Keuntungan Menjadi Marbot Mesjid Bagi Mahasiswa dan Pelajar

Keuntungan Menjadi Marbot Mesjid Bagi Mahasiswa dan Pelajar

marbot mahasiswa pelajar

Menjadi Marbot merupakan sebuah Profesi dan Peran Terbaik Bagi Seorang Mahasiswa dan Pelajar Perantauan Seperti kalian. Kali ini kosngosan akan membahas Keuntungan Menjadi Marbot Mesjid Bagi Mahasiswa dan Pelajar yang berjuang dalam menyelesaikan studinya di negeri orang.

Ada banyak pekerjaan di dunia ini, mulai dari pengemis hingga pejabat di senayan. Dari yang menjual jasa dan produk hingga menjual kehormatan dan harga diri. Dari sekian banyak pekerjaan, mungkin marbot adalah salah satu pekerjaan yang paling berkah, terkhusus untuk anak kost, mahasiswa dan pelajar yang jauh dari orang tua.

Pengertian Marbot Mesjid

Apa itu Marbot? Marbot adalah panggilan kepada petugas tetap masjid. Yang memberi masjid. Yang menghidupkan masjid. Yah, marbot adalah profesi mengurusi rumah sang Khaliq. Tanpa Marbot zaman now, masjid mungkin tidak akan terurus dengan baik.

Marbot boleh jadi adalah profesi yang kerap dianggap sebelah mata. Di beberapa masjid dan musala yang cukup makmur di kota-kota besar, marbot biasanya mendapat gaji dan insentif yang berasal dari kas masjid (hasil sumbangan jamaah).

Nilainya tentu saja bervariasi, dan jauh dari standar UMK dan UMR. Gaji bulanan ini biasanya hanyalah untuk kebutuhan makan sehari-hari. Karena mungkin cuman kebutuhan makan sajalah yang paling dibutuhkan oleh seorang marbot.

Sewa tempat tinggal sepenuhnya free. Marbot yang hidup dan menjaga masjid dekat kampus atau sekolah, sudah pasti juga tidak memikirkan transportasi. Artinya, pekerjaan marbot adalah pekerjaan sampingan (full time) yang bisa menjadikan hidup mahasiswa pelajar perantauan menjadi lebih ringan.

Marbot bukan pekerjaan biasa. profesi ini menuntut dedikasi dan skill keagamaan yang mumpuni. Seorang marbot harus bisa menggantikan peng-khutbah (khatib) ketika tidak datang dalam sholat jumat. Hapal beberapa Juz, doa-doa, dan fasih bacaan nya.

Marbot, Skill Serba Bisa

Selain skill keagamaan, skill bersih bersih juga dibutuhkan. Betapa tidak, dari mulai teknik dasar mengepel, mengecat, perawatan pipa air, sound system, sampai ilmu dasar kelistrikan mutlak harus marbot kuasai.

Faktanya memang tak banyak orang yang berminat menjadi marbot. Karena selain gajinya yang rendah, juga menuntut dedikasi tinggi (over lembur) bila dalam istilah pekerja kantoran.  Seorang marbot juga bukanlah pekerjaan yang bergengsi.

Tapi nyatanya, trend sekarang marbot menjadi disukai banyak mahasiswa. Terlebih fakta bahwa kamu tidak hanya menghemat sewa tempat tinggal, menjadi marbot juga berarti mengabdi di rumah sang khaliq. Mendapatkan pahala disamping gaji yang tak seberapa.

Ada hari hari berharga dilalui menjadi seorang marbot. Kamu yang sudah menjadi marbot mesjid tentunya paham suka duka, lika liku kehidupan profesi yang satu ini.  Dengan tugas mulia yang di embannya plus banyak tanggungjawab yang dibebankannya seperti mengawal adzan dan sholat selama 5 waktu (Subuh, dhuhur, asar, magrib, isya) maka selayaknya para Marbot ini mendapat apresiasi yang layak.

Bagaimana tidak, dengan tugas dan rutinitas yang menjadi beban tanggungjawabnya setiap hari maka ia otomatis akan kehilangan kesempatan untuk beraktifitas seperti manusia biasa lainnya. Hampir seluruh waktunya akan tersita untuk masjid.

Pada akhirnya kita semua berharap bahwa adanya peningkatan taraf hidup dan penghasilan kepada marbot mesjid. Dewan Masjid Indonesia harusnya lebih berkoordinasi menyerukan dan membuat suatu peraturan untuk standar gaji seorang marbot.

Demikian artikel mengenai Menjadi Marbot Profesi Terbaik Bagi Mahasiswa dan Pelajar Perantauan. Semoga bermanfaat untuk kamu!