-->

10 Contoh Kesenjangan Sosial di Indonesia Terbaru

Kita sering melihat potret kemiskinan dan kekayaan bercampur dalam satu wilayah yang sama. Bagaimana ini terjadi? Apa saja contoh kesenjangan sosial yang terjadi di Indonesia? Apa yang menyebabkan kesenjangan sosial di Indonesia begitu tinggi? Lalu bagaimana cara yang tepat untuk mengatasi fenomena ini?

Kalau kamu merasakan kesenjangan sosial (social gap) yang begitu tinggi akhir akhir ini, mungkin kita akan bertanya tentang alasan dan penyebab mengapa kesenjangan sosial tersebut begitu terasa di era teknologi dan globalisasi seperti zaman now ini khususnya bagi masyarakat indonesia.

Apa yang Menyebabkan Kesenjangan Sosial Begitu Tinggi di Kalangan Masyarakat Indonesia? Berbicara mengenai kesenjangan sosial, kita tidak bisa menampik keadaan yang sebenarnya pada negeri ini. Kesenjangan sosial memang begitu mengkhawatirkan

Akan tetapi ini bukanlah kesalahan kurangnya perhatian pemerintah semata. Kesenjangan tercipta dari akumulasi berbagai permasalahan ekonomi dan sosial. Dan kita akan membahas sebentar lagi tentang penyebabnya.

Baca juga : Cara Mendaftar PKH Program Keluarga Harapan Terbaru


Contoh Kesenjangan Sosial


kesenjangan sosial di indonesia

Kesenjangan sosial akan berisiko memunculkan konflik sosial antara kaum “kaya” dengan kaum “miskin”, hilangnya gotong royong serta munculnya penindasan yang justru merugikan kedua belah pihak.

Mengapa kesenjangan justru merugikan kedua belah pihak? Karena pada prinsipnya kesenjangan akan memberikan jarak (gap) nyata diantara miskin dan kaya. Masyarakat miskin tidak bisa bergaul dengan masyakat kaya. Begitu sebaliknya. Padahal kedua strata ini saling membutuhkan dalam berbagai aktifitas.

1. Perbedaan kontras bangunan di perkotaan

Kamu bisa melihat ketika berada di daerah Perkotaan, seperti di Jakarta atau Bandung misalnya. Ditengah tengah pusat kota banyak berdiri gedung kokoh dan mewah untuk para kaum elit atas.

Sementara tidak jauh dari tempat itu, di pinggiran kali atau di perkampungan padat penduduk, ada banyak rumah kecil yang tidak layak huni, bahkan ilegal. Ini adalah bentuk ketimpangan sosial yang kontras sekali kita lihat


2. Pendapatan gaji yang tidak merata

Perbedaan posisi, status, jabatan, pengalaman kerja, jenjang pendidikan bisa berakibat ketimpangan gaji atau pendapatan yang kita terima. Hal inilah yang membuat orang orang kaya yang memiliki posisi tinggi, mendapatkan penghasilan tinggi, sementara orang orang miskin yang bekerja serabutan menerima gaji sedikit bahkan dibawah UMR


3. Perbedaan skill/keahlian

Berbeda skill dan keahlian, dapat mengakibatan perbedaan pendapatan dan gaji. Kaum miskin hanya sanggup sekolah pada tingkat SMP misalnya, akan mendapatkan gaji rendah. Sementara orang yang lulusan S1 atau S3 akan mendapatkan gaji tinggi ketika bekerja.


4. Fasilitas umum terhadap kaum tertentu

Bisa dilihat banyak sekali fasilitas umum yang bermanfaat untuk masyarakat perkotaan, seperti di DKI Jakarta misalnya. Sementara fasilitas umum di daerah pedesaan atau kaum marginal sangat sedikit. Ini menjadi salah satu bentuk kesenjangan sosial yang sangat terasa belakangan ini


5. Perlakuan berbeda terhadap konsumen berdasarkan penampilannya

Pernah merasakan ini? Tentu saja perusahaan akan melihat tampilan konsumennya terlebih dahulu. Ketika kamu membeli HP misalnya, menggunakan pakaian compang camping, kamu akan dinilai tidak bisa membeli hp mewah seperti iPhone, misalnya.

Perlakuan yang berbeda ini harus diatasi dengan memberikan pengarahan kepada setiap pegawai untuk memperlakukan pelanggan dengan tidak memandang penampilan luarnya saja.


6. Kurangnya fasilitas untuk kaum DIFABEL

Pemerintah juga dinilai tidak memberikan fasilitas yang cukup buat kaum penyandang cacat atau difabel. Kurangnya perhatian pemerintah dalam menyediakan fasilitas umum untuk penyandak disabilitas ini menyebabkan bentuk kesenjangan sosial yang sering kita rasakan. Mungkin bagi kita yang normal tidak merasakannya, akan tetapi bagi saudara kita di luar sana jelas merasakan perbedaan layanan umum ini


7. Penerapan hukum yang berat sebelah

Hukum biasa kita sebut sebagai tajam kebawah dan tumpul keatas. Artinya pemberian hukuman bagi koruptor kelas kakap hanya beberapa tahun saja, sementara para pencuri atau perampok uang jutaan saja, dihukum dan dipenjara belasan tahun lamanya. Contoh lain hukuman kepada koruptor 1 tahun penjara, sedangkan untuk pencuri ayam diberi hukuman 5 tahun penjara


6. Perlakuan istimewa karena posisi atau hubungan keluarga

Nepotisme adalah bentuk lain dari kesenjangan sosial yang sering kita alami. Misalnya perlakuan istimewa terhadap anak dosen maupun anak petinggi di universitas, dibanding kita mahasiswa akhir yang sulit mendapatkan Dosen pembimbing di ruangannya. Atau perlakuan khusus buat anak pejabat, anak anggota DPRD dan sebagianya


7. Kualitas pendidikan yang berbeda tergantung SPP

Tentu saja ada sebagian sekolah swasta elit yang menerapkan biaya SPP selangit. Ini jelas tidak bisa dipenuhi oleh kaum menengah kebawah. Mereka akan mendapatkan fasilitas pendidikan yang berbeda antara siswa kaya dan miskin. Ini termasuk kesenjangan sosial di bidang pendidikan yang sering kita alami


8. Tingginya angka pengangguran

Pengangguran atau Unemployment adalah sebutan bagi mereka yang tidak bekerja dan tidak memiliki penghasilan sama sekali. Banyaknya pengangguran di suatu wilayah karena kurangnya lapangan pekerjaan dan tingkat persaingan yang tinggi. Hal ini akan menyebabkan terjadinya kesenjangan sosial yang mengakibatkan kemiskinan semakin meningkat.


9. Ketimpangan pembangunan antar daerah di Indonesia

Kita bisa mengatakan bahwa terjadi ketimpangan pembangunan antara tiap pulau di INdonesia. Bisa dilihat kemajuan pulau Jawa sangat pesat, dibandingkan pulau Papua misalnya. Hal ini bila semakin lama, akan terjadi pergolakan massa akibat ketidakmerataan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah


10. Pemberian upah berdasarkan gender

Ketimpangan sosial juga bisa dirasakan antar gender. Misalnya adanya perbedaan dalam memberikan upah buruh perempuan dengan laki-laki karena dinilai kerja buruh laki-laki lebih kuat bekerja dibanding dengan yang perempuan. Dan sebagianya.


Penyebab Kesenjangan Sosial


Dari situ, muncul pertanyaan, apa yang memicu terjadinya kesenjangan sosial? Tentunya jawaban dari pertanyaan itu merupakan sesuatu yang relatif, tapi patut untuk di pecahkan. Salah satunya kita tidak dapat memungkiri tentang berlakunya sistem liberalisme dan kapitalisme dalam negeri ini.

Liberalisme, kebebasan tanpa batas yang menjunjung tinggi nilai nilai freedom untuk setiap orang dalam mengeruk sumber daya demi kekayaan pribadi semata. Hal ini mengesampingkan aturan seperti studi AMDAL dan kepentingan sosial disekitarnya.

Sedangkan Kapitalisme yang berfokus pada modal terus digalakkan. Kapitalisme mengerdilkan peran bisnis orang miskin yang otomatis tidak memiliki modal awal dalam setiap aktifitas bisnis. Tidak pelak kapitalisme menjadikan suatu wilayah dikuasai oleh kalangan pemodal, namun justru miris penduduk lokalnya tidak merasakan manfaat ekonomi sama sekali.

Permasalahan adanya perubahan pola pikir pada masyarakat menjadi faktor yang tak dapat dikesampingkan. Masyarakat kalangan bawah cenderung menyikapi fenomena social gap ini sebagai suatu ketidakadilan dan justru tidak produktif untuk bekerja.

Jika masyarakat bawah cenderung berputus asa, masyarakat atas justru bersikap apatis dengan social gap ini. Tidak adanya kepedulian sosial, menjadikan mereka lebih bergaul dengan kelompok yang setara, dan melupakan eksistensi kalangan bawah terhadap kehidupan mereka.


Solusi Kesenjangan Sosial di Indonesia


Bagaimana solusinya? Tentu ini menjadi PR bersama antara Pemerintah dan masyarakat. Pemerintah yang baik akan berperan dalam meningkatkan taraf hidup masyarakatnya. Menciptakan lowongan kerja, memperbaiki izin usaha yang melanggar dan memasukkan program unggulan dalam setiap kebijakan strategisnya.

Setidaknya terdapat beberapa langkah yang mungkin bisa menjadi solusinya, diantaranya adalah :

  • Menciptakan lapangan pekerjaan baru
  • Memberikan akses pendidikan dan kesehatan gratis
  • Memberikan pelatihan tenaga kerja
  • Menciptakan program padat karya
  • Membuat kebijakan pinjaman modal untuk usaha
  • Dan upaya lain yang dinilai cukup efektif untuk mengatasi kesenjangan sosial

Kaum bawah menelurkan kreatifitas mereka untuk negeri ini, dengan semangat pantang menyerah untuk meraih kesuksesan. Karena tiada hasil yang mengingkari usaha.

Sementara untuk kaum “atas” lebih menunjukkan simpatinya terhapap lingkungan sekitarnya. Memberikan lowongan kerja, berinteraksi dan mentaati peraturan dalam setiap aktifitas bisnis yang dilakoninya.

Sehingga, terakhir, tidak ada lagi pemukiman padat di bawah gedung pencakar langit, atau tuna wisma yang tidur di depan toko perhiasan.

Baca juga : Contoh Tanggung Jawab Sosial Perusahaan


Kata Penutup


Kesenjangan sosial adalah gap atau jarak yang tercipta akibat berbagai faktor yang ada. Ini menjadi tugas kita bersama untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang merata, tidak hanya dalam angka angka saja. Akan tetapi benar benar dirasakan oleh semua rakyat Indonesia

Sekian postingan opini mimi kali ini mengenai apa yang Menyebabkan Kesenjangan Sosial Begitu Tinggi di Kalangan Masyarakat Indonesia? Semoga bermanfaat dan jangan lupa memberikan komentar tentang opinimu atau share artikel ini di media sosialmu ya
By