Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bagaimana Cara Membicarakan Pendidikan Seks Kepada Anak?

Cara Membicarakan Pornografi Kepada Anak

BAGAIMANA CARA MEMBICARAKAN PORNOGRAFI KEPADA ANAK? Sebagai orangtua, tentunya kita sering bingung membahas hal tersebut. Seperti pendidikan seks, mengenal daerah organ sensitif sering kali dianggap tabu bagi sebagaian orang.

Namun pada faktanya, ketika orang tua tidak membicarakan hal ini sejak awal, maka anak akan mencari tahu sendiri di luar rumah. Dan tentu saja, ini bisa berbahaya jika tidak dibimbing dengan benar. Apalagi saat ini aksesibilitas internet sangat mudah didapatkan oleh anak kecil.

Sebagai orangtua, kita harus aware dan protektif terhadap serangan pornografi. Mengerti bagaimana memperkenalkan hal ini kepada anak, maka anak tidak akan mencari tahu hal tersebut langsung dari orang lain. 

Buat orang tua yang ingin memperkenalkan pendidikan seks, kosngosan akan memberikan beberapa tips berdasarkan umur, yaitu :

  • Usia 3-5 Tahun
  • Usia 6-8  Tahun
  • Usia 9-11 Tahun
  • Usia 12-14 Tahun
  • Usia 15-18 Tahun

Dari seorang ayah yyang sadar kalau internet nggak akan nunggu anaknya cukup besar buat diajak ngobrol

Banyak orang tua bilang, "nanti aja kalau anaknya udah besar." Masalahnya, internet nggak nunggu anak kita besar dulu

Riset dari Madigan dkk. (2023) menunjukkan, rata-rata paparan pertama terhadap konten pornografi sekarang terjadi di usia yang makin muda  bahkan sebelum banyak orang tua sempat ngobrolin soal pubertas ke anaknya.

Baca juga : Contoh Pendidikan Inklusif di Indonesia


USIA 3-5 TAHUN

Di usia ini, jangan bicara soal pornografi. Bicaralah soal tubuh.

Ajarkan:

  • Nama organ tubuh yang benar
  • Area pribadi
  • Nggak semua orang boleh liat atau nyentuh area itu
  • Kalau ada gambar atau video yang bikin bingung, langsung cerita ke Ayah atau Ibu

Ini fondasi pendidikan seks  dimulai dari rasa hormat ke tubuh sendiri.


USIA 6-8 TAHUN

Mulai bicara soal internet.

Bahwa nggak semua yang muncul di layar itu baik buat dilihat.

Ajarkan bahwa kalau suatu hari anak liat gambar yang bikin dia takut, bingung, atau penasaran, dia nggak akan dimarahin karena cerita ke orang tuanya. Yang harus dia lakukan cuma satu: pulang, dan cerita.


USIA 9-11 TAHUN

Jangan nunggu anak nemuin pornografi duluan, karena banyak anak justru nemuinnya di rentang usia ini.

Mulai bahas:

✔ Pubertas

✔ Perubahan tubuh

✔ Menjaga pandangan

✔ Kenapa pornografi nggak menggambarkan hubungan yang sehat

✔ Bahwa rasa ingin tahu itu normal, ingat internet bukan guru yang tepat buat itu


USIA 12-14 TAHUN

Di usia ini, anak mulai ngalamin perubahan hormonal. Jangan cuma bicara soal larangan.

Bicarakan juga:

✔  Ereksi

✔  Mimpi basah

✔  Syahwat

✔ Masturbasi

✔ Cara kerja otak

✔ Gimana pornografi memanipulasi sistem reward di otak


USIA 15-18 TAHUN

Sekarang, jangan lagi cuma bicara soal pornografi. Bicarakan kehidupan  pernikahan, cinta, tanggung jawab, menghormati perempuan, mengendalikan syahwat, dan menjadi laki-laki yang bertakwa.

Tujuan pendidikan seks dalam Islam bukan sekadar menjauhkan dari zina, tapi mempersiapkan anak jadi suami dan ayah yang bertanggung jawab kelak.


YANG JANGAN DILAKUKAN

  • Memarahi
  • Mempermalukan
  • Menginterogasi
  • Bikin anak ngerasa jijik sama tubuhnya sendiri

Anak yang paham gimana tubuh dan otaknya bekerja itu lebih gampang jaga dirinya sendiri, dibanding yang cuma dikasih larangan tanpa penjelasan. 

Kalau kamu ngerasa obrolan-obrolan penting kayak gini gampang kelewat di tengah kesibukan sehari-hari, banyak orang tua mulai bikin jadwal ngobrol rutin berdua sama anaknya semacam waktu khusus yang emang disisihkan, dicatat di planner keluarga.

Mungkin, pelajaran terpenting yang perlu didenger setiap anak laki-laki adalah ini:

"Tubuhmu bukan sesuatu yang memalukan."

"Rasa ingin tahumu itu bagian dari proses bertumbuh."

"Ayah dan Ibu nggak akan berhenti sayang sama kamu cuma karena pertanyaan kamu."

"Kalau suatu hari kamu jatuh, rumah ini tetap tempat kamu pulang."


Kesimpulan

Dari 5 tahap usia di atas, di mana posisi anak kamu sekarang? Cerita di kolom komentar ya.

Reza Harahap
Reza Harahap Reza Harahap adalah pemilik KOSNGOSAN. Saya fokus di bidang bisnis, finansial, ekonomi, pendidikan dan lowongan pekerjaan. Saya juga senang berbagi ide bisnis dan usaha untuk entrepreneur. Blog ini juga berisi strategi investasi, rencana keuangan dan informasi bermanfaat lainnya.