Daftar Penderitaan Anak Kost Baru

Derita Anak Kost Jomblo memang menjadi suatu problematika tersendiri bagi anak kost, apalagi mereka yang tidak tahan dengan godaan temen yang suka kencan mesra di depan matanya pada malam minggu. Nah apa saja penderitaan itu? simak selengkapnya

Seperti peribahasa, tiada gading yang tak retak. ak kos mana yang hatinya tak retak melihat anak kos lain ngedate, sementara dirinya adalah seorang jones, atau jomblo ngenes, atau lafender (laki-laki fenuh derita)

Anak Kost Jones (Jomblo Ngenes)


Derita Anak Kost baru

Ceritanya anak kos jomblo adalah spesies yang muncul akibat kurangnya kasih sayang lawan jenis, selalu di bully dengan kata kata oleh anak kos lain dan dijadiakan bahan Meme lucu saat malam minggu. Bagaimana seorang anak kost jones menghadapi nasib malang malam minggu sendiri

Baca juga : Daftar Masalah Anak Kos

Ibarat memadamkan api saat kebakaran, anak kos jomblo mesti berpikir untuk menghabiskan waktu di malam minggunya. Sebagian anak kos punya hobi nge-game, akan stay di kamar kos dan memainkan gadgetnya,

Pilihan lain adalah pergi ke warnet bermain game online, bermain gitar dan cari chord lagu yang cocok dengan anak kos, buat lirik lagu sendiri, ada juga yang hang out dan nongkrong bareng kawan - kawan anak kos jones lainnya, ke mall, cafe, taman atau kedai kopi sambil foto foto bareng anak kost lain.

Sebagai yang bernasib jomblo, kamu juga bisa beroperasi di dapur dengan masakan ala anak kost yang terkenal irit dan kreatif itu. Kamu bisa buka komik si juki tentang lika liku anak kos atau kalikoa.

Buatlah vlog pribadi tentang video kamu sebagai anak kos jomblo. Siapa tahu kamu bisa menjadi seterkenal seperti Awkaring atau Yonglek yang merupakan youtuber terkenal di Indonesia.

Nah, bila ada yang membuly atau mengejek anak kos jomblo kurang perhatian, kasih sayang dan jarang dibelai, anggap angin berlalu saja. Ingat, anjing menggonggong kafilah berlalu. Biasanya hanya orang yang berisik yang tidak berbobot. Jadilah pribadi kokoh, tangguh sekuat pondasi menara Burj Khalifa.

Banyak kisah dan pengalaman anak kos jomblo yang juga bisa menghabiskan malam minggunya dengan kegiatan positif, tanpa harus berdua-duaan yang bisa mengundang si kunti lewat. Intinya jangan seperti kebanyakan anak labil lain yang keluyuran dengan pacar, mengintip anak kos cewek yang lagi mandi, mesum atau berbuat hal hal negatif lainnya.


Daftar Masalah Anak Kost


#Apatisme

Penyakit ketidakpedulian anak kos terhadap lingkungan kosannya. Kamu bisa saja ogah berinteraksi dengan tetanggamu di komplek rumah, tetapi di kosan, jangan pernah melakukan hal tersebut bila tidak ingin menyesal dikemudian hari.

Apatisme dipengaruhi karakter anak kos. Bagaimana karaktermu terbentuk sebelum menjadi anak kos. Apakah pergaulanmu sempit, berteman dengan satu geng saja, introvert dan suka pilih-pilh teman mungkin saja penyebabnya. Tetapi yang perlu diingat, apatisme akan membuat dunia anak kosmu terkotak dan tidak berkembang.


#Foya–foya

Sifat kemubaziran anak kos yang tenggelam dalam dunia barunya. Ciri awalnya uang bulanan sudah habis dalam seminggu tanpa alasan yang jelas. Bahkan marengek kepada ortu agar dikirim tambahan uang bulanan melebihi dari kesepakatan awal.

Foya–foya mungkin gen bawaan anak kos yang tidak bisa dihindari. Ketika awal bulan, sering kali anak kos sumringah dengan membawa setumpuk uang dari ATM dekat kampus. Bawaannya seperti pengen beli sesuatu dengan uang titipan itu. Dan alhasil, ketika kamu mengikuti nafsu ketimbang kebutuhan, kamu akan kehilangan kepercayaan dari ortumu. Baca juga : Tips Menjadi Ketua Angkatan Yang Populer


#Gonta ganti kosan

Fenomena awal anak kos yang berkorelasi dengan kos lag. Persoalannya adalah kamu akan kesulitan mendapatkan teman yang cocok dan sehati.

Intensitas anak kos berpindah tempat mungkin berbanding lurus dengan mobilitas dan kemampuan ekonominya. Kos hanya sarang singkat yang bisa ditukar kapan saja.

Anak kos nomaden mungkin punya sisi positif karena bisa mengoleksi teman bejibun walaupun tidak menjamin mereka sehati semua. Tapi alangkah baiknya kamu pikirkan matang–matang sebelum pindah kos. Karena selain repot mengangkati barang, kamu juga mesti beradaptasi lagi dengan lingkungan kos barumu.


#Cooking skill rendah

Hal ini bisa diakibatkan karena tidak pernah menjamah dapur dan hanya membiarkan ortu atau pembantu saja untuk menyediakan makanan selama tinggal di rumah. Kamu bisa keteteran memasak nasi di magic com, mengulek sambal atau menggoreng ikan asin.

Untuk kamu yang makan terbang bin catering, mungkin permasalahan ini tidak cukup berarti. Namun tidak ada salahnya memasak sesekali sebagai persiapan awal menghadapi kondisi istri melahirkan kelak (long run plan).

Kalau kamu cowok dan berpikir anak kos itu anti memasak dan kamu bangga, maka jangan terlalu berharap mendapatkan pacar bin istri yang juga jago masak. Anak kos cowok juga mesti mengetahui dunia kuliner. Tengok saja cheff di hotel bintang lima yang kebanyakan cowok semua.


#Sering Sakit

Bisa menyerang anak kos baru dengan berbagai cara. Mimin jadi teringat iklan salah satu produsen sabun terkenal yang mengatakan bahwa kuman telah berevolusi. Perilaku anak kos yang cenderung kurang memperhatikan kebersihan dan pola konsumsi yang tidak sehat dapat meningkatkan probabilitas sakit.

Bagi anak kos yang sakit, pada awalnya akan terasa sangat menderita karena eksistensi ortu nyaris nihil. Perhatian yang mungkin akan kamu dapatkan ketika kamu berada di rumah akan digantikan oleh sekardus mie instan atau tumpukan kain kotor yang belum sempat di laundry.

Disini kemampuanmu untuk menjalin hubungan dengan penghuni kosan diuji. Sejauh mana kamu mendapatkan tempat oleh mereka yang baru kamu kenal.


#Suka Minder

Krisis kepercayaan diri bisa saja muncul ketika anak kos mengenali dunia barunya yang berbeda seratus delapan puluh derajat. Persepsi, “aku bukan siapa-siapa” atau “mungkin dia lebih baik” adalah dua dari jutaan pertanyaan yang mendiskreditkan diri sendiri.

Jangan biarkan dirimu mengerdilkan diri sendiri. Bila melihat teman kos wara–wirinya menaiki N*nja atau M*zda barunya, terus kamu merasa tidak nyaman dengan itu? Sepertinya kamu mesti install ulang otakmu kembali untuk memperbaharui tujuan awalmu buat ngekos yang seharusnya hanya menggelar prestasi akademik itu.

Dosen mimin pernah bertitah, “lebih baik kumuh ketika kuliah, kemudian jaya setelahnya ketimbang parlente saat kuliah lalu miris tidak bekerja kemudian”. Dan mungkin itu bisa menjadi qoute yang bagus buat menjawab kekhawatiran dan penyakit minder yang selama ini sering menghinggapi pemikiran anak kos baru.


#Style kelewat norak

Bertolak belakang dari penyakit minder sebelumnya. Kenyataan bahwa anak kos baru yang berasal dari kampung yang tidak memiliki penyakit minder, seperti cukup pede dengan gaya yang dianut dari proses akulturasi kampung dengan dunia barunya di perkotaan.

Mimin bukan menjudge brutal tanpa rasional. Faktanya, masih banyak anak kos baru yang rela menghabiskan uang bulanannya hanya demi memenuhi nafsu style yang diadopsinya dari senior di kos atau kampus.

Baca juga : Tips Memilih Jurusan Kuliah S2

Terus bagaimana seharusnya? Style bukanlah sesuatu yang mesti kamu paksakan, terlebih bila harus mencekik uang bulananmu yang akan terasa pahitnya bila tanggal tua tiba. Kamu mungkin bisa dengan mudahnya meminta uang tambahan, tetapi rasa tanggung jawabmu mungkin akan dipertanyakan. Bersikaplah dewasa dengan mempertimbangkan kebutuhan dan keinginanmu secara rasional.

So, kamu harus mencoba resep ampuh diatas. Keep calm and stay cool aja bila kamu adalah anak kos jones. Hidup jones! BTW, kapan nyari pacarnya vroh?
By