Cara Buat Lagu di Spotify pakai AI SUNO secara Legal dan Aman

Bagaimana cara merilis lagu cover buatan SUNO ke SPOTIFY secara LEGAL dan GRATIS? Ini bakalan jadi bahan Edukasi panjang, jadi harap dibaca baik-baik dan sampai habis yah.
Pasti banyak dari kalian yang udah sering bikin konten cover lagu pake Suno buat di-upload ke YouTube atau TikTok. Views-nya mungkin udah lumayan, tapi sayang banget kalau karya kalian cuma mentok di situ.
Pernah kepikiran gak, "Bisa tidak sih lagu cover Suno ini masuk ke Spotify, Apple Music, atau Resso biar gua jadi Official Artist dan nambah sumber cuan selain Adsense?" Jawabannya: BISA dan LEGAL 100%.
Tapi, ada caranya biar akun kalian aman, tidak kena takedown, dan pastinya GRATIS (tanpa bayar biaya langganan distributor tahunan). Simak panduan lengkap ini. Jangan di-skip karena ini menyangkut hukum dan duit! 💸
PAHAMI ATURAN MAIN dan POSISI SUNO
Sebelum teknis, benerin dulu mindsetnya. Jangan asal upload kalau tidak mau akun kena banned.
1. Suno Itu Cuma "Alat", Bukan "Pengacara" Banyak yang salah kaprah: "Bang, gua kan udah akun Suno PRO, berarti bebas dong cover lagu orang?" SALAH BESAR. Suno AI posisinya sama kayak Gitar. Kalau kalian beli gitar, terus nyanyi lagu "Separuh Aku", pabrik gitarnya tidak ikut tanggung jawab soal izin lagunya.
Di Terms of Service (ToS), Suno sudah Lepas Tangan soal hak cipta pihak ketiga. Suno tidak membayarkan royalti ke pencipta lagu yang liriknya kalian pakai. Jadi, urusan izin edar dan royalti itu murni tanggung jawab kalian sebagai uploader, bukan Suno.
2. Status Akun Suno: Free vs Pro Biar rilis kalian sah secara kepemilikan master rekaman:
Suno Free: Secara aturan, kalian TIDAK PUNYA hak komersial atas audionya. Kalau nekat upload ke Spotify (komersil), kalian melanggar ToS Suno. Resiko tanggung sendiri.
Suno Pro/Premier: Kalian PUNYA hak milik atas rekaman audionya (Master Recording). Ini jalur paling aman dan legal.
3. Audio Only vs Video Tutorial ini khusus untuk rilis ke DSP (Spotify, Apple Music, Resso, dll) alias Audio Only. Aturan mainnya beda sama YouTube (Video). Di DSP, urusan royalti ke pencipta lagu lebih teratur lewat sistem Mechanical License.
BEDAH LOGIKA "MECHANICAL LICENSE" (JANGAN BUANG DUIT!)
Masalah utama rilis cover itu biasanya ditakut-takutin: "Bang, kalau cover harus beli Mechanical License ($12-15) ya? Kalau tidak beli nanti dituntut?"
Jawabannya: TERGANTUNG TARGET PASAR LU. Kalau target lu cuma pendengar Indonesia/Malaysia/Asia, jawabannya: tidak USAH BELI. ITU PEMBOROSAN.
Biar tidak gagal paham, mari kita bedah logikanya pelan-pelan buat kalian yang masih awam atau yang sok tau.
1. Bedakan "Jualan Putus" (Download) vs "Numpang Dengar" (Streaming) Fungsi utama Mechanical License Berbayar (yang beli sendiri di awal) itu adalah syarat mutlak kalau lu mau JUALAN FILE LAGU (Download) di iTunes atau Amazon MP3, atau jualan berupa FISIK (Cetak CD/Vinyl).
Pertanyaannya: Hari gini, siapa orang Indonesia yang beli lagu Rp 7.000/biji di iTunes? Hampir tidak ada. Warga +62 itu tim Streaming (Spotify, YouTube Music, Resso, TikTok). Logikanya: Ngapain lu bayar lisensi mahal-mahal buat buka lapak di iTunes, kalau pembelinya tidak ada? Boncos, Bos!
2. Streaming itu Punya Jalur "Otomatis" Kalau lu cuma rilis di Platform Streaming (Spotify, Apple Music, Deezer, dll), lu tidak PERLU beli lisensi mekanikal di depan.
Kenapa? Karena Platform Streaming sudah punya sistem canggih (Compulsory License). Mereka otomatis memotong sebagian pendapatan lagu cover lu buat dibayarkan ke Pencipta Lagu Asli.
- Kamu rilis GRATIS.
- Legalitas aman.
- Pencipta asli tetep dapet duit.
- Win-Win Solution.
3. Kapan Lu WAJIB Beli Lisensi? Lu baru butuh beli Lisensi Mekanikal (via EasySong dkk) HANYA JIKA:
- Kamu mau rilis lagu fisik (Cetak CD/Vinyl).
- Kamu mau JUALAN FILE di iTunes/Amazon MP3.
- Kamu yakin lagu mu bakal meledak di pasar Amerika (USA), Kanada, Meksiko, India, atau Pakistan. (Negara-negara ini hukum cover-nya ribet, kadang streaming pun butuh lisensi di awal).
Tapi kalau pasar lu cuma "Warga +62" atau "Jiran Malaysia", aturan ini jauh lebih santai. Streaming Only is King. Daripada lu keluar duit Rp 250.000 (biaya lisensi) di awal cuma buat gaya-gayaan "Full License" tapi pasarnya tidak ada, mending lu baca tulisan gua ini sampai selesai. Duit Rp 250rb-nya mending buat beli kuota internet buat promosi, atau buat perpanjang Suno Pro bulan depan.
PRAKTEK UPLOAD dan TEKNIS (Cara Isi Form Biar Approved)
Bab 1 udah bahas mindset. Bab 2 udah bahas logika hemat duit. Sekarang saatnya kita Buka Dashboard RouteNote dan eksekusi!
PANDUAN PENGISIAN: "ALBUM DETAILS" (Wajib Teliti!)
Langkah 1: Buka menu Distribution > Create New Release. Setelah dapat UPC, lu bakal masuk ke halaman "Album Details"
Isi kolom-kolomnya dengan aturan berikut biar LOLOS MODERASI:
1. Language, Pilih: English (Atau sesuai bahasa utama lagu, misal Indonesian).
2. Album/Single/EP Title, Isi: JUDUL LAGU ASLI. Contoh: Separuh Aku.
⚠️ PENTING: Jangan tambah embel-embel "(Cover)", "(Feat Suno)", atau nama artis asli. Cukup judul lagunya aja. RouteNote melarang teks tambahan di judul untuk lagu cover.
3. Album Version, Isi: Kosongkan Saja (Default). Kecuali: Kalau aransemen lu beda banget, misal "Acoustic Version" atau "Rock Version". Tapi kalau ragu, mending kosongin biar aman.
4. Does this release contain cover versions? (KRUSIAL!). Pilih: YES (Centang Kotak Ini!).
Penjelasan: Ini pengakuan dosa di awal bahwa ini lagu orang. Kalau lu pilih No, nanti pas ketahuan moderator, langsung di-banned karena dianggap maling lagu.
5. Compilation Album, Pilih: No (Kecuali lu rilis album kompilasi bareng artis lain).
6. Artist Name, Isi: Nama Panggung Lu. Role: Primary.
7. Publishing Information (Bagian Paling Sering Salah) Lihat kolom Writers > Composer. Di sini lu WAJIB mengisi nama PENCIPTA LAGU ASLI (Songwriter), bukan nama bandnya, dan bukan nama lu!
First Name: Nama Depan Pencipta.
Last Name: Nama Belakang Pencipta.
Contoh Kasus Lagu "Separuh Aku":
Penciptanya David Kurnia Albert.
First Name: David Kurnia
Last Name: Albert
Tips: Cari di Google "Songwriter of [Judul Lagu]" atau cek "Song Credits" di Spotify. Jangan males riset ini!
8. Does this release contain lyrics?
Pilih: Yes (Centang kotak).
Kenapa: Karena ini lagu cover (ada nyanyiannya), kita wajib ngasih kredit ke penulis lirik aslinya. Pilih Yes, akan muncul kolom input nama (First Name dan Last Name).
Isi Dengan: NAMA PENCIPTA ASLI lagi. Biasanya nama Composer (pembuat nada) dan Lyricist (penulis lirik) itu orangnya sama.
Contoh: Kalau cover lagu "Separuh Aku", tulis lagi David Kurnia (First Name) Albert (Last Name).
⚠️ JANGAN ISI NAMA LU! Lu cuma penyanyi, bukan penulis liriknya.
9. Primary Genre, Pilih: Genre yang sesuai (Pop, Rock, Metal, dll).
10. Composition Copyright (C Line) - HATI HATI!
Year: 2025 (Tahun rilis sekarang). Name: Isi NAMA ARTIS ASLI / LABEL ASLI. Contoh: NOAH / Musica Studios.
Penjelasan: Ini hak cipta lagunya (Lirik dan Nada). Karena bukan lu yang bikin lagunya, jangan tulis nama lu di sini!
11. Sound Recording Copyright (P Line) - HAK MILIK LU
Year: 2025. Name: Isi NAMA LU / NAMA ARTIS LU.
Contoh: Adhitya Project
Penjelasan: Ini hak cipta rekaman suaranya (Master Recording). Karena lu (dan Suno) yang memproduksi suaranya, ini punya lu.
12. Record Label Name, Isi: Nama Lu (Sama kayak P Line) atau bikin Nama Studio lu disni. Karena gua juga punya studio rekaman dan jasa Aransemen lagu (Bukan SUNO) gua isi disini nama studio rekaman gua "Kirana Musik Studio".
Info: Di RouteNote Free, kamu bebas bikin nama label sendiri. tidak harus PT atau CV.
13. Originally Released / Pre Order / Sales Start Date. Isi tanggal hari ini atau tanggal rencana rilis ke depan (misal seminggu lagi). Atau kamu cukup isi bagian Originally Released aja, yang lainnya kosongin. Jadi kalo tim Routenote udah cek dan Approved dia langsung Rilis ASAP (As Soon As Posible)
14. Explicit Content ,Pilih: Non-Explicit (Kecuali lirik hasil generate lu ada kata-kata kasar/kebun binatang).
SETELAH SELESAI: Klik tombol biru Save and Continue
LANGKAH 3: Audio dan Artwork
Audio: Upload file FLAC atau MP3 (320kbps). Ingat, Jangan ada hening (silence) kepanjangan di awal/akhir lagu.
Artwork: Upload file JPG 3000x3000px.
Pastikan tulisan di gambar SAMA PERSIS dengan "Release Title" dan "Artist Name" yang kamu isi di langkah sebelumnya. Beda satu huruf = Tolak.
LANGKAH 4: PENGISIAN "AUDIO METADATA" (Per Track)
Setelah audio berhasil diupload, klik "Edit Audio Metadata". Coba dikoreksi lagi. kalo semuanya udah sesuai bagian, yang harus lu perhatikan ulang adalah:
Is this track a cover version? (PENTING!) , Pilih: YES (Centang). Wajib: Ini pengakuan bahwa ini lagu cover.
"Do you have a mechanical license?" (KUNCI GRATIS), Otomatis muncul setelah pilih Yes di atas. Pilih: NO.
Kenapa pilih NO? Tenang, jangan panik. Baca tulisan kecil di bawahnya: "You don't need a mechanical license to distribute a cover...". RouteNote membolehkan kita pilih NO, asalkan nanti kita Exclude negara-negara ribet (USA, dll) di langkah selanjutnya. Jadi pilih NO biar kita tidak ditagih bukti bayar lisensi.
Apabila semuanya udah sesuai, Klik tombol Save and Continue.
LANGKAH 5: MANAGE STORES (Bagian Paling Krusial)
Di halaman ini, nasib akun dan cuan lu ditentukan. Jangan asal klik Select All. Ikuti urutan ini biar Legal, Gratis, dan Cuan Maksimal.
TAHAP A: Pilih Toko (Hati-Hati Jebakan Batman!)
Biarkan seluruh Toko dicentang ✅.
YouTube Content ID:
❌ JANGAN DICENTANG (HARAM HUKUMNYA!) ☠️
Penjelasan: Content ID cuma buat lagu Original (Ciptaan Sendiri). Kalau lu nyalakan ini buat lagu Cover, lu bakal dianggap nge-klaim hak cipta lagu orang. Akibatnya: Rilis ditolak, akun RouteNote di-banned permanen. Hati-hati, jangan sampai salah klik!
TAHAP B: Setting Wilayah (Trik "Hybrid" Pro)
Kita bakal pakai teknik tingkat tinggi sesuai panduan resmi RouteNote. Tujuannya biar Spotify tetap tayang di Amerika, tapi iTunes di Amerika kita blokir (biar tidak bayar lisensi).
Ubah setingan wilayah ke mode: EXCLUDE (Kecuali).
Masukkan 5 Negara Ribet ini ke dalam kotak pencarian:
🇺🇸 United States (the)
🇨🇦 Canada
🇲🇽 Mexico
🇮🇳 India
🇵🇰 Pakistan
TAHAP C: Filter Toko (The Magic Step) ✨
Setelah 5 negara itu muncul di list, lihat deretan Ikon Toko dibawah nama negaranya.
Ikon yang MUNCUL = Toko itu DIBLOKIR di negara tersebut. Tugas lu adalah KLIK SILANG (HAPUS) ikon toko yang aman, biar mereka TIDAK DIBLOKIR.
Ikuti Rumus Ini:
HAPUS IKON (Klik Silang) pada: ✅ Spotify, Deezer, Pandora, iHeartRadio, Saavn, Nuuday, Anghami, Tidal, KKBox. (Artinya: Kita izinkan Spotify dkk tetap tayang di Amerika/Canada. Cuan Dollar masuk!)
BIARKAN IKONNYA (Jangan Diapa-apain) pada: ❌ iTunes / Apple Music dan Amazon. (Artinya: Kita tetap blokir iTunes dan Amazon di Amerika. Biar kita tidak ditagih bayar Mechanical License).
LANGKAH 6: FINALISASI
Klik Save and Continue.
Di halaman akhir, pilih Free Distribution. Centang semua kotak Terms dan Conditions. Klik Distribute Release.
SELESAI! Dengan settingan ini:
Akun Aman (Karena tidak pake Content ID). Gratis Lisensi (Karena iTunes US diblokir). Pendapatan Maksimal (Karena Spotify US tetap jalan).
CLOSING STATEMENT: MITOS VS FAKTA (JANGAN MAU DIBODOHIN!)
MITOS VS FAKTA dan PERLINDUNGAN HUKUM
Terakhir sebelum kalian praktek upload. Pasti bakal ada aja orang "Sok Tau" yang nakut-nakutin kalian dengan dua mitos besar:
"Percuma, tidak dapet duit! Semua diambil pemilik asli!"
"Awas, nanti kalau pemilik aslinya tidak suka, lagu lu langsung dihapus!"
Mari kita "bungkam" mitos itu dengan fakta dan hukum yang berlaku.
BAGIAN 1: SOAL DUIT (Profit Sharing) 💸
Jangan takut kerja rodi. Lu TETAP DAPAT DUIT, tapi pahami jalurnya. Jalur Streaming (Spotify/Apple Music): Di sini lu PASTI DAPAT bagian. Sistem DSP (Digital Service Provider) otomatis membagi kue royalti:
Jatah Lagu (Composition): Masuk ke Pencipta Asli.
Jatah Rekaman (Master): Masuk ke LU.
Kenapa? Karena LU adalah produser rekaman suaranya (via Suno). Jadi lu berhak atas royalti master tersebut. Lu tidak perlu bayar manual ke pencipta lagu, sistem yang atur.
Jalur YouTube (Video vs Music):
Kalau upload video (Youtube) manual dan kena Claim, duit iklan emang lari ke pemilik lagu. TAPI, kalau via RouteNote (YouTube Music/Art Track), hitungannya sama kayak Spotify: DIBAYAR PER STREAM.
BAGIAN 2: SOAL KEAMANAN (Bisa tidak Di-Takedown Sembarangan?) 🛡️
Pertanyaan sejuta umat: "Bang, kalau pencipta lagunya lagi badmood atau tidak suka sama cover versi AI gua di Spotify dllnya (DSP), bisa tidak dia minta takedown?"
Jawabannya: Secara Hukum, TIDAK BISA (Asal lu main bersih).
Beda sama YouTube dimana pemilik lagu itu "Raja" yang bisa blokir sesuka hati, di dunia Streaming (Spotify dkk) ada hukum namanya "Compulsory License" (Lisensi Wajib).
Aturan Mainnya: "Selama sebuah lagu sudah rilis resmi, SIAPAPUN boleh merekam ulang (cover), asalkan royalti mekanikalnya dibayarkan (diurus distributor)." Artinya: Publisher WAJIB memberi izin. Mereka tidak bisa nolak cuma karena alasan "Gak suka".
TAPI... Mereka BISA Takedown Kalau Lu Melanggar 3 Hal Ini:
1. Lu Mengubah Lirik (Adaptasi vs Cover) ⚠️ Ini jebakan paling sering kena.
Nyanyi sesuai lirik asli = COVER (Aman, dilindungi hukum).
Ganti lirik (Terjemahin ke Inggris, atau diplesetin jadi parodi) = DERIVATIVE WORK (Karya Turunan).
Bahaya: Untuk Derivative Work, hukum Compulsory License TIDAK BERLAKU. Lu wajib minta izin tertulis. Kalau nekat ganti lirik, siap-siap di-takedown.
2. Masalah Wilayah (Territory) 🌍 Ini alasan kenapa di BAB 3 tadi kita ribet ngatur Manage Stores. Negara kayak Amerika (USA), Kanada, India, Pakistan punya aturan lisensi ketat. Kalau lu nekat rilis ke sana pake akun gratisan tanpa trik Exclude/Hapus Toko iTunes, lu ilegal.
Solusi: Ikuti tutorial Bab 3 tadi (Blokir iTunes US, tapi Spotify US aman). Selama lu patuh ini, lu aman.
3. Masalah Remix vs Cover (Penting Buat User Suno) 🎛️ Banyak yang salah kaprah mengira hasil Suno itu "Remix".
Remix: Mengambil potongan suara penyanyi asli (sampling) terus diubah musiknya. Ini butuh izin khusus (Master Use License).
Cover: Merekam ulang semua instrumen dan vokal dari nol.
Posisi Suno: Suno itu men-generate audio baru. Kita tidak mengambil "sample" mp3 asli dari penyanyi aslinya. Suara vokal adalah AI, musik adalah AI. Jadi secara teknis ini adalah COVER, bukan Remix. Posisi lu aman.
KESIMPULAN
Jadi kesimpulannya, selama kamu melakukan beberapa hal dibawah ini :
✅ Tidak mengubah lirik sedikitpun
✅ Mengatur wilayah/toko sesuai trik di Bab 3.
✅ Menggunakan hasil generate audio murni (bukan sampling lagu asli). Maka posisi lu KUAT SECARA HUKUM. Mau publisher sebesar apapun, mereka tidak bisa sembarangan hapus karya lu di Spotify.
Tunggu 3-4 bulan sampai laporan royalti pertama turun di RouteNote. Buktikan kalau musisi AI juga bisa jadi Official Artist yang legal dan bercuan!
Selamat Berkarya, Warga Suno! Salam Cuan Legal! 🚀🔥
NOTE : Gunakan dengan bijak dan Jangan Jual Edukasi ini ke Kelas Online lu...!!!