16 Contoh Lingkungan Internal & Eksternal dalam Bisnis

Apa saja contoh lingkungan internal dan lingkungan eksternal yang bisa mempengaruhi perkembangan bisnis? Pada kesempatan kali ini kosngosan akan mencoba membahas mengenai jenis lingkungan bisnis yang bisa memberikan dampak positif dan negatif untuk usaha yang kamu miliki. Akan tetapi sebelumnya kita akan membahas terlebih dahulu mengenai apa itu lingkungan bisnis secara singkat. Check these out!

lingkungan bisnis

Lingkungan bisnis merupakan segala sesuatu yang dapat mempengaruhi kegiatan bisnis mu baik di suatu lembaga komersial, seperti perusahaan dalam skala besar atau usaha dalam skala kecil dan menengah. Istilah lingkungan bisnis dalam bahasa Inggris disebut juga dengan business environment.

Seperti yang sudah dibahas tadi, lingkungan bisnis bisa juga dibagi menjadi dua jenis yaitu lingkungan bisnis eksternal dan lingkungan bisnis internal yang keduanya memberikan pengaruh terhadap perkembangan bisnis yang sedang kamu handle.

Mengetahui seperti apa lingkungan bisnis itu, akan sangat membantu pelaku usaha dalam mengantisipasi resiko yang akan dihadapi di kemudian hari. Dengan mengetahui berbagai faktor tersebut maka sobat kosngosan bisa melakukan manajemen dalam organisasi bisnismu

Pelaku bisnis dengan skala kecil misalnya, kerap kali melupakan faktor internal dan eksternal ini sehingga, kegiatan bisnis cenderung tidak mempelajari dan menganalisis faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan suatu bisnis.

Hal ini menyebabkan bisnis kecil dan menengah tidak mengalami kemajuan, karena setiap kegiatan usaha-nya tidak didasarkan terhadap pertimbangan dan planning yang matang yang berasal dari analisis faktor business environment tersebut

Oke baiklah saat nya mimin kosng√≥san akan membahas secara langsung mengenai berbagai contoh lingkungan bisnis internal dan eksternal yang ada pada bisnis yang perlu sobat ketahui sebagai seorang pengusaha  yaitu sebagai berikut :

Baca juga : 7 Alasan Kenapa Kamu Harus Memulai Bisnis Online Dari Sekarang


Contoh lingkungan bisnis eksternal


Lingkungan bisnis eksternal merupakan segala sesuatu yang bisa mempengaruhi bisnis dari luar yang tidak bisa dikontrol oleh pengusaha. Karena berasal dari luar, maka pengusaha hanya bisa mempelajari, menganalisis dan mencari alternatif penyelesaian lain untuk bisa menghadapinya. Berikut beberapa contoh lingkungan eksternal yang perlu sobat kosngósan ketahui.

1. Public Awarness


Public awareness atau kesadaran publik merupakan suatu kesadaran mayoritas yang dimiliki oleh masyarakat terhadap penilaian suatu objek, baik itu positif atau negatif, dalam hal ini perusahaan memang bisa menciptakan brand image yang positif terhadap produknya, namun tidak bisa sepenuhnya mengendalikan penilaian masyarakat terhadap produk dan perusahaan mereka sendiri. Karena ada banyak faktor yang mempengaruhi masyarakat ketika memilih suatu produk.

2. Pemerintah


Lingkungan bisnis eksternal selanjutnya adalah pemerintah, dalam hal ini kementrian koperasi dan UMKM, presiden dan berbagai pemangku kebijakan lainnya. Apabila pemerintah mengeluarkan kebijakan terkait yang dapat mempengaruhi harga bahan baku, pajak, biaya produksi, harga produk akhir dan sebagainya, tentu ini akan berdampak terhadap omset dan Keuntungan bisnis.

3. Pemegang saham


Bagi perusahaan yang go public, tentunya pemegang saham (shareholder atau stockholder) merupakan salah satu faktor yang sangat mempengaruhi perkembangan suatu bisnis. Pemegang saham adalah individual atau badan hukum yang legal yang memiliki satu atau banyak saham di perusahaan. Mereka yang memiliki wewenang dalam memberikan kebijakan, mengucurkan dana dan mengontrol kegiatan

4. Pemasok & Perantara


Kedua pihak ini sangat berperan penting dalam proses supply chain perusahaan. Perantara atau distributor merupakan pihak yang menghubungkan antara perusahaan dengan konsumen, sementara supplier atau pemasok adalah pihak yang menyediakan bahan baku untuk perusahaan dalam memproduksi suatu barang. Keduanya harus bersinergi, memiliki sifat yang profesional dalam bekerjasama dan harus menguntungkan satu sama lainnya.

5. Produk subsitusi


Ternyata ancaman bisnis tidak saja berasal dari produk sejenis yang dihasilkan oleh kompetitor, tetapi juga dari produk substitusi atau pengganti. Seperti bisnis A yang menjual gula aren, tentunya bersaing juga dengan produk gula tebu, gula cair dan sebagainya.

6. Daya beli Konsumen


Salah satu hal yang tidak bisa dikontrol oleh perusahaan adalah daya beli konsumen. Apa itu daya beli konsumen? Daya beli konsumen merupakan suatu kemampuan yang dimiliki oleh konsumen dalam membeli dan mengkonsumsi suatu produk ekonomi. Nah biasanya kemampuan ini dipengaruhi oleh banyak faktor yang tidak bisa dikontrol oleh perusahaan.

7. Perilaku Konsumen


Konsumen akhir selalu memiliki preferensi, anggapan dan pengalaman terhadap produk yang akan dibelinya. Hal inilah yang membuat perilaku konsumen selalu berbeda-beda terhadap suatu produk. Selain itu perkembangan trend juga bisa mempengaruhi perilaku konsumen dalam memilih barang atau jasa.

8. Ancaman produk sejenis


Ketika suatu umkm memproduksi tas anyaman misalnya, tentu saja dia bukanlah bersatunya bisnis yang memproduksi tas anyaman tersebut. Adanya kompetitor atau saingan bisnis yang menghasilkan produk serupa, menjadi suatu lingkungan eksternal yang tidak bisa dikontrol, T tetapi hanya bisa dihadapi dengan memperbaiki kualitas dan menurunkan harga untuk bisa bersaing.

9. Perkembangan Teknologi


Faktor terakhir adalah perkembangan teknologi yang semakin canggih belakangan ini. Perusahaan harus mempersiapkan bisnisnya supaya bisa bersinergi dengan teknologi, seperti pemanfaatan internet dan media sosial sebagai media promosi dan pengembangan brand

Selain itu pengembangan divisi khusus marketing online yang bertugas menganalisa trend yang berkembang di tengah masyarakat dunia maya saat ini, dinilai sangat penting untuk mengimplementasikan strategi penjualan yang semakin kompleks akibat penggunaan internet.


Contoh lingkungan bisnis internal


1. Modal


Modal adalah sekumpulan sumber daya baik berupa uang atau materi yang dimanfaatkan dalam  fungsi produktif yang menghasilkan pendapatan bagi suatu bisnis pada perusahaan.

Modal atau bahasa inggrisnya adalah capital menjadi salah satu faktor internal yang sangat mempengaruhi kemampuan produksi suatu bisnis. Ketika memiliki kapital yang besar maka produksi dapat dikembangkan dan melakukan ekspansi ke berbagai daerah.

2. Tenaga kerja


Tenaga kerja menjadi faktor yang sangat penting dalam pengembangan bisnis suatu perusahaan. Labour adalah setiap orang yang bekerja dan menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi produksi dalam suatu bisnis. Kemampuan dan keahlian tenaga kerja bisa mempengaruhi produktivitas kerja, dan berpengaruh secara langsung terhadap maju mundurnya suatu bisnis

3. Material & bahan baku


Material atau bahan baku dapat diartikan sebagai bahan dasar atau sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan untuk digunakan sebagai bahan produksi. Misalnya suatu perusahaan semen tentunya membutuhkan bahan baku pasir, silika dan berbagai bahan kimia lainnya.

Contoh lain resources dari bisnis kue yang membutuhkan tepung, gula, telur dan sebagainya. Ketersediaan bahan baku menjadi sangat penting untuk gambar langsung untuk keberlangsungan suatu produksi

4. Metode & kegiatan


Metode produksi merupakan kombinasi dari berbagai faktor produksi yang dibutuhkan untuk menghasilkan suatu produk. Dan untuk menghasilkan suatu barang atau jasa bisa menggunakan lebih dari satu metode dan proses, dan inilah yang disebut dengan kegiatan produksi. Dengan pemilihan metode produksi yang tepat, maka kegiatan produksi akan lebih optimal, efektif, dan efisien.

5. Peralatan & perlengkapan produksi


Untuk melakukan produksi perusahaan membutuhkan perlengkapan atau alat produksi. Kecanggihan suatu alat akan mempengaruhi efektivitas dan efisiensi, yang tentunya berpengaruh juga terhadap omzet dan keuntungan.

Peralatan yang mengandalkan teknologi tinggi walaupun pada awalnya membutuhkan modal yang besar, tentu lebih dapat menghasilkan produk lebih banyak bandingkan dengan peralatan konvensional walaupun dengan harga yang murah.

6. Keahlian Utama Bisnis


Keahlian atau kemampuan utama bisnis adalah hal yang dilihat dari seberapa fokus dan lama bisnis tersebut berperan dalam suatu bidang.

Misalnya bisnis kosngosan yang memiliki keahlian utama di bidang produksi Kue Tradisional, dan ingin merambah ke produksi kue modren. Atau bisnis kosngosan lainnya yang memiliki keahlian dan fokus di produksi anyaman bambu, dan ingin berekspansi ke pengolahan daur ulang limbah plastik

7. Kapabilitas Bisnis


Kapabilitas bisnis merupakan suatu ukuran dari kemampuan produksi yang dimiliki oleh bisnis dalam menghasilkan produk

Misalnya suatu bisnis kosngosan memiliki kapabilitas bisnis sebagai leading makanan daerah selama 3 tahun dengan jumlah karyawan sebanyak 100 orang, atau bisnis B memiliki kemampuan sebagai konsultan pajak terbaik di daerah pekanbaru selama 5 tahun belakangan.

Baca juga : 22 Ide Bisnis Jualan ala Online Shop Paling Laris Tahun Ini


Kata Penutup


Dalam mengembangkan bisnis, khususnya skala UMKM, kamu harus mengerti bahwa terdapat lingkungan yang bisa mempengaruhi maju mundurnya suatu bisnis, dan itu bisa dikategorikan sebagai lingkungan internal dan eksternal dalam bisnis.

Dengan mempelajarinya kita bisa mengerti mekanisme bisnis yang sesungguhnya dan bisa mengembangkan usaha mencapai level yang maksimal Semoga materi diatas bisa bermanfaat dan menjadi referensi buat pengusaha dan sobat kosngosan sekalian, jangan lupa untuk memberikan kan komentar dan share artikel ini ke sosial media kalian ya
By

0 Response to "16 Contoh Lingkungan Internal & Eksternal dalam Bisnis"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel