Contoh Batasan Masalah dalam Penelitian Skripsi, Tesis & Disertasi

Bagaimana cara membuat batasan masalah? Batasan masalah disebut juga batasan penelitian, limitasi masalah atau fokus penelitian adalah suatu subbab dalam karya tulis ilmiah skripsi, tesis atau disertasi yang menjelaskan mengenai ruang lingkup suatu masalah yang akan diteliti supaya pembahasan bisa lebih fokus dan tidak melebar kemana-mana. Bagian ini sangat penting untuk di tuliskan demi untuk mendapatkan penelitian yang efektif dan efisien

Karena banyak sekali permasalahan atau gejala yang terjadi, karena keterbatasan peneliti apabila ditinjau dari aspek ekonomi, waktu, tenaga dan lainnya, maka ditetapkanlah bagian batasan masalah dalam penelitian untuk memudahkan proses identifikasi

Ini juga berperan sebagai pedoman atau penuntun supaya peneliti tidak keluar dari bahasan yang telah ditetapkan sejak awal.

Mungkin sebagian dari teman-teman kosngosan, ada yang mendapati istilah penggunaan batasan masalah berbeda-beda pada setiap karya tulis ilmiah yang ada di perguruan tinggi. Intinya subbab ini digunakan untuk menegaskan kembali masalah yang akan diteliti dan mengabaikan masalah lain demi efektivitas dan efisiensi

Lalu apa fungsi dari batasan masalah ini? Tentu saja akan memudahkan peneliti dalam fokus dalam melakukan penelitian. Namun alasan pembatasan masalah ini haruslah didasarkan pada alasan yang teoritis dan bisa diterima, bukan malah memilih berdasarkan alasan personal atau pribadi

Baca juga : 20 Contoh Pertanyaan Sidang Skripsi untuk Mahasiswa dan Jawabannya


Tips Menulis Batasan Masalah


batasan masalah penelitian skripsi, tesis, disertasi

Dalam pembuatan batasan masalah, limitasi masalah atau batasan penelitian, sang peneliti harus memperhatikan beberapa aspek, tidak bisa menulis sembarangan. Karena ini adalah bagian yang sangat penting untuk menciptakan penelitian yang tepat sasaran.

Oleh karena itu sobat kosngosán perlu memperhatikan beberapa syarat dan tips dibawah ini, diantaranya :


  • Masalah yang dipilih seharusnya masih dapat dijangkau dengan kemampuan peneliti sendiri
  • Masalah yang dipilih seharusnya dapat di uji sesuai dengan data yang bisa diperoleh dengan mudah di lapangan
  • Masalah yang dipilih seharusnya cukup penting untuk diteliti dan bermanfaat untuk diselesaikan
  • Masalah yang dipilih seharusnya hal yang menarik sesuai minat dan kemampuan si peneliti
  • Membatasi dengan memilih satu, dua atau tiga masalah yang akan diteliti pilih beberapa yang sudah diidentifikasi sebelumnya
  • Menegaskan pengertian masalah yang akan diteliti
  • Memaparkan data yang akan memberikan gambaran lebih rinci mengenai sosok masalah tersebut


Untuk lebih jelasnya, sobat kosngosan juga bisa menonton video penjelesan yang sudah mimin upload di channel youtube kosngossan seperti dibawah ini, tinggal klik tombol play. Jangan lupa subscribe, like dan share juga ya videonya




Contoh Batasan Masalah


1.5 Batasan Masalah

Ada beberapa batasan masalah dalam menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi ini yaitu sebagai berikut :

  • Tanaman yang dipilih adalah bernama enceng gondok (Eichornia crassipes).
  • Tanaman enceng gondok atau dalam bahasa latin Eichornia crassipes tidak dipengaruhi oleh jumlah, umur, panjang serta lebar daun tanaman.
  • Penelitian ini dibatasi hanya untuk mengetahui efisiensi penurunan optimum untuk menurunkan kadar kekeruhan juga TSS.
  • Sumber airnya berasal dari air permukaan Selokan Kota Mataram

(Diambil Dari Skripsi Yang Berjudul : Penggunaan Tanaman Enceng Gondok (Eichornia Crassipes) Sebagai Pre Treatment Pengolahan Air Minum Pada Air Selokan Mataram)


1.3. Batasan Masalah

Coffee shop atau kafe yang diteliti dalam penelitian ini adalah coffee shop atau kafe yang hanya menyajikan makanan dan minuman ringan serta hiburan live music, music tunggal atau tape recorder. Bukan cafe dimana orang berdansa serta menyajikan minuman alkohol

Coffee shop yang memiliki fasilitas hiburan seperti gratis hotspot, mini library, permainan kecil dan sebagainya. coffee shop yang punya suasana nyaman berada didalam gedung atau bangunan bukan berada di pinggir jalan, coffee shop yang puny konsep one stop shopping, artinya pengunjung dapat apa yang mereka butuhkan dalam satu tempat. Pengunjung juga bisa bersantai serta refreshing dan melakukan aktifitas yang lain seperti mengerjakan tugas kantor, tugas kuliah dengan suasana yang khas.

Penelitian akan dilakukan pada sampel yang datang juga pernah datang ke coffee shop di Yogyakarta ini. Adapun Faktor yang mempengaruhi keputusan sampel dalam memilih coffee shop didasarkan terhadap variabel penelitian yaitu sebagai berikut :

  • Lokasi
  • Biaya
  • Suasana
  • Fasilitas
  • Makanan dan Minuman
  • Keputusan pembelian

(Mimin kosngo┼Ťan mengambil contoh diatas dari skripsi Faktor Pembelian di Cofee Shop)


1.5 Batasan Masalah

Supaya penelitian tidak terlalu melebar dan lebih fokus, maka dibuatlah suatu bagian batasan permasalahan yang dijelaskan sebagai berikut:

1. Beton yang dipilih merupakan beton normal dengan kuat tekan beton (f’c) = 25 MPa

2. Besar nilai slump direncanakan sebesar ± 10 cm.

3. Portland Cement yang dipilih adalah semen serbaguna yaitu berjenis I dengan merk Holcim kemasan 50 Kilogram

4. Agregat halus atau pasir berasal dari Kali Boyong Merapi, Kaliurang, untuk agregat yang lolos saringan 5 milli meter sebagai agregat halus, sedangkan agregat yang tertahan saringan 5 milli meter sebagai agregat kasar (kerikil). Agregat yang digunakan dalam penelitian ini keadaannya jenuh kering permukaan

5. Air yang digunakan dari laboratorium Bahan Konstruksi Teknik Universitas Islam Indonesia

6. Menggunakan baja tulangan ulir (deformed) dengan diameter 10 milli meter, 13 milli meter, 16 milli meter

7. Menggunakan baja tulangan polos dengan diameter 12 milli meter sebagai perbandingan

8. Panjang penyaluran tulangan sebesar 100 milli meter, 150 milli meter, 200 milli meter

9. Ukuran lubang beton lebih besar 4 milli meter dari diameter tulangan yang akan dimasukkan ke dalam lubang supaya zat perekat Epoxy bisa di masukkan pada sekeliling lubang yang di masukkan tulangan

10. Zat perekat epoxy yang digunakan adalah merk Sikadur® 31 CF Normal produksi PT Sika Indonesia

11. Pengujian tegangan lekat dilakukan setelah 3 hari pemberian zat epoxy Sikadur 31 CF Normal dan menggunakan Universal Testing Machine

12. Jumlah benda uji adalah 33 untuk menguji tegangan lekat, sampel dibuat 3 benda uji. Pengujian kuat desak beton sebanyak 3 benda uji

(Diambil Dari Skripsi Yang Berjudul : Tinjauan Tegangan Lekat Baja Tulangan Ulir Dengan Berbagai Variasi Diameter Dan Panjang Penyaluran Dengan Bahan Perekat Sikadur 31 Cf Normal Terhadap)


1.5 Batasan Masalah

Agar lebih terfokus maka penelitian ini mempunyai batasan :

1. Struktur bangunan yang akan diteliti hanya bangunan teknis struktur beton bertulang biasa,
2. Struktur bangunan yang diteliti tidak meliputi semua bangunan teknis tetapi hanya sampling
terhadap bangunan beton bertulang yang mengalami kerusakan serius.

(Diambil dari skripsi yang berjudul : Evaluasi Kerusakan dan Rasio Sisa Kekuatan Struktur Beton Sebagai Dasar Pengambilan Keputusan Untuk Rehabilitasi, Rekonstruksi atau Pembongkaran)


5.3 Keterbatasan Penelitian

Dalam penelitian ini masih terdapat keterbatasan-keterbatasan yang dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi peneliti selanjutnya agar mampu mendapatkan hasil yang lebih baik, antara lain :

1. Terbatasnya penelitian sebelumnya yang membahas masalah penyaluran kredit, khususnya Kredit Modal Kerja

2. Penelitian ini dibatasi jumlah sampelnya, hanya terbatas pada 20 bank devisa saja. Rasio keuangan bank yang dipakai sebagai dasar untuk memprediksi Kredit Modal Kerja hanya terbatas pada rasio DPK, NPL, dan Suku Bunga SBI, dimana ada dua variabel yang pengaruhnya tidak signifikan terhadap penyaluran kredit modal kerja yaitu NPL dan Suku Bunga SBI

(Diambil Dari Skripsi Yang Berjudul : (Diambil Dari Skripsi Yang Berjudul : Analisis Pengaruh Dana Pihak Ketiga, Non Performing Loan, Dan Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia Terhadap Jumlah Kredit Modal Kerja Yang Disalurkan Pada Bank Swasta Devisa Nasional Oleh : Annisa Risky Amalia. S)


1.5. Ruang Lingkup Penelitian

Ruang Lingkup Penelitian ini dilakukan kepada mahasiswa Program Studi Kedokteran (PSKd) Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta angkatan 2016. Penelitian ini mengetahui bagaimana hubungan SDL terhadap Persepsi belajar keterampilan klinik pada mahasiswa angkatan 2016.

Variabel yang akan diteliti adalah Kesiapan SDL dengan Persepsi Belajar keterampilan Klinik. Penelitian ini hanya bisa digeneralisasikan di FKK UMJ karena faktor dari variabel telah dihomogenkan atau yang berarti tidak dibandingkan ditempat lain. Oleh karena tidak dibandingkan maka bisa saja terdapat perbedaan antara faktor yang diteliti di FKK UMJ dengan ditempat lain.

(Diambil Dari Skripsi Yang Berjudul : Hubungan Antara Kesiapan Self Direct Learning Dengan Persepsi Mahasiswa Terhadap Kemampuan Belajar Keterampilan Klinik Pada Mahasiswa Kedokteran Fakultas Kedokteran Dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta Angkatan 2016, Oleh : Derry Arya Pratama)


1.3. Batasan Masalah

Fokus dari penelitian yang dilakukan adalah Peranan Sistem Informasi Manajemen terhadap peningkatan pelayanan proses pembuatan E-KTP di Dispenduk Capil Kota Sorong

Berdasarkan uraian yang terdapat dalam latar belakang masalah dan identifikasi masalah yang cukup luas sebagaimana telah diuraikan, maka perlu adanya pembatas masalah yang akan diteliti. Penelitian ini dibatasi pada peranan sistem informasi manajeman terhadap peningkatan pelayanan pada proses pembuatan E-KTP Dispenduk Capil di Kota Sorong.

(Kosngosan mengambil Dari Skripsi : Peranan Sistem Informasi Manajemen Terhadap Peningkatan Pelayanan Pada Proses Pembuatan E-Ktp Dispenduk Capil Di Kota Sorong Oleh Marta Butty)


E. Ruang Lingkup

Penelitian ini mengenai Hubungan Peran Perawat, lama kerja serta Jabatan Fungsional Perawat dengan Pelaksanaan Perkesmas Di Puskesmas Kota Bukittinggi. Jenis penelitian menggunkana teknik analitik dengan desain cross sectional bertujuan mengetahui hubungan variabel
independen dengan variabel dependen.

Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Kota Bukittinggi bulan April. Populasi adalah semua perawat di Puskesmas se-Kota Bukittinggi pada tahun 2019 berjumlah 60 orang. Teknik sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Data yang dikumpul dengan wawancara dan observasi dengan menggunakan alat bantu kuesioner, kemudian dianalisis dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square.

(Diambil Dari Skripsi Yang Berjudul : Hubungan Peran Perawat, Lama Kerja, Dan Jabatan Fungsional Perawat Puskesmas Dengan Pelaksanaan Kegiatan Perkesmas Di Puskesmas Se– Kota Bukittinggi Tahun 2019 Oleh : Septiwi Fitri Andani)

Baca juga : Cara Membuat Hipotesis pada Skripsi, Tesis dan Disertasi 


Kata Penutup


Dalam pembuatan karya tulis ilmiah seperti skripsi, tesis dan disertasi, dibutuhkan konsentrasi yang penuh terhadap penyelesaian suatu masalah dan mengabaikan masalah lain yang dianggap tidak penting. Hal ini karena kemampuan peneliti terbatas. Dengan adanya batasan masalah maka diharapkan penelitian dapat berlangsung dengan lebih efektif dan efisien

Bagaimana, apakah kamu sudah bisa menulis batasan masalah yang baik dan benar? Semoga tips dan contoh batasan masalah dari kosngosan diatas bisa bermanfaat buat teman-teman pengunjung kosngosan sekalian. Mohon untuk share artikel ini ke teman-teman social media lainnya juga
By