7 Cara Mengajar Guru yang Baik dan Disukai Murid Sekolah

7 Cara Mengajar Guru yang Baik dan Disukai Murid Sekolah

Baca juga :

cara mengajar agar disukai murid

Menjadi seorang guru, tentor, mentor dan dosen merupakan profesi yang mulia. Profesi ini merupakan titik pusat peradaban suatu bangsa. Orang yang memberikan pengetahuan dan meningkatkan kesadaran tentang dunia luar kepada kita. Sebenarnya kita tidak boleh membeda bedakan antara satu pengajar dengan pengajar lain, hanya saja terkadang cara mengajar-nya membuat kita lebih condong dalam menyukai beberapa diataranya.

Saat ini, kita dapat memiliki akses ke semua pengetahuan ini melalui internet dan sarana lain, tetapi sumber-sumber pengetahuan tidak akan memberikan pengalaman kehidupan nyata dan pengetahuan praktis yang hanya seorang Guru, Tutor, atau Pengajar yang dapat mentransfernya.

Selain itu, pengetahuan teoritis hanya akan memberikan kita dengan rumus dan hukum tetapi pengetahuan praktis yang akan kita dapatkan yang akan membantu kita untuk membuat keputusan yang lebih baik.

Kita menghabiskan hampir delapan sampai sepuluh jam di bawah pengawasan guru. Apa yang kita pelajari selama delapan sampai sepuluh jam adalah bagian penting dari kehidupan kita, karena merupakan bekal masa depan.

Guru merupakan mereka yang memainkan peran orang tua dalam delapan sampai sepuluh jam ketika kita berada di sekolah. Ada beberapa kualitas dan cara mengajar yang ideal yang dibutuhkan bagi seorang guru yang baik.

Terjun di dunia pendidikan dan menjadi seorang guru merupakan hal yang membuat kalian terus tersenyum ketika menjalaninya pun ketika menghadapi rintangan. Pendidikan menjadi topik yang paling sering saya bicarakan.

Saat memutuskan untuk menjadi seorang guru berarti saat nya kalian meneguhkan niat mewujudkan dan mencerdaskan kehidupan anak bangsa. Mengajar dengan keihklasan, kerendahan hati dan kesantunan yang penuh kasih sayang.

Cara Mengajar Guru Agar Disukai Murid di Sekolah


Sebagai seorang guru, kita selalu berusaha agar murid – murid bisa dekat dengan kita. Kita selalu menyambut kedatangan mereka dengan senyum dan  sapa setiap pagi. Selain itu, menjadi guru inilah kita bisa memancarkan kreativitas, memunculkan ide-ide baru dan mengalami pengalaman-pengalaman seru dan ingin lebih banyak menciptakan pengalaman-pengalaman seru lainnya.

Akan tetapi, tidak semua murid menyukai kalian. Adakalanya seorang guru sangat dibenci oleh muridnya karena berbagai faktor. Oleh karena itu, kali ini, kosngosan akan memberikan kalian tips dan trik bagaimana menjadi seorang guru yang disukai oleh murid muridnya. Perhatikan dan terapkan tips ini.


1. Ramah dan aktif



Meskipun sangat penting bagi seorang Guru, Tutor, atau Pengajar untuk mempertahankan disiplin dan ini benar juga jika kita melihat dari sudut pandang Guru, Tutor, atau Pengajar tapi kadang-kadang pembatasan banyak dapat membuat hal-hal lebih buruk. Ada beberapa hal yang hanya dapat dilakukan untuk memahami secara tenang dan sopan.

Ketika seorang Guru, Tutor, atau Pengajar ramah dengan siswanya, mereka akan merasa bebas untuk berbagi apa-apa dengan Pengajar mereka. Ini dapat bermanfaat sebagai Tutor dapat membimbing mereka sebagai teman dan dengan demikian dapat membantu mereka dalam mengambil keputusan yang tepat.

2. Toleran


Siswa biasanya lebih suka Guru, Tutor, atau Pengajar-Guru, Tutor, atau Pengajar yang toleran apakah mengenai kehadiran, atau apa pun. Guru, Tutor, atau Pengajar yang memiliki sifat toleran biasanya merupakan favorit setiap siswa.

Seorang Guru, Tutor, atau Pengajar tidak harus ekstra ketat atau kasar terhadap siswa karena mereka akan kemudian tidak bisa membuka diri dan dengan demikian tidak akan dapat meminta permintaan dan mengambil nasihat dari Guru.

Ekstra kelonggaran juga tidak disukai karena dapat membuat siswa membangkang. Jadi, Guru  harus menjaga keseimbangan dan tidak boleh terlalu lunak dan terlalu ketat.

3. Cara mengajar yang interaktif


cara mengajar baik benar

Ketika durasi kelas panjang, siswa biasanya tidak memperhatikan dan ini dapat mempengaruhi mereka dalam studi mereka jika mereka melewatkan topik penting. Hal ini biasanya terjadi ketika seorang Guru, Tutor, atau Pengajar tidak berinteraksi dengan siswa. Beberapa siswa bahkan tertidur selama kelas.

Sangat penting bagi Guru, Tutor, atau Pengajar untuk berkomunikasi dengan siswa selama kelas sehingga mereka dapat memperhatikan dan dengan demikian tidak melewatkan topik apapun. Kelas harusnya lebih seperti diskusi, sehingga setiap orang dapat berbicara tentang pandangan mereka dan pada saat yang bisa belajar sesuatu yang baru.


4. Menjadi pendengar dan tempat curhat yang baik



Karena menjadi Seorang guru berarti menjadi orang tua kedua bagi mereka. Perencana kegiatan belajar, seseorang yang dituntut pandai berkomunikasi, berpikir jauh ke depan, mengorganisasi sebuah kelas, ataupun sosok yang bisa mengayomi.

Seseorang yang menjadikan segala sesuatu yang menjadi urusan siswanya berjalan dengan lancar. Sosok yang bisa memberi kebahagiaan bagi muridnya, serta menyebarkan kegembiraan dalam proses pembelajaran.

Setiap siswa pasti memiliki masalahnya masing-masing, jika masalah berhubungan dengan kariernya kemudian orang tuanya dapat membantu. Tetapi jika masalah tersebut terkait dengan masalah sekolah, maka ia mendongak ke Guru, Tutor, atau Pengajarnya untuk dukungan dan bimbingan. Guru, Tutor, atau Pengajar harus mampu memberikan bimbingan kepada murid-muridnya setiap kali mereka membutuhkannya.

5. Tidak memberikan ujian mendadak


ujian mendadak

Tidak ada satu siswa yang suka tes  atau ujian kejutan. Tes dilakukan, sehingga siswa dapat memiliki revisi dari semua yang dia telah mempelajari. Jika seorang siswa akan memiliki pengetahuan tentang tes di muka, ia bisa mempersiapkan untuk itu dan dengan cara ininya revisi juga akan dilakukan.

6. Suka becanda dan humoris


Siswa ingin ketika mengajar dibuat menyenangkan, kelas membosankan membuat siswa resah. Hal ini sangat diperlukan bahwa seorang Guru, Tutor, atau Pengajar harus memiliki rasa humor yang baik, sehingga ia dapat menambahkan unsur fun dalam mengajar dan dengan demikian dapat mencegah siswa dari tidur.

Juga, siswa seperti itu ketika Guru, Tutor, atau Pengajar menghabiskan kuliah, berbicara tentang pengalaman mereka dan berbagi kenangan mereka, karena akan memberikan mereka istirahat dan juga akan menyegarkan mereka.

7. Cool Minded


Siswa biasanya tidak suka kalau Guru, Tutor, atau Pengajar mereka menghina mereka di depan kelas mereka tanpa memahami masalah mereka. Hal ini diperlukan bahwa seorang  Tutor atau Pengajar harus dapat membedakan antara alasan dan masalah asli dan kemudian bertindak sesuai dengan pengalamannya sebagai seorang yang telah mengetahui karakteristik si murid.

Pada akhirnya seorang Guru harus sabar dan berpikiran dingin dan tidak harus dan menghina siswa tanpa mengetahui alasan yang sebenarnya. Bagi kalian yang menjadi seorang murid, mari bersama, kita datangi guru-guru kita yang masih ada. Guru semenjak kita masih duduk di bangku sekolah dasar, hingga guru yang telah banyak berjasa sampai hari ini.  Sumber : student.cnnindonesia.com

Oke demikian artikel mengenai 7 Cara Mengajar Guru yang Baik dan Disukai Murid Sekolah. Semoga dapat bermanfaat bagi kalian yang sedang mencari inspirasi untuk mengubah cara mengajar yang baik dan benar.

Karena selain materi yang dibawakan, proses transfer ilmu kepada murid dan pelajar akan lebih mudah masuk ketika mereka menyukai kalian, sebagai seorang guru yang pengertian dan dekat dengan mereka. Berikan komentar mu di bawah ini.

Buka Komentar