Pengertian Kurikulum, Konsep dan Fungsi Kurikulum Pendidikan

Pengertian Kurikulum, Konsep dan Fungsi Kurikulum Pendidikan

Baca juga :

Konsep kurikulum sudah lama diperkenalkan sebagai metode pendidikan modren yang lebih efektif. Dalam pembahasan kali ini kosngosan akan memberikan materi terkait defenisi kurikulum, fungsi kurikulum serta konsep kurikulum bagi pendidikan di Indonesia. Mari simak pembahasannya dibawah ini.

Pengertian kurikulum secara umum dapat diartikan sebagai sekumpulan mata pelajaran yang akan diajarkan kepada murid disuatu lembaga pendidikan formal. Mata pelajaran tersebut merupakan ilmu dan bidang keilmuan yang sudah dan akan diajarkan oleh tenaga pengajar seperti guru kepada anak didiknya melalui setiap proses pembelajaran yang sudah diatur sedemikian rupa.

Adapun pengalaman tersebut dipilih, dianalisis dan juga disusun sistematis dan logis. Sehingga muncullah kurikulum yang bersifat sistematis dan menjadi pedoman bagi guru dalam melakukan pengajaran.

Kurikulum (curriculum) juga bisa diartiken secara singkat yaitu rancangan draft serangkaian pelajaran yang akan diajarkan oleh guru melalui lembaga pendidikan formal untuk kemudian dijadikan sebagai pedoman pembejalaran.

Kurikulum itu bersifat seperti blue print atau cetak biru bagi seorang arsitek. Untuk selengkapnya, akan dibahas dalam sub bab dibawah ini.

Pengertian Kurikulum Menurut para ahli


Menurut laman wikipedia, kurikulum merupakan seperangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan.

Menurut Nana Sudjana, kurikulum adalah niat serta harapan yang dirumuskan dalam bentuk rencana program pendidikan kemudian dilaksanakan para pendidik di sekolah. Dan yang terlibat didalam proses tersebut antara lain pendidik dan peserta didik.

Menurut Henry Guntur Tarigan, kurikulum adalah bentuk formulasi pedagogis yang utama dan terpenting dalam konteks proses belajar mengajar di sekolah.

Baca juga : Materi Belajar Untuk Pendidikan Anak PAUD

Menurut Darkir, kurikulum adalah alat untuk mencapai tujuan pendidikan. Suatu program pendidikan, bukan program pengajaran, sehingga program itu direncanakan dan dirancang sebagai bahan ajar dan juga pengalaman belajar.

Menurut para ahli luar, seperti Kerr, menyatakan bahwa kurikulum yakni seluruh pembelajaran yang dirancang dan dilakukakan secara individu maupun kelompok, baik didalam sekolah maupun diluar sekolah.

Menurut murray print, kurikulum adalah ruang pembelajaran yang direncanakan, diberikan secara langsung untuk peserta didik oleh sebuah lembaga pendidikan dan merupakan pengalaman oleh seluruh peserta didik ketika kurikulum diaplikasikan.

Menurut David Praff kurikulum adalah seperangkat organisasi dari pendidikan formal atau pusat pelatihan pembelajaran

Terakhir menurut Beauchamp, kurikulum merupakan dokumen yang mengandung mata pelajaran yang akan diajarkan kepada peserta didik dengan melalui berbagai mata pelajaran, pilihan disiplin ilmu dan rumusan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Konsep dasar penggunaan kurikulum


defenisi, konsep, fungsi kurikulum

Kurikulum dibuat sebagai program pendidikan yang telah direncanakan secara sistematis oleh negara indonesia. Hal ini menjadikan kurikulum mengemban peranan dan fungsi yang sangat penting bagi kemajuan pendidikan di suatu negara, termasuk di Indonesia.

Konsep kurikulum berkembang sejalan dengan perkembangan teori dan praktik pendidikan. Hal ini juga bervariasi sesuai dengan aliran atau teori pendidikan yang dianut oleh masing masing negara. Kurikulum dalam pendidikan merupakan inti pendidikan dan menjadi ciri utama pendidikan di suatu negara.

Didalam suatu institusi yang bergerak dalam pelayanan pendidikan, sekolah harus bisa mengintegrasikan antara konsep kurikulum yang sudah di tetapkan oleh pemerintah, dalam hal ini Kementrian Pendidikan kedalam setiap proses pembelajarannya. Sehingga pemerintah bisa mengatur rencana pendidikan nasional menjadi lebih terarah dan sistematis.

Kita semua sepakat bahwa kurikulum di zaman milenial ini harus lebih menekankan pendidikan karakter. Selain itu, kurikulum pendidikan indonesia terbaru yaitu kurikulum 2013 revisi 2016, lebih mengedepankan kemampuan kompetensi siswa untuk dapat memecahkan masalah (problem solving). Kurikulum berbasis kompetensi ini sangat berguna bagi dunia pendidikan untuk mempersiapkan diri kepada dunia kerja yang sesungguhnya.

Landasan penggunaan kurikulum di Indonesia


Kurikulum ini ditujukan untuk bisa menasihati pengajaran menuju arah dan tujuan yang ditujukan dalam kesibukan pelajaran secara menyeluruh.

Landasan penggunaan kurikulum di indonesia adalah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dalam UU tersebut disebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Ada dua dimensi kurikulum menurut UU 20 tahun 2003 yang pertama adalah rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran, sedangkan yang kedua adalah cara yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran.

Di indonesia sendiri ada berbagai macam kurikulum pendidikan, seperti kurikulum baru 2013, kurikulum ktsp, kurikulum kbk, kurikulum berbasis kompetensi 2004, kurikulum 1994, kurikulum berbasis kkni, dan lainnya yang pernah berlaku di Indonesia.

Kurikulum berlaku untuk tiap tingkatan pendidikan mulai dari paud (pendidikan anak usia dini), SD / MI (Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidayah), SMP /Mts (Sekolah Menengah Pertama/Madrasah tsanawiyah), SMA/MA (Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah) hingga Universitas atau Institut dan Politeknik.

Fungsi Kurikulum bagi tenaga pendidik


Kurikulum yang sudah ditetapkan, kemudian diaplikasikan kedalam setiap proses pendidikan di lembaga formal sekolah. Kurikulum yang sudah diterapkan kemudian diharapkan memiliki fungsi bagi guru sebagai berikut :

Fungsi propaeduetic yaitu berfungsi sebagai persiapan yang mengandung makna bahwa kurikulum sebagai alat pengajaran sanggup mempersiapkan siswa kejenjang berikutnya dan juga bisa mempersiapkan diri bisa hidup dalam masyarakat, apabila tak melanjukan pengajaran.

Fungsi pembeda yaitu berfungsi sebagai diferensiansi merupakan sebagai alat yang memberikan pelayanan dari beragam perbedaan disetiap siswa yang patut dihargai dan dilayani.

Fungsi diagnosis artinya sebagai diagnostik mengandung makna bahwa kurikulum merupakan alat pengajaran yang sanggup menuntun dan memahami potensi siswa serta kelemahan dalam dirinya. Apabila sudah memahami potensi dan mengenal kelemahannya, karenanya diinginkan siswa bisa memaksimalkan potensi dan mengkoreksi kelemahannya.

Fungsi penyesuaian yaitu berfungsi sebagai penyesuain merupakan kecakapan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi dilingkungannya karna lingkungan bersifat dinamis artinya bisa berubah-ubah.

Fungsi integrasi yaitu berfungsi sebagai penyesuain mengandung makna bahwa kurikulum adalah alat pengajaran yang sanggup mewujudkan pribadi-pribadi yang utut yang bisa diperlukan dan berintegrasi di masyarakat.

Fungsi seleksi yaitu berfungsi sebagai pemilihan merupakan memberikan kans bagi siswa untuk memutuskan alternatif program belajar yang pantas dengan atensi dan bakatnya.

Selain fungsi kurikulum bagi guru, kurikulum juga berfungsi sebagai pengawas. Supervisor atau pengawas bertugas untuk mengawasi semua kegiatan pendidikan dalam satuan pendidikan, dengan adanya kurikulum yang sama maka pengawas sudah memiliki acuan standarisasi dalam proses pengawasan. Selain itu tugas pengawas juga mengawasi penerapan kurikulum apakah sudah sesuai dengan apa yang diharapkan atau belum.

Kurikulum Anak Berkebutuhan Khusus


Kurikulum khusus untuk pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus menjadi tanggung jawab Kementrian Pendidikan saat ini. Setelah meremuskan kurikulum berbeda, karena anak ini memiliki fisik, kognitif dan sosial-emosional yang berbeda dari anak normal lainnya.

Anak Berkebutuhan Khusus (disingkat ABK) termasuk kedalamnya seperti visual impairments, learning disabilities, gifted and talented, ADHD, autis, hearing impairment, mental retardation, physical and health disabilities, communication disorders, slow learner serta multiply handicapped.

Lihat juga : Pengertian, Kualifikasi dan Kompetensi Pendidik Secara Umum

Kurikulum ABK ini cirinya seperti  belajar bersama dengan anak rata-rata lainnya, setiap anak memperoleh layanan pendidikan yang layak, menantang dan bermutu, memperoleh layanan pendidikan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya, sistem pendidikan menyesuaikan dengan kondisi anak tersebut.

Demikian artikel mengenai Kurikulum Pendidikan Terbaru ini, semoga dapat bermanfaat bagi anda yang sedang mencari referensi mengenai kurikulum pendidikan nasional terbaru. Silahkan share tulisan ini apabila kamu rasa bermanfaat.

Buka Komentar