Tips Trik Mahasiswa Lulus Tes IELTS dan TOEFL

Tips Trik Mahasiswa Lulus Tes IELTS dan TOEFL

Tips Lulus IELTS dan TOEFL | Kamu memiliki mimpi buat menimba ilmu di Eropa atau luar negeri yang bahasa nasionalnya menggunakan bahasa inggris? Mulai sekarang kamu mesti fokus dengan yang namanya tes IELTS dan TOEFL.

Tips Trik Mahasiswa Lulus Tes IELTS dan TOEFL

Sebagai syarat utama, nilai IELTS dan skor TOEFL memang menjadi berkas penting untuk mendaftar kuliah di luar negeri, di samping ijazah, transkrip nilai, esai motivasi kuliah, surat rekomendasi, dan beberapa hal lainnya.

Pelajar yang ingin melanjutkan studi di wilayah Eropa, Inggris, Australia, dan Selandira Baru biasanya akan menerima syarat tes IELTS. Fungsinya untuk mengukur sejauh mana kemampuan bahasa Inggris dalam mendengar, membaca, berbicara, dan menulis.

Sementara Tes TOEFL merupakan ujian kemampuan berbahasa Inggris dengan logat Amerika. Ujian ini diselengarakan oleh kantor ETS (Educational Testing Service) di Amerika Serikat untuk semua peserta tes di seluruh di dunia. Pada umumnya tes TOEFL diminta oleh universitas di Amerika Serikat dan Kanada.

Pada tahap awal seleksi kuliah di luar negeri, institusi pendidikan akan melihat apakah nilai IELTS dan TOEFL calon mahasiswa mencapai passing grade.

Menurut Dhani, sebenarnya tak perlu les untuk bisa mencapai skor IELTS dan TOEFL yang tinggi.. “Beli buku latihannya, dengarkan (CD) recording-nya, baca-baca jurnal internasional (untuk menambah kosa kata), (pokoknya) rajin latihan,” kata Dhani yang dulunya mengambil master di jurusan Governance, Policy and Political Economy, di Erasmus University Institute of Social Studies, kampus Den Haag, Belanda.

Banyak pengalaman lebih yang didapat Dhani Astuti saat kuliah di Belanda, termasuk dalam menjalin relasi dengan teman baru dari berbagai negara. Banyak pengalaman lebih yang didapat Dhani Astuti saat kuliah di Belanda, termasuk dalam menjalin relasi dengan teman baru dari berbagai negara.

Dhani menambahkan, biasanya banyak yang kesulitan di bagian writing test. Misalnya dalam menjabarkan grafik, proses, ataupun menuangkan pendapat dalam tes IELTS . Oleh karenanya, rutin latihan membaca dan menulis menjadi hal yang penting.

Sementara itu, menurut seorang mahasiswa S-1 Hubungan Internasional, Avifa Khairunisa, ada lebihnya juga mengambil les IELTS ataupun TOEFL. “Sebenarnya bisa (lebih) tahu tips dan memahami cara penilaian skor IELTS dan TOEFL, serta trik-triknya. Namun, harus belajar mandiri juga untuk mencapai skor yang diinginkan,” ujar Avifa.

Menurut dirinya, bila sudah les, ada bagusnya memasang target skor IELTS dan TOEFL yang lebih tinggi. Sebab, berdasarkan pengalamannya, sayang bila sudah mengeluarkan uang, tetapi tak mau menggapai target lebih dari yang dibutuhkan.

Karenanya, penting bagi pelajar yang mau lanjut kuliah di luar negeri untuk “lolos” tahap awal melalui skor IELTS dan TOEFL ini. Untuk itu, disiplin dalam belajar dan latihan soal-soal IELTS dan TOEFL adalah kuncinya.

Saat ini, latihan tes IELTS dan TOEFL secara online pun sudah tersedia. Selain itu, ketika sedang dalam waktu luang atau istirahat, usahakan pula cari hiburan yang masih terkait bahasa Inggris, seperti menonton film berbahasa Inggris tanpa subtitle bahasa Indonesia atau membaca novel berbahasa Inggris.

Supaya mengetahui hasil belajar, ada bagusnya pula mengikuti IELTS dan TOEFL Prediction Test. Biasanya, tes ini kerap diselenggarakan di dalam acara-acara pendidikan. Pada pameran pendidikan ini, para peserta pun bisa memperoleh informasi mengenai berbagai beasiswa untuk studi di luar negeri dan mengikuti seminar menulis esai motivasi kuliah atau motivation statement.

Ada pula one-on-one session, tempat pengunjung dapat bertatap muka langsung dengan perwakilan universitas di Belanda, dengan perjanjian terlebih dahulu. Nah, setelah habis-habisan belajar untuk IELTS dan TOEFL, tentu berani ikuti prediction test-nya dulu, bukan?

Sumber : edukasi.kompas.com dengan pengeditan seperlunya.