi warganya adalah sekitar 2 juta per tahun atau 2,45% dimana menurut data penduduk pada Tahun 2019 adalah 99,317 jiwa. Menurut faktor penyebabnya, beberapa hal yang mempengaruhi dinamika penduduk Mesir adalah :


a. Kelahiran (Natalitas)

Dalam 30 tahun terakhir, angka kelahiran di Mesir terus melonjak dengan pesat. Setidaknya ada sekitar 1,5 juta bayi lahir setiap tahunnya. Tetapi belakangan ini, angka kelahiran di Mesir agak menurun dikarenakan pemerintah mulai mengeluarkan kebijakan keluarga dengan anak sedikit. Hal ini tentunya dilakukan untuk menekan pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi.


b. Kematian (Mortalitas)

Menurut data perkiraan di Tahun 2014 silam, Mesir mendapati angka kematian bayi sekitar 22,41% per 1000 kelahiran hidup. Harapan hidup penduduk Mesir umumnya berada di usia 71,4 tahun pada laki – laki, dan usia 74,2 tahun untuk perempuan.


c. Perpindahan Penduduk (Migrasi)

Umumnya, penduduk Mesir memiliki mobilitas yang cukup panjang, terutama di sepanjang daerah Arab. Namun sebenarnya, angka emigrasi juga cukup populer dalam dunia konstitusi. Setidaknya, terdapat sekitar 70% migran Mesir yang tinggal di negara Arab (Arab Saudi, Yordania, Kuwait, Libya dan negara lainnya) serta sisanya berada di daerah Amerika seperti Kanada, dan Eropa.

Baca juga : Contoh Permasalahan Aktual di Indonesia


Kesimpulan Akhir

Population dynamics atau dinamika penduduk pada suatu wilayah memang menarik untuk dipelajari. Kalau kamu memang memiliki ketertarikan dibidang geografi, kependudukan dan juga analis dibidang sosial, maka penting untuk mempelajari tentang istilah ini. Dengan mengetahui kondisi penduduk, maka suatu negara bisa dengan mudah untuk menyusun strategi pembangunan negaranya sendiri. Semoga materi ini bisa bermanfaat untuk sobat kosngosan sekalian, jangan lupa untuk share dan bagikan artikel ini ke sosial media masing masing. Terimakasih sudah berkunjung!

Oleh rezaharahap