lomba blog traveloka

5 Masalah Anak Kos

5 Masalah Umum Ketakutan Anak Kos


Sobat KosNgosan yang budiman, kali ini kita akan membahas mengenai 5 Masalah Anak Kos yang begitu krusial dalam jagad perkosan. Kenapa? kaena ini menyangkut permasalahan anak kos yang sering dihadapi, tatkala di bulan muda maupun di bulan tua. Karena setiap manusia tidak luput dari permasalahan, maka begitu juga anak kos. Nah, berikut adalah faktor pembuat momok bagi anak kos yang sering kita temui sehari-hari 

1. Finansial 

Dalam hal ini, kita tidak bisa membantah. Orang bisa saja menyebutkan hidup anak kos, sedih dan bahagianya anak kos, itu tergantung dari tanggal di kalender. Kalau tanggal muda, anak kos bahagia. Kalau tanggal tua, anak kos sengsara. Finansial akan menjadi momok bagi individu jika terpenuhi tiga hal ini, bergantung penuh dari kiriman orangtua, boros, dan murah memberi (pinjaman, traktiran, de-el-el).  Jika salah satu dari ketiga hal itu tidak ada dalam individu, maka individu itu tidak bisa dikatakan memiliki momok finansial. Makanya kamu harus membaca disini bila ingin merencanakan keuangan kamu dengan bantuan teknologi.
 
Hal ini tentunya tidak berlaku bagi karakter yang hemat. Begitu juga dengan mereka yang bekerja paruh waktu (part time). Atau mereka yang diberi dana berkecukupan (dibaca:berkelebihan) dari ortu yang mumpuni.

2. Pendidikan

Seorang anak kos yang kurang (dibaca: malas) dalam memiliki kecakapan otak, tentu materi pelajaran di kampus menjadi  momok. Sebenarnya dalam aktifitas perkuliahan, pintar gobloknya anak kos tidak menentukan tinggi rendahnya IP yang dimiliki.
 
Saya jadi teringat kata-kata dosen, yang mengatakan bahwa kuliah itu bukan untuk orang yang pintar-pintar, tapi buat orang yang pandai-pandai. Intinya adalah tekad. Apapun bariernya, masalah perkuliahan pasti akan teratasi kalau tekad dalam hati sudah bulat. Terlebih buat anak kos.
 
Andai kita bekerja, jika punya tekad untuk kuliah, tentunya kita, sebagai anak kos bisa menyeimbangkan antara pekerjaan dengan kuliah. Anak kos yang terbengkalai kuliahnya akibat bekerja, menurut saya adalah anak kos yang kehilangan tekad dari dalam dirinya.

Kamu bisa membaca artikel mengenai bagaimana sih cara menjadi insan akademik yang sukses dimulai dari bangku kuliah atau pun sekolah? tips nya hanya butuh keseimbangan, antara kehidupan sosialmu dengan kehidupan akademikmu!
 
Dan pada akhirnya, tekad memang memiliki kadar turun naik (dibaca: fluktuasi). Pada prinsipnya, dibutuhkan cara untuk menjaga tekad agar tetap tumbuh di dalam diri kita. Dan itu adalah target hidup. Artinya, target hidup akan dapat membantu seorang anak kos untuk me manage tekadnya untuk kedepan. Dan untuk mencapai itu, diperlukan usaha dan iktiar.

3. Tren si penghabis bulanan


Bagi anak kos yang stylish, hal yang paling ditakuti adalah ketinggalan trend. Bagaimana hal ini dapat terjadi? Tentu mengikut pada pola ke trendy-an tersebut. Bila kita bisa menyebutkan, minder dan dianggap tidak update, kolot, kuno dan semacamnya tentu menimbulkan rasa was-was teramat dalam bagi spesies anak kos yang satu ini.
 
Tapi, ini hanya bagi anak kos yang terlalu mendewakan fashion. So, fashion make two sides! Sekarang terserah anak kos itu sendiri, mau menempatkan fashion itu sebagai pelengkap hidup, atau menjadikannya sebagai dewa yang harus di sakralkan.

4. Health


Siapa sih yang tidak mau sehat? Kita semua mau sehat. Anak muda, orang tua, laki-laki, perempuan, kaya, miskin, hitam, putih, langsat, bangsat! Eh, keseleo dikit! Semuanya pengen sehat! Betul?
 
Nah, anak kos tipe yang satu ini mesti pandai menjaga kesehatan. Kenapa? Selain karena kondisi fisiknya yang lemah, anak kos ini juga terus menforsirkan dirinya untuk belajar atau kepada hal-hal yang lain yang dapat membahayakan dirinya. Kamu bisa baca artikel mengenai bagaimana cara mengindari bakteri dan kuman penyebab penyakit pada barang barang disekitar kamar mandimu.

Kesehatan menjadi momen yang langka bagi anak kos tipe ini. Tipsnya, pandai-pandai menjaga diri. Jangan terlalu forsir dengan pekerjaan. Rilekskan dirimu dan pikiranmu. Bukankah Legenda Dangdut, Haji Rhoma Irama juga berpesan lewat lagunya yang berjudul, santai? Santai? Santai? Yuk kita bersantai?
 
5. Temen dan Pacar
 
Lho, kok yang ini juga ikutan? Bukannya malah baik kita menguasai yang satu ini? Bukannya baik kita banyak teman? Lebih bahagia bila punya gebetan? Banyak kenalan? Banyak…
 
Tenang! Tenang! Seperti tahi berenang! Hehehe! Yang kita maksud friendship disini bukan dalam artian positif. Hei! Ada kok sisi negatif dari perteman itu sendiri. Kalau kita menelaah dari sudut pandang berbeda, kita akan dapat mengambil kesimpulan kalau anak kos punya banyak teman itu pasti merepotkan. Tentunya teman yang bagaimana? Teman yang sukanya melorotin duit kita.

Atau sedikit-sedikit minjem duit kita. Atau suka ditraktirin kita. Atau minjem motor kita, padahal kita mau kencan. Atau teman yang ngajakin main ke mall, hura-hura. Atau yang parahnya teman yang ngajakin kita ke lembah jurang nestapa narkotika. Amit-amit

Bagaimana ini? Tentu yang kita bisa lakukan adalah termenung dan pasrah. Kita bisa memilih dan memilah pergaulan. Sebisa mungkin anak kos harus teliti untuk merekrut kawan kos itu sebelum menjadikannya teman akrab. 


Periksa asal muasalnya, kelakuannya, kebiasaannya. Kalau perlu cek ke kepolisian terdekat kalau-kalau ada tindak kriminal yang dia sudah perbuat. Layaknya kata pepatah, jangan membeli kucing di dalam karung! Nah, begitulah itu.

Tenang aja, bagi kalian yang masih jomblo atau setia dengan kesendiriannya, mimin akan mengasih artikel mengenai anak kost yang hidup menjomblo dan bagaimana mereka melalui hari harinya dengan tetap setia terhadap status jomblonya.

Sobat, setelah membaca postingan ini, mimin berharap pasti sobat bakalan menjadi manusia yang lebih baik lagi, terutama hidup dengan menyandang predikat anak kos. Lebih ceria lagi. Lebih banyak rezekinya lagi. Amin

Dan semoga, setelah membaca postingan mengenai "5 Masalah Ketakutan Anak Kos yang sering Terjadi", sobat bisa berpikir jernih tentang masa depan yang akan sobat jalani. Terutama anak kos, yang serta-merta sudah dicap kebanyakan orang sebagai fase kehidupan yang paling rawan. Rawan keuangan, rawan kesehatan, rawan percintaan, nasi rawan, dan lain-lain. Tapi tetap, sebagai orang yang optimis, kita akan ubah persepsi itu dengan mulai berpikiran positif! Bravo!

G+