21 Contoh Konflik Sosial di Sekolah dan Masyarakat

Konflik merupakan sesuatu yang harus dihindari, karena dapat menimbulkan kerugian dan dampak buruk bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat. Adanya konflik memberikan pertanda bahwa segala sesuatu belum ideal, dan masih berpotensi menimbulkan perseteruan yang mengakibatkan perpecahan antar kelompok

Begitu juga dengan konflik yang terjadi di tengah masyarakat, ataupun yang sering terjadi di dalam lingkungan sekolah. Walaupun konflik tersebut bisa dikategorikan levelnya kecil, apabila dibiarkan maka bisa menimbulkan perluasan.

Ada banyak sekali kejadian konflik yang sering terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Bahkan konflik dinilai sebagai hal yang wajar selama tidak memberikan dampak masif terhadap kestabilan negara. Hal itu tentunya salah, karena yang namanya konflik, tetap saja memberikan dampak buruk bagi objek dan sekitarnya.

Dan dalam pembahasan kali ini kita akan mencoba memberikan beberapa contoh konflik yang sering terjadi khususnya konflik sosial di lingkungan sekolah dan masyarakat kita. Apa saja kah itu? mari simak satu per satu dibawah ini

Baca juga : Contoh kenakalan anak sekolah


Contoh Konflik Sosial di Sekolah


contoh konflik sekolah

Sekolah merupakan lembaga formal pendidikan yang melakukan kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Ini merupakan organisasi edukatif yang idealnya tanpa konflik. Namun seperti yang kita ketahui, sekolah juga sering mendapati konflik di dalamnya akibat dari beberapa faktor, diantaranya adalah sebagai berikut :


1. Terjadinya aksi tawuran

Sobat kosngosan pasti sependapat bahwa aksi kriminal yang paling sering dilakukan oleh anak sekolah dan paling berbahaya adalah tawuran atau perkelahian antar kelompok dengan menggunakan senjata tajam dan dilakukan secara beramai-ramai.

Ini merupakan salah satu contoh konflik di sekolah yang bisa melibatkan antar sekolah, antar kelas dalam satu sekolah, atau bahkan beberapa sekolah yang berbeda. Penyebab konflik ini sangat beragam, tapi kebanyakan adalah karena masalah sepele, seperti perkataan yang buruk, perlakuan yang menantang, dan sebagainya



2. Melakukan bolos sekolah

Bolos sekolah atau escape ke beberapa tempat hiburan adalah suatu bentuk kenakalan yang juga sering dilakukan oleh anak sekolah. Ini juga bisa dikategorikan sebagai salah satu konflik internal yang ada di sekolah

Antara sistem peraturan yang yang mengharuskan siswa untuk tetap berada di dalam sekolah pada jam belajar, dan dengan siswa yang menginginkan untuk keluar sekolah karena berbagai alasan, seperti bosan, ikut teman dan coba-coba


3. Pemalakan terhadap teman

Aksi pemalakan atau kau meminta sesuatu kepada teman yang dinilai lebih inferior, sering sekali terjadi di ikuti dengan aksi bullying. Ini adalah konflik yang sering terjadi sesama siswa di sekolah, dan sangat merugikan pihak korban.

Pemalakan ataupun meminta sesuatu yang bukan haknya kepada orang lain bisa dikategorikan sebagai aksi pencurian yang termasuk aksi kriminal. Jadi kalau sobat kosngosan menjadi korban, bersegeralah melapor ke guru atau pihak sekolah


4. Melawan dan membangkang terhadap guru

Para siswa sekarang banyak yang kita lihat melawan dan bahkan membangkang kepada gurunya. Tidak jarang mereka melawan dengan perkataan, bahkan yang lebih buruk bisa bermain tangan.

Tentu saja konflik yang satu ini menjadi salah satu yang paling berbahaya dalam sistem pendidikan kita. Itulah pentingnya mendahulukan pendidikan tata krama kepada siswa di sekolah. Karena bagaimanapun seorang siswa tidak memiliki hak untuk melawan apalagi membangkang kepada gurunya yang telah berjasa memberikan ilmu


5. Melakukan aksi vandalisme

Apa yang dimaksud aksi vandalism? Ini adalah kegiatan mencoret coret objek tertentu yang menjadi fasilitas sekolah hanya demi kepuasaan tersendiri (alias mengisi kegabutan).

Biasanya kamu akan mulai mencoret-coret meja kantin, meja kelas, dinding sekolah, buku pelajaran dan lainnya. Senjata andalan sudah pasti menggunakan tipe-x, pena, spidol permanen atau justru pensil kayu sampai silet. Biasanya sobat kosngosan pasti sering menulis nama geng atau pasangan kamu.


6. Demonstrasi menolak kebijakan sekolah

Kegiatan di sekolah sebenarnya hanya untuk melakukan kegiatan proses belajar mengajar di bidang pendidikan. Tetapi terkadang kebijakan yang ditetapkan di sekolah tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh murid ataupun guru.

Oleh karena itu konflik internal yang juga sering terjadi adalah melakukan aksi demonstrasi untuk menolak suatu kebijakan yang dianggap merugikan berbagai pihak. Biasanya ini akan melibatkan kepala sekolah, sebagai pihak paling berwenang terhadap kebijakan di sekolah


7. Pelaporan terhadap guru oleh wali murid

Ketika kita membaca artikel di media online, sering sekali kita mendapati orang tua murid melakukan pelaporan kepada guru yang telah menghukum anaknya di sekolah. Hal ini dinilai orang tua siswa sebagai pelanggaran HAM terhadap anak mereka

Padahal dulu mimin kosngosan, sampai di jewer, di suruh berdiri di depan kelas, hingga dilempari kapur juga tidak berani melapor ke orangtua. Karena bentuk hukuman yang diberikan guru tersebut sejatinya adalah untuk menyadarkan kita terhadap kesalahan yang kita lakukan


8. Konflik internal sesama guru atau dengan kepala sekolah

Nah selanjutnya konflik yang juga sering terjadi di dalam sekolah adalah perseteruan atau ketidak harmonisan antar guru, juga antar guru dengan kepala sekolah. Hal ini bisa diakibatkan karena beberapa hal seperti kebijakan gaji, insentif, bonus, jam mengajar, fasilitas, atau masalah lain yang lebih teknis


9. Aksi kriminal yang dilakukan oknum guru

Sosok guru sejatinya adalah profesi yang mulia dengan memberikan ilmu kepada anak muridnya di sekolah. Namun belakangan ini bila sobat kósngosan sering membaca berita dimana ada oknum guru yang melakukan aksi tidak terpuji seperti melakukan pelecehan seksual, memasalak, mengancam, melakukan kekerasan yang berakibat luka serius, dan lainnya.


10. Ketidaksepakatan mengenai biaya sekolah

hal ini sering terjadi di sekolah swasta di mana biaya sekolah yang dibebankan kepada siswa itu lebih besar daripada sekolah negeri. Karena sekolah swasta itu menggaji gurunya dari uang SPP sekolah.

Namun sering sekali kebijakan mengenai kenaikan biaya sekolah, sering ditentang oleh orang tua atau wali murid, dan terjadilah konflik yang mengharuskan pihak sekolah dengan pihak orangtua melakukan pertemuan untuk menemukan titik terang solusinya


Contoh Konflik Sosial Masyarakat


contoh konflik sosial masyarakat

Ruang lingkup masyarakat menjadi tempat kita untuk bergaul dan bersosialisasi setiap hari. Masyarakat yang dimaksud disini adalah cakupannya menyangkut satu kompleks perumahan, Rukun Tetangga atau Rukun Warga. Tentunya konflik di tengah masyarakat juga sering terjadi, beberapa contoh diantaranya adalah sebagai berikut :

Baca juga : Contoh Pelanggaran HAM Berat dan Ringan di Indonesia


11. Tawuran dan perkelahian antar daerah

Tawuran tidak hanya terjadi pada anak sekolah atau mahasiswa saja, tetapi juga antar masyarakat di berbegai daerah. Ini adalah salah satu bentuk dari kekerasan fisik antar geng dalam masyarakat yang ada di Indonesia.

Tindakan kejahatan ini kemungkinan besar berasal dari pengaruh lingkungan di sekitar dan juga prasangka buruk dari masyarakat. Selain menimbulkan kerugian fisik, kehilangan nyawa, kegiatan tawuran juga bisa merusak fasilitas umum dna menggangu ketertiban


12. Protes menentang kebijakan di daerah

Dalam cakupan yang lebih luas kebijakan di daerah seperti contohnya skala Rukun Warga, di mana ketua RW menetapkan tarif keamaaan sebesar 50 ribu per bulan, kemudian warga tidak terima dan melakukan protes terhadap kebijakan tersebut karena dinilai kemahalan.

Atau kebijakan yang dilakukan oleh lurah untuk menetapkan biaya pembuatan KTP yang terlalu besar, berbagai konflik yang terjadi yang diakibatkan karena ketidak sesuaian keinginan antara pemangku kebijakan di daerah dengan masyarakat


13. Perkelahian antar warga

Kalau tadi tawuran adalah perkelahian antar kelompok yang ada di daerah, ada juga konflik internal yang terjadi antar warga atau keluarga. konflik ini biasanya diakibatkan karena masalah pribadi yang tidak terselesaikan dengan baik

Sehingga terjadilah aksi pukul atau ucapan yang tidak pantas. Tentu saja ini akan mengganggu ketertiban masyarakat apalagi mereka melakukan pertengkaran di tengah pemukiman yang padat penduduk


14. Melakukan fitnah dan penyebaran hoax

Dengan melakukan penyebaran berita bohong, akan bisa menyebabkan terjadinya konflik yang semestinya bisa dicegah. Hal ini sering sekali tidak disadari oleh orang awam dengan menyebarkan berita palsu, sehingga timbullah fitnah yang dapat merugikan salah satu atau beberapa pihak.

Kejahatan ini walaupun dinilai ringan namun dapat berefek sangat besar terhadap pihak yang dibicarakan. Apalagi menyangkut dengan nama baik yang dapat merusak kapabilitas pihak yang dibicarakan. Saat ini pemerintah sedang marak-maraknya untuk memerangi hoax atau berita palsu


15. Aksi kriminalitas pembunuhan

Salah satu bentuk konflik yang paling berbahaya adalah penghilangan nyawa seseorang dengan cara membunuh baik itu sengaja ataupun tidak sengaja. Membunuh merupakan suatu tindakan kejahatan yang menghilangkan nyawa seseorang dengan cara yang melanggar hukum disertai beberapa motif atau alasan pembunuhan. Jadi pastikan sobat kosngósan tidak melakukan perbuatan tercela ini ya


16. Konflik Penataan Kota

Dalam tujuannya yang yang membuat wilayah kota lebih asri dan terlihat rapi, sering sekali pemerintah melakukan kebijakan penggusuran dan juga penghilangan properti milik warga untuk dibangun ulang menjadi taman atau tempat resapan air.

Hal inilah yang sering terjadi konflik kepentingan antara warga yang sudah tinggal beberapa tahun di suatu lingkungan dengan pemerintah yang yang ingin membersihkan daerah tersebut dari kesan umum dan padat penduduk


17. Konflik Perusahaan dengan Masyarakat

Selain konflik yang terjadi antara masyarakat dengan pemerintah, sering juga kita temui konflik yang terjadi antara perusahaan swasta dengan masyarakat yang ada di sekitar. Seperti misalnya perusahaan yang membuka lahan pabrik di tengah perkebunan

Hal ini mengakibatkan lahan di sekitar perkebunan tidak subur dan merusak produksi pertanian masyarakat. Nah masyarakat yang merasa terganggu akan melakukan demonstrasi menuntut untuk perusahaan tersebut menutup kegiatan pabriknya


18. Konflik SARA di berbagai Provinsi di Indonesia

Masalah Suku, Agama dan Ras menjadi salah satu isu yang sensitif dan bisa mengakibatkan konflik berkepanjangan. Untuk itulah buat sobat kosngosan, harus bisa menjunjung tinggi nilai toleransi.

Hal ini sudah pernah terjadi di beberapa daerah di Indonesia seperti misalnya konflik mahasiswa asal Papua yang terjadi di Yogyakarta, konflik orang Sunda dengan Jawa, Konflik Sampit (suku Madura dengan Dayak) dan lainnya.


19. Perseteruan izin pembangunan rumah ibadah

Selain itu konflik agama juga sering sekali terjadi di tengah masyarakat kita. Umumnya ini terjadi karena izin pembangunan rumah ibadah yang dinilai tidak memiliki landasan hukum yang memadai, sehingga masyarakat sekitar melakukan protes dan tidak memperbolehkan pembangunan rumah ibadah tersebut karena dinilai ilegal.


20. Pemerkosaan dan perbuatan tidak senonoh

Perkosaan atau aksi perbuatan cabul merupakan suatu kejahatan seksual, yang umumnya ditujukan kepada kaum wanita atau anak-anak. Suatu perbuatan yang merendahkan harkat dan martabat akibat pemuasan naluri seksual oleh pelaku yang salah dan melanggar hukum.

Kejahatan ini sangat keji dan dibenci oleh masyarakat, dan dapat memicu konflik antara keluarga korban dengan pelaku. Itulah penting buat sobat kosngosan untuk menjaga diri dan keluarga tercinta dari ancaman seperti ini.


21. Jambret, Pencurian dan Perampokan

Jambret merupakan kegiatan ilegal mengambil barang berharga pada keramaian atau kesunyian secara spontan, sementara pencurian adalah suatu kegiatan ilegal mengambil harta milik orang lain secara terorganisir tanpa seijin pemilik.

Kegiatan ini merupakan kejahatan tingkat tinggi yang sering terjadi di tengah masyarakat dan menimbulkan konflik

Baca juga : Contoh Konflik Horizontal, Vertikal dan Diagonal di Indonesia


Kata Penutup


Munculnya konflik sosial dan konflik pendidikan yang terjadi harus bisa diminimalisir bahkan dihilangkan sehingga kita bisa menciptakan kan kehidupan yang lebih tertib dan nyaman. Apapun itu kita sebagai anggota masyarakat harus ikut berpartisipasi aktif dalam memerangi setiap konflik yang kemungkinan terjadi.

Semoga beberapa materi pembahasan mengenai konflik di sekolah dan masyarakat diatas bisa bermanfaat menambah pengetahuan dan bisa sobat kosngosan hindari bersama, Jangan lupa untuk membagikan artikel ini ke sosial media kalian supaya teman-teman juga bisa membacanya
By