Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Menghitung Modal Akhir untuk Usaha

cara menghitung modal akhir bisnis

Dalam sebuah usaha sudah pasti tidak akan lepas dari masalah keuangan. Jika di awal hendak memulai usaha harus mempersiapkan modal awal. Maka sangat diperlukan membuat laporan untuk pemakaian modal tersebut. Agar mengetahui jumlah biaya yang diperlukan dalam membuka usaha. Ada yang dinamakan modal akhir yang juga penting untuk dibuat sebagai laporan keuangan lanjutan. Apakah usaha yang kita jalankan bisa lebih dikembangkan atau malah sudah tak layak untuk di lanjutkan. Karena tidak balik modal dan mengalami kerugian.

Modal yang dibutuhkan dalam mengembangkan suatu usaha bukan hanya modal awal, tetapi ada juga contoh modal berjalan dan modal akhir yang harus dijaga supaya usaha tidak cepat bangkrut. Sebenarnya kamu bisa mendapatkan modal dari pemerintah. Untuk cara mendapatkan modal usaha dari pemerintah kita akan bahas di lain kesempatan.

Jika masih bingung dengan sistem modal akhir ini, mari kita bahas lebih lanjut lagi tentang cara menghitung modal akhir untuk usaha ini. Apa sih modal akhir itu? Modal akhir ini adalah modal yang kita miliki setelah menjalani usaha dalam periode tertentu.

Biasanya pengusaha membuat periode dalam tahunan. Jadi penghitungan modal akhir ini dilakukan di setiap akhir tahun atau menginjak bulan ke dua belas usaha berjalan. Mengulang kembali dari laporan keuangan modal awal lalu menghitung apakah usaha itu mendapatkan keuntungan atau kerugian.

Sehingga dengan modal akhir ini akan mempermudah sobat kosngosan untuk melihat bagaimana perjalanan usaha selama satu periode. Dan memputarkan kembali modal akhir untuk periode lanjutan perjalanan usaha tersebut. Laporan keuangan modal akhir ini memiliki rumus perhitungan.


Cara Menghitung Modal Akhir Usaha

Sebelum masuk pada penggunaan rumus, ada baiknya terlebih dahulu kita mengetahui pengertian - pengertian seputar komponen dalam perhitungan pada rumus modal ini :


a. Modal Awal

Modal awal yaitu sejumlah dana yang dimiliki untuk mulai membuka usaha. Modal awal dapat berupa tabungan pengusaha yang sudah siap untuk buka usaha

Investasi dari investor, pinjaman uang di bank atau rekanan koperasi, atau gabungan modal untuk usaha bersama. Modal awal merupakan penentu untuk dapat membuka usaha untuk sobat kosngosan


b. Laba / Rugi

Laba yaitu keuntungan yang dihasilkan dari usaha. Dengan menghitung selisih antara pendapatan keseluruhan dengan biaya awal.

Rugi yaitu jumlah biaya lebih besar dari total pendapatan keseluruhan. Sehingga usaha dinamakan mengalami kerugian.


c. Prive

Penarikan dana dari modal usaha untuk keperluan pribadi pemilik usaha. Sehingga adanya perubahan jumlah modal. Atau termasuk dana pengeluaran untuk pengeluaran pada laporan keuangan.

Prive juga berlaku untuk para insvestor yang menarik atau mengambil dana atas hasil modal investasinya dari usaha tersebut.


RUMUS MODAL AKHIR

Jika usaha mendapatkan laba atau keuntungan maka,

Modal akhir = Modal awal + (Laba - Prive)

Misalkan saja modal awal sebesar Rp. 50.000.000,-. Lalu setelah satu periode mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 20.000.000,-. Prive sebesar Rp. 5.000.000,-.

Maka, Modal Akhir = 50.000.000 + (20.000.000 - 5.000.000) = 65.000.000

Modal akhir atau modal selanjutnya untuk periode usaha berikutnya sebesar Rp. 65.000.000,- dan modal awal memulai usaha sebesar Rp. 50.000.000,-. Usaha memiliki untung bersih sebesar Rp. 15.000.000,- pertambahan modal akhir yang bisa diputarkan untuk kelanjutan perkembangan usaha yang dimiliki.

Usahakan tidak langsung menghabiskan laba yang kita dapatkan untuk hal yang belum mendesak. Apabila belum ada penambahan modal investasi bisa disimpan laba yang dihasilkan tersebut untuk digunakan setelah diperlukan. Lihat peluang yang didapatkan kapan bisa memikirkan untuk buka cabang atau penambahan usaha baru.

Dalam perhitungan modal akhir ini, sobat kosngosan bisa membuat perhitunga kembali seperti awal mula sebelum memulai usaha. Yang membedakan adalah jika modal akhir sudah memiliki usaha yang mendapatkan income.

Income atau penghasilan itulah yang akan dijadikan ke modal awal kembali untuk menghitung biaya yang diperlukan untul modal kelanjutan usaha.

Sedangkan untuk modal awal, karena baru akan memulai usaha maka harus mencari modal dana terlebih dahulu.

Menghitung keperluan atau semua biaya yang dibutuhkan untuk membuka usaha yang diinginkan tersebut. Dari jumlah modal awal yang di dapatkan, akan terlihat usaha kita yang sudah berjalan apakah mengalami keuntungan.

Dari selisih penghasilan dan modal awal. Sehingga modal akhir bisa dicari dari penambahan modal awal dan keuntungan dikurangi dengan prive yang ditarik dari keuntungan tersebut.

Sedangkan jika usaha mengalami kerugian maka,

Modal akhir = Modal Awal + (Rugi + Prive)

Misalkan saja modal awal sebesar Rp. 50.000.000,-. Lalu setelah satu periode mendapatkan kerugian sebesar Rp. 10.000.000,-. Prive sebesar Rp. 5.000.000,-.

Maka, Modal Akhir = 50.000.000 - (10.000.000 + 5.000.000) = 35.000.000

Sehingga di akhir periode untuk modal akhir dalam kelanjutan periode selanjutnya lebih kecil dari modal awal sebelumnya.

Jika tidak terlalu banyak membutuhkan modal karena sudah ada investasi dalam usaha maka bisa dilanjutkan kembali usahanya dengan inovasi baru agar semakin berjalan lancar. Bisa juga dengan mengurangi gaji karyawan agar pengeluaran modal semakin sedikit.

Jika masih ingin melakukan pinjaman agar usaha tetap berlanjut jangan lupa untuk membuat laporan keuangan yang lebih matang terlebih dahulu. Agar bisa dibayangkan perkiraan pendapatan untuk bisa melunasi pinjaman berikutnya.


MANFAAT MODAL AKHIR

Mengetahui perhitungan modal akhir memberikan gambaran untuk perkembangan usaha. Tidak menggabungkan uang pribadi dengan dana masuk dan pengeluaran, juga tidak memakai uang usaha untuk pengeluaran pribadi.

Laporan keuangan lebih terkontrol dalam perhitungan modal akhir yang dihitung dalam masa periode. Lebih jelas catatan dana masuk dari pihak mana saja.

Juga menjadi bahan evaluasi terhadap usaha yang kita jalankan. Mendapatkan data untuk acuan apakah usaha sobat kosngosan layak dilanjutkan atau tidak. Sehingga perputaran dana untuk usaha dari tahun ke tahun terlihat grafiknya.

Mulailah usaha kecil - kecilan terlebih dahulu. Baik dijalankan sendiri atau dengan beberapa karyawan saja dulu. Agar biaya untuk gaji karyawan belum terlalu besar.

Sehingga modal yang kita punya tidak harus meminjam kesana kemari. Agar bisa dilihat perkembangannya dengan mudah. Dan apabila belum mendapatkan keuntungan banyak bisa dicari ide kreatif yang bisa menaikkan jumlah omset.

Jika mengalami kerugian maka tidak akan terlalu besar karena usahanya belum dengan modal besar. Juga tidak terlalu pusing untuk melunasi pinjaman karena modal awal masih berasal dari tabungan pribadi. Seiring dengan waktu usaha yang kita jalani dengan tekun akan besar dengan sendirinya.

Barulah bisa dilihat apakah sudah bisa menambah karyawan dan jenis produk dari usaha yang kita jalankan. Juga jika sudah optimis bisa minta bantuan penambahan modal akhir pada investor dan bertanggung jawab atas usahanya.

Jika masih belum bisa membuat laporan sendiri bisa juga menggunakan aplikasi yang sudah banyak pada aplikasi android.

Kamu bisa memilih yang mudah untuk kamu pahami dan pelajari. Juga yang cocok untuk usaha yang sedang digeluti. Bisa juga menggunakan software yang praktis untuk menyusun laporan usaha.

Apalagi jika masih merangkap jadi pemilik usaha, administrasi, juga bagian keuangan agar pengeluaran gaji karyawan tidak banyak. Maka siap-siap untuk belajar sendiri dan juga dengan orang lain.


Tips Mengelola Modal Usaha

1. Membuat Rekening Terpisah dengan Rekening Pribadi

Masih banyak yang menggabungkan rekening bisnis dengan pribadi. Hal ini merupakan kesalahan yang harus dihindari oleh pengusaha. Jika Kamu memiliki toko atau usaha apapun, akan lebih baik untuk membuka rekening khusus untuk usaha tersebut.


2. Membuat Perencanaan Usaha Jangka Panjang

Jauh sebelum Kamu membuka usaha, perencanaan menjadi sesuatu yang paling penting untuk dilakukan. Bukan sekedar konsep bisnis yang teoritis, tapi rencana yang applicable atau bisa diterapkan dalam usaha mu secara nyata.


3. Fokus dalam Satu Bisnis Dulu

Saat sobat kosngosan dapat fokus mengerjakan satu bisnis, maka pengembangannya akan jauh lebih mudah. Controlling mengenai modal pun juga tidak sulit. Berbeda apabila Kamu membuka banyak usaha yang tentu akan menghilangkan fokus mu


4. Jangan Mengambil Modal dari Berhutang

Apabila Kamu meminjam uang di bank maka hindari untuk mencari pinjaman tambahan. Apabila menambah hutang maka profit yang didapatkan akan terpotong lebih banyak untuk mengembalikan hutang itu. Padahal di awal usaha, sobat kosngosna mungkin masih mendapatkan profit sedikit yang belum ter target.


5. Mengelola Kas Kecil

Modal berjalan yang Kamu buat bisa dipraktekkan dengan mengadakan kas kecil yang fungsinya untuk operasional usaha mu sehari-hari. Buatlah limitasi berapa kas kecil yang perlu disediakan dan bagaimana cara mengembalikannya.


6. Mempersiapkan Dana Cadangan

Kamu harus memiliki dana cadangan untuk menghindari datangnya resiko yang tak diinginkan, seperti ekonomi yang menurun atau masalah pandemi. Uang cadangan ini mampu menjamin bisnis supaya tetap beroperasi secara normal.

Baca juga : Bisnis Rumahan Modal Kecil


Bagian Akhir

Jangan ragu untuk memulai usaha buat sobat kosngosan. Perkara modal dalam usaha memang harus dilakukan secara teliti dan membutuhkan tenaga yang ahli.

Kamu juga harus mempelajarinya, supaya tahu strategi seperti apa yang diterapkan ketika usaha baru dalam fase awal. Kalau belum dicoba kita tidak akan tahu usaha mana yang cocok untuk kita kembangkan.

Bukalah usaha yang kamu minati agar lebih rajin dan semangat dalam memulai perhitungan dan membuat pembukuan modal akhirnya nanti.

Tetap semangat, semoga membantu dan pantau terus tulisan selanjutnya dan jangan lupa untuk klik tombol share dan bagikan artikel ini ke sosial media kalian.

Oleh rezaharahap