10 Kelebihan dan Kekurangan Balai Pustaka

Apa itu Balai Pustaka? Balai Pustaka bisa didefinisikan sebagai salah satu badan usaha milik negara yang berfokus dalam bidang penerbitan dan percetakan dokumen milik negara. Balai Pustaka juga bisa diartikan sebagai salah satu periode sastra Indonesia, yang biasa juga disebut sebagai angkatan Balai Pustaka.

Nah dalam hal ini, kosngosan akan membahas keduanya, yaitu Balai Pustaka dalam konteks BUMN atau badan usaha negara dan Balai Pustaka sebagai salah satu periode sastra Indonesia. Mari kita simak pembahasannya dibawah ini

PT Balai Pustaka persero memiliki visi terdepan membangun generasi cerdas berbudaya dan memiliki beberapa visi yaitu Mencerdaskan dan membangun karakter bangsa, mengembangkan budaya berbasis kearifan lokal dan global melalui buku dan multimedia.

Meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan keuntungan korporasi bagi pemangku kepentingan berbasis good corporate governance dan juga mengembangkan sumber daya manusia demi terwujudnya tim kerja yang kompeten, profesional dan transformatif.

Dikatakan bahwa Balai Pustaka saat ini sedang mengalami kebangkrutan. Namun pemerintah pada tahun lalu membantu bumi ini dengan suntikan dana, sehingga perusahaan ini tetap bisa bersaing dengan penerbit swasta.

Balai Pustaka adalah salah satu penerbit tua dan percetakan yang sudah lama makan asam garam cetak mencetak buku di Indonesia. Ada banyak sekali buku-buku sastra seperti novel yang begitu terkenal pada masanya.

Nah dengan adanya buku-buku serta karya sastra yang telah di terbit kan oleh Balai Pustaka inilah pada tahun 1920 maka disebutlah angkatan sastra tersebut sebagai angkatan sastra Balai Pustaka yang kemudian digantikan dengan periode angkatan Pujangga baru pada tahun 1930 sampai 1942

Berbagai karya yang dihasilkan oleh Penerbit Balai Pustaka pada masa sastra Indonesia yang disebut sebagai Masa angkatan Balai Pustaka, diantaranya perlu sobat kosngósan ketahui adalah sebagai berikut :


  • Azab dan Sengsara (Marari Siregar, 1920)
  • Siti Nurbaya (Marah Roesli, 1922)
  • Darah Muda (Djamaludin Adinegoro, 1927)
  • Pertemuan (Abas Sutan Pamuntjak Nan Sati, 1927)
  • Indonesia, Tumpah Darahku (Muhammad Yamin, 1928)
  • Sengsara Membawa Nikmat (Tulis Sutan Sati, 1928)
  • Salah Asuhan (Abdul Muis, 1928)
  • Menebus Dosa (1Aman Datuk Madjoindo, 932)
  • Tuba Dibalas dengan Susu (Nur Sutan Iskandar, 1933)

Baca juga : 15 Ide Bisnis untuk Anak SMP, SMA yang Masih Sekolah


Kelebihan Balai Pustaka


Ketika mimin kosngosan berbicara mengenai kelebihan atau manfaat yang bisa diambil dari karya sastra pada angkatan balai pustaka, juga peran perusahaan Balai Pustaka yang saat ini tetap berkontribusi dalam menghasilkan buku buku berkualitasnya, maka beberapa kelebihan atau dampak positif dari Balai Pustaka ini mimi rangkum seperti dibawah ini :

positif negatif balai pustaka

1. Dapat membaca sejarah


Salah satu fungsi dari Balai Pustaka adalah sebagai sumber referensi bagi generasi muda untuk dapat membaca sejarah mengenai bangsa Indonesia pada zaman pra-kemerdekaan. Bagaimana perkembangan sastra sebelum kemerdekaan, dan bisa menjadi sumber motivasi bagi generasi milenial untuk berkarya dan menghasilkan sesuatu yang bisa dinikmati dan memiliki manfaat positif untuk orang banyak

2. Memberi kesempatan berkarya


Memberikan kesempatan yang luas kepada pengarang bangsa indonesia untuk menghasilkan karangan dan dengan sendirinya. Pada zaman angkatan Balai Pustaka banyak sekali penulis dan pengarang karya sastra yang menghasilkan buku aku dan sumber literasi yang saat ini tetap menjadi rujukan. Berbagai Seniman yang yang muncul di era Balai Pustaka, adalah mereka yang jenius di bidang seni dan bisa kita nikmati karya-karyanya sampai saat ini

3. Sebagai sumber literasi sastra


Memberikan sumber bacaan dan rujukan kepada rakyat untuk membaca karangan bangsa sendiri. Banyaknya karya sastra yang yang disadur dari luar membuat identitas bangsa sendiri semakin memudar. Oleh karena itu keberadaan karya sastra dari angkatan Balai Pustaka, dan juga perusahaan BUMN Balai Pustaka yang menghasilkan berbagai buku sastra turut menjadi sumber literasi sastra yang sangat berharga

4. Sebagai penerbit berkualitas


Perusahaan Balai Pustaka merupakan satu-satunya BUMN yang bergerak dalam jasa penerbitan, dan hingga saat ini masih menghasilkan berbagai buku aku yang menjadi sumber pengetahuan baik itu di bidang kesenian maupun sains.

5. Menjadi aset berharga


Baik itu Perusahaan Balai Pustaka dan berbagai karya sastra yang dihasilkan dalam masa angkatan Balai Pustaka, saat ini telah menjadi aset dan kekayaan kebudayaan nasional yang tidak ternilai harganya. Keberadaannya menjadi identitas yang memberikan keindahan dalam sastra bangsa Indonesia


Kekurangan Balai Pustaka


Beberapa kekurangan atau dampak negatif dari Balai Pustaka bisa sobat kosngosan lihat dari beberapa poin yang telah mimin kumpulkan, seperti dibawah ini :

1. Kurangnya fasilitas


Ketika kita berbicara mengenai perusahaan Balai Pustaka pada masa angkatan Balai Pustaka, pada saat itu memang teknologi penerbitan dan percetakan belum maju seperti saat ini. Oleh karena itu banyak sekali buku-buku yang rusak. namun saat ini perusahaan Balai Pustaka sudah bergerak maju dan menjadi salah satu perusahaan penerbit terbaik Indonesiai

2. Alur cerita yang menyimpang


Ketika kita berbicara mengenai karya sastra yang dibuat pada zaman angkatan Balai Pustaka, banyak sekali buku-buku yang memiliki alur cerita yang menyimpang dari cerita utamanya. Pengarang biasanya sering membuat isi cerita dalam karyanya itu keluar dari jalan cerita yang sebenarnya, dan terkadang membuat pembaca awam ingung.

3. Jalan cerita yang tidak wajar


Jalan cerita sering menjadi tidak wajar dan tidak logis. Selain alur cerita yang tidak sesuai dengan jalur utama, banyak pengarang pada zaman angkatan Balai Pustaka itu tu memberikan jalan cerita yang sebenarnya tidak masuk akal dan cendurng diluar logika.

4. Kurang bersaing dengan penerbit swasta


Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya bahwa BUMN Balai Pustaka merupakan salah satu perusahaan milik negara yang bisa dibilang kurang bisa bersaing dengan penerbit swasta saat ini, seperti Gramedia, Mizan dan beberapa publisher terkenal.

5. Tidak menghasilkan keuntungan


Berbagai sumber berita mengatakan bahwa penerbit Balai Pustaka mengalami kerugian dan tidak memberikan keuntungan sama sekali bagi negara. Namun kita semua tentunya berharap bahwa BUMN ini tetap dipertahankan, namun tentunya dengan perbaikan dan Reformasi dalam internal perusahaannya.

Baca juga : Contoh Gurindam Berangkai Nasihat Pendidikan


Kata Penutup


Balai Pustaka merupakan salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari sastra Indonesia. Dia merupakan salah satu aset yang berharga dan memiliki nilai historis tersendiri. Menjadi tugas kita bersama untuk memperkenalkan Balai Pustaka kepada generasi milenial yang semakin lama tingkat literasi nya semakin berkurang akibat terpapar gadget.

Semoga pembahasan kosngosan kali ini mengenai Balai Pustaka bisa bermanfaat dan menjadi referensi buat teman-teman sekalian. Apabila merasa postingan ini bermanfaat silahkan tekan tombol share di bawah dan bagikan ke media sosial seperti Facebook dan WhatsApp kalian, terimakasih ya
By

head ads

inline ads

inline ads 2

bottom ads