Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Silo Mentality dan Contohnya

Pengertian Silo Mentality

Apa itu mentalitas silo? Silo mentality atau silo mindset adalah istilah yang berasal dari perusahaan atau organisasi yang memiliki berbagai bidang di dalamnya. Pengertian silo mentality adalah suatu pola pikir atau mindset yang mendeskripsikan keengganan karyawan atau divisi atau sektor tententu untuk berbagai informasi atau data kepada sektor, divisi atau karyawan lain di perusahaan atau organisasi yang sama. 

Tentu saja mentalitas ketidakmauan berbagi pengetahuan antar sesama bidang menjadikan sebuah perusahaan menjadi tidak berkembang, karena bisa membunuh produktifitas karyawannya satu sama lain.

Istilah "silo" pada awalnya mengacu pada penyebutan wadah penyimpanan hasil pertanian. Kemudian istilah ini berkembang dan digunakan sebagai metafora untuk entitas yang tidak mau dalam menyebarkan informasi tertentu. 

Apabila mengacu pada aspek bisnis, seperti pada industri kecil dan menengah, silo bisa didefenisikan sebagai upaya beroperasi secara terpisah demi menghindari berbagi informasi satu sama lain.

Apa penyebab terjadinya mental seperti ini? Silo terjadi karena adanya kompetisi antar pimpinan divisi yang kemudian menyebabkan mereka memberikan aturan kepada bawahan untuk menyimpan informasi yang dimiliki mengenai data tertentu, dengan harapann bisa dimanfaatkan untuk perkembangan divisinya sendiri.


Pengertian Mentalitas Silo Menurut Ahli

Berdasarkan laman investopedia, mentalitas silo merupakan sebuah kecenderungan mental saat beberapa departemen atau divisi tertentu tidak bersedia atau cenderung menutup rapat untuk berbagi informasi dengan departemen lain di perusahaan yang sama.

Berdasarkan pendapat Patrick, mentalitas silo adalah sikap yang bisa melumpuhkan perusahaan, yang secara tidak langsung akan membunuh produktifitas. Membuat orang orang baik keluar dari perusahaan, yang bisa memperburuk tujuan yang telah direncanakan sejak awal. 

Mentalitas Silo didefinisikan oleh Business Dictionary, adalah pola pikir yang muncul ketika departemen atau sektor tertentu tidak ingin berbagi informasi dengan orang lain di perusahaan yang sama. Mentalitas seperti ini akan mengurangi efisiensi dalam keseluruhan operasi, menurunkan moral, dan bisa menyebabkan matinya budaya perusahaan yang produktif.


Contoh Silo Mentality

Dalam beberapa kasus, kita bisa membahas beberapa contoh dari mentalitas seperti ini, yang biasanya terjadi tanpa sobat kosngosan sadari dalam bekerja. 

Baik bekerja di perusahaan swasta seperti BUMN, instansi pemerintahan sebagai ASN dan sebagainya. Berikut beberapa contohnya :


1. Pihak atasan BUMN Pertamina di Bidang Exploration and New enggan memberikan data eksplorasi daerah sumur minyak baru kepada Bidang Production and Operator

Hal ini dikarenakan pengalaman sebelumnya terjadi keterlambatan penanganan terhadap pembangunan fasilitas kilang minyak pada penemuan baru yang dilakukan oleh bidang tersebut


2. Karyawan Divisi Sistem Teknologi dan Informasi di Perusahaan Listrik Negara (PLN) tidak mau membantu penanganan masalah serangan virus dan malware yang mengjangkiti komputer pada Divisi Akuntansi dan Divisi Anggaran

Karena menilai pekerjaan sekarang yang dia lakukan cukup sibuk dan tidak sempat untuk menangani masalah pada divisi lainnya. 


3. Adanya instruksi khusus dari pimpinan Divisi Kontruksi Regional Sumatera untuk tidak berbagi informasi teknis kepada orang orang yang ada di Divisi Kontruksi Regional Jawa, hal ini bertujuan supaya divisi kontruksi regional sumatera bisa mendapatkan reward khusus dari perusahaan pada tahun ini.


4. ASN yang bekerja di pelayanan publik, tepatnya sebagai petugas puskesmas di desa Purwodadi, enggan memberi tahu teman sejawatnya yang baru bekerja, mengenai data demografis desa tersebut, dikarenakan tidak ingin rekan barunya itu langsung mendapatkan hasil kerja keras yang dia kumpulkan selama 2 tahun belakangan ini.


5. Perusahaan Kosngosan inc. sedang mengalami permasalahan pada bagian pemasaran dan sedang berusaha untuk mencari solusi-nya. Dalam perusahaan Kosngosan inc, memiliki departemen Promosi yang bergerak di bidang pemasaran. 

Salah seorang karyawan di Departemen kreatif yang bergerak di bidang desain, mendapatkan informasi dari perusahaan kompetitor. Informasi mengenai permasalahan konflik yang lagi dihadapi departemen Promosi

Nah departemen Kreatif akan mengunci mulut rapat-rapat dan tidak mengutarakan informasi penting ini ke atasan Perusahaan Kosngosan. Karena menganggap itu bukan urusan mereka, dan mereka cukup hanya fokus pada pekerjaan dan tupoksi nya saja.


6. Contoh nyata, misalnya Pak Dahlan Iskan ketika menjabat sebagai CEO PLN senantiasa istiqomah menulis tiap minggunya mengenai kendala yang dihadapi PLN. Bukan hanya kendala, beliau juga menawarkan solusi, mengevaluasi, menyampaikan visi masa depan. 

Sedangkan jika dibandingkan dengan Direktur yang ada di perusahaan A misalnya, mau melakukan hal serupa dengan yang dilakukan Pak Dahlan Iskan sewaktu menjabat, maka bisa dibayangkan berapa besar kemajuan perusahaan yang bisa diraih.


Cara Mengatasi Mentalitas Silo

Sebuah organisasi tidak dapat beradaptasi dengan keadaan baru jika informasi penting disimpan oleh kelompok mana pun. 

Hanya pertukaran wawasan dan ide yang tidak terbatas di antara semua kelompok dan sub-kelompok dalam organisasi yang dapat membangun pemahaman yang komprehensif tentang lingkungan dan menghasilkan adaptasi dan solusi yang tepat. 

Beberapa jenis tindakan yang berbeda dapat membantu "menjembatani silo." Salah satu pendekatannya adalah sebagai berikut :

1. Pegawai harus terus berkomunikasi hingga memiliki persepsi yang sama atau gelombang yang sama terhadap suatu visi atau cita-cita yang akan dicapai bersama (shared vision)

2. Pegawainya memiliki mental model yang mencerminkan realitas yang organisasi ingin wujudkan (mental model)

3. Pegawainya perlu selalu sinergis dalam melaksanakan kegiatan untuk mewujudkan visinya (team learning)

4. Pegawainya harus selalu berpikir sistemik, tidak kaca mata kuda, atau bermental silo (systems thinking).

5. Mengembangkan “standar terbuka untuk tim” untuk membangun kepercayaan, kolaborasi, dan berbagi ide di seluruh organisasi

6. Menerapkan metode umum komunikasi, pendekatan untuk pemecahan masalah, dan mode perilaku diperlukan untuk menghilangkan batasan pada aliran pengetahuan yang efektif 

7. Memahami lingkungan kerja yang berubah dengan cepat dan beradaptasi dengan tantangan dan peluangnya. 

8. Menerapkan aturan keterbukaan dan transparansi informasi yang mencakup semua tim dalam perusahaan dan melampaui semua batasan organisasi

Baca juga : Contoh Motivasi Kerja Karyawan


Penutup

Apa yang sudah kita bahas mengenai silo mentality memang menjadi suatu fenomena yang sering terjadi di perusahaan saat ini. 

Dan sebagai pimpinan, kita harus bisa membangun lingkungan kerja yang kondusif dan kompetitif, tapi juga harus sehat di antara karyawan. 

Tentunya masih banyak hal lain yang perlu kamu hindari supaya bekerja dengan nyaman. Semoga bermanfaat, dan jangan lupa untuk klik tombol share, serta bookmart halaman ini supaya kamu bisa dpatkan informasi lainnya yang bermanfaat ya.

Oleh rezaharahap