Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

33 Contoh Mobilitas Sosial, Horizontal dan Vertikal

Apa saja contoh mobilitas sosial, horizontal dan vertikal dalam kehidupan sehari hari? Sobat pastinya pernah mendengar mengenai mobility. Lalu apa yang dimaksud dengan istilah ini? Ini merupakan suatu konsep perpindahan posisi atau keadaan seseorang maupun kelompok yang berasal dari keadaan yang satu ke keadaan yang lainnya. Artinya mobility adalah suatu perubahan yang terjadi, baik itu yang bersifat positif atau negatif.

Intinya mobilitas adalah suatu perubahan yang terjadi, baik itu secara Sengaja maupun tidak sengaja dilakukan. Ada banyak sekali perubahan yang terjadi dalam hidup, namun tidak semuanya bisa dikatakan sebagai mobility.

Jadi pada kesempatan kali ini kosngosan.com akan memberikan beberapa materi mengenai contoh mobilitas yang bisa dibagi menjadi beberapa bagian seperti yang ada dibawah ini :




Contoh Kasus Mobilitas di Lingkungan Sekitar

Baiklah kita akan langsung membahas mengenai contoh mobilitas yang terjadi di sekitar kita. Supaya kamu lebih mudah memahami fenomena mobilitas ini, jadi mimi kosngosan akan memberikan contohnya berdasarkan yang pernah kita alami

Baca juga : Contoh Konflik Sosial


Contoh Mobilitas Sosial

Apa yang dimaksud dengan mobilitas sosial? Ini merupakan suatu perubahan atau perpindahan satu terjadi antara posisi atau strata sosial dari posisi sosial yang satu ke posisi sosial yang lainnya. Berikut contohnya :

1. Guru pensiunan sekolah yang diangkat menjadi kepala lingkungan, dan mengabdikan hidupnya untuk memimpin lingkungan didaerahnya sampai masa abdinya berakhir

2. Anak SMA yang baru lulus kuliah, kemudian memutuskan untuk mendaftar dan dirinya diterima menjadi mahasiswa di sebuah Universitas terkemuka di Indonesia.

3. Seorang joob seeker yang sedang mencari pekerjaan, kemudian berusaha keras untuk melamar pekerjaan dan pada akhirnya mendapatkan pekerjaan yang dia idamkan.

4. Seorang walikota yang mengikuti pilkada dan berhasil menjadi gubernur, kemudian mengikuti pilpress dan menjadi Presiden Indonesia.

5. Seorang sobat kosngosan yang merupakan mahasiswi dan tamat kuliah, kemudian dilamar oleh dosennya dan mereka pun menikah dan kini menjadi seorang ibu rumah tangga

6. Seorang mantan pegawai bank konvensional yang resign dan memutuskan untuk berwirausaha membuka bisnis Fried Chicken

7. Siswa SMA atau Mahasiswa yang terlibat perkelahian dan diberikan sanski berupa DO atau Drop Out dari pihak sekolah atau kampus

8. Pekerja Buruh Harian yang terkena PHK dari tempat kerjanya karena masa pandemi covid-19 ini yang mengharuskan perusahaan melakukan efisiensi karyawan

9. Seorang mantan narapidana yang dibebaskan dari penjara kemudian Insaf dan memutuskan untuk mengabdi kepada masyarakat dengan mendirikan pondok pesantren

10. Pecandu alkohol yang melakukan kriminalitas kemudian ditangkap oleh polisi dan dipenjara

11.Perangkat Desa yang berkunjung ke Daerah lain dalam rangka Study Tour. Berbagai program dari pemerintah daerah, yang memberikan insentif kepada perangkat desa untuk belajar ke daerah lain mengenai suatu pengelolaan bisnis, manajemen atau hal lain.


Contoh Mobilitas Horizontal

Dari asal katanya horizontal artinya adalah interaksi yang terjadi secara sepadan atau sejajar, apabila kita hubungkan dengan mobilitas maka terjadinya perpindahan status atau posisi secara sejajar atau sepadan. Berikut adalah beberapa contohnya


1. Mengubah kewarganegaraan

Misalnya sobat kosngosan yang bernama Wahyu yang merupakan orang Indonesia dan sudah menetap di Indonesia sejak lahir memutuskan untuk pindah ke Amerika dan mengubah kewarganegaraannya menjadi warga negara Amerika. Dalam kasus ini, terjadi mobilitas sosial yang tidak mengubah banyak kehidupan Wahyu. Mengubah kewarganegaraannya tidak membawa perubahan dalam hidup Wahyu.


2. Bekerja di perusahaan lain

Katakan saja Rani adalah seorang pegawai di perusahaan A. Kemudian, ia berhenti bekerja di perusahaan A dan bekerja di perusahaan B dengan jabatan yang sama. Dalam hal ini Rani mengalami mobilitas sosial horizontal, dimana perubahan yang terjadi dalam hidup Rani tidak begitu berarti karena walaupun terjadi mobilitas sosial, status sosial Rani sebagai pekerja dengan jabatan tertentu tadi masih tetap sama.


3. Pindah sekolah

Seorang siswa bernama Hani harus naik bersyarat karena memiliki presentase absen yang tidak sesuai dengan syarat lulus. Lalu ia memutuskan untuk pindah ke sekolah lain dan melanjutkan sekolahnya. Hani tetaplah seorang siswa, sekali pun ia melakukan mobilitas sosial.


4. Pindah rumah

Misalnya di sebuah desa sedang mewabah sebuah penyakit. Akhirnya, sebuah keluarga memutuskan untuk pindah ke desa lain yang tidak terkena wabah. Dalam kasus ini, keluarga tersebut tetap akan menjalani hidup yang sama di tempat yang sejenis, walaupun bukan di tempat yang sama. Tidak banyak yang berubah tentang status sosial mereka.


5. Menjabat suatu jabatan yang sama dengan orang tua

Ayah Popi merupakan seorang gubernur. Setelah ia dewasa dan lulus kuliah, ia menjadi gubernur seperti ayahnya di daerah yang sama. Dalam hal ini, Popi mengalami mobilitas sosial horizontal karena jabatan dan daerah ia menjabat sama dengan ayahnya yang sebelumnya.


6. Pindah agama

Misalnya sobat kosngosan yang seorang lelaki dari Korea Selatan yang beragama Buddha menikahi perempuan Indonesia beragama Islam dan memutuskan untuk pindah agama demi menikahi sang istri. Maka bisa dikatakan sang pria mengalami mobilitas sosial horizontal, dimana perubahan pada status sosial sang pria tidak signifikan setelah mobilitas sosial terjadi.


7. Pindah tempat persidangan

Karim dan Yeni sedang menjalani proses perceraian yang panjang di pengadilan. Karena alasan tertentu, persidangan mereka harus dipindahkan ke daerah lain. Di sini, mereka mengalami mobilitas sosial namun kedudukan sosial mereka tidak terpengaruhi olehnya.


8. Pindah tugas

Seorang guru matematika mengajar di SMP 1. Lima tahun kemudian, ia dipindah tugaskan ke SMP 3. Hal ini pun dapat dikatakan mobilitas sosial horizontal dimana kedudukan sang guru tetaplah seorang guru matematika dan tempatnya mengajar pun tetaplah sebuah Sekolah Menengah Pertama.


9. Pindah tugas dari sekolah swasta ke negeri

Seorang guru pindah dari sekolah swasta ke negeri dengan tujuan memperbaiki nasib. Kasus ini masuk ke dalam kategori mobilitas sosial horizontal intragenerasi dimana mobilitas terjadi secara individual.


10. Seorang anak memilih jalan karir berbeda dari orang tua

Katakan saja pak Toni adalah seorang TNI dengan pangkat perwira menengah yang memiliki anak bernama Didi. Daripada menjadi anggota TNI seperti ayahnya, Didi lebih memilih untuk menjadi seorang dosen di sebuah perguruan tinggi negeri yang berada pada lapisan menengah juga. Walaupun jalan karir yang mereka pilih berbeda, hal ini masih tetap tergolong mobilitas sosial horizontal jenis antargenerasi.


11. Seorang Petugas Kebersihan yang Dipindahkan Area Kerjanya

Petugas kebersihan di kota misalnya awalnya bekerja di kecamatan A, kemudian ditempatkan di kecamatan B, perpindahan ini menjadi salah satu contoh mobilitas horizontal yang bersifat "setara" atau hanya bersifat perpindahan lokasi tanggung jawab saja.


Contoh Mobilitas Vertikal

 
Berbeda dengan Mobilitas horizontal, mobilitas vertikal merupakan perpindahan atau perubahan posisi yang terjadi secara vertikal atau dari atas ke bawah dan sebaliknya. Berikut adalah beberapa contohnya dari mimin kosngosan :

1. Bangkrut

Gunawan adalah seorang pengusaha sukses. Namun, karena ia suka berjudi, suatu hari perusahaanya bangkrut karena ia kalah berjudi dan kehilangan seluruh hartanya. Setelah bangkrut, Gunawan akhirnya bekerja sebagai pedagang kaki lima. Dalam kasus ini mobilitas sosial yang terjadi pada Gunawan menjatuhkan status sosialnya menjadi lebih rendah. Hal ini disebut juga social sinking.


2. Pernikahan gadis desa dengan pengusaha di kota

Tuti adalah seorang gadis desa dengan kehidupan yang tergolong kurang mampu. Saat ia berusia 23 tahun, seorang pengusaha kaya dari kota melamarnya. 

Mereka pun menikah dan tinggal di kota. Status sosial Tuti yang tadinya merupakan gadis desa yang kurang mampu terangkat sejak menikahi suaminya yang memiliki status sosial lebih tinggi. Dalam kasus ini, mobilitas sosial yang dialami Tuti digolongkan sebagai mobilitas sosial vertikal ke atas dan ia mengalami social climbing.


3. Koruptor yang dipenjarakan

Katakan saja seorang pejabat ketahuan melakukan korupsi selama masa jabatannya. Ia kemudian diberhentikan dan dipenjarakan untuk membayar perbuatannya. Status sosial sang pejabat jatuh ke bawah karena status pejabatnya dicopot dan dikurung di penjara dengan status sosial yang lebih rendah. Hal ini disebut juga dengan mobilitas sosial vertikal ke bawah.


4. Dikeluarkan dari sekolah

Joni adalah anak yang nakal. Ia suka berkelahi, bolos, dan tidak pernah mengerjakan tugas. Karena tingkahnya yang suka berkelahi, suatu hari ia menghajar anak lain sampai dirawat intensif di rumah sakit. Karena kelakuannya yang dianggap sangat keterlaluan dan nilainya yang sangat jelek, akhinya Joni dikeluarkan dari sekolah. Status sosial Joni yang tadinya seorang siswa akhirnya turun menjadi anak putus sekolah.


5. Menerima harta warisan

Beni merupakan seorang karyawan kantor biasa di sebuah perusahaan. Saat kakeknya meninggal, Beni mendapatkan perusahaan kakeknya sebagai harta warisan. Akhirnya, ia berhenti bekerja menjadi karyawan biasa dan mengelola perusahaan kakeknya sebagai CEO. Dalam kasus ini, Beni mengalami social climbing.


6. Mengganti jenis kendaraan pribadi

Sebuah keluarga yang tadinya memiliki sebuah motor akhirnya bisa membeli sebuah mobil dengan usaha sobat kosngosan yang giat. Dalam kasus ini, status sosial sang keluarga naik, karena dianggap lebih mampu.


7. Orang tua yang sukses menyekolahkan anak

Kian dan Gina adalah suami istri yang sama-sama lulusan SD. Dengan kerja keras mereka berdua, mereka berhasil menyekolahkan anak mereka sampai ke jenjang S1. Hal ini disebut juga mobilitas sosial vertikal ke atas antargenerasi.


8. PNS yang diberhentikan

Katakanlah seorang PNS terjerat kasus dimana ia telah melecehkan muridnya secara seksual. Karena kasusnya ini, ia dipecat dari kedudukannya sebagai PNS dan dipenjara. Mobilitas sosial yang dialaminya digolongkan sebagai mobilitas sosial vertikal ke bawah dimana ia mengalami social sinking.


9. Ketua RT yang terlibat skandal memalukan

Seorang ketua RT yang terpandang sebagai pemuka agama yang bijaksana dan dipercayai banyak orang kedapatan selingkuh dan berbuat zina oleh warga setempat. Karena kelakuannya yang tidak senonoh akhirnya ia kehilangan jabatannya dan juga kepercayaan warga sekitar terhadapnya. Akhirnya, status sosial sang ketua RT pun turun.


10. Seseorang yang Naik jabatan

Misalnya seorang walikota memiliki kinerja yang bagus dan ia disenangi rakyatnya. Karena reputasinya yang bagus selama menjabat menjadi walikota, akhirnya ia terpilih menjadi gubernur. Mobilitas sosial yang dialami sang pejabat memberikannya kesempatan untuk social climbing dimana status sosialnya yang sudah tinggi, naik lagi menjadi lebih tinggi.


11. Mahasiswa yang mengalami Drop Out

Tentu saja DO adalah bentuk hukuman paling keras yang diberikan oleh pihak Kampus kepada mahasiswanya, apabila terbukti melanggar hukum atau melakukan kegiatan yang merusak nama baik kampus. DO menjadi contoh mobilitas vertikal dimana terjadi perubahan status disini.

Baca juga : Contoh Tanggung Jawab Sosial Perusahaan


Kata Penutup

Mobilitas merupakan salah satu faktor yang yang membuat manusia saling berinteraksi satu sama lain. Dengan adanya mobilitas, maka pertumbuhan perekonomian juga akan dinamis, memberikan dampak positif kepada masyarakat juga.

Demikian beberapa materi mengenai contoh mobilitas sosial yang bisa bermanfaat buat kamu dan menjadi penambah referensi untuk materi atau tugas. Jangan lupa untuk share artikel ini dengan menekan tombol bagikan di bawah. Terimakasih!

Oleh rezaharahap