Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

27 Contoh Usaha Ekstraktif yang Ada di Indonesia

Apa saja contoh usaha ekstraktif yang sering ditemui di Indonesia? Usaha ekstraktif adalah jenis bisnis yang proses produksi-nya berkaitan dengan mengelola sumber daya alam, dengan tujuan untuk mendapatkan sesuatu yang berguna untuk kehidupan sehari hari. Berbicara tentang sumber daya alam yang ada di Indonesia, kadangkala terbersit dalam benak kita tentang ketersediaanya yang melimpah ruah.

Maka dari itu, banyak pihak yang memanfaatkanya dengan mengambil bahan baku langsung dari alam kemudian mengolahnya untuk menjadi suatu produk atau barang dengan tujuan memenuhi kebutuhan sekunder, primer maupun tersier manusia.

Adapun jenis dari kegiatan usaha ekstraktif itu bervariasi, seperti penambangan, penggalian, perburuan dan segala kegiatan yang bahan bakunya berasal dari alam. Beberapa ciri khas dari jenis bisnis ini, antara lain sebagai berikut :

  • Bahan dasar berasal dari alam
  • Hasil profit yang didapat berasal dari alam


Contoh Usaha Ekstraktif

contoh usaha ekstraktif

Kegiatan ini biasa dikenal dengan nama “usaha ekstraktif”, ada berbagai macam jenis usaha ekstraktif yang dilakukan di Indonesia dan dikelola oleh perseorangan, BUMN, BUMD maupun PT. Agar lebih memahami contoh-contoh usaha ekstraktif, simak ulasan dari kosngosan dibawah ini.


Pengelolaan Kayu

Seperti yang kita ketahui, kayu keras memiliki value penting di masyarakat. Penggunaan dan pemanfaatan kayu sebagai pelengkap kebutuhan harian tak lepas dari pengaruh budaya bangsa yang mengakar hingga sampai saat ini.

Mulai dari perintilan furniture hingga pondasi rumah yang sebagian besar berbahan dasar kayu. Perusahaan yang bergerak dalam bidang ini juga banyak yang menerapkan prinsip sustainability dengan tebang pilih pohon.

Adapun jenis-jenis kayu yang kerap dimanfaatkan yakni jati, mahoni, trembesi, mindi dan masih banyak jenis lainya. Perusahaan skala besar yang bergerak dalam bidang ini di antaranya adalah PT. Basirih Industrial, PT. Kayu Lapis Indonesia dan PT. Anugerah Jati Utama.


Pertambangan Nikel

Nikel merupakan salah satu jenis logam yang keberadaanya dibutukan dalam kehidupan. Sifat dari bahan ini sendiri mudah dibentuk namun keras, sehingga orang-orang biasa memanfaatkan nikel sebagai tambahan atau campuran logam lain.

Untuk saat ini, sobat kosngosan perlu tahu bahwa memang pertambangan nikel biasa dikerjakan massive oleh perusahaan yang memiliki izin tambang.

Proses penambangan juga relatif tidak mudah karena melalui beberapa proses, biasanya penanggung jawab tambang yang berasal dari perusahaan seperti PT. Vale Indonesia akan melakukan reklamasi dengan tim khusus yang disebut “nursery”.


Perikanan Laut

Jenis usaha ekstraktif yang satu ini termasuk memiliki jangkauan luas skala perorangan maupun skala nasional. Sekitar 62% wilayah Indonesia merupakan perairan dan laut

Kondisi geografis ini memungkinkan bangsa kita memiliki potensi perikanan yang besar. Nelayan yang melaut dan menjual atau mengolah hasil tangkapanya juga dapat dikategorikan sebagai usaha ekstraktif

Sementara itu perusahaan penghasil makanan laut yang memiliki pabrik sendiri untuk mengolah ikan menjadi sarden, ikan frozen hingga makanan kucing juga dapat dikategorikan sebagai usaha ekstraktif asalkan bahan bakunya langsung diambil dari alam.


Mutiara

Termasuk kedalam komoditi yang diminati warga lokal maupun mancanegara, siapa yang tak kenal dengan benda berkilau yang satu ini ? kaum hawa pasti banyak yang mengidam-idamkan memiliki perhiasan dari benda yang satu ini.

Mutiara ada dua jenis; yakni mutiara yang langsung diambil dari laut, danau maupun sungai atau biasa disebut sebagai mutiara alam. Jenis lainya adalah mutiara yang dibudidayakan. Nah, untuk kategori usaha ekstraktif tentu saja jenis yang pertama ya.


Minyak dan Gas Bumi

Migas atau kepanjangan dari minyak dan gas bumi dapat dikatakan sebagai salah satu jenis pertambangan yang memiliki regulasi ketat.

Tentu saja kalian tidak asing dengan nama-nama perusahaan raksasa yang bergerak dalam bidang ini seperti Mobil Cepu Ltd, PT Pertamina EP dan PT Chevron Pacific Indonesia.

Agar produk yang dihasilkan dapat didistribusikan merata, maka pemerintah juga membentuk lembaga pengawas berdasarkan perpres No. 9 tahun 2013 yang disebut dengan SKK Migas. Seluruh perusahaan yang telah disebutkan diatas termasuk kedalam contoh usaha ekstraksi kecuali SKK Migas.


Semen

Sering muncul dalam iklan-iklan di TV dengan slogan “kokoh tak tertandingi” atau jingle dengan nada “Que Será, Será” yang akan muncul dalam pikiran kita pastinya ini adalah iklan semen.

Ngomong-ngomong soal semen, ternyata benda ini merupakan produk olahan dari campuran beberapa bahan dengan komposisi utama batu kapur dengan bahan pendukung lain seperti tanah liat, bijih besi dan pasir silika.

Pertambangan batu kapur tersebar di wilayah Indonesia dengan karakteristik tanah kering dan biasanya berdekatan dengan pesisir seperti di Gresik- Jawa Timur, beberapa daerah di Kalimantan Selatan dan Sumatra Selatan.


Batu Alam

Dikenal karena manfaatnya sebagai bahan material untuk membangun rumah dan bahan dekoratif membuat batu alam banyak dilirik oleh para konsumen.

Pertambangan batu alam tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia. Mulai dari tingkatan PT (perseroan terbatas) hingga CV (commanditaire venootschap).

Batu alam juga banyak jenisnya, mulai dari batuan beku, batuan metamorf, batuan sedimen, batuan beku hingga batu-batuan dekoratif seperti koral, temple, granit, dan marmer.


Batu Bata

Umumnya, industri batu bata dilakukan dalam skala rumahan dengan langsung memanfaatkan bahan baku berupa tanah liat. Proses pembuatanya terbilang sederhana karena tidak memerlukan alat-alat berat dan campuran bahan kimia.

Tanah liat basah dibentuk menggunakan cetakan yang terbuat dari kayu kemudian diangin-angin atau dijemur dibawah terik matahari. Setelah itu untuk menguatkan bentuk, batu bata yang setengah jadi tadi dibakar hingga membentuk padatan yang kokoh.


Garam

Sobat kosngosan pernah mendengar istilah Pulau Garam ? nama tersebut disematkan bukan karena Pulau tersebut terbuat dari garam, melainkan hasil alam dan mata pencaharian terbesar penduduk berasal dari garam.

Madura yang dikenal sebagai penghasil garam terbesar di Indonesia memiliki sistem pengolahan garam secara tradisional maupun moden.

Keduanya cara produksi tersebut termasuk kedalam usaha ekstradiktif. Bila umumnya waktu yang diperlukan untuk kritalisasi garam normalnya adalah 8-10 hari, dengan menggunakan teknologi terbaru proses ini dapat dipersingkat hingga 3-4 hari.


Batu Bara

Termasuk kedalam jenis sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui membuat pengolahan batu bara cukup sulit dilakukan.

Hingga saat ini proses pertambangan batu bara kebanyakan dilakukan oleh perusahaan besar seperti Adaro Indonesia, Aldiron Petra, Anugerah Bara Kaltim, dan sebagainya.

Proses ekstraktif dimulai dari pembukaan lahan, pemindahan tanah pucuk, pengupasan tanah penutup, penimbunan tanah penutup, coal cleaning, penambahan batu bara, pengangkutan batu bara, ROM Stock dan Crushing.


Pembangkit Listrik

Mengingat konsumsi listrik nasional kita cukup tinggi yakni 1.109 kilowatt jam (kWh) per kapita atau setara dengan 92,2% pada tahun 2021, maka negara kita juga memerlukan pasokan listrik yang memadai.

Selain dari sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui seperti batu bara, alternatif sumber listrik lain dari energi terbarukan seperti dari angin, air, panas bumi, surya hingga bio energi perlu dikembangkan pemanfaatanya.

Pembangkit listrik yang memanfaatkan sumber daya alam dan menjadikanya suatu produk dapat dikategorikan sebagai jenis usaha ekstradiktif.


Emas dan Intan

Contoh lain yang dapat kita ambil dari jenis-jenis usaha ekstraktif di Indonesia adalah tempat pendulangan emas dan intan.

Biji emas dan intan yang telah melalui proses pendulangan tersebut kemudian dicuci dan dicairkan beberapa kali hingga membentuk biji emas dan intan yang siap dicetak menajdi perhiasan.


Hasil Hutan

Masyarakat yang tinggal dekat dengan kawasan hutan acapkali memanfaatkan hasil hutan baik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun untuk dijual kembali, misalnya madu hutan tropis, rotan maupun buah-buah endemik hutan.


Belerang

Pernah mengunjungi Gunung Tangkuban Perahu ? apakah kalian memperhatikan aktifitas warga sekitar yang sering melakukan pengangkutan belerang dalam jumlah besar namun masih menggunakan cara tradisional seperti dipanggul ?

Yap, karena belerang memiliki segudang manfaat khususnya untuk memperbaiki masalah kulit dan kesehatan, benda “magic” yang satu ini dapat dimanfaatkan sebagai mata pencaharian bagi warga sekitar.


Hasil Rawa

Tak hanya hutan, ternyata rawa juga menyimpan banyak sumber daya. Salah satu sumber daya alam yang dapat kita manfaatkan dari rawa adalah akar lotus. Akar ini biasanya digunakan untuk alternatif sumber pangan, dapat diolah menjadi sup maupun keripik.

Adapun jenis usaha ekstraktif lainnya yang sering kita temui di Indonesia, antara lain :


  • Industri Mebel dari Rotan dan Bambu
  • Kerajinan Perhiasan dari Batu Akik
  • Kerajinan dari Tanah Liat
  • Dompet dan Tas dari Kulit Hewan
  • Tambang Intan
  • Tambang Bauksit dan Timah
  • Tambang Perak
  • Peternakan Kerapu dan Hasil Laut Lainnya
  • Industri Air Minum Kemasan
  • Kerajinan dari Cangkang Telur


Baca juga : Kelebihan dan Kekurangan PT


Bagian Konklusi

Kesimpulan dari pembahasan kosngosan diatas adalah bahwasanya usaha ekstraktif merupakan salah satu jenis bisnis yang bisa kalian coba. Yaitu dengan memanfaatkan Sumber Daya Alam yang ada disekitar.

Jika kalian sedang membutuhkan tambahan modal untuk mengembangkan usaha ekstraktif seperti diatas, maka kalian bisa mengajukan pinjaman ke Bank atau lembaga keuangan lainnya. Terimakasih sudah berkunjung, dan jangan lupa untuk klik tombol share dibawah ini

Oleh rezaharahap