Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Contoh Model Bentuk Atap Rumah yang Tahan Lama

Membangun rumah yang kokoh dan tahan lama salah satu faktornya adalah pemilihan model dan bentuk atap yang sesuai dengan kebutuhan. Bagi pemula, diperlukan pengetahuan tentang kelebihan dan kekurangan terhadap atap rumah yang dipilih.

Membangun rumah memang tidak bisa sembarangan. Salah satu pertimbangan penting sebelum mendirikan sebuah hunian adalah jenis dan bentuk atap rumah yang didasari atas berbagai faktor.

Ada beberapa tips sederhana dan simple sebelum sobat kosngosan memutuskan untuk memilih suatu jenis atap rumah yang sesuai, yaitu :

  • Pertimbangkan iklim di daerah tempat kamu tinggal. Beberapa jenis atap lebih cocok untuk daerah yang memiliki cuaca panas atau hujan, sementara yang lain lebih cocok untuk daerah yang memiliki iklim dingin.
  • Pertimbangkan biaya dan budget. Beberapa jenis atap memerlukan perawatan yang lebih mahal daripada yang lain. Pilih jenis atap yang sesuai dengan anggaran kamu.
  • Pertimbangkan desain rumah kamu. Beberapa jenis atap lebih cocok untuk rumah tradisional, sementara yang lain lebih cocok untuk rumah modern.
  • Pertimbangkan kualitas material yang digunakan. Memilih material yang berkualitas tinggi akan memastikan bahwa atap kamu tahan lama dan memerlukan perawatan yang lebih sedikit.
  • Pertimbangkan berat atap: Pertimbangkan berat atap yang akan digunakan. Beberapa jenis atap seperti atap fiberglass sangat ringan sehingga tidak memerlukan struktur atap yang kuat.
  • Pertimbangkan dari segi kualitas dan stkamur yang diterima : pastikan atap yang akan dipilih memenuhi standar kualitas dan standar yang telah tersertifikasi SNI
  • Bicarakan dengan profesional : Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan profesional seperti kontraktor atau arsitek untuk memastikan pilihan atap yang tepat untuk rumah kamu.


Contoh Model dan Bentuk Atap Rumah di Indonesia

Model dan Bentuk Atap Rumah

Dari beberapa bahan dan model yang ada, sering sobat kosngosan melihat beberapa atap rumah yang dipakai oleh masyarakat kita, diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Atap Jerami: Atap ini terbuat dari daun-daun jerami yang dibentuk menjadi sebuah atap. Atap ini cukup populer di daerah pedesaan di Indonesia karena mudah didapat dan murah.
  • Atap Seng: Atap ini terbuat dari bahan seng yang banyak digunakan di daerah perkotaan. Atap ini cukup kuat dan tahan lama, serta cocok untuk berbagai jenis desain rumah.
  • Atap Asbes: Atap ini terbuat dari bahan asbes yang banyak digunakan di daerah perkotaan. Atap ini cocok untuk rumah dengan desain tradisional, dan cukup kuat dan tahan lama.
  • Atap Rumbia: Atap ini terbuat dari bahan rumbia yang banyak digunakan di daerah pedesaan. Atap ini cocok untuk rumah dengan desain tradisional, dan cukup kuat dan tahan lama.
  • Atap Teraso: Atap ini terbuat dari bahan teraso yang banyak digunakan di daerah perkotaan. Atap ini cocok untuk rumah dengan desain modern, dan cukup kuat dan tahan lama.
  • Atap Genteng: Atap genteng adalah jenis atap yang terbuat dari bahan keramik, beton, metal atau aspal yang dibentuk sedemikian rupa sehingga memiliki bentuk seperti genteng. Atap ini digunakan untuk melindungi rumah atau bangunan dari cuaca ekstrim seperti hujan, panas, dan angin. 
  • Atap Fiber: Atap fiber adalah jenis atap yang terbuat dari bahan fiberglass atau serat kaca yang diolah dan dicetak sedemikian rupa sehingga memiliki bentuk seperti atap tradisional. Atap fiber dikenal sebagai atap yang ringan, kuat, tahan terhadap cuaca ekstrim, dan tahan lama.

Berbicara mengenai bentuk atap rumah yang sering dipakai oleh masyarakat kita, bisa dirangkum menjadi beberapa bentuk :

  • Bentuk Atap Rumah Limasan atau Perisai
  • Bentuk Atap Rumah Pyramid
  • Bentuk Atap Rumah Saltbox
  • Bentuk Atap Rumah Melandai ke Depan
  • Bentuk Atap Rumah Datar
  • Bentuk Atap Rumah Miring Mezzanine
  • Bentuk Atap Rumah Melandai ke Belakang
  • Bentuk Atap Pelana Bertingkat
  • Bentuk Atap Rumah Kupu-Kupu
  • Bentuk Atap Melandai ke Sisi
  • Bentuk Atap Palang Runcing
  • Bentuk Atap Miring Kombinasi
  • Bentuk Atap Miring Gergaji
  • Bentuk Atap Rumah Dome
  • Bentuk Atap Rumah Lengkung (curved)
Nah setelah membahas mengenai bahan dan bentuk dari atap bangunan yang sering dipakai di Indonesia, tentu saja masing masing diatas harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan kalian. 

Karena memilih salah satu itu harus tahu apa saja kelebihan dan kekurangannya. Selain itu, sesuaikan budget kalian juga sebelum memilih material atap untuk bangunan yang akan dibangun.


Rekomendasi Atap Kuat Buat Bangunan

Kalau kalian sedang mencari produk untuk Atap Kuat untuk bangunan yang kokoh dan tahan lama, maka kami rekomendasikan brand dari Djabesmen. 

Atap Djabesmen ada banyak pilihan produk yang sesuai dengan kebutuhan kalian. Misalnya Djabes Genteng dengan spesifikasi jumlah Gelombang : 18 daun per lembar, Lebar Terpakai : 1100 mm dan Panjang Terpakai : minus 100 mm. 

Atap jenis ini cocok untuk rumah di daerah yang punya temperatur siang yang tinggi, karena mampu meredam panas berlebih ketika siang.

Ada juga Djabes 11 dan Djabes 14 gelombang kecil yang spesifikasinya Lebar Terpakai : 725 mm untuk djabes 11 dan 975 mm untuk djabes 14. Sedangkan Panjang Terpakai : minus 150 - 200 mm, Jarak Gelombang : 75 mm dan Tinggi Gelombang : 20 mm. 

Dan produk Djabes 6 Gelombang Besar dengan spesifikasi Jumlah Gelombang : 6, Lebar : 1020 mm, Lebar Terpakai : 900 mm, Panjang Terpakai : minus 150 - 200 mm, Jarak Gelombang : 180 mm, Tinggi Gelombang : 50 mm dan Tebal : 5 mm dan 6 mm

Atap jenis ini cocok untuk atasan buat tempat usaha seperti atap bangunan untuk gudang, pabrik, dan kandang ternak atau rumah hidroponik

Kalau kalian tertarik, bisa konsultasi dulu mengenai kebutuhan bangunan yang sesuai di Official Account Facebook, Instagram dan Youtube-nya Djabesmen.

Brand ini juga punya slogan #DjagonyaAtapKuat dan berhasil mendapatkan penghargaan Top Brand Index dengan kategori Atap Fiber Semen sejak tahun 2015 silam. Jadi bisa membuat kalian makin percaya dengan produk dari brand ini, bukan?


Kesimpulan

Pada akhirnya, jangan lupa untuk meminta rekomendasi dan saran dari kontraktor atau arsitek yang berpengalaman dalam bidang ini.

Karena kalau kamu yang merencanakan sendiri, sebagai pemula pasti ada yang kurang dan ada yang kurang kamu pahami di beberapa bagian teknisnya.

Semoga beberapa informasi dari kosngosan diatas bisa bermanfaat buat kalian ya. Jangan lupa untuk share dan bookmart halaman ini supaya bisa berkunjung kembali, adios!

Oleh rezaharahap