Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Teknik Pengumpulan Data Observasi Skripsi, Tesis dan Disertasi

Apa saja jenis metode pengambilan data pada penelitian ilmiah? Terdapat beberapa jenis pengumpulan data yang bisa dipilih peneliti, seperti teknik observasi, wawancara atau angket. Dan kali ini kosngosan akan memberikan contoh cara mengumpulkan data dengan menggunakan teknik observasi pada penelitian ilmiah yang kamu lakukan untuk menghasilkan skripsi dan tugas akhir lainnya.

Ada banyak contoh pengumpulan data observasi dan data wawancara  yang bisa kamu dapatkan di internet. Akan tetapi yang terbaik adalah menentukan kembali jenis penelitian yang akan kamu ambil. Jenis dan data penelitian akan mempengaruhi metode pengumpulan data nantinya.

Seperti misalnya teknik pengumpulan data kualitatif tentunya akan berbeda dengan pengumpulan data kuantitatif. Begitu juga dengan teknik pengumpulan data statistik tidak bisa disamakan dengan pengumpulan data analisis. Oleh karena itu kamu perlu menentukan kembali jenis penelitian seperti apa yang kamu ambil untuk kemudian melakukan pengambilan data.

Teknik pengumpulan data observasi menurut para ahli cukup beragam. Seperti misalnya menurut margono dalam buku yang beliau tulis menyatakan bahwa teknik observasi digunakan untuk mengamati perubahan fenomena sosial yang berkembang kemudian dapat dilakukan perubahan atas penilaian tersebut, sehingga mampu memisahkan antara yang diperlukan dengan yang tidak diperlukan.

Menurut Hanna Djumhhana, teknik pengumpulan data secara observasi merupakan suatu metode ilmiah yang masih menjadi acuan dalam ilmu pengetahuan empiris sebagai cara yang sering digunakan untuk mengumpulkan data. Berbeda dengan pendapat Nawawi dan Martini yang menjelaskan bahwa observasi merupakan kegiatan mengamati yang diikuti pencatatan secara urut.

Selain pendapat para ahli lokal, mimin juga mengutip pendapat para ahli luar mengenai observasi. Menurut Patton Observasi adalah metode mengumpulkan data yang tujuannya mencari informasi tentang kegiatan yang berlangsung untuk kemudian dijadikan objek kajian penelitian.

Sementara Karl Welek menyatakan bahwa Observasi merupakan kegiatan pencatatan, pemilihan, penyusunan, penandaan, penggantian dari rangkaian proses tingkah laku dan suasana yang memiliki hubungan dengan organisasi tertentu.

Baca dulu : Contoh Hipotesis Skripsi, Tesis dan Disertasi


Langkah Pengumpulan Data Observasi


teknik observasi data

Dalam melakukan penelitian mengumpulkan data observasi, maka kamu perlu menetapkan jenis pengumpulan data seperti apa yang akan kamu ambil, ada 2 jenis teknik pengambilan data secara observasi, yaitu :


1. Teknik Observasi Partisipan


Observasi partisipan adalah orang yang melakukan observasi dan turut ambil bagian atau berada dalam keadaan obyek yang diobservasi. Dalam observasi ini, kamu secara langsung terlibat dalam kegiatan nyata sampel yang diamati sebagai sumber data.

Seperti contoh seorang guru dapat melakukan observasi mengenai bagaimana perilaku siswa, semangat siswa, kemampuan manajerial kepala sekolah, hubungan antar guru dan lainnya.


2. Observasi Non Partisipan


Jenis observasi dengan teknik pengamatan tanpa ikut dalam kehidupan sampel yang diobservasi. Berlawanan dengan participant Observation

Non Participant merupakan observasi yang penelitinya tidak ikut secara langsung dalam kegiatan atau proses yang sedang diamati. Kamu menempatkan diri sebagai pengamat dan mencatat berbagai peristiwa yang dianggap perlu sebagai data penelitian.


3. Observasi Terus Terang atau Tersembunyi


Kamu bisa memilih berterus terang kepada sampel bahwa kamu sedang melakukan penelitian atau justru menjadi peneliti yang tersamar. Suatu saat sobat kosngosan juga perlu menyembunyikan maksud penelitian supaya bisa mengetahui informasi yang dirahasiakan sampel.


4. Observasi Tidak Terstruktur


Penelitian dengan observasi tidak berstruktur karena fokus penelitian belum jelas. Apabila masalah sudah jelas, maka kamu dapat melaukukannya secara terstruktur dengan menggunakan pedoman observasi.

Setelah menentukan jenis observasi yang ada, maka selanjutnya adalah kamu mempersiapkan perlengkapan yang digunakan dalam teknik observasi seperti lembar cek list, buku catatan, kamera photo, dan lain-lain. Observasi diartikan sebagai pengamatan dengan indera penglihatan yang berarti tidak mengajukan pertanyaan. Ada 4 instrumen yang harus dipilih dalam melakukan observasi :

  • Checklist merupakan daftar yang berisi nama sampel dan faktor yang diminati
  • Rating scale merupakan catatan gejala menurut tingkatannya
  • Anecdotal score merupakan catatan yang kamu buat untuk menyimpan informasi kelakukan luar biasa oleh sampel
  • Mechanical device merupakan alat teknologi yang digunakan untuk menyimpan momen dalam observasi seperti kamera atau video recorder

Setelah itu kamu melakukan step by step menggunakan teknik observasi yang dimulai dari :

  • Menentukan lokasi atau tempat observasi. Ada baiknya kamu melakukan pra-survei terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi tempat penelitian mu tersebut.
  • Menentukan jumlah dan siapa saja yang dijadikan sebagai sampel atau responden
  • Menentukan jenis data yang akan diperlukan
  • Setelah melakukan pengumpulan data secara observasi, simpan data dan informasi yang sudah diperoleh tersebut kedalam media penyimpanan seperti kertas, notes, buku, flashdisk, hardisk, kamera, memori dan perangkat lainnya.
  • Melakukan analisis data sesuai dengan tujuan awal penelitian.
  • Mendapatkan hasil penelitian dan menentukan kesimpulan yang akan dirumuskan pada bab terakhir karya tulis

Lihat juga : Langkah pertama yang dilakukan dalam penelitian ilmiah


Kesimpulan


Seluruh karya tulis ilmiah menggunakan salah satu metode dalam setiap pengambilan sampelnya. Teknik observasi menjadi salah satu cara yang bisa kamu terapkan. Namun kamu harus mengetahi kekurangan dan kelebihan dari teknik ini.

Kekurangannya adalah subjektivitas dalam pengamatan sampel amat tinggi karena menyelidiki bermacam gejala serta aspek tingkah laku manusia yang tidak bisa diberikan nilai. Serta banyaknya data yang kurang penting akan didapati karena ketidakwajaran apabila yang sampel mengetahui bahwa dirinya sedang diobservasi.

Namun dibalik kekurangan itu ada kelebihan teknik ini yang membuat banyak peneliti menggunakannya. Seperti kesalahpahaman data dapat dihindari langsung, pertanyaan yang disiapkan dapat dijawab langsung oleh sampel dengan penjelasan tambahan, setiap pertanyaan bisa dikembangkan lebih lanjut serta informasi yang didapatkan sangat kredibel karena berasal langsung dari sumber pertama.

Demikianlah pembahasan seputar Teknik mengumpulkan data melalui observasi pada penelitian ilmiah kali ini, semoga bisa membantu mu dalam melakuan penelitian ilmiah. Semoga kamu cepat menyelesaikan tugas akhir mu dan lulus dengan nilai yang memuaskan.
Reza Harahap
Reza Harahap Reza Harahap adalah owner kosngosan. Suka belajar bisnis, finansial, ekonomi, pendidikan dan pekerjaan. Sembari membagikan ide usaha untuk entrepreneur. Blog ini berisi rencana bisnis, strategi investasi, persiapan keuangan dan lainnya