Strategi Pendidikan Indonesia Menghadapi Industri 4.0

Saat ini pemerintah berencana untuk mengubah total kurikulum pendidikan yang ada supaya lebih relevan dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Hal ini untuk menjawab banyaknya tenaga kerja yang bekerja tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan yang dia miliki.

cara menghadapi industri 4.0

Untuk itu, kamu perlu membaca postingan kosngosan sebelumnya yang membahas seputar tips mendapatkan pekerjaan sesuai dengan skill dan keterampilan. Karena bekerja sesuai dengan basic pendidikan, akan meningkatkan produktifitas kerja.

Sobat kosngosan, tahukah kalian bahwa saat ini kita, negara Indonesia tengah menghadapi yang namanya industri 4.0 yang mengedepankan teknologi dan robot dalam melakukan produksi barang atau jasa.

Meningkatnya efektifitas dan efisiensi dengan penggunaan teknologi, memang memberikan keuntungan tersendiri bagi perusahaan, karena akan mengeluarkan biaya yang lebih minim. Namun disisi lain, sobat kosngosan harus tahu ini akan menjadi masalah untuk tenaga kerja

Angkatan kerja yang semakin membludak, berasal dari perguruan tinggi ataupun Sekolah Menengah Kejuruaan, tidak bisa lagi ditampung oleh dunia kerja.

Selain karena digitalisasi perusahaan yang dapat menggantikan peran manusia sebagai pekerja, juga adanya ketidak sesuaian permintaan skill keterampilan antara dunia kerja, dengan supply yang diberikan oleh instansi pendidikan

Apabila kondisi ini terus menerus dibiarkan, maka jumlah pengangguran di Indonesia akan meningkat. Dan apabila jumlah pengangguran meningkat, akan berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan dan kriminalitas yang juga akan semakin meningkat.

Hal inilah yang menjadikan pemerintah rencana untuk mengubah total kurikulum pendidikan saat ini dari yang berorientasi teori dan belajar di kelas atau dalam ruangan, jadi kurikulum yang berorientasi praktek dan belajar langsung di lapangan.


Solusi Menghadapi Industri 4.0


Meningkatkan Kualitas Pendidikan


Pendidikan umum dirasa penting untuk mendapatkan perhatian dan juga adanya perubahan yang lebih masif sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh pasar atau dunia kerja saat ini.

Banyak pendidikan vokasi yang menjalankan kegiatan yang menjadi rutinitas sesuai dengan jurusan pada umumnya. Padahal sobat kosngosan harus tahu, untuk bersaing di industri 4.0, instansi pendidikan harus mengajarkan Graphic Design seperti misalnya dalam bidang bangunan atau pakaian, misalnya.

Menambah Jurusan Baru yang Relevan


Ini sangat penting diketahui, karena pada faktanya banyak jurusan yang ada di SMK atau Perguruan tinggi tidak relevan lagi dengan kebutuhan perusahaan, khususnya industri 4.0. Ini menjadi tantangan kepada para penerbit kebijakan untuk membuat jurusan baru yang lebih relavan saat ini.

Seperti adanya jurusan Marketing Online, Data Management, Teknik Biomedik, Aktuaria, Bisnis Digital, Pengembangan E-Commerce dan berbagai jurusan lain yang benar benar baru, tetapi paling dibutuhkan oleh industri 4.0 saat ini. Dengan demikian, para lulusannya bisa bekerja dan diserap oleh dunia kerja dengan baik.

Melengkapi Fasilitas Lembaga Pendidikan


Tidak hanya di bidang kurikulum saja, fasilitas juga harus ditingkatkan oleh instansi pendidikan seperti pengadaan komputer, alat praktek dan tenaga pengajar yang kompeten di bidangnya masing-masing.

Dengan demikian, diharapkan para siswa bisa melakukan praktek dan mendapatkan pengalaman yang mumpuni, mengaplikasikan berbagai teori yang didapatkan dari pembelajaran. Dengan fasilitas yang mendukung tentu akan mempermudah mereka dalam melakukan kegiatan tambahan yang nantinya akan meningkatkan keahlian mereka.

Mengadakan Program Magang


Selain itu instansi pendidikan juga harus meningkatkan komposisi di bidang internship atau magang. Mungkin dengan durasi yang lebih lama, diharapkan para siswa atau lulusan perguruan tinggi akan lebih siap untuk menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya

Kegiatan magang yang berkualitas tentunya harus memiliki supervisor atau pengawas. Melakukan kegiatan yang benar-benar bermanfaat yang sesuai dengan program pendidikan yang benar. Di sini lah pentingnya kerjasama antara instansi pendidikan dengan perusahaan penerima magang.

Mengoptimalkan Program CSR


Kegiatan Corporat Social Responsibility tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan hubungan positif antara masyarakat dengan perusahaaan, tetapi juga sejatinya bisa membantu masyarakat dalam menghadapi persoalannya.

Program CSR juga bisa menyasar dalam bentuk Beasiswa kepada mereka yang kurang mampu untuk melanjutkan studinya ke perguruan tinggi misalnya. Perusahaan bisa membantu dan memperkerjakan mahasiswa tersebut setelah wisuda.

Baca ini, Solusi dan Cara Mengembangkan UMKM untuk Menghadapi Industri 4.0

Kesimpulan


Demikian pembahasan kita seputar pendidikan dan rencana pemerintah untuk mengubah kurikulum saat ini dalam menghadapi industri 4.0.

Kita dukung saja pemerintah untuk mempersiapkannya, semuanya demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Terima kasih sudah berkunjung di blog kosngosan, jangan lupa share artikel ini ya
By

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel