+11 Kesalahan Pengusaha yang Membuat Bisnis Gagal di Tahun 2019

+11 Kesalahan Pengusaha yang Membuat Bisnis Gagal di Tahun 2019

Baca juga :

Menjadi wirausahawan atau pebisnis saat ini adalah pekerjaan yang menjanjikan. Ada banyak perusahaan kecil seperti startup dan umkm yang terbukti menghasilkan income jutaan rupiah per harinya. Hanya dengan fokus pada satu bidang dan banyak dicari masyarakat, menjadikan bisnis kecil kamu bertumbuh dan terus menghasilkan profit yang tinggi.

Akan tetapi menjadi pengusaha bukan tanpa resiko. Ada banyak kesalahan yang sering dilakukan sehingga menyebabkan kegagalan, terutama bagi mereka yang baru terjun di dunia bisnis. Biasa disebut pebisnis pemula yang mulai merintis usahanya.
kesalahan pengusaha

Bagaimana pun kesalahan tersebut memang harus dihindari, karena akan merugikan bisnismu. Bila terus terusan dilakukan, maka dalam jangka panjang akan merusak perkembangan bisnis. Selain itu resiko terbesarnya kamu akan berhenti di tengah jalan dan memutuskan untuk gulung tikar.

Baca juga : Peluang Bisnis Menjadi Kuis Hunter bagi Milenials

Untungnya kali ini kosngosan akan memberikan beberapa daftar kesalahan umum yang sering dilakukan oleh para enterprenur seperti kamu, beberapa diantaranya pasti sering kamu alami. Mimin berikan contohnya seperti dibawah ini :

+1. Memilih partner bisnis yang tidak kompeten dan kredibel


Dalam membangun suatu bisnis, kamu tidak bisa hanya menjadi individualis dan berbisnis secara mandiri, walaupun sebenarnya bisnis tersebut hanya bisnis kecil yang tidak membutuhkan karyawan. Semua bisnis pada dasarnya membutuhkan partner seperti penyuplai, agen kurir, pemilik lapak, dan para karyawan.

Jadi memilih partner bisnis yang kompeten, kredibel dan jujur sudah pasti harus dilakukan. Karena apabila kamu salah dalam memilih teman berbisnis, bukan tidak mungkin ini akan merugikan bisnis mu dalam jangka panjang.

Mencari partner bisnis yang baik dimulai dari pembuatan surat penawaran untuk memulai kontrak kerjasama bisnis. Kamu bisa membuat surat penawaran atau quotation seperti dibawah ini :



+2. Tidak membangun jaringan bisnis yang memadai


jaringan bisnis

Dalam usaha yang mulai dirintis, membangun jaringan pertemanan adalah suatu hal yang wajib dilakukan, karena ini akan memperluas jangkauan bisnis yang kamu punya. Tidak hanya penjualan, promosi brand, networking akan membuat bisnis mu lebih terpercaya karena memiliki testimoni yang positif.

Banyak orang yang mengatakan bahwa bisnis yang berkembang adalah bisnis yang memiliki jaringan yang luas. Karena pebisnis yang memiliki teman banyak, tentu akan banyak penawaran dan solusi yang bisa diberikan oleh para kolega mu tersebut.

+3. Gagap teknologi dan informasi


Saat ini teknologi dan informasi sudah menjadi bagian terbesar dari aktifitas bisnis modren. Kamu yang tidak bisa memanfaatkan teknologi seperti internet dan sosial media, maka bisnis mu akan sulit bersaing di tengan era digitalisasi ini.

Mulailah belajar memanfaatkan teknologi seperti internet marketing, branding online, memanfaatkan influencer social media dan sebagainya. Berbagai teknik promosi dan penjualan menggunakan toko online juga patut untuk diperhitungkan.

+4. Memilih sumber modal yang salah


Dalam mengembangkan bisnis, adakalanya kamu harus meminjam dana untuk berekspansi dan memperluas usaha mu demi mendapatkan omset yang semakin besar. Namun ada pebisnis yang tidak mengetahui kapan harus meminjam dan kapan harus tidak.

Selain itu pebisnis juga banyak yang salah dalam mencari sumber modal, seperti memanfaatkan pinjaman online dengan suku bunga pinjaman tinggi, serta finance tersebut tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan. Buatlah perencanaan kapan harus meminjam dan kapan harus tidak, pastikan bahwa kamu bisa melunasi pinjaman tersebut setiap bulannya dan carilah sumber peminjam dana yang terpercaya.

+5. Tidak menganggarkan biaya pengembangan pegawai


Kesalahan yang ketiga adalah kamu tidak memasukkan aspek pengembangan pegawai didalam rencana bisnis. Jadi didalam rencana bisnis yang kamu buat biasanya hanya ada aspek marketing, keuangan, operasional akan tetapi tidak ada yang namanya personal development plan untuk pegawai yang sudah kamu pekerjakan.

Seperti yang kamu ketahui, personal development plan pegawai menjadi kritis disetiap tahun. Terdapat satu penelitian yang menunjukkan bahwa semakin tinggi training expenditer pegawai oleh perbisnisan, maka semakin banyak pegawai yang ditraining juga berbanding lurus semakin bagus performance perbisnisan tersebut. Jadi jangan takut untuk menganggarkan pelatihan kepada setiap pegawai kamu dan memasukkan biayanya ke rencana bisnis.

+6. Tidak melakukan riset lapangan


Kesalahan yang keempat adalah kamu jarang sekali melakukan research. Tidak melakukan research ini biasanya terjadi karena fokus pada masa depan. Research atau penelitian bisnis itu terjadi dimasa sekarang, bukan dimasa lalu. Kamu dapat memikirkan masa lalu tetapi kamu harus fokus pada masa yang sekarang.

Riset yang terbaik adalah bertemu langsung dengan konsumen dan pelanggan kamu, bertemu dengan supplier, bertemu dan bercengkrama dengan pegawai dan apa pun aktifitas yang dilakukan turun secara langsung dan berinteraksi dengan partner bisnis kamu.

Riset yang dilakukan secara langsung akan menemukan kebutuhan dan kondisi bisnis kamu secara nyata. Jadi hasil penelitian ini dapat kamu masukkan kedalam rencana bisnis supaya nantinya keputusan yang diambil dapat sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.

+7. Rasa optimistis yang terlalu berlebihan


optimis bisnis

Kesalahan yang pertama pada saat membuat planning sering kali banyak memiliki mentalitas over optimis. Optimis sendiri bukanlah sesuatu yang salah. Optimis itu penting, over optimis itu menjadi problem. Efek dari over optimis adalah biasanya kamu mencoba melakukan investasi yang kebanyakan karena kamu merasa bahwa tahun ini akan menjadi lebih baik.

Kamu berani investasi dan berani mengeluarkan uang tanpa melakukan yang namanya perhitungan yang matang. Nah jelas ini sangat merugikan kamu nantinya. Oleh karena itu dalam membuat rencana bisnis, perhitungkan kembali rencana kamu secara logis dan mintalah saran keuangan dari rekan kamu yang berkompeten.

+8. Mengikuti tren bisnis yang viral


Banyak pebisnis kecil memiliki kebiasaan tidak bagus untuk kesehatan bisnis nya seperti mengikuti trend yang sedang berjalan saat ini. Tren tersebut sebenarnya tidak sesuai dengan kebutuhan bisnis nya, namun tetap dipaksakan masuk ke dalam rencana bisnis sehingga dapat membuat bisnis tidak sehat dan kurang berkembang.

Seperti misalnya tren penggunaan virtual office bagi bisnis kecil dengan memanfaatkan lokasi dan alamat kantor yang strategis. Namun bisnis yang dikelola bersifat online yang sejatinya dapat beroperasi dalam sebuah rumah tanpa membutuhkan kantor yang mumpuni. Hal ini tentu saja memberatkan anggaran bisnis kamu. Jadi lakukan riset pada langkah sebelumnya untuk merumuskan rencana bisnis yang sesuai dengan kebutuhan.

+9. Terlalu fokus pada orientasi profit, bukan kepuasan konsumen


fokus profit

Kesalahan yang kedua adalah kamu terlalu fokus pada bisnis bukan fokus pada pelanggan. Dalam membuat rencana bisnis, kamu harus fokus pada customer satisfaction. Sementara diluar sana banyak fokus kepada bisnis. Kamu hendak mau melakukan apa, mau menambah pegawai berapa, kamu ingin memiliki investasi berapa banyak, kamu juga mau punya berapa banyak pelanggan.

Akan tetapi kamu lupa merencanakan produk apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh konsumen kamu sendiri. Dan strategi apa yang membuat customer kamu lebih setia. Bagaimana melatih pegawai agar kamu dapat membuat pelanggan merasa nyaman dan puas. Ini semua harus masuk ke dalam bisnis plan. Dengan kepuasan yang menjadi prioritas, maka dijamin bisnis kamu akan berkembang dengan sendirinya.

+10. Suka menghindari permasalahan bisnis


Kesalahan yang kelima adalah ketika membuat planning kamu lebih fokus terhadap menghindari problem karena ingin menutupi kelemahan. Seperti misalnya begini kamu memiliki perprobleman dengan internet marketing, akan tetapi ternyata kamu tidak fokus memperbaiki perprobleman internet marketing tersebut, kemudian malah fokus mencari beberapa hal yang tidak dibutuhkan.

Sehingga jadilah perprobleman internet marketing dalam bisnis kamu tidak terselesaikan. Kamu ingin mengembangkan bisnis dan ingin menambah jumlah pegawai, karena banyak pegawai yang tidak kompeten. Seharusnya kamu menyelesaikan problem pegawai yang tidak kompeten tersebut terlebih dahulu supaya kamu tidak perlu menambah pegawai baru yang akan menambah beban biaya perbisnisan kamu.

Contoh lain misalnya kamu memiliki problem dengan deadstock, seharusnya menyelesaikan problem deadstocknya bukan dengan membeli gudang baru yang justru akan membuat anggaran bisnis kamu membengkak tanpa memecahkan perprobleman dasarnya. Karena apabila stock kamu banyak, kamu tidak harus membeli gudang baru. Itu bukan cara terbaik dan bukanlah sesuatu solusi yang jangka panjang.

+11. Tidak bersyukur dan bersedekah


Walaupun dalam hal ini tidak secara langsung memberikan keuntungan dalam bisnis kamu, namun cukup berpengaruh terhadap keberkahan bisnis yang kamu kembangkan. Banyak pebisnis yang kurang menyadari pentingnya peran syukur dan doa dalam setiap aktifitas bisnis yang dijalaninya. Setelah membuat rencana bisnis dan setiap kali mengambil keputusan dalam bisnis jangan lupa libatkan Tuhan agar nantinya terhindar dari kegagalan yang berarti.

Baca juga : 7 Peluang Bisnis Setelah Dipecat Perusahaan yang prospektif

Demikian pembahasan kosngosan mengenai beberapa Kesalahan dalam Membuat Rencana Bisnis dan Cara Mengatasinya. Semoga kamu yang saat ini sedang mengembangkan bisnis dapat menyadari kesalahan tersebut dan segera memperbaikinya. Jadilah enterprenur yang sukses dan berguna bagi masyarakat!
Buka Komentar