Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tips Merawat Difuser dan Humidifier yang Baik

Menggunakan diffuser dan humidifier sebagai aroma teraphy indoor bisa menjadi pilihan. Kedua alat ini umumnya dipakai untuk membersihkan udara pada ruangan. Alat ini memiliki cara kerja dengan mengubah minyak esensial menjadi uap, wewangian, atau aromaterapi. Tapi kalau diulik lebih jauh, ternyata keduanya memiliki perbedaan lho. Apa saja itu? mari kita simak dibawah ini.

Humidifier memiliki mekanisme mengubah air menjadi uap yang kemudian disemprotkan ke seluruh ruangan, sedangkan diffuser sebenarnya cara kerjanya hampir sama dengan humidifier. Hanya saja diffuser bisa dicampur essential oil, jadi alat ini bisa menghasilkan uap air wangi yang berasal dari essential oil yang dicampurkan kedalam airnya.

Aroma wewangian yang ditimbulkan dinilai cukup bermanfaat bagi kesehatan tubuh, seperti membuat badan lebih rileks dan mendorong tidur menjadi lebih nyenyak. Kedua alat ini berfungsi sebagai pelembab udara yang bisa sobat kosngosan beli di e-commerce dengan berbagai varian harga sesuai dengan kebutuhan kalian masing masing.


Cara Merawat Humidifier dan Difuser

cara merawat difuser

Kedua alat ini memang cukup memberikan banyak manfaat. Oleh karena itu, kita harus rajin merawatnya agar awet dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang.

Selain itu, kita juga wajib membersihkan diffuser dan humidifier secara benar dan teratur supaya tidak berpotensi membahayakan kesehatan. Berikut beberapa tips merawat diffuser dan humidifier supaya awet :


1. Bersihkan Secara Rutin Setiap Selesai Digunakan

Idealnya, alat ini harus selalu dibersihkan setelah selesai digunakan, terutama jika kamu baru saja mengganti minyak esensial didalamnya dengan yang baru.

Jangan membiarkan diffuser atau humidifiermu kotor karena tidak pernah dibersihkan. Sebab kotoran yang terus menerus dibiarkan di dalamnya bisa menimbulkan kerak dan mengeluarkan bau yang tidak sedap.

Selain itu, kotoran yang terus menempel di dalam bisa berpotensi menyumbat kinerja mesin dan membuatnya tidak dapat bekerja dengan optimal.


2. Bersihkan Secara Menyeluruh Minimal Sebulan Sekali

Meskipun tidak selalu digunakan setiap harinya, diffuser juga harus sobat kosngosan bersihkan secara menyeluruh baik bagian dalam ataupun luarnya minimal satu bulan sekali.

Hal ini dilakukan agar debu – debu dan kotoran yang menumpuk bisa dibersihkan secara maksimal sehingga tidak berdampak buruk terhadap kinerja mesin nantinya.


3. Baca Panduan Pembersihkan Produk Sebelum Mulai Membersihkan

Setiap diffuser ataupun humidifier yang beredar di pasaran, tentunya memiliki model dan merk yang berbeda – beda.

Oleh karena itu, pastikan kamu sudah membaca dan memahami dengan baik mengenai buku panduan pembersihan produk yang tertera di dalamnya sebelum mulai membersihkan.

Jangan asal membersihkan alat tanpa pengetahuan yang cukup karena dikhawatirkan malah membuat kerusakan yang berbahaya.


4. Pastikan Mesin Sudah Tercabut dan Dalam Kondisi Nonaktif Ketika Dibersihkan

Tips selanjutnya yang tidak kalah penting dan harus selalu diingat adalah, pastikan sebelum dibersihkan, mesin sudah dalam kondisi nonaktif atau mati, baik segala kabel dan penghubungnya sudah tercabut dari sumber listrik.

Jangan pernah membiarkan mesin menyala atau dicolokkan ke listrik ketika dibersihkan karena akan membuat kamu tersetrum.


5. Bersihkan Menggunakan Kain Yang Halus dan Lembut

Gunakanlah jenis kain yang memiliki tekstur halus dan lembut terutama untuk membersihkan bagian dalam diffuser dan wadah airnya.

Setelah itu, bilas bagian reservoir yang telah dibersihkan dengan air biasa lalu diamkan sampai kering sepenuhnya. Hindari untuk menggunakan jenis kain yang kasar karena dikhawatirkan dapat membuat bagian mesin tergores.


6. Kosongkan dan Bersihkan Bagian Reservoir

Ketika membersihkan diffuser, buanglah semua campuran air dan minyak yang tersisa di dalamnya sampai reservoir benar – benar kosong.

Jangan membiarkan sisa air ataupun minyak esensial tetap berada di dalam jangka waktu yang lama karena mampu menimbulkan bibit – bibit jamur dan menghasilkan aroma yang tidak sedap.


7. Manfaatkan Air Cuka dan Beras Untuk Membersihkan Bagian Tangki Air

Tahukah sobat kosngosan bahwa air cuka dan beras bisa dimanfaatkan untuk membersihkan tangki air pada humidifier? Kamu bisa mencobanya sendiri di rumah!

Jika tangki air memang tidak memungkinkan untuk dibersihkan dengan cara disikat, maka gunakanlah campuran dari air dingin, beras dan cuka untuk membersihkannya. Caranya cukup mudah, masukkan semua bahan – bahan tadi ke dalam tangki air lalu tutup dengan rapat dan kocok selama satu menit atau lebih.

Kemudian, diamkan beberapa saat dan ulangi kembali langkah tadi sampai kotoran benar – benar terlepas dengan sempurna. Jika sudah, silahkan bilas tangki secara menyeluruh dengan air yang mengalir untuk memastikan campuran air cuka dan beras beserta seluruh kotorannya keluar.


8. Gunakan Larutan Desinfektan Sebagai Pembasmi Kuman

Selain menggunakan campuran air cuka dan beras, kamu bisa membuat tangki air menjadi steril dan bersih dari bibit – bibit kuman menggunakan larutan pembersih atau desinfektan.

Caranya dengan menuangkan beberapa sendok cairan hydrogen peroksida ke dalam tabung humidifier lalu goyangkan perlahan sampai larutan mengenai seluruh sisi dan dasar tabung. Diamkan selama kurang lebih satu jam lalu buang larutan tersebut dan bilas menggunakan air bersih yang mengalir.


9. Bersihkan Bagian Luar Mesin

Jangan lupakan kerangka bagian luar mesin humidifier juga ketika membersihkannya. Gunakan spons lembut yang sudah direndam menggunakan campuran cuka dan air dingin.

Campuran tersebut dinilai dapat membantu menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur yang bisa menimbulkan efek buruk pada kesehatan.


10. Bersihkan Bagian Pelat atau Chip Ultrasonik

Pelat atau chip ultrasonik merupakan salah satu komponen yang cukup penting pada diffuser. Oleh sebab itu agar dapat berfungsi dengan baik sebagaimana mestinya, kamu harus rutin membersihkannya untuk memastikan tidak ada sisa minyak yang menumpuk.

Gunakan kapas yang telah dicelupkan pada larutan alkohol lalu gosokkan perlahan di atas chip sampai kotoran terangkat.


11. Pastikan Air Dalam Diffuser Tidak Terlalu Penuh

Air yang terlalu penuh melebihi kapasitas dapat membuat air dalam diffuser menjadi sangat panas. Akibatnya, sistem kinerja pada mesin juga dapat terganggu bahkan tidak berfungsi karena pengisian yang berlebih.

Untuk mengantisipasi hal ini, biasakanlah mengisi air dengan level yang tepat, dan biarkan dingin terlebih dahulu sebelum menyalakannya kembali.


12. Pastikan Bagian Kipas Tidak Kotor dan Terhalang Benda Apapun

Selain membersihkan bagian tangki atau body luar, pastikan juga komponen dalam termasuk bagian kipas tidak kotor atau terhalang dari jenis benda apapun.

Sebab jika ada kotoran yang masuk dan menyumbat kipas, maka kinerja diffuser akan bekerja lebih keras dan menyebabkan air menjadi lebih panas. Buang segala partikel kotoran yang mungkin tertinggal di dalam. Cabut diffuser beberapa saat lalu nyalakan kembali.


13. Ganti Filter Udara dan Isi Tangki Dengan Air Bersih Secara Rutin

Untuk meminimalisir terjadinya penumpukan kotoran yang tertinggal di dalam, maka pastikan sobat kosngosan rajin mengganti filter udara dan mengisi tangki dengan air yang bersih secara rutin.

Jangan biarkan kotoran mengendap di dasar tangki sehingga meninggalkan kerak atau tumbuh bibit – bibit bakteri di dalamnya.


14. Batasi Penggunaan Mesin Agar Tidak Terlalu Lama

Penggunaan diffuser memang cukup memberikan banyak manfaat terutama bagi kesehatan. Namun, kamu harus tetap memperhatikan petunjuk penggunaan dengan baik yakni dengan tidak menyalakan diffuser terlalu lama.

Durasi ideal yang umum digunakan yaitu sekitar 30 – 60 menit saja. Selain itu, pastikan menggunakan diffuser pada ruangan yang memiliki tingkat ventilasi yang baik dan memadai.


15. Letakkan Mesin Pada Tempat Yang Rata Ketika Digunakan

Ada baiknya, kamu menempatkan diffuser di tengah ruangan agar minyak yang dikeluarkan bisa tersebar secara optimal ke seluruh ruangan.

Letakkan juga diffuser pada tempat atau permukaan yang rata untuk mencegah diffuser tumpah atau jatuh ketika sedang dinyalakan.

Baca juga : Tips Merawat Webcam yang Baik dan Benar


Bagian Penutup

Buat kamu sudah memiliki kedua alat ini untuk aromaterapi dikamar, maka lakukan beberapa tips diatas supaya alat tersebut bisa tahan lama dan awet. Sehingga sobat kosngosan tidak capek lagi beli baru, yang bisa menghabiskan uang banyak nantinya.

Oleh rezaharahap