Pengertian Kurikulum, Fungsi dan Konsep Kurikulum (Materi)

Pengertian Kurikulum, Fungsi dan Konsep Kurikulum (Materi)

Kurikulum Pendidikan Terbaru

Kosngosan akan membahas mengenai Fungsi dan Konsep Kurikulum Terbaru. Akan tetapi sebelum membahasnya lebih jauh, ada baiknya kita membahas defenisi atau pengertian kurikulum secara singkat, supaya dapat menambah pengetahuanmu.

Kurikulum sendiri bisa dikatakan sebagai rangkaian mata pelajaran yang akan diajarkan kepada murid atau siswa. Mata pelajaran itu pada hakikatnya adalah ilmu atau bidang keilmuan yang telah dan akan diajarkan oleh tenaga pengajar seperti guru dan dosen. Berbagai pengalaman tersebut dipilih, dianalisis, serta disusun, secara sistematis dan logis, sehingga muncul mata pelajaran seperti sejarah, ilmu bumi, ilmu hayat, dan sebagainya.

Kurikulum (curriculum) secara ringkat berarti rancangan atau draft dari serangkaian pelajaran yang akan diajarkan oleh tenaga pendidik melalui lembaga pembelajaran seperti sekolah dan perguruan tinggi untuk kemudian diajarkan. Kurikulum ini seperti blue print atau cetak biru bagi seorang arsitek. Untuk selengkapnya, akan dibahas dalam sub bab dibawah ini :

Pengertian Kurikulum Lebih Lengkap


Menurut laman Wikipedia, Kurikulum (curriculum) merupakan seperangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan.

Pembentukan perangkat mata pembelajaran ini disesuaikan dengan situasi dan kesanggupan tiap tahapan pengajaran dalam penyelenggaraan pengajaran hal yang demikian serta keperluan lapangan kerja. Lama waktu dalam satu kurikulum umumnya disesuaikan dengan maksud dan tujuan dari cara pengajaran yang dikerjakan.

Baca juga : Materi Belajar Untuk Pendidikan Anak PAUD

Kurikulum ini ditujukan untuk bisa menasihati pengajaran menuju arah dan tujuan yang ditujukan dalam kesibukan pelajaran secara menyeluruh.

Landasan penggunaan kurikulum di indonesia adalah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Berdasarkan defenisi diatas, ada dua dimensi kurikulum, yang pertama adalah rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran, sedangkan yang kedua adalah cara yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran.

Di indonesia sendiri ada berbagai macam kurikulum pendidikan, seperti kurikulum baru 2013, kurikulum ktsp, kurikulum kbk, kurikulum berbasis kompetensi 2004, kurikulum 1994, kurikulum berbasis kkni, dan lainnya yang pernah berlaku di Indonesia.

Kurikulum berlaku untuk tiap tingkatan pendidikan mulai dari paud (pendidikan anak usia dini), SD / MI (Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidayah), SMP /Mts (Sekolah Menengah Pertama/Madrasah tsanawiyah), SMA/MA (Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah) hingga Universitas atau Institut dan Politeknik.

Fungsi Kurikulum


Fungsi Penyesuaian (the adjustive or adaptive function) : Kurikulum berfungsi sebagai penyesuain merupakan kecakapan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi dilingkungannya karna lingkungan bersifat dinamis artinya bisa berubah-ubah.

The Integrating function : Kurikulum berfungsi sebagai penyesuain mengandung makna bahwa kurikulum adalah alat pengajaran yang sanggup mewujudkan pribadi-pribadi yang utut yang bisa diperlukan dan berintegrasi di masyarakat.


kurikulum

the propaeduetic function : Kurikulum berfungsi sebagai persiapan yang mengandung makna bahwa kurikulum sebagai alat pengajaran sanggup mempersiapkan siswa kejenjang berikutnya dan juga bisa mempersiapkan diri bisa hidup dalam masyarakat, apabila tak melanjukan pengajaran.

the diferentiating function : Kurikulum berfungsi sebagai diferensiansi merupakan sebagai alat yang memberikan pelayanan dari beragam perbedaan disetiap siswa yang patut dihargai dan dilayani.

the diagnostic function : Kurikulum sebagai diagnostik mengandung makna bahwa kurikulum merupakan alat pengajaran yang sanggup menuntun dan memahami potensi siswa serta kelemahan dalam dirinya. Apabila sudah memahami potensi dan mengenal kelemahannya, karenanya diinginkan siswa bisa memaksimalkan potensi dan mengkoreksi kelemahannya.

the selective function : Kurikulum berfungsi sebagai pemilihan merupakan memberikan kans bagi siswa untuk memutuskan alternatif program belajar yang pantas dengan atensi dan bakatnya.

Fungsi Kurikulum Bagi Pengajar


guru dosen

Pengajar merupakan pemeran utama dalam proses pendidikan, sehingga pengajar dituntut untuk terus mengembangkan dirinya karena terus berkembangnya ilmu. Sebagian pengajar sebelum menyampaian materi juga harus menyusun perencanaan terlebih dahulu, peran kurikulum bagi pengajar adalah sebagai acuan dalam penentuan materi, metode dan model pembelajaran yang akan di sampaiakan.


Fungsi Kurikulum Bagi Pengawas


Supervisor atau pengawas bertugas untuk mengawasi semua kegiatan pendidikan dalam satuan pendidikan, dengan adanya kurikulum yang sama maka pengawas sudah memiliki acuan standarisasi dalam proses pengawasan. Selain itu tugas pengawas juga mengawasi penerapan kurikulum apakah sudah sesuai dengan apa yang diharapkan atau belum.

Kurikulum Anak Berkebutuhan Khusus dan Anak Autis


autisme

Kurikulum khusus untuk pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus menjadi tanggung jawab Kementrian Pendidikan saat ini. Setelah meremuskan kurikulum berbeda, karena anak ini memiliki fisik, kognitif dan sosial-emosional yang berbeda dari anak normal lainnya.

Anak Berkebutuhan Khusus (disingkat ABK) termasuk kedalamnya seperti visual impairments, learning disabilities, gifted and talented, ADHD, autis, hearing impairment, mental retardation, physical and health disabilities, communication disorders, slow learner serta multiply handicapped.

Kurikulum ABK ini cirinya seperti  belajar bersama dengan anak rata-rata lainnya, setiap anak memperoleh layanan pendidikan yang layak, menantang dan bermutu, memperoleh layanan pendidikan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya, sistem pendidikan menyesuaikan dengan kondisi anak tersebut.

Sebagai program pendidikan yang telah direncanakan secara sistematis oleh negara indonesia, menjadikan kurikulum mengemban peranan dan fungsi yang sangat penting bagi pendidikan siswa.

Konsep kurikulum berkembang sejalan dengan perkembangan teori dan praktik pendidikan, juga bervariasi sesuai dengan aliran atau teori pendidikan yang dianutnya. Kurikulum dalam pendidikan merupakan sebagai  inti pendidikan dan menjadi ciri utama sekolah sebagai institusi yang bergerak dalam pelayanan pendidikan.

Kita semua sepakat bahwa Kurikulum abad 21 ini lebih menekankan pendidikan karakter anak. Selain itu, kurikulum pendidikan indonesia terbaru, yaitu kurikulum 2013 revisi 2016, lebih mengedepankan kemampuan kompetensi siswa untuk dapat memecahkan masalah (problem solving). Kurikulum berbasis kompetensi ini sangat berguna bagi dunia pendidikan untuk mempersiapkan diri kepada dunia kerja yang sesungguhnya.

Demikian artikel mengenai Kurikulum Pendidikan Terbaru ini, semoga dapat bermanfaat bagi anda yang sedang mencari referensi mengenai kurikulum pendidikan nasional terbaru.

Buka Komentar