Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Inti Masalah Ekonomi Adalah: Contoh dan Pengertian

Apa saja yang menjadi permasalahan ekonomi modren saat ini? Kalau kamu disuruh untuk menjelaskan dan sebutkan inti masalah ekonomi, maka kamu perlu mengikuti pembahasan kosngosan kali ini. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai pengertian, contoh dan juga penjelasan lebih lengkap mengenai inti masalah ekonomi yang sering terjadi di tengah kehidupan kita sehari hari. Penasaran? mari kita simak satu per satu dibawah.

Yang merupakan inti masalah ekonomi adalah adanya ketidaksesuaian antara teori dengan fakta yang sebenarnya terjadi di lapangan.

Seperti misalnya kelangkaan, ada banyak faktor penyebab kelangkaan barang dan jasa di pasaran. Dan seharusnya kita juga mempelajari mengenai salah satu problematika ekonomi ini lebih lengkapnya pada baca juga dibawah.


Pengertian Inti Masalah Ekonomi dan Contohnya

Inti Masalah Ekonomi bisa didefenisikan sebagai suatu keadaan ekonomi yang belum sesuai dengan apa yang diharapkan atau tidak dalam kondisi ideal, termasuk terbatasnya sumber daya untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terhingga.

Inti masalah ekonomi bisa dikategorikan menjadi dua, yaitu masalah ekonomi klasik dan masalah ekonomi modren. Namun kali ini kita akan bahas lebih fokus mengenai masalah ekonomi nasional yang dihadapi oleh Indonesia.

Secara umum ini adalah masalah yang meliputi masalah produksi, distribusi dan konsumsi. Namun, permasalahan ekonomi secara nasional dewasa ini membahas tentang beberapa masalah inti yaitu:

Baca juga : Pengertian Kelangkaan dalam Ilmu Ekonomi


1. Kemiskinan dan Pengangguran

Salah satu penyebab kemiskinan di Indonesia yaitu banyaknya pengangguran. Dimana pengangguran disebabkan karena kurangnya lapangan pekerjaan, namun selain itu pengangguran juga disebabkan oleh kurangnya keterampilan dari pencari pekerja.

Ada beberapa jenis pengangguran yang harus sobat kosngosan ketahui, yaitu pengangguran konjungtur atau cyclical unemployment adalah pengangguran yang disebabkan karena terjadinya perubahan tingkat kegiatan ekonomi. Dimana pengangguran ini diakibatkan dari pengurangan tenaga kerja dari beberapa perusahaan yang harus mengurangi kegiatan pekerja dan produksinya.

Pengangguran structural yaitu pengangguran yang terjadi akibat seiring berkembangnya tekhnologi masa kini, sehingga pekerja pun dikurangi secara terstruktur. Pengangguran ini dapat menyebabkan kemiskinan dan berkurangnya kemakmuran masyarakat (Sumber: Rowland B.F Pasaribu. Masalah Pokok Perekonomian Indonesia)


2. Masalah Ketidak Stabilan Ekonomi

inti masalah ekonomi adalah

Masalah ini banyak ditemukan di daerah papua barat, dimana tingkat pendidikan yang rendah pada masyarakat berbanding terbalik dengan adanya tingkat permasalahan yang memuncak. Tingkat pendidikan masyarakat dapat mempengaruhi masalah ekonomi menjadi membaik.

Pergerakan kegiatan ekonomi dapat merosot dan melambat merupakan masalah ketidak stabilan ekonomi saat ini. Seperti contoh yang bisa sobat kosngosan ambil, menurunnya ekspor dan tingginya impor, dimana hal ini dapat menyebabkan banyaknya pengeluaran sedangkan pemasukan tidak sebanding dengan pengeluaran.


3. Masalah Inflasi

Inflasi digolongkan menjadi inflasi ringan, sedang, berat dan hiperinflasi. Dimana pada inflasi ringan yaitu terjadi kenaikan kurang lebih sebesar 10 %, pada inflasi ringan ini dapat ditangani dan masih belum menggagnggu perekonomian.

Infasi sedang terjadi kenaikan harga sebesar 10 % - 30 %, pada inflasi ini dapat menyebabkan menurunnya pendapatan masyarakat berpenghasilan tetap namun belum membahayakan perekonomian. Inflasi berat yaitu terjadi kenaikan harga sebesar 30 % - 100 % per tahun, pada inflasi ini dapat menyebabkan kekacauan perekonomian Negara.

Hiperinflasi atau inflasi sangat berat merupakan kenaikan harga yang tidak dapat dikendalikan dan dapat menghancurkan perekonomian Negara atau di atas 100 % per tahun. Masalah infasi ini terjadi karena disebabkan oleh ketidak seimbangan pengeluaran dibandingkan dengan penyediaan barangbarang. Tuntutan kenaikan upah oleh pekerja.

Kenaikan harga-harga barang yang diimpor. Biaya pengeluaran yang semakin bertambah secara berlebihan tanpa diikuti dengan pertambahan produksi dan penawaran barang. Adanya kekacauan politik dan ekonomi. Selain mempengaruhi perekonomian Negara, inflasi juga bisa membawa dampak yang kurang baik bagi beberapa kegiatan ekonomi masyarakat seperti:

 
a. Turunnya pendapatan riil masyarakat
b. Turunnya nilai riil kekayaaan masyarakat yang berbentuk kas, karena nilai tukar kas (uang misalnya) tersebut akan menjadi kecil.
c. Nilai tabungan masyarakat menjadi turun, dan akan berdampak pada perbankan pada Negara.
d. Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi terhambat. Akibatnya nilai hutang luar negeri Indonesia menjadi membengkak.


4. Masalah Hutang Luar Negeri

Jefrey A. Winters, seorang ekonom dari Northwestern University AS mengemukakan bahwa survey dari 52 negara membuktikan bahwa dari pinjaman Bank Dunia Indonesia menempati urutan ke 7 dengan nilai hutang terbesar. Persoalan hutang luar negeri ini dapat menghambat pemulihan ekonomi dan dapat memicu terjadinya krisis ekonomi.


5. Masalah Perbankan dan Kredit Macet

Besarnya utang luar negeri mengakibatkan permasalahan yang berkelanjutan yaitu pada system perbankan. Salah satunya yaitu banyaknya usaha yang terhambat karena meningkatnya beban hutang. Dimana semakin banyaknya kredit di bank yang macet, bank akan mengalami kesulitan likuiditas.

Jika terjadi kesulitan pada likuiditas maka akan makin parah ketika sebagian masyarakat kemudian kehilangan kepercayaannya terhadap sejumlah bank. Hal ini dapat berdampak buruk bagi beberapa bank sehingga terjadi penarikan dana oleh masyarakat secara besar- besaran (rush). Kerusuhan ini pun akan berlanjut dengan terseretnya perekonomian yang akan semakin hancur (Sumber: Kennedy P.S.J. 2019. Ekonomi Makro).


6. Masalah Neraca Perdagangan dan Neraca Pembayaran

Neraca perdagangan adalah jumlah selisih atau seberapa besar perbedaan antara ekspor dan impor suatu negara. Sobat kosngosan perlu tahu, jika impor lebih tinggi dari ekspor, maka yang akan terjadi adalah defisit neraca perdagangan. Terjadi masalah pada Neraca pembayaran yaitu ketika neraca pembayaran sering mengalami defisit.

Dimana defisit di sini diartikan sebagai pembayaran ke luar negeri yang melebihi penerimaan dari luar negeri. Hal ini bisa diakibatkan karena jumlah impor yang lebih besar dari pada ekspor dan aliran modal terlalu banyak ke luar negeri. Neraca pembayaran yang defisit dapat menimbulkan akibat sebagai seperti 


a. Turunnya kegiatan ekonomi dalam negeri karena penggunaan barang impor yang datang,
b. Harga valuta asing meningkat,
c. Harga barang impor bertambah mahal,
d. Berkurang semangat dan motivasi pengusaha dalam penanaman modal dan membangun usaha baru.


7. Krisis Nilai Tukar

Masalah perekonomian saat ini memang sedang mengguncang Negara-negara dan akhirnya menerpa perekonomian Indonesia. Nilai tukar rupiah yang awalnya dikaitkan dengan dolar AS menyebabkan keguncangan terhadap perekonomian yang juga sangat tergantung pada pinjaman luar negeri sector swasta.

Pemerintah menghadapi krisis nilai tukar ini dengan melakukan intervensi di pasar untuk menyelamatkan cadangan devisa yang semakin menyusut (Sumber: Kennedy P.S.J. 2019. Ekonomi Makro).


8. Masalah Harga Dasar dan Harga Tertinggi

Krisis ekonomi yang berdampak pada pasar tidak mampu menyelesaikan masalah ekonomi tersebut. Dimana, keseimbangan permintaan dan penawaran di pasar tidak tercapai.

Salah satu campur tangan pemerintah dalam permasalahan ini ialah kebijakan pemerintah mengenai harga dasar (floor price) dan harga tertinggi (ceiling price). Tujuan penentuan harga dasar adalah untuk membantu produsen, sedangkan harga tertinggi untuk membantu konsumen. (Sumber: Kennedy P.S.J. 2019. Ekonomi Makro).


9. Masalah Distribusi

Persoalan yang sangat serius dalam dunia perekonomian nasional adalah masalah distribusi. Hal ini akan terjadi jika kesalahan distribusi barang yang tidah bagus.

Jalur distribusi barang dan jasa yang panjang akan mengakibatkan tingkat harga barang menjadi tinggi dan mahal ketika sampai ke tangan konsumen. Beberapa upaya pemerintah atau swasta memperpendek jalur distribusi sehingga harga barang ketika sampai ke tangan konsumen tidak mahal.


10. Krisis Energi

Arcandra Tahar sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan indikasi kuat bahwa fokus dan perhatian Presiden bapak Joko Widodo telah bergeser kembali ke sektor minyak dan gas bumi dan batu bara.

Krisis energi ini tidak hanya masalah saat ini namun bisa jadi masalah di masa depan jika belum dapat ditemukan solusi yang tepat untuk menanganinya.

Indonesia terancam krisis karena besaran permintaan belum sebanding dengan jumlah produksi migas nasional. Kebutuhan minyak pada tahun ini (2020) sebesar 1.5 juta barel per hari sedangkan produksi minyak per harinya hanya berkisar 800 ribu barel per hari.

Baca juga : Manfaat Ekspor dan Impor dalam Perekonomian


Kata Penutup

Permasalahan ekonomi merupakan salah satu yang paling klasik yang sering dialami oleh umat manusia. Karena yang namanya ekonomi, adalah salah satu kegiatan dasar dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat. Jadi setelah mempelajari mengenai inti masalah ekonomi saat ini, apakah kamu sudah bertambah mengerti?

Demikian pembahasan mengenai inti permasalahan ekonomi saat ini. Apabila sobat kosngosan.com ingin berkontribusi lagi dengan meng klik tombol share atau bagikan dibawah ini, silahkan saja ya. Jangan lupa berikan informasi berharga ini kepada teman teman mu juga ya! Salam ekonomi!

Oleh rezaharahap