Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

15 Cara Merawat Aquarium Air Laut agar Tahan Lama

Bagaimana tips merawat akuarium air laut supaya awet dan tahan lama? Bagi sebagian orang, punya akuarium bisa menjadi salah satu penyalur hobi dan penghilang stress. Karena ekosistem didalamnya berbeda dengan akuarium air tawar. Aquarium air laut merupakan salah satu pilihan hobi yang bisa membantu Kamu mengisi hari dan sekaligus dapat memberikan rumahmu sebagai 2 elemen dekorasi yang baik secara visual

Banyak yang berpendapat memiliki hiasan seperti ini mampu menghidupkan suasana ruangan di dalam rumah.Tentu saja menikmati view air laut dari kotak kaca merupakan kesenangan tersendiri. Kamu juga bisa merekam kehidupan air laut dan membuat wallpaper video dengan kameramu.

Tapi perlu kamu ketahui, bahwa memiliki akuarium air laut tidaklah semudah memiliki akuarium air tawar konvensional. Karena ekosistemnya berbeda, air laut relatif lebih sulit (dan mahal) cara perawatannya.

Selain memiliki cara perawatan yang berbeda, ada juga beberapa hal lain yang perlu sobat kosngosan perhatikan sebelum memutuskan untuk memiliki akuarium air laut.


Tips Merawat Akuarium Air Laut

cara merawat akuarium air laut

Nah sesuai dengan judul postingan kita kali ini, buat kamu yang punya niat untuk membuat akuarium dengan ekosistem air laut, kamu perlu memperhatikan beberapa tips untuk merawat akuarium air laut dibawah ini :


1. Pilih Biota Air Laut untuk Sistem Pembersihan Alami

Untuk Kamu yang memiliki akuarium air laut cara memelihara biota laut yang bisa membantu menjaga kebersihan air. biota laut seperti ikan jabing suka sekali memakan Rumput yang tumbuh di dasar akuarium air laut. Jika kamu ingin menjaga ikan hias dari bakteri yang menyebabkan white spot, peliharalah udang pelet yang siap memakan bakteri tersebut.


2. Pilih ekosistem aquarium air laut yang Sesuai

Setiap akuarium air laut memiliki banyak jenis ekosistem yang berbeda-beda titik perbedaan ekosistem berarti perbedaan perawatan serta perlengkapan yang kamu perlukan pula.

Beberapa jenis ekosistem akuarium air laut yang umumnya dimiliki para pencinta akuarium air laut adalah ekosistem fowlr ( fish only with live rock) yang hanya terdiri dari batu dan ikan laut hias, ekosistem terumbu karang, ekosistem kuda laut, ekosistem terumbu karang air dingin, dan berbagai jenis ekosistem lainnya.

Tentunya jenis ikan hias air tawar tidak bisa dimasukkan ke dalam akuarium air laut .ekosistem yang bernama FOWLR adalah suatu ekosistem akuarium air laut paling dasar yang menjadikan ikan hias sebagai elemen utamanya, tanpa memikirkan penggunaan Koral.

Meskipun begitu, Kamu bisa menggunakan Coral buatan sebagai hiasan akuarium yang menarik sekaligus membantu ikan-ikan hias yang pada umumnya bersimbiosis dengan Coral menjadi lebih betah hidup di akuarium air laut

Bagi sobat kosngosan dalam hobi akuarium air laut juga kerap menggunakan ekosistem terumbu karang dengan Soft Coral seperti leathers corals, zoanthids, dan mushrooms corals yang memang lebih mudah beradaptasi dengan berbagai jenis kondisi akuarium air laut.


3. Sesuaikan Ukuran aquarium air laut yang Kamu Buat

Hal selanjutnya yang perlu Kamu perhatikan setelah menentukan ekosistem yang dinilai cocok atau yang ingin diaplikasikan pada akuarium air laut adalah ukuran dari akuarium air laut yang hendak kamu miliki

Banyak yang mengira kalau akuarium atau aquarium air laut yang berukuran kecil lebih cocok untuk pemula. padahal aquarium air laut yang terlalu kecil justru sangat rentan terhadap berbagai permasalahan yang terjadi

Akuarium air laut berukuran sedang adalah pilihan paling tepat untuk kamu yang baru atau pemula untuk memulai hobi akuarium air laut. Hal ini dikarenakan akan memberikan lebih cukup ruang untuk memperbaiki kesalahan perawatan yang dampaknya tidak akan secepat Jika kamu menggunakan akuarium kecil.


4. Perhatikan Sistem penyaringan aquarium air laut

Salah satu hal penting yang perlu kamu perhatikan dalam memiliki akuarium air laut adalah sistem penyaringan. Sama halnya dengan akuarium

Bahkan kolam ikan pada umumnya sistem penyaringan ini diadakan dengan fungsi untuk memastikan air dalam akuarium air laut bersih dan terbebas dari berbagai zat yang membahayakan ekosistem yang ada di dalam akuarium.

Namun, menggunakan sistem penyaringan aquarium yang konvensional beresiko pada akuarium air laut milik kamu kehilangan nutrisi yang berguna untuk ikan hias dan juga Coral yang ada di dalam akuarium. untuk menanggulangi itu Kamu dapat menggunakan nutrisi tambahan secara berkala.


5. Perhatikan Sistem pencahayaan Aquarium air laut

Sistem pencahayaan merupakan perlengkapan lain yang perlu sobat kosngosan pahami setelah sistem penyaringan pada akuarium air laut terutama jika di dalam akuarium air laut terdapat Hewan dan Tumbuhan yang butuh cahaya.

Mahluk penghuni akuarium ini sangat membutuhkan cahaya yang cukup untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik titik untuk pilihan sistem pencahayaan, jenis lampu LED sangat direkomendasikan bagi pemula.

Selain lampu LED yang bisa menghemat listrik dan tidak mudah rusak, cahaya dari lampu LED cukup baik untuk pertumbuhan dari Koral yang ada di dalam akuarium air laut.


6. Tambahkan Koral untuk Memperindah

Koral merupakan salah satu elemen ekosistem dan hiasan bagi aquarium air laut ikannya berbeda dengan akuarium air tawar. berbagai jenis Koral yang dapat kamu terapkan pada akuarium air laut ada banyak.

Selain berbeda dalam hal bentuk visual. Koral akuarium juga beberapa karakter yang berbeda-beda. berikut beberapa jenis Koral yang umumnya digunakan dalam akuarium air laut :Soft Corals, Koral jenis ini paling mudah beradaptasi dengan berbagai sistem pencahayaan dan mudah dirawat.

Contoh Koral dari jenis ini adalah leathers corals, Xenia, dan mushrooms. LPS ( large polyp stony Coral) , jenis ini pencahayaan lebih sedang pada umumnya pencahayaan yang cocok untuk jenis Koral ini adalah lampu LED 165 watt .

Coral jenis ini juga membutuhkan perawatan lebih disiplin Hal ini dikarenakan lebih sulit beradaptasi dan sensitif terhadap lingkungan sekitarnya.SPS ( Small polYp Tony Corals) Koral jenis ini memerlukan pencahayaan yang lebih banyak serta kandungan nutrisi yang lebih rendah pada air. contoh Koral dari jenis ini adalah acropora, min tiga, leptoseris.


7. Tentukan Jenis Ikan Air Laut yang Cocok

Setelah memahami koral seperti apa yang akan kamu gunakan pada ekosistem akuarium air laut, saatnya menentukan jenis ikan yang akan hidup bersama Koral di dalam akuarium air laut milik.

Agak berbeda dengan kolam ikan mini, hal terpenting dalam memilih ikan yang akan mengisi akuarium air laut milik kamu adalah kecocokannya antara ikan yang satu dengan ikan yang lain. apalagi banyak yang memiliki karakter yang bersifat territories dimana ikan ini biasanya enggan membagikan areanya untuk ikan lain.

Setelah ikan dipilih Buatlah ekosistem akuarium air laut semirip mungkin dengan ekosistem aslinya di laut untuk membuat ikan lebih nyaman dan tidak mudah stress dengan menambah Koral yang umumnya ada pada ekosistem di mana ikan itu hidup di laut.


8. Jangan Lupa Pembersih kaca

Sobat kosngosan perlu menyiapkan sebuah pembersih kaca yang digunakan untuk membersihkan lumut yang menempel pada kaca aquarium.

Salah satunya, kamu dapat menggunakan Scraper dengan mata lempengan besi titik kemudian kamu hanya perlu menggosokkan pada kaca yang terdapat lumut dengan alat tersebut. Kamu harus memperhatikan juga bagian sudut kaca aquarium.


9. Ganti filter Sock

Selain bagian Sump, Kamu juga perlu mengganti filter Sock. Alat tersebut merupakan filter yang berfungsi untuk menyaring kotoran dan sisa makanan ikan. Kamu sebaiknya mengganti filter tersebut Setiap minggu sekali dan tergantung dengan kotoran yang sudah tersaring.


10. Ganti air laut Secara Rutin

Setidaknya kamu perlu mengganti air di akuarium setiap 2 minggu sekali, atau ganti air aquarium sebanyak 25% setiap seminggu sekali untuk menjaga kualitas air tetap bersih. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kadar nitrat di air yang dapat mengganggu kesehatan pada ikan.

Tips lain yang mungkin bermanfaat untuk kalian :


10. Lakukan pengecekan parameter air laut seperti kadar kalsium dan pH secara berkala, supaya ekosistem di dalam air aquarium tetap sehat

11. Bersihkaan dasar aquarium ketika pembersihan rutin dilakukan

12. Bersihkan Filter Aquarium sebulan sekali untuk menjaga kinerja alat tetap baik

13. Jangan lupa berikan iodium, kalsium, strontium dan buffer untuk menjaga kesehatan coral

14. Buang Pasir yang Mengambang dan Mengandung Kotoran ketika proses pembersihkan dilakukan

15. Jika terjadi kebocoran aquarium, segera atasi dengan pemberian lem kaca atau panggil teknisi yang ahli untuk mencegah kebocoran yang lebih parah


Baca juga : Tips Merawat Mikroskop


Kata Penutup

Membuat akuarium air laut memang butuh effort lebih, dibandingkan akuarium biasa. Begitulah cara dan tips untuk merawat agar aquarium air laut mu bisa bertahan hingga bertahun tahun lamanya. Menarik bukan?

Meskipun prosesnya sedikit ribet dan memakan waktu lama, tapi yakinlah hasilnya tidak akan mengecewakan nanti. Terimakasih sudah berkunjung di kosngosan.com dan jangan lupa untuk klik tombol share dan bagikan artikel ini ke sosial media kalian ya

Oleh rezaharahap