Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

10 Faktor yang Mempengaruhi Guru Mengajar di Sekolah

Bagaimana cara menjadi seorang guru yang baik dan disukai murid? Peran guru dalam sistem pendidikan sangatlah penting. Profesi ini merupakan titik pusat peradaban suatu bangsa. Orang inilah yang memberikan pengetahuan dan meningkatkan kesadaran tentang dunia luar kepada kita. Sebenarnya kita tidak boleh membedakan antara satu tenaga pendidik dengan pendidik lainnya, hanya saja terkadang cara mengajar-nya membuat kita lebih condong dalam menyukai mereka.

Saat ini sobat kosngosan dapat memiliki akses ke semua pengetahuan ini melalui internet dan sarana lain, tetapi sumber-sumber pengetahuan tidak akan memberikan pengalaman kehidupan nyata dan pengetahuan praktis yang hanya seorang Guru, Tutor, atau Pengajar yang dapat mentransfernya.
Selain itu, pengetahuan teoritis hanya akan memberikan kita dengan rumus dan hukum tetapi pengetahuan praktis yang akan kita dapatkan yang akan membantu kita untuk membuat keputusan yang lebih baik.

Kita menghabiskan hampir delapan sampai sepuluh jam di bawah pengawasan guru. Apa yang kita pelajari selama delapan sampai sepuluh jam adalah bagian penting dari kehidupan kita, karena merupakan bekal masa depan.

Guru merupakan mereka yang memainkan peran orang tua dalam delapan sampai sepuluh jam ketika kita berada di sekolah. Ada beberapa kualitas dan cara mengajar yang ideal yang dibutuhkan bagi seorang guru yang baik.

Terjun di dunia pendidikan dan menjadi seorang guru merupakan hal yang membuat kalian terus tersenyum ketika menjalaninya pun ketika menghadapi rintangan. Pendidikan menjadi topik yang paling sering saya bicarakan.

Saat memutuskan untuk menjadi seorang guru berarti saat nya kalian meneguhkan niat mewujudkan dan mencerdaskan kehidupan anak bangsa. Mengajar dengan keihklasan, kerendahan hati dan kesantunan yang penuh kasih sayang.

Baca DULU : Syarat Masuk TK, SD, SMP, SMA dan SMK


Faktor Guru Disukai Murid


cara mengajar agar disukai murid

Sebagai seorang guru, kita selalu berusaha agar murid – murid bisa dekat dengan kita. Kita selalu menyambut kedatangan mereka dengan senyum dan sapa setiap pagi. Selain itu, menjadi guru inilah kita bisa memancarkan kreativitas, memunculkan ide-ide baru dan mengalami pengalaman-pengalaman seru dan ingin lebih banyak menciptakan pengalaman-pengalaman seru lainnya.

Akan tetapi, tidak semua murid menyukai kalian. Adakalanya seorang guru sangat dibenci oleh muridnya karena berbagai faktor. Oleh karena itu, kali ini, kosngosan akan memberikan kalian tips dan trik bagaimana menjadi seorang guru yang disukai oleh murid muridnya. Perhatikan dan terapkan tips ini.


1. Ramah dan aktif


Meskipun sangat penting bagi seorang Guru, Tutor, atau Pengajar untuk mempertahankan disiplin dan ini benar juga jika kita melihat dari sudut pandang Guru, Tutor, atau Pengajar tapi kadang-kadang pembatasan banyak dapat membuat hal-hal lebih buruk. Ada beberapa hal yang hanya dapat dilakukan untuk memahami secara tenang dan sopan.

Ketika seorang Guru, Tutor, atau Pengajar ramah dengan siswanya, mereka akan merasa bebas untuk berbagi apa-apa dengan Pengajar mereka. Ini dapat bermanfaat sebagai Tutor dapat membimbing mereka sebagai teman dan dengan demikian dapat membantu mereka dalam mengambil keputusan yang tepat.


2. Toleran


Siswa biasanya lebih suka Guru, Tutor, atau Pengajar-Guru, Tutor, atau Pengajar yang toleran apakah mengenai kehadiran, atau apa pun. Guru, Tutor, atau Pengajar yang memiliki sifat toleran biasanya merupakan favorit setiap siswa.

Seorang Guru, Tutor, atau Pengajar tidak harus ekstra ketat atau kasar terhadap siswa karena mereka akan kemudian tidak bisa membuka diri dan dengan demikian tidak akan dapat meminta permintaan dan mengambil nasihat dari Guru.

Ekstra kelonggaran juga tidak disukai karena dapat membuat siswa membangkang. Jadi, Guru  harus menjaga keseimbangan dan tidak boleh terlalu lunak dan terlalu ketat.


3. Cara mengajar yang interaktif


cara mengajar baik benar

Ketika durasi kelas panjang, siswa biasanya tidak memperhatikan dan ini dapat mempengaruhi mereka dalam studi mereka jika mereka melewatkan topik penting. Hal ini biasanya terjadi ketika seorang Guru, Tutor, atau Pengajar tidak berinteraksi dengan siswa. Beberapa siswa bahkan tertidur selama kelas.

Sangat penting bagi Guru, Tutor, atau Pengajar untuk berkomunikasi dengan siswa selama kelas sehingga mereka dapat memperhatikan dan dengan demikian tidak melewatkan topik apapun. Kelas harusnya lebih seperti diskusi, sehingga setiap orang dapat berbicara tentang pandangan mereka dan pada saat yang bisa belajar sesuatu yang baru.


4. Menjadi pendengar dan tempat curhat yang baik


Karena menjadi Seorang guru berarti menjadi orang tua kedua bagi mereka. Perencana kegiatan belajar, seseorang yang dituntut pandai berkomunikasi, berpikir jauh ke depan, mengorganisasi sebuah kelas, ataupun sosok yang bisa mengayomi.

Seseorang yang menjadikan segala sesuatu yang menjadi urusan siswanya berjalan dengan lancar. Sosok yang bisa memberi kebahagiaan bagi muridnya, serta menyebarkan kegembiraan dalam proses pembelajaran.

Setiap siswa pasti memiliki masalahnya masing-masing, jika masalah berhubungan dengan kariernya kemudian orang tuanya dapat membantu. Tetapi jika masalah tersebut terkait dengan masalah sekolah, maka ia mendongak ke Guru, Tutor, atau Pengajarnya untuk dukungan dan bimbingan. Guru, Tutor, atau Pengajar harus mampu memberikan bimbingan kepada murid-muridnya setiap kali mereka membutuhkannya.


5. Tidak memberikan ujian mendadak


ujian mendadak

Tidak ada satu siswa yang suka tes atau ujian secara mendadak, karena Ujian Akhir Sekolah pun selalu diberitahu jadwalnya, kenapa ujian mendadak harus dilakukan? Karena hal ini akan membuat mereka terkejut dan tidak ada persiapan dalam menjawab setiapa soal ujian yang diberikan guru.

Apabila tes dilakukan, maka hal ini akan membuat siswa dapat banyak melakukan revisi dari semua yang dia telah mempelajari. Jika seorang siswa akan memiliki pengetahuan mengenai materi yang akan diberikan pada tes secara mendadak tersebut, maka dia bisa mempersiapkan untuk itu dan dengan cara ininya revisi juga akan dilakukan.


6. Suka becanda dan humoris


Siswa ingin ketika mengajar dibuat menyenangkan, kelas membosankan membuat siswa resah. Hal ini sangat diperlukan bahwa seorang Guru, Tutor, atau Pengajar harus memiliki rasa humor yang baik, sehingga ia dapat menambahkan unsur fun dalam mengajar dan dengan demikian dapat mencegah siswa dari tidur.

Juga, siswa seperti itu ketika Guru, Tutor, atau Pengajar menghabiskan kuliah, berbicara tentang pengalaman mereka dan berbagi kenangan mereka, karena akan memberikan mereka istirahat dan juga akan menyegarkan mereka.


7. Cool Minded


Siswa biasanya tidak suka kalau Guru, Tutor, atau Pengajar mereka menghina mereka di depan kelas mereka tanpa memahami masalah mereka. Hal ini diperlukan bahwa seorang  Tutor atau Pengajar harus dapat membedakan antara alasan dan masalah asli dan kemudian bertindak sesuai dengan pengalamannya sebagai seorang yang telah mengetahui karakteristik si murid.

Pada akhirnya seorang Guru harus sabar dan berpikiran dingin dan tidak harus dan menghina siswa tanpa mengetahui alasan yang sebenarnya. Bagi kalian yang menjadi seorang murid, mari bersama, kita datangi guru-guru kita yang masih ada. Guru semenjak kita masih duduk di bangku sekolah dasar, hingga guru yang telah banyak berjasa sampai hari ini


8. Proaktif Mengerti Masalah Murid


Murid juga sosok yang ingin dimengerti. Terkadang ada guru yang hanya bertindak secara formal tanpa memperdulikan sisi feminim dari siswi, atau sosok maskulinnya siswa laki-laki.

Seorang guru harus bisa menempatkan bentuk interaksi dan kepeduliannya secara tepat. Kapan harus berperilaku secara formal sebagai guru, kapan harusnya menjadi teman bagi mereka. apalagi kamu adalah guru wali kelas, yang mana dituntut harus lebih peka terhadap permasalahan yang terjadi di dalam kelas


9. Tidak Membeda-bedakan Murid


Ini adalah salah satu perbuatan guru yang tidak disukai oleh murid kebanyakan. Meskipun siswa A memiliki prestasi dan disiplin, sementara siswa B cenderung nakal, namun guru tidak boleh untuk membedakan perlakuan diantara keduanya

Ini akan menimbulkan rasa kecemburuan sosial ditengah murid. Walaupun tidak tampak, namun murid cenderung tidak menyukai perilaku yang mengarah kepada bentuk pilih kasih. Jadilah guru yang adil dan berperilaku sama kepada semua murid murid


10. Lebih Adil dalam Mengambil Keputusan


Ketika kamu sudah berperilaku adil dan tidak membeda-bedakan murid di dalam kelas, maka kamu sebagai guru juga tidak boleh membuat suatu keputusan yang berat sebelah. Artinya setiap keputusan di kelas, harus melibatkan semua pihak tanpa terkecuali, sehingga anggota kelas tidak ada yang merasa spesial atau dikucilkan.

Baca juga : 101 Kata Ucapan Selamat Lulus Sekolah


Kata Penutup


Oke demikian artikel mengenai beberapa Cara Mengajar Guru yang Baik dan Disukai Murid Sekolah. Semoga dapat bermanfaat bagi kalian yang sedang mencari inspirasi untuk mengubah cara mengajar yang baik dan benar.

Karena selain materi yang dibawakan, proses transfer ilmu kepada murid dan pelajar akan lebih mudah masuk ketika mereka menyukai kalian, sebagai seorang guru yang pengertian dan dekat dengan mereka. Berikan komentar mu di bawah ini.
Oleh harahap reza