Cara Bermain Instagram dan Media Sosial yang Sehat

Cara Bermain Instagram dan Media Sosial yang Sehat

tips buka instagram

Semua media sosial merupakan bagian dalam kehidupan modern saat ini. Misalnya, rata-rata kita menghabiskan waktu 50 menit hanya untuk membuka Facebook, Instagram dan Messenger. Rata-rata orang dewasa menghabiskan waktu 17 menit untuk setiap hari membuaka media sosial mereka.

Tentunya kebiasaan ini tidaklah sehat. Kita harus mengetahui bagaimana Tips dan Panduan Menghabiskan Waktu Instagram dan Media Sosial yang Sehat. Ada kemungkinan besar kebiasaan ini tidak baik bagi kesehatan fisik dan mental. Faktanya Orang dewasa yang menghabiskan waktunya dengan media sosial ternyata lebih mungkin mengalami depresi.

Terutama Instagram. Media sosial khusus gambar dan video ini memainkan peran penting: Tahun ini, sebuah survei terhadap 1.500 anak muda di Inggris menempatkan Instagram sebagai platform media sosial terburuk untuk kesehatan secara mental, diantaranya termasuk peningkatan kecemasan, depresi dan masalah foto tubuh saat menggunakan aplikasi.

Banyak ahli memperkirakan bahwa ini terjadi akibat adanya perbandingan sosial, efek dimana pengguna media sosial menentukan nilai mereka sendiri berdasarkan bagaimana mereka menilai orang lain di Instagram seperti lebih kurus, lebih kaya atau lebih memiliki kesenangan - pada timeline Instagram mereka.

Para ahli psikologi sebagian besar sepakat bahwa menghindari Instagram dengan total merupakan tindakan yang tidak bisa direalisasikan. Apaalagi dengan kondisi masyarakat saat ini, yang didukung oleh koneksi internet yang memadai. Sebagai gantinya, mereka menawarkan tips dan cara untuk menggunakan aplikasi dengan cara yang membuat kita lebih sehat tanpa dirugikan. Penasaran caranya? Yuk simak :

Unfollow account yang bisa membuatmu cemas dan tidak senang

Anggap ini sebagai metode untuk menghindari umpan instagram kamu dari sesuatu yang tidak disenangi. Perhatikan akun-akun mana yang membuatmu bisa menjadi depresi atau iri, seperti akun yang sering menampilkan foto-foto travelling, makanan, atau kemesraan dengan pasangannya.

Bagi beberapa orang, mungkin akun akun seperti itu menyenangkan untuk dilihat, tapi bagi orang lain, foto atau video tersebut membuat mereka iri, karena keadaan mereka tidak terlihat seperti itu. Dengan melihat konten yang sama belum tentu kita memiliki reaksi yang sama.

Itulah betapa penting untuk mengevaluasi sendiri akun mana yang bisa memberikan kita kegembiraan dan mana yang tidak. Meskipun kita dapat melihat setiap foto saat kita masuk ke pencarian aplikasi, kemungkinan besar kita sudah tahu akun mana yang akan menginspirasi kita dan membuat kita merasa lebih baik, sedih atau mengalami depresi.

Jika kita tidak tahu apakah sebuah akun dapat meningkatkan mood kita atau tidak, mimin menyarankan untuk berhenti membuka Instagram selama beberapa minggu dan melihat apakah kita merindukannya. Kita selalu bisa mengulangnya setiap saat bila dirasa Instagram sudah menjadi prioritas kita

Follow akun dengan konten positif

Kita bisa menfollow lebih banyak akun serupa dengan akun yang membuat kita merasa lebih baik. Seperti akun meme lucu atau akun yang berhubungan dengan hobi tertentu seperti perjalanan atau seni. Aku - akun keagamaan dan yang sering memberikan quotes menginspirasi juga patut untuk difollow.

cara instagram sehat

Selalu ingatkan diri sendiri bahwa orang lain tidak memposting kehidupan nyata mereka di Instagram

Tentu, kita semua tahu bahwa Instagram menyajikan versi lain dari realitas si pengguna. Penting untuk tetap memikirkan hal ini saat scrolling timeline instagram orang lain. Mungkin secara tidak sadar kita mengharapkan apa yang selebriti unggah bisa terjadi pada kehidupan kita, tapi lupakan kenyataannya bahwa kita dan teman kita juga tentunya memberikan efek atau sesuatu yang terbaik untuk di unggah di Instagram. Jadi tidak usah menganggap apa yang diposting di instagram itu adalah hal nyata yang benar benar terjadi pada kehidupan nyata.

Sikap remaja terhadap Instagram mempengaruhi perasaan mereka setelah scroll melalui umpan. Mereka yang mengingat bahwa gambar itu cukup menarik dan hebat, akan menghasilkan lebih banyak emosi positif namun pada kenyataannya dengan demikian membuat perbandingan mental yang berbahaya seperti "kehidupan orang itu lebih baik daripada saya."

Hal inilah yang mesti diingatkan kembali kepada otak agar tetap memiliki pemikiran bahwa kehidupan kita dan kehidupan orang di Instagram tentunya berbeda dan tidak selamanya kehidupan di instagram itu benar - benar nyata.

Lebih baik sering memposting, berkomentar dan saling kirim pesan daripada scrolling

Secara keseluruhan, kita bisa menghabiskan lebih banyak waktu untuk scrolling instagram (alias "pasif melihat") daripada kita memposting atau menanggapi posting dan menciptakan konten kita sendiri.

Sebuah studi dari para periset di seluruh dunia menemukan bahwa penggunaan media sosial termasuk instagram secara pasif cenderung menghasilkan perbandingan sosial dan kecemburuan yang tidak sehat, sementara penggunaan aktif menciptakan perasaan keterhubungan dan persahabatan sosial dengan pengikutnya.

Ini berarti bahwa mengomentari dan mengunggah foto di Instagram lebih baik daripada scrolling lama lama dan memperhatikan apa yang following kita lakukan. Kita bisa terlibat dengan follower kita, berbagi foto  yang akan merasa lebih terhubung dengan teman teman kita, karena mereka akan cenderung aktif menanggapi posting yang kita buat. Dengan begitu terciptalah interaksi positif di Instagram.

Tanyakan pada diri Kita, kenapa saya menghabiskan waktu membuka Instagram?

Banyak pengguna yang terbiasa mengahabiskan waktunya untuk scrolling pencarian Instagram mereka demi mengisi waktu kosong mereka. Entah itu akan keluar dari tempat tidur yang nyaman di pagi hari atau menunggu Ibu sedang mempersiapkan sarapan, misalnya. Terkadang, rasa bersalah muncul saat kita menyadari berapa lama kita telah menghabiskan "waktu" hanya demi aplikasi ini.

Untuk mengurangi perasaan ini akan sangat membantu untuk menganalisis dengan tepat mengapa kita bisa melihat Instagram secara berjam-jam. Kita bisa bertanya pada diri sendiri mengapa kita menggunakan Instagram (mungkin itu karena saya bosan mengantri, misalnya), lalu bertanya lagi "Mengapa saya bosan menunggu? Ini mungkin karena saya tidak berbicara dengan orang-orang di sekitar saya." Dan lagi "Mengapa saya tidak berbicara dengan orang-orang di sekitar saya? Karena mungkin saya gugup atau tidak nyaman untuk memulai percakapan." sampai kita selesai dan memutuskan bahwa "Lain kali, saya akan berani dan menyapa seseorang yang mengantre di toko kelontong."

Kita harus bertanya pada diri sendiri mengapa kita rela menghabiskan waktu menggunakan Instagram. Pada akhirnya, Instagram memang sangat menarik untuk dibuka, terlebih karena banyak informasi didalamnya. Akan tetapi, jangan kemudian dengan menghabiskan waktu bersama Instagram, kita lalai dengan kehidupan sosial kita. Semoga dapat bermanfaat untuk kalian para Instagram addict.